• Tidak ada hasil yang ditemukan

METODE PENELITIAN

A. PENDEKATAN DAN JENIS PENELITIAN

Pendekatan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif. Menurut Bogdan dan taylor, penelitian kualitatif adalah prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif yaitu ucapan atau tulisan dan prilaku

yang dapat diamati oleh orang-orang (subjek) itu sendiri.32

Berdasarkan beberapa kajian yang dilakukan oleh lexi j moleong penelitian kualitatif adalah penelitian yang bermaksud untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh subjek penelitian misalnya prilaku, persepsi, motivasi, tindakan dan sebagainya, secara holistic dan dengan cara deskripsi dalam bentuk kata-kata dan bahasa, pada suatu konteks khusus yang

alamiyah dan memanfaatkan berbagai metode alamiah.33

berdasarkan beberapa pendapat diatas dapat disimpulakan bahwa penelitian kualitatif merupakan penelitian yang menggunakan lingkungan ilmiah sebagai sumber langsung yang bersifat deskriptif analitik, dimana yang ditekankan pada proses bukan hasil dengan sifat induktif dan mengutamakan maknanya.

Jenis penelitian ini menggunakan metode penilitian tindakan kelas

(PTK). Penelitian tindakan kelas disebut juga dengan Classroom Action Research

32

Tatag yuli eko, Penelitian Pendidikan Matematika, (Surabaya: unesa university press, 2010), hal. 101

33

Lexy J Moeleong, Metodologi penelitian Kualitatif, (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2008), hal. 6

yang merupakan bentuk khusus tindakan yang dilakukan di dalam kelas. Jenis penelitian ini mampu menawarkan pendekatan prosedur baru yang lebih menjanjikan dampak langsung dalam bentuk perbaikan dan peningkatan profesionalisme guru dalam mengelola proses belajar mengajar di kelas.

Menurut Hopkins, Penelitian Tindakan Kelas atau sering disebut PTK, merupakan suatu bentuk kajian yang bersifat reflektif, yang dilakukan oleh prilaku

tindakan- tindakannya terhadap kondisi dalam praktik pembelajaran.34

Sedangkan menurut Kemmis dan Mc. Taggert PTK merupakan studi yang dilakukan untuk memperbaiki diri sendiri, pengalaman kerja sendiri, yang

dilaksanakan secara sistematis, terencana dan dengan sikap yang mawa diri.35

Sedangkan PTK menurut peneliti yakni sebuah penelitian yang dilaksanakan oleh pelaku tindakan (yakni guru sendiri) dalam rangka memecahkan masalah yang terjadi dalam kelasnya berdasarkan refleksi diri yang dilakukan bertujuan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran secara sistematis, terencana serta dilakukan dalam situasi dan kondisi tertentu.

Karakteristik PTK yaitu, penelitian berdasarkan pada problema yang harus dipecahkan yakni berawal dari permasalahan- permasalahan yang muncul dalam proses pembelajaran yang selama ini dilaksanakan oleh guru. “jadi PTK akan dapat dilaksanakan jika guru sejak awal memang menyadari adanya persoalan yang terkait dengan proses dan produk pembelajaran yang dihadapi dalam kelas. Kemudian pendidik menyadari pentingnya masalah tersebut untuk

dipecahkan secara profesional. ”

34

Mansur muslich, Melaksanakan PTK itu Mudah, (Jakarta: Bumi Aksara, 2011), hal. 8 35

Tatag Yuli Eko menjelaskan ada empat karakteristik PTK yaitu :36

1. Masalah dalam PTK muncul dari kesadaran dari diri guru sendiri, bukan

dari orang lain. Guru berpikir bahwa ada sesuatu yang pelu diperbaiki dalam pembelajaran yang dilakukan selama ini

2. Mengumpulkan data dari praktek sendiri melalui refleksi diri

(selfreflective inquiry)

3. Dilakukan di kelas dan focusnya pada kegiatan pembelajaran yang

berupa interaksi prilaku guru dan siswa

4. Perbaikan dilakukan secara bertahap dan terus menerus selama kegiatan

penelitian, sehingga terdapat siklus yang sistematis

Dalam bahasa inggris PTK diartikan dengan Classroom Action Research.

Oleh karena itu ada tiga kata yang membentuk pengertian tersebut yaitu

penelitian, tindakan dan kelas.37

1. Penelitian merupakan kegiatan mencermati suatu objek, menggunakan

aturan metodologi tertentu untuk memperoleh data atau informasi yang bermanfaat untuk meningkatkan mutu dari suatu hal yang menarik minat dan penting bagi peneliti.

2. Tindakan merupakan suatu gerak kegiatan yang sengaja dilakukan

dengan tujuan tertentu, yang dalam penelitian ini berbentuk rangkaian siklus kegiatan.

3. Kelas merupakan sekelompok siswa yang dalam waktu sama menerima

pelajaran sama dari seorang guru.

36

Tatag yuli eko, Menngajar Dan Meneliti, (Surabaya: ISBN, 2008), hal. 5 37

Dengan menggabungkan batas pengertian tiga kata tersebut segera dapat disimpulkan bahwa penelitian kelas merupakan suatu pencermatan terhadap

kegiatan yang sengaja dimunculkan, dan terjadi dalam suatu kelas.38 Ada

beberapa Ahli yang mengemukakan model penelitian dengan model yang berberda, namun secara garis besar terdapat empat tahap yang harus dilalui yaitu:39

1. Perencanaan (Planning)

Dalam tahap ini peneliti menjelaskan tentang apa, mengapa, kapan, di mana, oleh siapa, dan bagaiman tindakan tersebut dilakukan.

2. Pelaksanaan (Acting)

Pelaksanaan merupakan implementasi atau penerapan isi rancangan, yaitu mengenakan tindakan.

3. Pengamatan (Observing)

Sebetulnya sedikit kurang tepat kalau pengamatan ini dipisahkan dengan pelaksanaan tindakan, karena seharusnya pengamatan dilaksanakan pada saaat tindakan dijalankan. Jadi, keduanya berlangsung pada waktu yang sama.

4. Refleksi (Reflecting)

Kegiatan ini merupakan kegiatan untuk mengemukakan kembali apa yang sudah dilakukan. Kegiatan refleksi ini sangat tepat dilakukan ketika guru peksana sudah selesai melaksanakan tindakan, kemudian mendiskusikan implementasi rancangan tindakan.

38

Ibid., hal. 13 39

Suharsimi Arikunto et All, Penelitian Tindakan Kelas, (Jakarta: Bumi Aksara, 2008), hal. 16

Keempat tahapan tersebut merupakan unsur membentuk sebuah siklus,

yaitu suatu putaran beruntun, yang kembali ke langkah semula.40

Dalam penelitian ini peneliti tidak bisa menentukan berapa siklus yang akan dipakai nanti ketika penelitian. Paneliti akan menghentikan penelitian jika nilai yang diperoleh siswa sudah memenuhi KKM. Jika ketika penelitian kurang berhasil disiklus pertama maka peneliti melanjutkan dengan siklus kedua.

Dalam penelitian ini peneliti mempersiapkan jika nanti pada siklus pertama gagal maka akan dilanjutkan dengan siklus kedua, yang dimana peneliti akan menggunakan penelitian ini dengan menggunakan model Kemmis dan Mc Taggart, model penelitian ini merupakan model pengembangan dari Kurt Lewin. Dikatakan demikian, karena di dalam suatu siklus terdiri atas empat komponen, yaitu : (1) perencanaan, (2) aksi/tindakan, (3) observasi, (4) refleksi. Sesudah satu siklus selesai di implementasikan, khususnya sesudah adanya refleksi, kemudian diikuti dengan adanya perencanaan ulang yang dilaksanakan dalam bentuk siklus

tersendiri.Demikian seterusnya, atau dengan beberapa kali siklus.41 Untuk lebih

detailnya berikut ini dikemukakan PTK Model Kemmis dan Mc Taggart :

40

Ibid., hal. 20 41

Suryanto,et.all, Modul Penelitian Tindakan Kelas. (Kediri: Modul Tidak Diterbitkan, 2011), hal. 10

Gambar 3.1 Siklus PTK model Kemmis dan Mc. Taggrat42 Berdasarkan beberapa karakteristik PTK yang dipaparkan diatas, maka dapat diartikan penelitian tindakan kelas sebagai suatu bentuk kajian yang bersifat reflektif oleh guru untuk meningkatkan dan memperbaiki praktek pembelajaran di kelasnya.

42

Suharsimi Arikunto, Penelitian Tindakan Kelas..., hal. 105 Refleksi Tindakan dan observasi Refleksi Tindakan dan observasi Refleksi Tindakan dan observasi Rencana awal

Rencana yang Direvisi

Seorang peneliti harus mengetahui tujuan penelitian yang akan dilaksanakan, dengan demikian peneliti dapat melaksanakan penelitian sesuai dengan target yang diinginkan. Adapun tujuan utama penelitian tindakan kelas yaitu melakukan perbaikan dan meningkatkan profesionalisme guru dalam kegiatan belajar mengajar.

Penelitian Tindakan Kelas ini dilakukan secara kolaboratif-partisipatoris yaitu kerjasama antara peneliti dengan praktisi yang ada di lapangan yaitu guru atau teman sejawat, dalam hal ini peneliti terlibat langsung dalam merencanakan tindakan, melakukan tindakan, observasi, refleksi dan lain-lain.

Dokumen terkait