BAB III METODE PENELITIAN
H. Teknik Analisis
I. Alat Analisis
3. Pendapatan Responden
Tingkat pendapatan juga merupakan faktor penentu dalam pengambilan keputusan seseorang untuk menggunakan jasa perbankan
syariah. Dalam Masruroh (2015: 25), menurut Keynes berpendapat bahwa tabungan adalah bagian dari pendapatan yang tidak dikonsumsi pada periode yang sama. Karenanya tabungan merupakan fungsi tingkat pendapatan. Dalam disertasi Muhclis (2011:30) menurut Keynes, tidak semua pendapatan yang diperoleh masyarakat dibelanjakanuntuk barang dan jasa, tetapi sebagian akan ditabungkan. Tingginya tingkat tabungan bergantung kepada besar kecilnya pendapatan yang siap dibelanjakan. Oleh karena itu hasrat menabung akan meningkat sesuai dengan tingkat pendapatan.
Hasil penelitian yang dilakukan oleh Ratnawati di Jawa Barat tahun 2000 (dalam Yunus, 2004), menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat pendapatan semakin tinggi pula keinginan untuk berhubungan dengan bank syariah. Hal ini terjadi karena perbankan syariah sudah berkembang dengan baik di daerah Jawa Barat, sehingga masyarakat sudah dapat menilai secara rasional untuk memilih bank syariah.
Berdasarkan penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa setiap individu atau orang memiliki pendapatan yang berbeda-beda. Dan pada dasarnya tinggi rendahnya tabungan tergantung pada besar kecilnya pendapatan yang diperoleh.
a. Pengertian Pendapatan
Pengertian pendapatan (Income) menurut Reksoprayitno (2009) merupakan total uang yang diterima oleh seseorang dan perusahaan dalam bentuk gaji, upah, sewa bunga, dan laba termasuk juga beragam
tunjangan, seperti kesehatan dan pensiun. John J. Wild (2003: 311) menjelaskan pendapatan menurut ilmu ekonomi sebagai nilai maksimum yang dapat dikonsumsi oleh seseorang dalam suatu periode dengan mengharapkan keadaan yang sama pada akhir periode seperti keadaan semula.
Sumitro (1990: 27) mengartikan pendapatan sebagai pendapatan uang yang diterima dan diberikan kepada subjek ekonomi berdasarkan prestasi-prestasi yang diserahkan yaitu berupa pendapatan dari profesi yang dilakukan sendiri atau usaha perorangan dan pendapatan dari kekayaan.
Definisi pendapatan menurut beberapa ahli memang berbeda- beda. Kemudian dari beberapa definisi di atas, dapat disimpulkan bahwa pendapatan adalah sejumlah uang yang diterima oleh individu dalam jangka waktu tertentu maupun hasil yang diterima atas upaya yang telah dilakukan sebagai balas jasa baik berupa uangmaupun barang.
b. Sumber Pendapatan
Menurut Mulyanto (1982: 92-94), pendapatan terdiri dari sebagai berikut:
1) Pendapatan berupa uang
Yaitu segala penghasilan berupa uang yang sifatnya reguler dan yang di terima karena balas jasa atau kontra prestasi. Sumber- sumber pendapatanya adalah:
a) Gaji dan upah yang diperoleh dari: (1) Kerja pokok
(2) Kerja sampingan
(3) Kerja lembur
(4) Kerja kadang-kadang
b) Usaha sediri, yang meliputi: (1) Hasil bersih dari usaha sendiri (2) Komisi
(3) Penjualan dar kerajinan rumah
c) Hasil investasi, yakni pendapatan yang diperoleh dari hak milik tanah.
d) Keuntungan sosial, pendapatan yang diperoleh dari kerja sosial. 2) Pendapatan berupa barang
Yaitu segala penghasilan yang sifatnya reguler dan biasa akan tetapi tidak selalu berbentuk balas jasa dan diterimakan dalam bentuk barang dan jasa. Pendapatan berupa barang yaitu pendapatan yang berupa:
a) Bagian pembayaran upah dan gaji yang dibentukan dalam: (1) Beras
(2) Pengobatan (3) Transportasi
(4) Perumahan
b) Barang yang diproduksi dan dikonsumsi di rumah, antara lain: (1) Pemakaianbarang yang diproduksi di rumah
(2) Sewa yang seharusnya dikeluarkan terhadap rumah sendiri yang ditempati.
3) Penerimaan yang bukan merupakan pendapatan, yaitu penerimaan yang berupa:
a) Pengambilan tabungan
b) Penjualan barang-barang yang dipakai c) Penagihan piutang
d) Pinjaman uang e) Kiriman uang f) Hadiah/pemberian g) Warisan
Secara garis besar pendapatan digolongkan menjadi tiga golongan (Suparmoko, 2000), yaitu :
1) Gaji dan Upah.
Yaitu imbalan yang diperoleh setelah orang tersebut melakukan pekerjaan untuk orang lain yang diberikan dalam waktu satu hari, satu minggu maupun satu bulan.
2) Pendapatan dari Usaha Sendiri.
Merupakan nilai total dari hasil produksi yang dikurangi dengan biaya-biaya yang dibayar dan usaha ini merupakan usaha milik sendiri atau keluarga dan tenaga kerja berasal dari anggota
keluarga sendiri, nilai sewa kapital milik sendiri dan semua biaya ini biasanya tidak diperhitungkan.
3) Pendapatan dari Usaha Lain.
Merupakan pendapatan yang diperoleh tanpa mencurahkan tenaga kerja, dan ini biasanya merupakan pendapatan sampingan antara lain :
a) Pendapatan dari hasil menyewakan aset yang dimiliki seperti rumah,
b) Ternak dan barang lain, c) Bunga dari uang,
d) Sumbangan dari pihak lain, e) Pendapatan daripensiun, f) Dan lain-lain.
4. Minat
a. Pengertian Minat
Minat dapat menunjukkan kemampuan untuk memberi stimuli yang mendorong kita untuk memperhatikan seseorang, sesuatu barang atau kegiatan atau sesuatu yang dapat memberi pengaruh terhadap pengalaman yang telah distimuli oleh kegiatan itu sendiri. Dengan kata lain minat dapat menjadi sebab sesuatu kegiatan dan hasil dari turut sertanya dalam kegiatan itu (D. Crow and Crow, 1984: 351)
Minat adalah rasa lebih suka dan rasa keterikatan pada suatu hal atau aktifitas, tanpa ada yang menyuruh. Minat pada dasarnya adalah
penerimaan akan suatu hubungan antara diri sendiri dengan sesuatu di luar diri. Semakin kuat atau dekat hubungan tersebut, semakin besar pula minatnya (H. Djaali, 2012: 121). Minat adalah suatu perangkat mental yang terdiri dari suatu campuran dari perasaan, harapan, pendirian prasangka atau kecenderungan lain yang mengarahkan individu kepada suatu pilihan tertentu (Mappiare, 1997:62)
Suatu minat dapat diekspresikan melalui suatu pernyataan yang menunjukkan bahwa seseorang lebih menyukai suatu hal dari pada hal lainnya, dapat pula dimanifestasikan melalui partisipasi dalam suatu aktivitas. Seseorang yang memiliki terhadap subjek tertentu cenderung untuk memberikan perhatian yang lebih besar terhadap subjek tersebut (Slameto, 1991: 182). Sedangkan Suryabrata (1988:109) mengatakan bahwa minat merupakan kecenderungan dalam diri individu untuk tertarik pada sesuatu objek atau menyenangi sesuatu objek.
b. Macam-Macam Minat
Menurut Abdul Rahman Shaleh dan Muhbib Abdul Wahab (2004: 264-265) minat dapat dibagi menjadi tiga macam (berdasarkan timbulnya, berdasarkan arahnya, dan cara mengungkapkanya) yaitu sebagai berikut:
1) Berdasarkan timbulnya
Minat dapat dibedakan menjadi minat primitif dan minat kultural. Minat primitif adalah minat yang timbul karena kebutuhan
biologis atau jaringan-jaringan tubuh. Sedangkan minat kultural atau minat social adalah minat yang timbul karena proses belajar.
2) Berdasarkan arahnya
Minat dapat dibedakan menjadi minat intrinsik dan ekstrinsik. Minat intrinsik adalah minat yang langsung berhubungan dengan aktivitas itu sendiri. Minat ekstrinsik adalah minat yang berhubungan dengan tujuan akhir dari kegiatan tersebut.
3) Berdasarkan cara mengungkapkan
Minat dapat di bedakan menjadi empat yaitu:
a) expressed interest : minat yang diungkapkan dengan cara meminta kepada subyek untuk kenyatakan kegiatan yang disenangi maupun tidak, dari jawabannya dapat diketahui minatnya.
b) manifest interest : minat yang diungkapkan dengan melakukan pengamatan langsung.
c) tested interest : minat yang diungkapkan dengan cara menyimpulkan dari hasil jawaban tes objektif.
d) inventoried interest : minat yang diungkapkan dengan menggunakan alat-alat yang sudah distadarisasikan.
c. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Timbulnya Minat
Menurut Crow and Crow (1984) dalam terjemahan Kasijan berpendapat bahwa ada tiga faktor yang mempengaruhi timbulnya minat, yaitu:
1) Dorongan dari dalam diri individu
Artinya mengarah kepada kebutuhan-kebutuhan yang muncul dari dalam individu, merupakan faktor yang berhubungan dengan dorongan fisik, motif, mempertahankan diri dari rasa lapar, rasa takut, juga dorongan ingin tahu membangkitkan penelitian dan sebagainya.
2) Motif sosial
Artinya mengarah pada penyesuaian diri dengan lingkungan agar dapat diterima dan diakui oleh lingkungannya atau aktivitas untuk memenuhi kebutuhan sosial, seperti bekerja, mendapatkan status, mendapatkan perhatian dan penghargaan.
3) Faktor emosional
Artinya minat yang erat hubungannya dengan perasaan atau emosi, keberhasilan dalam beraktivitas yang didorong oleh minat akan membawa rasa senang dan memperkuat minat yang sudah ada, sebaliknya kegagalan akan mengurangi minat individu tersebut.
Dari teori yang telah dijelaskan tentang faktor-faktor yang mempengaruhi minat, penelitian ini akan menggunakan teori Crow and Crow (1984) yang menyebutkan bahwa terdapat tiga faktor yang mempengaruhi timbulnya minat, yaitu: faktor dorongan dari dalam, faktor motif sosial, dan faktor emosional atau perasaan. Dalam penelitian ini maka variabel pendidikan dan pendapatan termasuk dalam
faktor dorongan dari dalam. Sedangkan variabel pekerjaan termasuk faktor motif sosial.
C. Kerangka Penelitian
Dari hasil analisa penelitian yang telah dilakukan oleh peneliti lain serta penjabaran teori mengenai masing-masing variabel, maka dapat dirumuskan suatu kerangka penelitian sebagai berikut :
H1
H2
H3
Gambar 2.1 Kerangka Penelitian
Dari kerangka penelitian tersebut di atas, maka dapat di buat persamaan matematisnya sebagai berikut:
Y = β0 + β1 X1 + β2 X2 + β3 X3 + е Keterangan : Y = Minat menabung X1 = Pendidikan X2 = Pekerjaan Pendidikan (X1)
Pekerjaan (X2) Minat Menabung (Y)
X3 = Pendapatan
е = Standar error
β0, β1,β2, β3 = Koefision regresi yang hendak di cari
D. Hipotesis Penelitian
Hipotesis merupakan jawaban sementara yang kebenarannya masih harus diuji, atau rangkuman kesimpulan teoritis yang diperoleh dari tinjauan pustaka (Martono, 2011:71)
1. Pengaruh Pendidikan terhadap minat menabung
Latar belakang tingkat pendidikan merupakan salah satu faktor pendorong terhadap minat masyarakat dalam menggunakan jasa perbankan syariah. Karena semakin tinggi tingkat pendidikan maka wawasan tersebut juga akan semakin luas, sehingga mudah dalam menerima dan menyerap informasi mengenai perbankan syariah. Pendidikan merupakan tugas untuk meningkatkan pengetahuan, pengertian atau sikap tenaga kerja sehingga mereka dapat lebih menyesuaikan diri dengan lingkungan kerja mereka (Dr. B. Siswanto Sastrohadiwiryo, 2005: 199). Pendidikan berhubungan dengan menambah pengetahuan umum dan pengertian seluruh lingkungan kerja. Pendidikan berhubungan dengan menjawab bagaimana dan mengapa. Pendidikan biasanya lebih banyak berhubungan dengan teori tentang pekerjaan, sedangkan pelatihan merupakan pendidikan dalam arti yang agak sempit, terutama dengan instruksi, tugas khusus dan disiplin.
Dalam penelitian yang dilakukan oleh Priaji (2011) hasil penelitian menunjukan bahwa variable pendidikan mempunyai pengaruh positif terhadap intensi menabung di bank syariah, begitupun pula dalam penelitian yang dilakukan Pratiwi (2010) menunjukan bahwa Tingkat Pendidikan Muslimin terbukti signifikan dan berpengaruh positif dalam keputusan masyarakat muslim untuk menggunakan bank syariah di Kota Surakarta.
Sehingga dapat dikatakan bahwa tingkat pendidikan mempengaruhi minat masyarakat untuk menabung di bank syariah karena semakin tinggi tingkat pendidikan semakin besar kemungkinan menggunakan bank syariah.
H1= Tingkat pendidikan berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat masyarakat menabung di bank syariah.
2. Pengaruh Pekerjaan terhadap minat menabung
Pekerjaan merupakan kegiatan yang harus dilakukan oleh setiap orang untuk memenuhi kebutuhannya setiap hari. Setiap orang mempunyai kebutuhan pokok yang harus dipenuhi. Kebutuhan pokok merupakan kebutuhan yang harus segera di penuhi dan tidak bisa di tunda lagi. Menurut Notoatmodjo (2010), mengatakan pekerjaan adalah aktivitas atau kegiatan yang dilakukan oleh responden sehingga memperoleh penghasilan. Pekerjaan yang dijalani seseorang dalam kurun waktu yang lama disebut sebagai Karir. Seseorang mungkin bekerja pada beberapa perusahaan selama karirnya tapi tetap dengan pekerjaan yang sama.
Lowongan pekerjaan yang paling banyak diinginkan orang Indonesia rata- rata adalah PNS, dan pegawai BUMN. Anggapan mereka mungkin karena jadi pegawai negeri atau pegawai BUMN gajinya stabil dan terjamin.
Penelitian yang dilakukan Kamarni (2012) tentang Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Minat Masyarakat Dalam Berhubungan Dengan Bank Syariah Di Kota Padang. Hasil penelitian menunjukan bahwa variabel pekerjaan mempunyai pengaruh yang signifikan dalam mempengaruhi minat masyarakat terkait dengan bank syariah. Kemungkinan masyarakat yang mempunyai tingkat pekerjaan yang rendah mempunyai peluang 0,010 kali bila dibandingkan dengan masyarakat yang mempunyai tingkat pekerjaan yang tinggi.
Sehingga dapat dikatakan bahwa pekerjaan mempengaruhi minat masyarakat untuk menabung di bank syariah karena jenis pekerjaan seseorang memungkinan masyarakat untuk menggunakan bank syariah. H2= Pekerjaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat masyarakat menabung di bank syariah.
3. Pengaruh Pendapatan terhadap minat menabung
Tingkat pendapatan juga merupakan faktor penentu dalam pengambilan keputusan seseorang untuk menggunakan jasa perbankan syariah. Oleh karena itu, semakin tinggi pendapatan seseorang maka semakin besar pula kemungkinan untuk menggunakan bank syariah. Menurut Reksoprayitno (2009) merupakan total uang yang diterima oleh seseorang dan perusahaan dalam bentuk gaji, upah, sewa bunga, dan laba
termasuk juga beragam tunjangan, seperti kesehatan dan pensiun. John J. Wild (2003: 311) menjelaskan pendapatan menurut ilmu ekonomi sebagai nilai maksimum yang dapat dikonsumsi oleh seseorang dalam suatu periode dengan mengharapkan keadaan yang sama pada akhir periode seperti keadaan semula.
Penelitian yang dilakukan Muarifah (2015) tentang Pengaruh Tingkat Pendapatan Masyarakat Dan Kualitas Pelayanan Karyawan Terhadap Minat Menabung Nasabah Bank Negara Indonesia Kabupaten Pati. Hasil penelitian menunjukan bahwa besarnya tingkat pendapatan masyarakat dan kualitas pelayanan karyawan berpengaruh secara individu terhadap minat menabung nasabah Bank Negara Indonesia Kabupaten Pati Tahun 2015. Begitu pula penelitian yang dilakukan Masruroh (2015) bahwa variabel disposible income setelah dimoderasi bersama dengan tingkat religiusitas, menunjukkan hasil yang positif.
Sehingga dapat dikatakan bahwa pendapatan mempengaruhi minat masyarakat menabung di bank syariah karena pada umumnya seseorang yang memiliki pendapatan yang tinggi memungkinkan mereka akan menyimpan uangnya di bank untuk kebutuhan yang akan datang.
H3= Pendapatan berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat masyarakat menabung di bank syariah.
43 A. Jenis dan Pendekatan Penelitian
Penelitian ini meneliti mengenai pengaruh pendidikan, pekerjaan, dan pendapatan masyarakat terhadap minat menabung di bank syariah pada masyarakat desa Kupen. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif, karena penelitian ini disajikan dengan angka-angka dan perhitungan dengan metode statistik. Penelitian kuantitatif adalah suatu proses menemukan pengetahuan yang menggunakan data berupa angka sebagai alat menganalisis keterangan mengenai apa yang ingin diketahui (Kasiram, 2008: 149).
Penelitian ini melakukan pendekatan yang diawali dengan teknik pengumpulan data dengan cara menentukan instrumen penelitian, menentukan metode yang akan digunakan, kemudian menyebar kuisioner kepada sejumlah responden yang menjadi sampel dalam penelitian ini, dan juga menganalisis data yang sudah dikumpulkan kemudian disajikan dalam bentuk skripsi.
B. Lokasi dan Waktu Penelitian
Penelitian ini dilakukan di desa Kupen Kec. Pringsurat Kab. Temanggung dan waktu penelitian ini dilakukan dalam waktu Desember 2016-September 2017.
C. Populasi dan Sampel 1. Populasi Penelitian
Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek atau subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya (Sugiyono, 2010: 117).
Populasi adalah keseluruhan wilayah objek dan subjek penelitian yang ditetapkan untuk dianalisis dan ditarik kesimpulan oleh peneliti. Totalitas dari objek dan subjek penelitian yang digunakan oleh peneliti, tentunya yang memiliki hubungan atau memenuhi syarat-syarat tentuya dengan masalah yang akan dipecahkan (Bawono, 2006 :28).
Penentuan jenis populasi ini didasarkan atas alasan bahwa yang akan diuji adalah yang mempengaruhi minat masyarakat menabung dibank syariah. Populasi yang akan dijadikan obyek dalam penelitian ini adalah masyarakat desa Kupen Kec. Pringsurat Kab. Temanggung, dengan jumlah populasi sebesar 5193 orang.
2. Sampel Penelitian
Sampel merupakan bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut (Sugiyono, 2010: 118). Sampel adalah objek atau subjek penelitian yang dipilih guna mewakili keseluruhan dari populasi. Hal ini dilakukan unntuk menghemat waktu dan biaya. Sehingga didalam menentukan sampel harus hati-hati, karena kesimpulan yang
dihasilkan, nantinya merupakan kesimpulan dari populasi (Bawono, 2006 :28).
Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik
purposive sampling, merupakan teknik pengambilan sampel secara sengaja sesuai dengan persyaratan sampel yang diperlukan dalam penelitian (Teddlie & Yu, 2007 : 77). Pertimbangan yang diambil oleh peneliti yaitu masyarakat yang memiliki rekening tabungan bank syariah, beragama Islam, dan sudah memiliki KTP. Sampel penelitian ini yaitu masyarakat desa Kupen Kab. Temanggung yang memiliki tabungan di bank syariah.
Berdasarkan populasi dengan tingkat kesalahan yang peneliti gunakan adalah 10%, menurut Bawono (2006: 29) rumus yang digunakan untuk menentukan jumlah sampel dapat menggunakan rumus sebagai berikut:
Di mana:
s : Sampel
P : Populasi
e2 : error atau tingkat kesalahan yang diyakini sehingga dapat ditentukan sampel sebagai berikut:
Dari perhitungan diatas, penelitian ini memerlukan sampel sebanyak 98 masyarakat untuk mewakili populasi 5193 masyarakat, tetapi dibulatkan menjadi sebanyak 100 responden. Alasan menggunakan kesalahan 10% karena keterbatasan waktu penelitian yang terbatas dan mempercepat waktu penelitian.
D. Teknik Pengumpulan Data 1. Pengertian Data
Data adalah segala informasi yang dijadikan dan diolah untuk suatu kegiatan penelitian sehingga dapat dijadikan sebagai dasar dalam pengambilan keputusan (Muhammad, 2008:97).
Teknik pengumpulan data adalah teknik atau cara yang dilakukan oleh peneliti untuk mendapatkan data yang akan dianalisis atau diolah untuk menghasilkan suatu kesimpulan (Bawono, 2006:29).
2. Sumber dan Jenis Data
Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer, yaitu data dan informasi yang diperoleh secara langsung oleh peneliti dari narasumber atau responden yang ada di lapangan (Bawono, 2006: 29). Data primer secara khusus dikumpulkan oleh peneliti dari responden yang menjawab pertanyaan. Data primer dalam penelitian ini diperoleh dari kuisioner yang diisi secara langsung oleh responden atau daftar pertanyaan
kepada responden di desa Kupen Kecamatan Pringsurat Kabupaten Temanggung.
3. Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode angket (kuesioner). Metode kuesioner adalah suatu pengumpulan data dengan memberikan atau menyebarkan daftar pertanyaan kepada responden dengan harapan responden merespon daftar pertanyaan tersebut.
Angket adalah daftar pertanyaan yang diberikan kepada obyek penelitian yang mau memberikan respon sesuai dengan permintaan pengguna (Bawono 2006:29)
Kuesioner merupakan tehnik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawabnya (Sugiyono, 2010: 199).
E.Skala Pengukuran
Seorang peneliti yang concren membuat penelitiannya lebih objektif untuk dapat diterima oleh semua kalangan dan penelitiannya lebih terukur juga dapat digunakan untuk estimasi. Pengukuran merupakan suatu proses hal mana suatu angka atau simbol dilekatkan pada karakteristik atau properti suatu simuliti sesuai dengan aturan atau prosedur yang telah ditetapkan (Ghozali, 2013: 3). Sebuah penelitian mengenai masalah strategis yang mempengaruhi dimasa yang akan datang, penggunaan metode- metode kuantitatif sangat dianjurkan untuk membuat peramalan (forecasting) dan asumsi, seperti ekstrapolasi,
brainstoming, statistical modelling, riset oprasi dan lain- lain (Bawono ,2006 : 30)
Menurut Bawono (2006, : 31) skala pengukuran dapat di kelompokkan menjadi 4 jenis, yaitu: nominal, ordinal interval dan rasio. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan empat skala pengukuran diatas. Skala ordinal tidak hanya mengkategorikan variabel kedalam kelompok, tetapi juga melakukan rangking terhadap kategori atau berjenjang (Ghozali, 2013: 4). Skala nominal yaitu skala pengukuran yang menyatakan kategori atau kelompok dari suatu subyek. Skala Rasio adalah skala pengukuran yang memiliki nilai nol absolute sehingga perbandingan antar kategori dapat diketahui (Martono, 2011: 62). Skala interval atau di sebut juga skala likert. Skala interval atau likert adalah memberikan rangking kepada responden. Skala 0-10 dipilih dengan pertimbangan memudahkan responden dalam menentukan kategori sangat tidak setuju sampai dengan sangat setuju. Responden yang akan dipilih dalam penelitian ini terbiasa dengan penilaian interval angka 0 sebagai kategori rendah dan 10 sebagai kategori paling tinggi. Skala penilaian sampai dengan 10 lazim digunakan oleh responden dalam menilai baik atau tidaknya sesuatu.
Berikut adalah rentang penilaian dalam skala interval :
Sangat tidak setuju 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Sangat setuju
F. Definisi Konsep dan Operasional
Menurut Bawono (2006: 27) definisi operasional merupakan definisi tentang variabel-variabel yang akan digunakan, baik variabel dependent
maupun variabel independent, sehingga nantinya tidak menghasilkan data yang biasa. Sesuai dengan perumusan masalah yang ada maka, dalam penelitian ini menggunakan 2 variabel, yaitu variabel bebas dan variabel terikat.
1. Variabel Bebas (Independent Variables)
Variabel bebas merupakan variabel yang mempengaruhi variabel lain atau menghasilkan akibat pada variabel yang lain, yang pada umumnya berada dalam urutan tata waktu yang terjadi lebih dulu (Martono 2011: 57). Adapun variabel bebas dalam penelitian ini adalah:
a) Pendidikan (X1)
Menurut Dr. B. Siswanto Sastrohadiwiryo (2005,hal :199) pendidikan merupakan tugas untuk meningkatkan pengetahuan, pengertian atau sikap tenaga kerja sehingga mereka dapat lebih menyesuaikan diri dengan lingkungan kerja mereka. Menurut UU SISDIKNAS No. 20 (2003), indikator tingkat pendidikan terbagi menjadi dua yaitu:
1). Jenjang pendidikan 2). Kesesuaian jurusan. b) Pekerjaan (X2)
Menurut Notoatmodjo (2010), mengatakan bahwa pekerjaan merupakan suatu aktivitas atau kegiatan yang dilakukan oleh responden sehingga memperoleh penghasilan.
Ada berbagai macam jenis pekerjaan didunia ini, dan setiap orang mempunyai pekerjaan yang berbeda-beda. Menurut Notoatmodjo (2012) jenis pekerjaan terbagi menjadi tujuh yaitu :
8). Pedagang 9). Buruh / Tani 10).PNS 11).TNI/ Polri 12).Pensiunan 13).Wiraswasta 14).IRT c) Pendapatan (X3)
Pendapatan (Income) menurut Reksoprayitno (2009) merupakan total uang yang diterima oleh seseorang dan perusahaan dalam bentuk gaji, upah, sewa bunga, dan laba termasuk juga beragam tunjangan, seperti kesehatan dan pension.
Menurut Suparmoko (2000), secara garis besar pendapatan digolongkan menjadi tiga golongan yaitu:
1). Gaji dan Upah
2). Pendapatan dari Usaha Sendiri 3). Pendapatan dari Usaha Lain
2. Variabel Terikat (Dependent Variables)
Menurut Martono (2011: 57) variabel terikat merupakan variabel yang di akibatkan atau di pengaruhi oleh variabel bebas. Dalam penelitian ini variabel terikat adalah minat menabung di bank syariah.
Minat dapat menunjukkan kemampuan untuk memberi stimuli yang mendorong kita untuk memperhatikan seseorang, sesuatu barang atau kegiatan atau sesuatu yang dapat memberi pengaruh terhadap pengalaman yang telah distimuli oleh kegiatan itu sendiri. Dengan kata lain minat dapat menjadi sebab sesuatu kegiatan dan hasil dari turut sertanya dalam kegiatan itu (D. Crow and Crow, 1984: 351)
Menurut Crow and Crow (1984) dalam terjemahan Kasijan berpendapat bahwa ada tiga faktor yang mempengaruhi timbulnya minat, yaitu:
a) Dorongan dari dalam diri individu, misal dorongan makan, rasa ingin tahu dan seks.
b) Motif sosial, dapat menjadi faktor yang membangkitkan minat untuk melakukan suatu aktivitas tertentu.
c) Faktor emosional, minat mempunyai hubungan yang erat dengan emosi.