• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN

1.3. Pendekatan Penyusunan

7. Peraturan Menteri Ristek- Dikti Nomor 44 Tahun 2015 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi

8. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 65 Tahun 2009 tentang Organissasi dan Tata Kerja Universitas Diponegoro

9. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 17 tahun 2010 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Plagiat di Perguruan Tinggi

10. Peraturan Menteri Negara Riset dan Teknologi Nomor 8 Tahun 2012 tentang Daftar Bidang Pengabdian Berisiko Tinggi dan Berbahaya dan Instansi Pemerintah yang Berwenang Memberikan Izin Kegiatan Pengabdian, Pengembangan dan Penerapan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Yang Berisiko Tinggi dan Berbahaya; dan Peraturan Menteri Riset dan Teknologi Nomor 2 Tahun 2014 tentang Pedoman Pengelolaan Aset Tak Berwujud Hasil Kegiatan Insentif Riset Sistem Inovasi Nasional di Kementerian Riset dan Teknologi

11. Peraturan Pemerintah Nomor 4 tahun 2014 tentang Penyelenggaraan Pendidikan Tinggi dan Pengelolaan Perguruan Tinggi

12. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 81 Tahun 2014 tentang Penetapan Universitas Diponegoro sebagai Perguruan Tinggi Berbadan Hukum

13. Revisi RPP Nomor 58 tahun 2013 tentang Mekanisme Pendanaan Perguran Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN-BH).

14. Renstra Kemenristek-Dikti 2015-2019 15. Rencana stratgis Undip tahun 2010-2014, 16. Rancangan Statuta UNDIP 2011

17. Rencana Induk Pengembangan Universitas Diponegoro

1.3. PENDEKATAN PENYUSUNAN

Renstra Pengabdian kepada masyarakat tahun 2016-2020 disusun dengan mengacu pada Statuta UNDIP, Renstra UNDIP, peningkatan kinerja dan kualitas sumberdaya UNDIP, perkembangan kebijakan pemerintah, perkembangan sosial ekonomi masyarakat dan industri, kemajuan Ipteks, dan masukan dari dosen, mahasiswa, alumni, industri, serta pengguna. Renstra ini memformulasikan program pengabdian unggulan UNDIP, tujuan yang akan dicapai, serta

11

program-program yang akan diimplemantasikan. Secara garis besar, formulasi Renstra dapat dijelaskan pada Gambar 1.1.

Gambar 1.1 Skema Penyusunan Rencana Strategis (Renstra) Pengabdian UNDIP Secara garis besar fokus Renstra Pengabdian UNDIP 2016–2020 (Gambar 1.1) dapat dijabarkan sebagai berikut:

1. Pemberdayaan Dosen, Mahasiswa, Tenaga Kependidikan, dan komponen Civitas Akademika UNDIP sebagai pengembang kelompok pengabdian kepada masyarakat.

2. Mengembangkan pusat-pusat pelayanan pengembangan bertaraf internasional berbasis kearifan lokal yang mampu memberikan solusi masalah yang dibutuhkan masyarakat

3. Meningkatkan jumlah perolehan Paten dan HKI sebagai upaya melakukan perlindungan pada tahap hilirisasi hasil riset

4. Meningkatkan kerjasama dengan lembaga mitra baik nasional dan internasional.

5. Meningkatkan publikasi pada media masa cetak dan online, serta jurnal bereputasi nasional maupun internasional. SWOT (Strength, Weakness, Opportunity, Threat) Internal Stakeholders  Dosen

 Unit, Fakultas, & GPM  Mahasiswa

 Tenaga kependidikan  Grup riset

External Stakeholder (users)

Tracer study & feedback

User’s Demand/Preferences Alumni & industri Tracer study & feedback, meeting

Perkembangan external

Kemajuan Ipteks & industri

Perubahan masyarakat

Krisis air, pangan, energi

Perubahan iklim dunia,

Pasar bebas dan globalisasi

Faktor penting lain:

 Kebijakan pemerintah  Statuta dan Renstra Undip  RIP Penelitian

Fokus Bidang:

Informasi, sosial budaya, Life Science, Sains, Teknik, & Maritim.

Bidang unggulan:

Pengembangan sumber daya lokal untuk kemandirian masyarakat

Staf institusi lain Meeting, dosen tamu, visitasi

Fokus Renstra :

 Pemberdayaan SDM  Peningkatan kualitas program  Peningkatkan HKI & publikasi  Peningkatan kerjasama  Peningkatan luaran program  Revitalisasi lembaga  Hilirisasi riset

 Peningkatan kemandirian masyarakat

12

6. Meningkatkan pemberdayaan masyarakat melalui pengabdian berdasarkan hasil penelitian (hilirisasi riset) dan serta aktif melakukan diseminasi pada berbagai forum (FGD, pelatihan, seminar, dan conference)

7. Meningkatkan relevansi pengabdian dengan kualitas pembelajaran dan kebutuhan masyarakat terutama bidang industri kreatif, jasa dan industri besar, UKMKM, pembangunan pedesaan dan perkotaan, pariwisata, budaya, konservasi dan lingkungan, kemaritiman, organisasi/kelompok masyarakat, serta lainnya yang relevan dengan peningkatan kualitas hidup masyarakat secara berkelanjutan.

8. Revitalisasi peran koordinasi Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat dengan pusat- pusat pengabdian khususnya tingkat fakultas.

9. Meningkatkan kapasitas dosen dalam kegiatan pengabdian (hilirisasi riset)

10. Mengembangkan terciptanya inovasi teknologi untuk mendorong pembangunan ekonomi dan pembangunan masyarakat di semua strata dan di berbagai sektor secara berkelanjutan (green economic development).

11. Meningkatkan masyarakat yang mandiri dan berdaya saing, serta siap menerima tantangan sesuai dengan perkembangan jaman

Pola kegiatan pengabdian ini akan diwujudkan dalam suatu Roadmap seperti pada Gambar 1.2. dimana tujuan dari program pengabdian ini adalah adanya struktur masyarakat yang sejahtera dan mandiri.

Gambar 1.2 Roadmap Pola Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat Output

Kegiatan  Kegiatan top down

 Ipteks mono dan multi tahun  Kerjasama sektor pemerintah  Peningkatan SDM/Masyarakat terdidik  Peningkatan kualitas hidup  Akselesari UMKM dan industri  Kegiatan tematik

 Ipteks berbasis riset dan kompetensi  Kerjasama lintas sektor  Pemberdayaan potensi Masyarakat  Pemberdayaan potensi masyarakat

 Ipteks berbasis riset

 Pemberdayaan seluruh komponen stake holder

 Kerjasama nasional dan internasional  Masyarakat kreatif  Peningkatan kualitas SDM  Akselesari UMKM dan industri  Kesejahteraan sosial  Kemandirian masyarakat  Peningkatan kualitas SDM  Kesejahteraan sosial

 Kemandirian UMKM dan industri berkelanjutan

 Penguatan kerjasama

13

Pola yang digunakan untuk melaksanakan 11 fokus Renstra dan roadmap tersebut (Gambar 1.2), dimanifestasikan dalam kegiatan-kegiatan pengabdian yang didanai oleh UNDIP, DRPM Kemenristekdikti, serta berperan aktif dalam kegiatan pengabdian melalui kerjasama industri dan institusi. Secara garis besar model skema implementasi Pengabdian UNDIP dapat diilustrasikan pada Gambar 1.3.

Gambar 1.3: Skema Implementasi pengabdian UNDIP 2016-2020

Bidang unggulan: Pengembangan dan pemberdayaan masyarakat / UMKM berbasis

wilayah pesisir dan tropis. Pengembangan dan pemberdayaan sumber daya lokal Indonesia untuk kemandirian masyarakat yang berdaya serta perluasan produk-produk unggulan dan penambahan nilai industri

DRPM: IbM, Ib W, Ib IKK

DRPM dan UNDIP: KKN- PPM/Tematik

Ipteks bagi Desa mitra, Ipteks bagi produk unggulan daerah, Hilink, Techno-Park

(DRPM-UNDIP) Ultimate Goal: Inovasi,

Kemandirian, Kesejahteraan, Harkat dan Martabat Bangsa

Fokus bidang pengabdian UNDIP: Informasi, budaya, kesehatan, teknik, wisata,

UMKM, pengembangan wilayah, desa mitra, kretivitas kampus

Kerjasama Institusi dan Masyarakat

14

Rencana program bidang Pengabdian kepada Masyarakat

1. Pemberdayaan Guru Besar dan Dosen sebagai pengembang kelompok pengabdian kepada masyarakat.

2. Mengembangkan pusat-pusat pelayanan pengembangan bertaraf internasional berbasis kearifan lokal yang mampu memenuhi dan memberikan solusi masalah yang dibutuhkan masyarakat baik di tingkat Universitas maupun Fakultas.

3. Meningkatkan jumlah perolehan HKI dari hasil pengabdian.

4. Meningkatkan kerjasama dengan lembaga mitra baik nasional dan internasional. 5. Meningkatkan publikasi dari hasil pengabdian.

6. Meningkatkan pemberdayaan melalui pengabdian berdasarkan hasil penelitian dan penulisan jurnal ilmiah.

7. Meningkatkan relevansi pengabdian dengan kualitas pembelajaran dan kebutuhan masyarakat.

8. Revitalisasi peran koordinasi Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat dengan pusat- pusat pengabdian khususnya tingkat fakultas.

9. Meningkatkan kapasitas dosen dalam kegiatan pengabdian dan penulisan karya ilmiah internasional.

10. Mengembangkan terciptanya inovasi teknologi untuk mendorong pembangunan ekonomi dan pembangunan masyarakat di semua strata dan di berbagai sektor.

15

BAB II. LANDASAN PENGEMBANGAN PENGABDIAN KEPADA

MASYARAKAT

2.1. Visi dan Misi Undip

Undip telah merumuskan visi dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 52 Tahun 2015 tentang Statuta Undip, sebagai berikut:

“Undip menjadi Universitas Riset yang Unggul”

Meskipun amanat yang tertuang dalam visi tersebut sangat berat namun Undip berusaha untuk terus mencapainya. Hal ini berarti, walaupun output dan outcome yang dihasilkan pada saat ini belum dapat memenuhi kriteria sebagai universitas riset namun proses-proses untuk mencapai visi tersebut diupayakan oleh Undip secara berkelanjutan. Untuk mencapai visi tersebut, maka Undip menetapkan misi yang mencakup Tri Dharma Perguruan Tinggi dan tata kelola yang efisien dan akuntabel, dengan memperhatikan paradigma baru Pendidikan Tinggi. Misi yang telah dirumuskan Undip adalah:

a. Meningkatkan kualitas dan kuantitas pendidikan sehingga menghasilkan lulusan yang mempunyai keunggulan kompetitif/komparatif secara internasional dan berkontribusi pada pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni,

b. Meningkatkan kualitas dan kuantitas penelitian, publikasi serta kepemilikan Hak Atas Kekayaan Intelektual sebagai upaya pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni dengan mengedepankan budaya dan sumber daya lokal,

c. Meningkatkan kualitas dan kuantitas pengabdian kepada masyarakat sebagai upaya penerapan dan pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni,

d. Meningkatkan profesionalitas, kapabilitas, akuntabilitas, dalam tata kelola (governance) serta kemandirian penyelenggaraan perguruan tinggi.

Misi (c) Undip secara jelas mengamanatkan untuk terjadinya proses peningkatan kualitas pengabdian kepada masyarakat dari hasil pengembangan ipteks. Peningkatan kualitas dan kuantitas dilakukan karena pengabdian dan pelayanan masyarakat yang dilakukan Undip adalah salah satu bentuk aplikasi ipteks dan hilirisasi hasil riset yang sudah proven. Konsekuensinya adalah segala aspek yang terkait dengan riset dan aplikasinya harus ditingkatkan.

16

2.2. Analisis Situasi Undip 2.2.1. Situasi Internal

Pada tahun 2009, Undip melakukan kebijakan penggabungan Lembaga Penelitian (LP) dan Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat (LPM) menjadi Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM). Penggabungan ini diharapkan mampu meningkatkan efektivitas dan efisiensi pengelolaan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat serta dapat meningkatkan capaian kinerja penelitian. Fungsi dan tugas kerja LPPM terdeskripsikan dengan jelas dalam Peraturan Menteri Pendikan Nasional Republik Indonesia No. 65 Tahun 2009 tentang organisasi dan tata kerja Universitas Diponegoro. LPPM Undip mempunyai tugas melaksanakan, mengkoordinasikan, memantau, dan menilai pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat serta ikut mengusahakan dan mengendalikan administrasi sumber daya yang diperlukan.

Sejak tahun 2013 sampai sekarang, Undip telah masuk dalam kategori Perguruan Tinggi Mandiri berdasarkan capaian hasil riset yang dilakukan. Bahkan pada tahun 2016, Undip masuk kategori 7 Besar Nasional berdasarkan kinerja penelitian. Dengan sumber daya yang memadai, situasi ini sangat mendorong pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat yang berkualitas. Dampaknya adalah banyak sekali riset-riset Undip yang telah dan perlu dihilirisasi antara lain teknologi membran, teknologi pengolahan air dan limbah, teknologi pengeringan, teknologi nano, aplikasi ozon untuk pengeringan, teknologi plasma, mikro alga, dan biogas. Hal yang sama untuk bidang sosial, ekonomi, hukum, dan humaniora; naskah-naskah akademik dari Undip telah digunakan sebagai pertimbangan para pemangku kebijakan berbagai institusi. Hasil riset yang dihasilkan dapat dihilirisasi dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat, Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), dan industri.

17

2.2.2. Sumber Daya Manusia

Sampai saat ini, Undip mempunyai dosen tetap dan dosen tidak tetap sebanyak 1728 (dosen tetap = 1679 orang dan dosen tidak tetap = 49 orang) dengan latar belakang pendidikan digambarkan pada Gambar 2.1. Dari potret data SDM terutama dosen tetap Undip sebanyak 1679 orang tersebut menunjukkan bahwa dari sisi SDM Undip mempunyai potensi (baik kuantitas maupun kualitas) untuk melakukan pengabdian kepada masyarakat yang berkualitas. Sebanyak 32% staf di Undip mempunyai latar belakang pendidikan doktor dengan 6% Jabatan Fungsional Guru Besar. Keahlian yang dimiliki oleh SDM tersebut merupakan potensi yang harus dikelola dan dikembangkan untuk pencapaian pengabdian yang lebih berkualitas. Hal ini didukung dengan pencapaian kinerja riset yang sangat baik. Jika kualitas hasil riset meningkat maka akan memberikan penguatan sains pada pengabdian kepada masyarakat yang merupakan aplikasi ipteks dan hilirisasi hasil riset. Selain dosen Undip juga mempunyai mahasiswa yang berpotensi melakukan pengabdian kepada masyarakat. Dengan jumlah mahasiswa Undip sebanyak 44.723 orang dengan distribusi yang ditunjukkan Gambar 2.2, maka potensi ini menjadi sangat luar biasa jika mampu mensinergikan dan mengoptimalkan baik tenaga dosen dan mahasiswa tersebut.

2.2.3. Program Pascasarjana, Pusat Penelitian dan Pusat Layanan

Potensi lain yang dimiliki Undip untuk mendukung pencapaian kinerja pengabdian kepada masyarakat adalah program pascasarjana, pusat penelitian (Puslit), dan pusat layanan (Puslan). Sejak tahun 2015 Undip memiliki program studi S1 sebanyak 49, pascasarjana dengan 35 program master (S2), 18 program pendidikan dokter spesialis, 3 program profesi dan 13 program doktor (S3). Peningkatan capaian kinerja pengabdian kepada masyarakat dapat dilakukan dengan implementasi hasil-hasil penelitian dari program pascasarjana.

Undip telah memiliki 15 pusat penelitian/studi/pelayanan/laboratorium/ pengembangan di bawah koordinasi LPPM. Banyaknya jumlah pusat-pusat penelitian ini merupakan potensi untuk mendukung tercapainya pengabdian kepada masyarakat yang lebih berkualitas. Pusat layanan pengabdian kepada masyarakat, pusat layanan pelatihan dan pusat layanan kuliah kerja nyata telah melakukan kegiatan yang mendukung capaian kinerja pengabdian kepada masyarakat. Selain kegiatan yang dilakukan oleh pusat-pusat layanan, luaran penelitian yang berkualias juga berpotensi untuk diaplikasikan pada masyarakat pengguna (pengabdian kepada masyarakat).

18

Dengan demikian, output penelitian yang inovatif langsung dihilirisasikan bagi peningkatan kualitas dan kesejahteraan masyarakat, dan dunia usaha termasuk industri.

(a)

(b)

Gambar 2.1. Profil sumber daya peneliti/pengabdi dosen tetap UNDIP tahun 2016: (a) Tingkat pendidikan dan (b) Jenjang jabatan akademik.

19

Gambar 2.2. Jenjang pendidikan mahasiswa UNDIP tahun 2016

2.2.4. Sarana dan Prasarana serta Anggaran

Sarana dan prasarana seperti gedung, ruangan dan teknologi informasi yang tersedia di Undip relatif mendukung. Namun demikian, peningkatan kualitas alat-alat di laboratorium (ketersediaan peralatan dan utilitas yang diperlukan) harus mendapatkan prioritas peningkatan agar hasil penelitian selalu sejalan dengan perkembangan ipteks dan kebutuhan masyarakat. Pada bidang teknologi informasi, Undip telah memiliki jaringan internet dan langganan jurnal ilmiah internasional yang dapat diakses 24 jam dengan bandwith yang memadai.

Untuk anggaran penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, Undip berkomitmen memberikan alokasi dana minimal 15% dari rencana bisnis dan anggaran (RBA) setiap tahunnya. Persentase dapat terus ditingkatkan guna mencapai target kinerja penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Dengan peningkatan partisipasi dosen dalam melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat maka kontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat dan pemecahan permasalahan bangsa dapat ditingkatkan secara holistik.

2.2.5. Umpan Balik dari Civitas Akademika

Umpan balik merupakan salah satu upaya untuk mendapatkan masukan terkait pengembangan program pengabdian kepada masyarakat. Untuk mendapatkan masukan ini, tim penyusunan renstra pengabdian kepada masyarakat melakukan koordinasi dengan seluruh fakultas dan

20

program pascasarjana di Undip dalam forum focus group discussion (FGD). Dari FGD ini disepakati beberapa hal sebagai berikut:

 Pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat diarahkan lebih fokus pada peningkatan dan pemberdayaan masyarakat/UMKM di wilayah pesisir dan tropis.

 Penentuan desa binaan didasarkan pada produk unggulan.

 Kegiatan kuliah kerja nyata (KKN) diprioritaskan skema tematik untuk menyelesaikan permasalahan yang ada.

 Peningkatan efektifitas birokrasi dilingkungan dalam pelaksanaan dan monitoring kegiatan pengabdian kepada masyarakat.

 Peningkatan kualitas data base kegiatan pengabdian kepada masyarakat.

2.3. Kondisi Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat di Undip

Dalam menjalankan pengabdian kepada masyarakat, Undip mendapatkan dana dari pihak internal dan eksternal. Sumber dana internal Undip adalah dana PNBP yang dikelola oleh LPPM dan masing-masing fakultas atau sekolah. Sedangkan sumber dana eksternal meliputi Kemenristekdikti, Kementerian di luar Kemenristekdikti, pemerintah daerah dan kerjasama dengan pihak lain. Gambar 2.3 dan Gambar 2.4 menggambarkan profil pengabdian kepada masyarakat kompetetifi Undip dengan dana internal dan eksternal yang dikelola oleh LPPM. Dari grafik tersebut tampak bahwa secara umum jumlah pengabdian yang dibiayai dengan dana internal masih relatif sedikit. Peningkatan secara sangat signifikan terjadi pada tahun 2016. Hal ini menunjukkan bahwa Undip telah memulai memberikan perhatian kepada pengabdian masyarakat secara serius. Untuk pengabdian kepada masyarakat dengan dana eksternal, baik jumlah judul dan jumlah dana yang diperoleh dari tahun ke tahun secara umum mengalami peningkatan secara signifikan.

21

Gambar 2.3. Jumlah judul pengabdian kepada masyarakat yang dikelola oleh LPPM.

Gambar 2.4. Jumlah dana pengabdian kepada masyarakat yang dikelola oleh LPPM.

Berdasarkan potret pada Gambar 2.3. dan 2.4 dimana pada tahun 2016 ini jumlah judul pengabdian kepada masyarakat sebanyak 113 judul dengan distribusi 90 dana eksternal dan 23 dana internal. Hal ini menunjukkan bahwa kinerja pengabdian kepada masyarakat oleh SDM Undip tahun 2016 meningkat tajam. Untuk mengoptimalkan capaian kinerja pengabdian kepada masyarakat diperlukan sistem manajemen pengukuran dampak dari perolehan dana tersebut.

22

Berdasarkan kondisi tersebut dapat disimpulkan bahwa potensi Undip untuk melaksanakan aplikasi ipteks dan hilirisasi riset sangat besar.

2.4. Analisis SWOT

Visi sebagai universitas riset yang unggul perlu dicapai dengan penyusunan strategi dan penyusunan program-program untuk mencapainya. Oleh karena itu perlu dilakukan analisis situasi terhadap kondisi internal dan eksternal saat ini. Pengetahuan terhadap kondisi terkini baik internal dan eksternal merupakan hal penting yang harus dilakukan dalam upaya peningkatan kualitas pengabdian kepada masyarakat dan pencapaian kinerja pengabdian kepada masyarakat yang lebih baik. Analisis internal ditujukan untuk mengenali kekuatan dan kelemahan Undip dalam melakukan pengabdian kepada masyarakat, sedangkan analisis eksternal untuk mengidentifikasi peluang dan ancaman yang berpotensi mempengaruhi kinerja Undip dalam mencapai visi dan misi bidang pengabdian kepada masyarakat. Analisis internal dan eksternal juga dipergunakan sebagai dasar penyusunan strategi, program dan kegiatan. Gambar 2.10 merangkum kondisi internal dan eksternal yang dihadapi UNDIP. Program dan kegiatan disusun mendasarkan pada hasil analisis situasi yang meliputi kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman serta mengacu pada misi, visi dan tujuan universitas.

23

Gambar 2.5.

Rangkuman kondisi internal (kekuatan dan kelemahan) dan eksternal (peluang dan ancaman) Pengabdian kepada masyarakat Kekuatan (Strenght)

- Jejaring alumni kuat - Reputasi Undip sangat baik

- Organisasi dan tata kerja LPPM terdeskripsi dengan jelas

- Pendanaan riset dan pengabdian kepada masyarakat yang memadai - Sumber daya manusia: 32% doktor dengan 6% guru besar

- Banyak staf dengan kinerja riset dan pengabdian sangat bagus - Sudah tersedia unit spin off hasil penelitian

- Banyaknya puslit/pusdi/pelayanan/laboratorium/pusbang - Fasilitas infrastruktur IT yang memadai

- Program pascasarjana: 27 program S2 & 8 program S3

Peluang (Opportunity )

- Dana-dana pengabdian kepada masyarakat bersumber luar negeri dan industri tinggi

- Tawaran dan peluang kerjasama internasional bidang pengabdian - Kebijakan pemerintah yang mendorong pemberdayaan masyarakat - Banyaknya alumni dan industri untuk kerjasama riset dan pengabdian - Program - program CSR dari industri

- Potensi daerah: produk unggulan, kawasan wisata belum digarap dengan baik

Ancaman (Threat)

- Perguruan tinggi lain yang lebih progresif - Evaluasi kinerja PT berbasis pengabdian

- Meningkatnya perguruan tinggi asing di Indonesia - Semakin tinggi dan spesifiknya kebutuhan masyarakat - Globalisasi di segala sektor terutama hilirisasi hasil riset pada

masyarakat dan industri

- Menurunnya kepedulian masyarakat Kelemahan (Weakness)

- Data base hasil penelitian terapan belum lengkap - Hilirisasi hasil penelitian belum maksimal

- Partisipasi (distribusi) dosen dalam pengabdian kepada masyarakat relatif rendah

- Belum ada bidang focus pengabdian kepada masyarakat - Banyaknya puslit/pusdi/pelayanan/laboratorium/pusbang yang

belum produktif

- Masih kurangnya program pengabdian yang multi disiplin dan berkelanjutan

- Diseminasi dan publikasi hasil pengabdian lemah - Beban mengajar tinggi

24

BAB III. GARIS BESAR RENSTRA PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT

3.1. TUJUAN DAN SASARAN PELAKSANAAN

Untuk mencapai visi yang telah ditetapkan, maka tujuan dan sasaran pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat harus dirumuskan. Dalam perumusan ini, kondisi-kondisi terkini yang berhubungan dengan pengabdian kepada masyarakat harus diperhatikan terutama kapasitas civitas akademika Undip, urgensi kebutuhan masyarakat, perkembangann sosial, ekonomi dan budaya, kemajuan ipteks, dan kebijakan pemerintah. Kondisi tersebut telah secara komprehensif dievaluasi dan diidentifikasi berdasarkan analisa SWOT yang melibatkan semua stake holder baik internal maupun eksternal kampus. Undip memandang peningkatan kualitas dan capaian pengabdian ditentukan oleh kapasitas sumber daya manusia, kualitas capaian riset yang baik aspek sains, teknologi tepat guna, maupun rekayasa sosial dan ekonomi, daya dukung infrastruktur pengabdian, kelembagaan dan efektifitas struktur organisasi, sumber pendanaan, manajemen dan teknologi informasi.

Secara garis besar Renstra pengabdian kepada masyarakat ditujukan untuk: (i) peningkatan kualitas dan kuantitas, (ii) peningkatan kapabilitas dan kualitas sumber daya manusia, (iii) peningkatan kapasitas infrastruktur pengabdian kepada masyarakat dan (iv) peningkatan kelembagaan, manajemen/pengelolaan pengabdian kepada masyarakat. Peningkatan infrastruktur pengabdian seperti bengkel dan workshop yang dimiliki oleh fakultas dan jurusan/program studi dilakukan secara berkelanjutan mengacu pada perkembangan ipteks dan urgensi kebutuhan masyarakat. Universitas akan mengelola infrastruktur yang mendukung program pengabdian secara terintegrasi.

Dari tujuan yang telah ditetapkan, secara umum sasaran yang ingin dicapai meliputi:

a. Meningkatnya kapabilitas dosen dalam memformulasikan dan melaksanakan pengabdian kepada masyarakat

b. Meningkatnya angka partisipasi dosen dan mahasiswa dalam pengabdian kepada masyarakat,

c. Meningkatnya capaian kinerja pengabdian kepada masyarakat (teknologi tepat guna, model/prototipe, rekayasa sosial, publikasi, desa binaan, paten dll),

25

e. Meningkatnya manajemen/pengelolaan pengabdian kepada masyarakat termasuk manajemen data base.

f. Terbangunnya jaringan informasi berbasis IT (e-managemen) untuk memudahkan pengelolaan, monitoring, evaluasi dan penjaminan mutu

3.2 STRATEGI PENGEMBANGAN UNIT KERJA 3.2.1 Strategi Pengembangan Unit Kerja

Untuk mencapai tujuan dan sasaran yang telah dirumuskan, perlu dirancang langkah-langkah strategis dengan filosofi pemaksimalan kekuatan dan memanfaatkan peluang yang ada serta perbaikan kelemahan dan minimisasi pengaruh ancaman. Berdasarkan evaluasi menggunakan analisa SWOT, maka rencana strategi program pengabdian kepada masyarakat Undip dirumuskan dalam skema seperti pada Gambar 3.1. Skema tersebut menyajikan hubungan tujuan, sasaran dan strategi dan kebijakan unit kerja.

26

Gambar 3.1.

Skematik Hubungan Tujuan, Rencana Strategis dan Sasaran Garis Besar Rencana Induk Pengabdian

Tujuan:

1. Peningkatan kapabilitas dalam melaksanakan pengabdian kepada masyarakat 2. peningkatan kapasitas

infrastruktur pengabdian dan 3. peningkatan manajemen/

pengelolaan pengabdian.

Rencana strategis:

a. Peningkatan kualitas data base dan birokrasi pengabdian

b. Peningkatan dana internal program pengabdian kepada masyarakat mulai 2015

c. Peningkatan mutu luaran pengabdian (teknologi tepat guna, model/prototipe, rekayasa sosial, publikasi, desa binaan, paten)

d. Peningkatan partisipasi dosen

e. Peningkatan kualitas & kuantitas kemitraan dengan industri, UMKM, PEMDA / stake holder terkait

f. Komersialisasi hasil pengabdian sebagai salah satu sumber dana universitas

g. Penguatan dan revitalisasi kelompok / pusat studi dan pusat layanan kepada masyarakat

h. Pengintegrasian program pengabdian kepada masyarakat dengan kepakaran Perguruan Tinggi

Dokumen terkait