• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

B. Pendekatan Penelitian

Pendekatan dalam penelitian yang berjudul “Studi Analisis tentang Pemikiran Nukman Sulaiman dalam Pendidikan Islam” adalah studi tokoh atau disebut juga studi biografi. Secara umum, biografi merupakan salah satu sejarah yang pada umumnya sama dengan sejarah lainnya seperti sejarah kota, sejarah

      

1

Lexy J. Moleong, Metodologi Penelitian Kualitatif, cet. 20 (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2005), h. 6.

2

Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan Kombinasi: Mixed Methods (Bandung: Alfabeta, 2015), h. 15.

Negara, sejarah pemerintahan kerajaan dan lainnya.3 Biografi menurut Kuntowijoyo merupakan catatan tentang riwayat hidup seseorang.4 Catatan tersebut berisi riwayat hidup seseorang yang ditulisnya sendiri yang berisikan identitas, kelahirannya, perjalanan hidupnya, karirnya, dan kondisi lingkungan hidup yang menpengaruhinya. Menurut Syahrin, studi tokoh merupakan pengkajian dan telaah secara sistematis mengenai pemikiran seorang individu, secara holistik dengan melihat latar latar belakanga internal, ekternal, perkembangan pemikiran, dan kontribusinya terhadap perkembangan zaman. 5 Pandangan ini menjelaskan secara khusus mengenai kajian studi tokoh atau biografi yang identik untuk lebih mengenal dan memahami pemikiran tokoh melalui biografi dan kearsipan yang berkaitan dengan tokoh yang dimaksud. Sementara Kuntowijoyo berpendapat bahwa studi tokoh merupakan studi yang memahami si pelaku sejarah, dan tidak sekedar berfokus kepada satu bidang saja.

Dari pernyataan tersebut maka penelitian ini termasuk ke dalam studi tokoh atau biografi. Penelitian ini akan memahami sejarah riwayat hidup Nukman Sulaiman serta juga berusaha untuk menelaah dan menganalisis secara krisis terhadap pemikiran, latar belakang hidup, karya-karya dan kontribusi pemikiran dari Nukman Sulaiman terhadap Pendidikan Islam.

Penelitian studi tokoh setidaknya meninjau dan mempertimbangkan beberapa hal, antara lain:6

1. Meninjau integritas tokoh yang diteliti.

Integritas yang dimaksudkan adalah memahami dan menganalisis sejarah kedalaman sanad keilmuan individu yang diteliti tersebut, riwayat karir hidupnya, keberhasilan yang telah dicapainya, sehingga menjadi salah satu kelebihan dan keutamaan yang dimiliki objek penelitian. Integritas yang menjadi kelebihan dalam tokoh tersebut akan menjadi keunikan dan daya tarik untuk dapat dijadikan bahan penelitian. Dalam hal ini penelitian pemikiran Nukman Sulaiman akan menganalisis secara mendalam terkait dengan perjalanan pendidikan dan sanad

      

3

Kuntowijoyo, Metodologi Sejarah: Edisi Kedua (Yogyakarta: Tiara Wacana, 2005), h. 203.

4Kuntowijoyo, Metodologi Sejarah…., h. 203.   

5

Syahrin Harahap, Metodologi Studi Tokoh Pemikiran Islam (Jakarta : Prenada Media Group, 2011), h. 7.

6

kelimuannya, karir yang dicapai dan menelaah keberhasilan dari prestasi yang diraih oleh Nukman Sulaiman.

2. Meninjau karya-karya.

Karya-karya yang dimaksudkan adalah meliputi karya-karya dalam bentuk tertulis dan tidak tertulis. Karya-karya tertulis misalnya adalah seperti hasil tulisan atau pun karya ilmiah yang dihasilkan oleh tokoh yang menjadi objek penelitian. Adapun karya dalam bentuk tidak tertulis misalnya adalah peranan individu dan kegiatan yang dihasilkan melalui gagasannya serta hasil yang dicapai dari peran dan kegiatanya serta melihat kontribusi yang didapatnya. Adapun karya utama yang akan menjadi sumber peneliti dalam meneliti pemikiran Nukman Sulaiman dalam Pendidikan Islam adalah Pedoman Guru untuk Guru Al Washliyah dan

lainnya, Al Washliyah, 21 Tahun Al Washliyah dan Riwayat hidup dalam karya Meminjamkan Rahim untuk Bayi dalam Kandungan. Karya-karya yang telah

disebutkan merupakan salah satu karya yang dihasilkan oleh Nukman Sulaiman yang berkaitan dengan objek dalam penelitian.

3. Kontribusi (jasa) atau pengaruhnya dalam masyarakat.

Kontribusi dalam hal ini adalah menyangkut tentang jasa-jasa yang telah disumbangkan oleh tokoh yang menjadi objek peneliti, terhadap masyarakat sehingga kontribusi tersebut dapat dirasakan dan diambil manfaatnya oleh masyarakat7 sekitarnya sehingga kontribusi tersebut memiliki pengaruh yang kuat dari dirinya.

Kontribusi tersebut dapat dilihat dari gagasan atau pemikiran yang dituangkan oleh individu tersebut terkait dengan kemashlahatan masyarakatnya. Selain itu, juga bisa dilihat kontribusinya mulai dari perannya sebagai pemimpin atau perannya dalam keterlibatan sosial dan kehidupan masyarakat. Kontribusi melalui peran tersebut akan memberikan pengaruh dan posisinya dalam masyarakat sehingga menjadikan individu tersebut menjadi tokoh besar dan panutan oleh masyarakat.

Penelitian ini juga akan menganalisis terhadap kontribusi yang telah diberikan Nukman Sulaiman baik itu pemikiran, peranan dan aktivitasnya dalam

      

7

perkembangan Pendidikan Islam. Selain itu juga mengkaji pengaruh pemikiran dan peranannya dalam masyarakat sekitarnya.

Menurut Kuntowijoyo ada empat hal yang harus diperhatikan dalam melakukan penelitian studi tokoh antara lain:

1. Kepribadian tokohnya

2. Kekuatan sosial yang mendukung 3. Lukisan sejarah zamannya

4. Keberuntungan dan kesempatan yang datang.8

Kepribadian tokoh dalam hal ini menampilkan karakteristik yang dihasilkan dari sang tokoh melalui cara berkomunikasi semasa hidupnya, kehidupan sosialnya, cara melakukan kepemimpinan serta dapat dipahami melalui pemikiran yang mempengaruhi tokoh sehingga muncullah kepribadian tokoh dan dikenali dimasyarakat sekitarnya sebagai sosok yang disegani dan diteladani dalam masyarakat. Hal ini akan menjadi daya tarik tersendiri bagi tokoh ataupun tidak. Dengan demikian kepribadian tokoh akan memberikan pemahaman dalam memahami pribadi tokoh dalam mempengaruhi peran dan pemikirannya disemasa hidupnya. Dalam hal ini peneliti akan memahami unsur kepribadian Nukman Sulaiman sebagai seorang ulama, guru dan pemimpin dalam pendidikan Islam serta kepribadiannnya sebagai suri tauladan di mata masyarakat tempat Ia tinggal.

Kekuatan sosial yang mendukung sejarah tokoh akan mempengaruhi perjalanan dan perkembangan kehidupan tokoh. Kekuatan sosial tersebut tentu dipengaruhi oleh berbagai aspek bidang kehidupan seperti keadaan sosial masyarakat, keadaan ekonomi, situasi politik, pendidikan yang ditempuhnya. Keadaan sosial tersebut akan memberikan pengaruh bagi perkembangan kehidupan tokoh baik itu kepribadian, cara pandang dan pemikirannya. Dengan demikian penelitian ini juga membahas kehidupan sosial yang mempengaruhi kehidupan Nukman Sulaiman disemasa hidupnya mulai dari keadaan ekonomi, politik, sosial-budaya, serta jenjang pendidikan Nukman Sulaiman sehingga dapat membentuk kepribadian dan pemikirannya sebagai Ulama Al Washliyah di Sumatera Utara yang berkontribusi dalam pendidikan Islam.

      

Selanjutnya adalah memahami lukisan sejarah zaman kehidupan tokoh. Unsur ini memahami tokoh melalui keadaan zamannya untuk menceritakan kemunculan tokoh sebagai sosok pribadi yang memberikan kepentingan kepada lingkungan sekitarnya atau keadaan sosial yang mendorong tokoh untuk menampilkan peran dan pemikirannya sebagai sikap kontribusinya kepada lingkungannya. Unsur ini menjelaskan faktor-faktor yang mendukung dan memicu muncullnya peran dan pemikiran tokoh. Dengan demikian peneliti akan menjelaskan sebab dan faktor yang melatarbelakangi muncullnya peran dan kontribusinya Nukman Sulaiman sebagai ulama Al washliyah dan pelaku pendidikan melalui keadaan sosial yang mendukung perkembangannya.

Unsur yang terakhir adalah keberuntungan dan kesempatan yang datang. Situasi ini merupakan keadaan dan kesempatan yang mendukung seseorang untuk mendapatkan momen yang penting dalam perkembangan hidupnya sehingga menjadikan seseorang menjadi public figure atau menjadi sosok yang hero dan penting bagi lingkungan sekitar. Misalnya adalah Soekarno menjadi Presiden pertama di Indonesia disebabkan karena keadaan dan kesempatan yang memberikan dukungan kepadanya sehingga menjadikan Beliau sebagai Presiden pasca kemerdekaan RI. Dengan demikian peneliti dalam hal ini memahami situasi keberuntungan dan kesempatan yang didapat oleh Nukman Sulaiman sehingga mampu menjadikan dirinya sebagai Ulama, Pendidik dan tokoh penting di Sumatera Utara. Kesempatan itu didapat Nukman dimulai saat Beliau menjadi muridnya seorang Ulama yaitu Asryad Thalib Lubis. Selain itu keaktifan dan kecerdasannya diamalkannya dalam Organisasi Al Washliyah sehingga tidak mengherankan lagi jika hal tersebut merupakan kesempatan Nukman Sulaiman untuk mengikuti jejak sang guru yang Ia cintai.

Dengan demikian keempat hal tersebut akan menjadi pertimbangan dalam memahami dan menganalisis Nukman Sulaiman secara kritis mulai dari memahami kepribadiannya, melihat sisi kekuatan sosial yang mempengaruhi peran dan pemikirannya, mendeskripsikan keadaan zaman yang melatarbelakangi perannya dan memahami kesempatan yang didapati Nukman Sulaiman sehingga Beliau terkenal sebagai Ulama yang cendikiawan di Sumatera Utara.

Adapun desain penelitian dalam penelitan ini adalah berbentuk kajian pustaka (library research). Desain penelitian ini merupakan salah satu desain penelitian jenis kualitatif, menurut Syahrin, kajian pustaka merupakan penelitian dengan melakukan deskripsi tentang bahan-bahan tertulis yang dihasilkan oleh individu yang menjadi objek penelitian maupun bahan-bahan tertulis lainnya seperti penelitian yang dihasilkan melalui penelitian yang menyangkut pembahasan objek penelitian.9

Dengan demikian penelitian mengenai pemikiran Nukman Sulaiman dalam Pendidikan Islam akan mengkaji beberapa bahan-bahan tertulis meliputi karya-karyanya dan hasil-hasil penelitian seperti jurnal, disertasi atau lainnya yang membahas tentang pemikiran, peran dan riwayat hidupnya.