• Tidak ada hasil yang ditemukan

METODE PENELITIAN

A. Lokasi Penelitian

1. Pendekatan Penelitian

Pendekatan yang digunakan oleh peneliti dalam penelitian ini yaitu menggunakan pendekatan kualitatif. Pendekatan kualitatif merupakan pendekatan yang dilakukan berdasarkan paradigma, strategi, dan implementasi model secara kualitatif. Perspektif, strategi, dan model yang dikembangkan sangat beragam. Sebab itu, tidak mengherankan jika terdapat anggapan bahwa, Qualitative research is many thing to many people (Denzin dan Lincoln, 1994: 4).

Sejalan dengan itu, Bogdan dan Taylor (1975: 5) mendefinisikan:

Metodologi kualitatif sebagai prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang dapat diamati. Menurut mereka, pendekatan ini diarahkan pada latar dan individu tersebut secara holistic (utuh).

Jadi, dalam hal ini tidak boleh mengisolasikan individu atau organisasi kedalam variabel atau hipotesis, tetapi perlu memandangnya sebagai bagian dari suatu keutuhan. Sependapat dengan definisi tersebut, Kirk dan Miller (1986: 9) mendefinisikan bahwa penelitian kualitatif adalah tradisi tertentu dengan ilmu pengetahuan sosial yang secara fundamental bergantung pada pengamatan manusia dalam kawasannya sendiri dan berhubungan dengan orang-orang tersebut dalam bahasanya dan peristilahannya.

Metode kualitatif berusaha mengungkap berbagai keunikan yang terdapat dalam individu, kelompok, masyarakat, atau organisasi dalam kehidupan sehari-hari secara menyeluruh, rinci, dalam dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah (Miles and Huberman, 1994: 6-7).

Pendekatan kualitatif diharapkan mampu menghasilkan suatu uraian mendalam tentang ucapan, tulisan, atau perilaku yang dapat diamati dari suatu individu, kelompok, masayarakat, dan suatu organisasi tertentu

dalam suatu setting konteks tertentu yang dikaji dari sudut pandang yang utuh, komprehensif, dan holistic (Bogdan dan Taylor, 1992: 22).

Menurut Nana Syaodih (2005: 60), penelitian kualitatif mempunyai dua tujuan utama, yaitu pertama menggambarkan dan mengungkap (to describe and explore) dan kedua menggambarkan dan menjelaskan (to describe and explain).

Penelitian kualitatif bertujuan untuk mendapatkan pemahaman yang sifatnya umum terhadap kenyataan sosial dari perspektif partisipan. Pemahaman tersebut tidak ditentukan terlebih dahulu tetapi didapat setelah melakukan analisis terhadap kenyataan sosial yang menjadi fokus penelitian. Berdasarkan analisis tersebut kemudian ditarik kesimpulan berupa pemahaman umum yang sifatnya abstrak tentang kenyataan-kenyataan (Hadjar, 1996: 33-34).

Berdasarkan kepada teori di atas bahwasanya tujuan yang ingin dicapai dari penelitian ini yaitu untuk memperoleh gambaran tentang Model Pendidikan

‘aqīdaħ di Madrasah Tsanawiyah Pondok Pesantren Modern Al-Ihsan Baleendah, Bandung. Oleh karena itu, penelitian ini lebih diarahkan pada upaya mendeskripsikan suatu fenomena yang terjadi dan ditemukan selama proses Pendidikan ‘aqīdaħ tersebut berlangsung di MTS Pondok Pesantren Baleendah, yang berlangsung di dalam kelas.

Sesuai dengan yang dikemukakan oleh Bogdan dan Biklen (1982) dalam Sugiyono (2011: 21) bahwa karakteristik pendekatan kualitatif adalah seperti berikut :

 Dilakukan dengan kondisi yang alamiah, (sebagai lawannya adalah eksperimen), langsung ke sumber data dan peneliti adalah instrumen kunci.

 Penelitian kualitatif lebih bersifat deskriptif. Data yang terkumpul berbentuk kata-kata atau gambar, sehingga tidak menekankan pada angka.

 Penelitian kualitatif lebih menekankan pada proses daripada output atau outcome.

 Penelitian kualitatif melakukan analisis data secara induktif.

 Penelitian kualitatif lebih menekankan makna (data dibalik yang teramati).

Erickson dalam Susan Stainback (2003) dalam Sugiyono (2011: 22) menyatakan bahwa ciri-ciri penelitian kualitatif adalah sebagai berikut :

53

Ema Rahmawati, 2014

Model Pendidikan Aqīd di Kelas VII Madrasah Tsanawiyah Pondok Pesantren Modern Al-Ihsan Baleendah Bandung

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Intensive, long term participation in field setting (dilakukan secara intensif, peneliti ikut berpartisipasi lama di lapangan).

Careful recording of what happens in the setting by writing fields notes and interview notes by collecting other kinds of documentary evidence. (mencatat secara hati-hati apa yang terjadi).

Analytic reflection on the documentary records obtained in the field. (melakukan analisis reflektif terhadap terhadap berbagai dokumen yang ditemukan di lapangan).

Reporting the result by means of detailed descriptions, direct quotes from interview, and interpretative commentary. (membuat laporan secara mendetail).

Berdasarkan kepada teori pendidikan kualitatif seperti yang dikemukakan di atas, peneliti berusaha untuk terjun sendiri ke lapangan untuk memperoleh data yang dibutuhkan, kemudian mendeskripsikan fenomena yang terjadi yang berkaitan dengan Model Pendidikan ‘aqīdaħ di Madrasah Tsanawiyah Pondok Pesantren Modern Al-Ihsan Baleendah, Bandung, yang meliputi : (1) Tujuan Pendidikan ‘aqīdaħ di Madrasah Tsanawiyah Pondok Pesantren Modern Al-Ihsan Baleendah, Bandung (2) Program Pendidikan ‘aqīdaħ di Madrasah Tsanawiyah Pondok Pesantren Modern Al-Ihsan Baleendah, Bandung (3) Substansi Materi

‘aqīdaħ di Madrasah Tsanawiyah Pondok Pesantren Modern Al-Ihsan Baleendah, Bandung (4) Proses Pembelajaran ‘aqīdaħ di Madrasah Tsanawiyah Pondok Pesantren Modern Al-Ihsan Baleendah, Bandung (5) Cara Evaluasi Pendidikan di Madrasah Tsanawiyah Pondok Pesantren Modern Al-Ihsan Baleendah, Bandung.

Dalam proses menemukan Model Pendidikan di Madrasah Tsanawiyah Pondok Pesantren Modern Al-Ihsan Baleendah, Bandung yang dicari melalui penelitian ini, peneliti akan lebih menekankan pada hasil analisis melalui pengamatan, wawancara dan studi dokumentasi yang terkait dengan tujuan, proses, substansi materi, proses pembelajaran dan cara evaluasi. Oleh karena itu pendekatan kualitatif lebih berorientasi pada penelitian interpretasi. Dengan pendekatan kualitatif ini peneliti berusaha memotret situasi pendidikan yang terjadi di Madrasah Tsanawiyah Pondok Pesantren Modern Al-Ihsan Baleendah, Bandung, terutama yang berkaitan dengan Model Pendidikan ‘aqīdaħ sebagai upaya untuk membentuk karakter manusia yang beriman di Madrasah Tsanawiyah

Pondok Pesantren Modern Al-Ihsan Baleendah, Bandung. Kemudian mendeskripsikan fenomena tersebut dari sudut ilmu kependidikan untuk menggali makna di balik fenomena pendidikan yang nampak.

Peneliti menemukan beberapa keunggulan dan kegunaan penelitian kualitatif ini. Menurut Nana Syaodih (2005: 100), Penelitian kualitatif memiliki beberapa kegunaan, diantaranya : bagi perkembangan teori, penelitian kualitatif dengan studi kasusnya sangat cocok untuk melakukan pengungkapan (exploratory) dan penemuan (discovery). Study pengungkapan (exploratory studies) berkenaan dengan sesuatu topic yang pada penelitian terdahulu hanya memberikan hasil-hasil yang sangat terbatas. Studi ini selanjutnya diarahkan pada penemuan yang lebih lanjut. Studi lanjut ini diarahkan pada menjabarkan konsep, mengembangkan suatu model, preposisi atau hipotesis.

Bagi penyempurnaan praktik, penelitian kualitatif menghasilkan deskripsi dan analisis tentang kegiatan, proses atau peristiwa-peristiwa penting. Studi-studi kasus yang dilakukan secara terpisah dan dalam kurun waktu yang berbeda, tentang fokus-fokus masalah, kegiatan atau program yang sama dapat menjadi masukan yang sangat berharga bagi penyempurnaan praktik. Hasil sejumlah penelitian kualitatif yang bersifat mendalam dan rinci mempunyai nilai yang lebih tinggi dari penelitian kuantitatif (Nana Syaodih, 2005: 100).

Bagi penentuan kebijakan, hasil penelitian kualitatif juga dapat memberikan sumbangan bagi perumusan, implementasi dan perubahan kebijakan. Beberapa studi kasus difokuskan pada proses informal perumusan dan implementasi kebijakan dalam tatanan yang berbeda, dengan nilai-nilai yang berbeda pula, untuk menjelaskan hasil-hasil kebijakan tersebut. Hasil-hasil penelitian tersebut dapat memberikan masukan yang berharga bagi penentuan kebijakan. Sedangkan bagi klarifikasi isu-isu dan tindakan sosial. Studi kasus dapat difokuskan pada pengalaman-pengalaman dalam kehidupan antar ras dan kelompok etnik, kelas sosial, peranan gender. Peneliti kualitatif dapat menempatkan isu-isu tersebut dalam konteks sosial yang lebih luas, untuk

55

Ema Rahmawati, 2014

Model Pendidikan Aqīd di Kelas VII Madrasah Tsanawiyah Pondok Pesantren Modern Al-Ihsan Baleendah Bandung

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

memberikan kritik terhadap ideologis kepentingan-kepentingan politik dan ekonomi yang diambil daripadanya (Nana Syaodih, 2005: 100).

Adapun bagi studi-studi khusus, yang tidak mungkin diteliti dengan penelitian biasa: penelitian bagi orang-orang sibuk, ada hambatan bahasa, topik yang kontroversial, atau rahasia, dan penelitian-penelitian yang tidak bisa dilakukan dengan menggunakan pendekatan kuantitatif-statistikal. Pengumpulan dan analisis data penelitian kualitatif bersifat interaktif, berlangsung dalam lingkaran yang saling tumpang tindih. Langkah-langkahnya biasa disebut strategi pengumpulan analisis data, teknik yang digunakan fleksibel, tergantung pada strategi terdahulu yang digunakan dan data yang telah diperoleh (Nana Syaodih, 2005: 101).

Secara umum langkah-langkah pengumpulan dan analisis data yang dilakukan oleh peneliti adalah sebagai berikut :

 Perencanaan

Menurut Nana Syaodih (2005: 102) bahwa perencanaan meliputi perumusan dan pembatasan serta merumuskan pertanyaan-pertanyaan penelitian yang diarahkan pada kegiatan pengumpulan data. Kemudian merumuskan situasi penelitian, satuan dan lokasi yang dipilih serta informan-informan sebagai sumber data. Deskripsi tersebut merupakan pedoman bagi pemilihan dan penentuan sampel purposif.

 Memulai pengumpulan data

Sebelum pengumpulan data dimulai, peneliti berusaha menciptakan hubungan baik (rapport), menumbuhkan kepercayaan serta hubungan yang akrab dengan individu-individu dan kelompok yang menjadi sumber data. Sebagaimana Sugiyono (2011: 309) bahwa pengumpulan data melalui interview dilengkapi dengan data pengamatan dan data dokumen (triangulasi). Data pada pertemuan pertama belum dicatat, tetapi data pada pertemuan-pertemuan selanjutya dicatat, disusun, dikelompokkan secara intensif kemudian diberi kode agar memudahkan dalam analisis data.

Setelah peneliti berpadu dengan situasi yang diteliti, pengumpulan data lebih diintensifkan dengan wawancara yang lebih mendalam, observasi dan pengumpulan dokumen yang lebih intensif. Dalam pengumpulan data dasar peneliti benar-benar “melihat, mendengarkan, membaca, dan merasakan” apa

yang ada dengan penuh perhatian. Sementara pengumpulan data terus berjalan, analisis data mulai dilakukan dan keduanya terus dilakukan berdampingan sampai tidak ditemukan data baru lagi (Sugiyono, 2011: 309). Deskripsi dan konseptualisasi diterjemahkan dan dirangkumkan dalam diagram-diagram yang bersifat integrative. Setelah pola-pola dasar terbentuk, peneliti mengidentifikasi ide-ide dan fakta-fakta yang membutuhkan penguatan dalam fase penutup.

 Pengumpulan data penutup

Pengumpulan data berakhir setelah peneliti meninggalkan lokasi penelitian, dan tidak melakukan pengumpulan data lagi. Batas akhir penelitian tidak bisa ditentukan sebelumnya seperti dalam penelitian kuantitatif, tetapi dalam proses penelitian sendiri. Akhir masa penelitian terkait dengan masalah, kedalaman dan kelengkapan data yang diteliti. Sebagaimana Sugiyono (2011: 336) menyebutkan bahwa peneliti mengakhiri pengumpulan data setelah mendapatkan semua informasi yang dibutuhkan atau tidak ditemukan lagi data baru.

 Melengkapi

Langkah melengkapi merupakan kegiatan menyempurnakan hasil analisis data dan menyusun cara menyajikannya. Analisis data dimulai dengan menyusun fakta-fakta hasil temuan lapangan. Kemudian peneliti membuat diagram-diagram, tabel, gambar-gambar dan bentuk-bentuk pemaduan fakta lainnya. Hasil analisis data, diagram-diagram, table, dan gambar-gambar tersebut diinterpretasikan, dikembangkan menjadi proposisi dan prinsip-prinsip (Sugiyono, 2011: 336).

Dokumen terkait