• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II LANDASAN TEORI

2.2 Kajian Teori

2.2.2 Konfiks

2.2.2.4 Pendekatan Komunikatif yang Dipakai dalam Pengembangan

Modul pembelajaran hendaknya disusun dengan berpedoman pada sebuah pendekatan. Salah satunya pendekatan komunikatif. Menurut Priyatni (2014:117), pendekatan komuikatif dilatar belakangi oleh fenomena pembelajaran bahasa di kelas yang cenderung mempelajari tentang struktur atau kaidah bahasa. Oleh karena itu, mahasiswa memahami kaidah bahasa tetapi kurang mahir menggunakan bahasa dalam konteks komunikasi nyata. Pendekatan komunikatif memandang keterampilan bahasa yang salah satunya adalah keterampilan menulis yang merupakan sebuah keterampilan yang harus dilatihkan.

Menurut Priyatni (2014:118), target utama pembelajaran bahasa dengan pendekatan komukatif adalah penguasaan bahasa dalam konteks komunikasi nyata. Berdasarkan pendapat ahli tersebut, tujuan dari pengembangan modul ini menggunakan pendekatan komunikatif adalah mengoptimalkan keterampilan

berbahasa (membaca, menulis, menyimak, dan berbicara) mahasiswa yang nantinya akan bermuara pada penugasan kemampuan berkomunikasi mahasiswa menggunakan media bahasa tulis maupun lisan. Kegiatan ini tercermin dalam modul pada bab 2 aktivitas 2. Pada aktivitas ini, mahasiswa dilatih untuk menyimak cuplikan video, menulis hal-hal penting berkaitan dengan video melalui mind map, mahasiswa membaca hasil mind map yang dikerjakan sendiri dan hasil mind map teman sekelas lalu menyimpulkan dan mempresentasikannya dengan berbicara di depan teman.

Dalam hal ini juga gaya belajar sesuai pendekatan komunikatif sangat diperlukan sebagai cara termudah yang dimiliki oleh setiap mahasiswa dalam menyerap, mengatur dan mengolah informasi yang diterima melalui proses pembelajaran. Gaya belajar yang sesuai adalah kunci keberhasilan mahasiswa dalam proses belajar. Oleh karena itu, dalam kegiatan belajar, mahasiswa sangat perlu dibimbing dan diarahkan untuk mengenali gaya belajar yang sesuai dengan gaya belajar masing-masing individu mahasiswa sehingga tujuan pembelajaran dapat dicapai secara efektif. Pada beberapa aktivitas yang ada pada modul, misalnya pada bab 1 aktivitas 2, pada bab 1 aktivitas 3, pada bab 2 aktivitas 2, dan pada bab 2 aktivitas 5 peneliti merancang gaya belajar yang mencakup tiga gaya belajar yang umum DePorter dkk (2011), yakni (1) modalitas visual/penglihatan belajar, dalam modul bab 1 aktivitas 2, bab 1 aktivitas 3, dan bab 2 aktivitas 2 mahasiswa diminta untuk menonton video penjelasan materi dengan indra penglihatan untuk memahami materi lalu mengerjakan tugas sesuai intruksi. (2) modalitas auditori/pendengaran, pada modul bab 2 aktivitas 1 mahasiswa diminta

untuk mendengarkan rekaman penjelasan materi yang telah disediakan untuk memahami materi lebih dalam dan mengerjakan tugas yang telah disediakan. (3) pembelajaran kinestetik, pada modul bab 2 aktivitas 2 mahasiswa diminta menungkan pemahaman mereka melalui pembuatan mind map yang kreatif untuk melatih fisik dalam situasi pembelajaran.

Penerapan pendekatan ini terhadap modul peneliti tidak lain bertujuan agar mahasiswa dapat memahami isi teks yang dibaca (berupa pembubuhan imbuhan dasar dan akhir yang datang secara bersamaan) dan dapat menggunakan bahasa (dengan tujuan mengungkapkan gagasan, perasaan, keinginan, harapan, ide, dan sebagainya) untuk memahami kata dan kalimat berimbuhan. Pembelajaran bahasa Indonesia menggunakan modul yang disusun dengan pendekatan pendekatan komunikatif harus memperhatikan prinsip-prinsip pembelajaran bahasa yang berkaitan dengan pendekatan komunikatif juga. Menurut Priyatni (2014:118), secara garis besar besar, prinsip-prinsip pembelajaran bahasa dengan pendekatan komunikatif di antaranya yang dipaparkan pada tabel berikut.

Tabel 2.2 Prinsip-prinsip Pembelajaran Bahasa dengan Pendekatan Komunikatif

No Prinsip-prinsip

1 Menggunakan bahasa Indonesia dalam konteks komunikasi nyata. 2 Fokus pada kompetensi komunikatif secara lisan/tulisan

3 Peserta didik dilatih untuk mengekspresikan idenya baik secara lisan maupun tulisan.

4 Tugas utama pendidik adalah memfasilitasi terjadinya proses komunikasi.

5 Peserta didik harus berlatih tidak hanya tentang apa yang harus disampaikan, tetapi bagaimana cara menyampaikannya.

6 Peserta didik harus diberi kesempatan untuk mengembangkan strategi menginterpretasi bahasa sesuai dengan yang dimaksud

pembicara/penulis

7 Peserta didik belajar menggunakan bentuk-bentuk bahasa saesuai dengan konteks penggunaannya.

8 Peran pendidik dalam peristiwa komunikasi adalah sebagai pembimbing Sumber: Endah Tri Priyatni (2014:118)

Berdasarkan delapan prinsip pendekatan komunikatif di atas, pedekatan tercermin pada kativitas dalam modul yang peneliti kembangkan, sebagai berikut. Prinsip pertama , menggunakan bahasa Indonesia dalam konteks komunikasi nyata. Pada prinsip pertama pendekatan komunikatif pada modul tercermin dalam bab 1 aktivitas 3. Pada aktivitas ini mahasiswa dilatih bersama kelompok untuk menjelaskan proses morfologi bedasarkan pendapat kelompok dengan berpedoman pada pakar sesuai teori yang telah disajikan pada modul. Kegiatan ini mencerminkan konteks komunikasi nyata antar mahasiswa untuk menjelaskan proses morfologi dengan menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar dengan mempresentasikannya.

Prinsip kedua dan ketiga, fokus pada kompetensi komunikatif secara lisan/tulisan dan peserta didik dilatih untuk mengekspresikan idenya baik secara lisan maupun tulisan. Pada prinsip kedua dan ketiga pendekatan komunikatif pada modul tercermin dalam bab 2 aktivitas 2. Pada aktivitas ini mahasiswa dilatih

untuk menjelaskan secara lisan hakikat konfiks sekreatif mungkin melalui unggahan video ke setiap akun instagram mahasiswa.

Prinsip keempat dan kedelapan, tugas utama pendidik adalah memfasilitasi terjadinya proses komunikasi dan peran pendidik dalam peristiwa komunikasi adalah sebagai pembimbing. Pada prinsip keempat pendekatan komunikatif pada modul tercermin dalam peran dosen sebagai fasilitator terselenggaranya proses komunikasi mahasiswa dengan menyediakan sarana dan prasarana saat mahasiswa akan berkomunikasi, misalnya dosen membagi kelompok bicara dan menyediakan beberapa media pendukung. Dosen juga berperan sebagai pembimbing untuk mengarahkan mahasiswa apabila ada kekeliruan dalam mencari sumber maupun pendapat para tokoh yang tidak tepat, sedangkan mahasiswa secara mandiri mencari sumber belajar dan menggali informasi melalui sumber belajar konvensional maupun sumber belajar digital.

Prinsip kelima, keenam, dan ketujuh peserta didik harus berlatih tidak hanya tentang apa yang harus disampaikan, tetapi bagaimana cara menyampaikannya, peserta didik harus diberi kesempatan untuk mengembangkan strategi menginterpretasi bahasa sesuai dengan yang dimaksud pembicara/penulis, dan peserta didik belajar menggunakan bentuk-bentuk bahasa saesuai dengan konteks penggunaannya. Pada prinsip kelima, keenam, dan ketujuh pendekatan komunikatif pada modul tercermin dalam bab 2 aktivitas 2. Pada kegiatan ini mahasiswa akan berlatih untuk menguraikan kategori-kategori konfiks menggunakan bentuk bahasa formal dengan menyertakan contoh autentik. Mahasiswa juga diberikan kesempatan untuk menguraikan kategori-kategori

konfiks dengan kreatif melalui mind map selanjutnya mahasiswa mempresentasikan hasil pekerjaan mahasiswa tersebut.

Dokumen terkait