• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.6. Pendekatan Rasional

Pada pendekatan ini isu-isu politik menjadi pertimbangan penting. Para pemilih akan menentukan pilihan berdasarkan penilainnya terhadap isu-isu politik dan kandidat yang diajukan. Artinya para pemilih dapat menentukan pilihannya berdasarkan pertimbangan-pertimbangan rasional. Dalam studi voting behavior, menurut Ramlan Surbakti dalam Asfar (1999: 52) pemilih rasional yang diadaptasi dari ilmu ekonomi ini biasanya menggunakan perhitungan untung rugi dalam menentukan pilihan politiknya. Kalkulasi ini biasanya berkaitan dengan kandidat mana yang menawarkan program-program sesuai dengan preferensi politiknya.

Perilaku pemilih berdasarkan pertimbangan rasional tidak hanya berupa memilih alternatif yang paling menguntungkan atau yang mendatangkan kerugian yang paling sedikit, tetapi juga dalam arti memilih alternatif yang menimbulkan resiko yang paling kecil, yang penting mendahulukan selamat dalam artian menguntungkan bagi khalayak. Dengan begitu, diasumsikan bahwa para pemilih mempunyai kemampuan untuk menilai isu-isu politik yang diajukan, maupun calon (kandidat) yang ditampilkan. Penilaian rasional terhadap kandidat ini bisa didasarkan pada jabatan, informasi, pribadi yang popular karena prestasi masing-masing

dibidang seni, olah raga, film, organisasi, politik dan semacamnya. Penelitian ini memanfaatkan pendekatan politik rasional, dengan harapan bahwa dengan pendekatan ini dapat memberikan pandangan mengenai ketertarikan seseorang untuk memilih yang didasari atas kemampuan untuk menilai figur kandidat, isu-isu/program politik yang diusung oleh kandidat dan partai politik kandidat, yang demi ”rasa aman” menjatuhkan pilihan pada kandidat yang bisa mendatangkan keuntungan dan menekan kerugian yang sekecil-kecilnya.

Faktor rasio pemilih diidentifikasikan dengan adanya upaya responden untuk mencaritahu informasi sebanyak-banyaknya tentang pasangan calon yang ikut bertanding dalam Pemilukada Kabupaten Serdang Bedagai tahun 2010. Berkaitan dengan penelitian ini, akan digali tingkat rasio secara dari seluruh responden mengenai dasar pilihan terhadap pasangan calon Bupati/wakil Bupati yang berlaga di Kabupaten Serdang Bedagai. Pata tabel dibawah akan dilihat bagaimana pengetahuan responden terhadap partai pengusung calon Bupati/Wakil Bupati yang ikut pemilukada di Kabupaten Serdang Bedagai, yaitu:

Tabel 19. Pengetahuan Responden terhadap Partai Pengusung Calon Bupati/Wakil Bupati yang Ikut Pemilukada di Kabupaten Serdang Bedagai

No Uraian Frekwensi Persentase

1 Ya, Tahu 82 83

2 Tidak tahu 17 17

Jumlah 99 100

Sumber : Hasil Penelitian lapangan,2011.  

Tabel di atas menggambarkan tentang pengetahuan responden, dimana sebahagian besar responden mengetahui 

partai pengusung masing‐masing calon.  Sebagaimana diketahui ada dua pasangan calon yang diusung partai politik dan dua 

pasangan berasal dari jalur independen. Berikut partai pengusung untuk masing masing pasangan calon: 

1. Partai Golongan Karya, Partai Demokrat dkk untuk Pasangan Calon Ir. H.T.Erry Nuradi, M.Si dan Ir. H. Soekirman;

2. Partai PKB dkk untuk Pasangan Calon Drs. H. Chairullah, S.IP, M.AP dan H. Helfizar Purba, S.Sos ( H.OK.David Purba, S.Sos );

3. Pasangan calon Perseorangan Ir. H. Aliman Saragih, M.Si dan Syamsul Bahri, S.Ag;

4. Pasangan calon Perseorangan Dr. H. Idham, SH, MKn dan Benhard Sihotang.

Tabel 20. Jawaban Responden atas Pertanyaan Apakah Memilih Calon Bupati/Wakil Bupati yang Ikut Pemilukada di Kabupaten Serdang Bedagai Berdasarkan Partai Asalnya

No Uraian Frekwensi Persentase

1 Ya 4 4

2 Tidak 95 96

Jumlah 99 100

Sumber : Hasil Penelitian lapangan,2011.

Berdasarkan tabel di atas menunjukkan bahwa hampir seluruhnya responden menyatakan memilih calon bukan 

karena partai asalnya/pengusungnya. Hal ini menunjukkan bahwa faktor partai pendukung ternyata tidak terlalu berpengaruh 

terhadap keputusan memilih. Memilih calon Bupati/wakil Bupati lebih dipengaruhi oleh sosok personal dan bukan karena 

partai pendukungnya. 

Partai Politik pengusung para calon tidak terlalu menonjol dalam pergerakan pemenangan calon-calon Bupati yang ada. Tim-tim diluar partai nampak lebih mendominasi setiap kegiatan kampanye, hal tersebut diakibatkan karena parpol sangat bergantung pada ketersediaan dana operasional. Sehingga mesin politik parpol hanya terlihat menonjol pada spanduk dan baliho dukungan (wawancara tanggal 28-01-2011).

Selanjutnya pada tabel dibawah ini akan diuraikan data tentang alasan yang digunakan responden untuk memilih sosok figur calon Bupati/Wakil Bupati yang ikut Pemilukada di Kabupaten Serdang Bedagai.

Tabel 21. Alasan Responden Memilih Sosok Figur calon Bupati/Wakil Bupati yang Ikut Pemilukada di Kabupaten Serdang Bedagai

No Uraian Frekwensi Persentase

1 Moral Kepribadian 39 39,4

2 Komitmen dan Prestasinya 46 46,5

3 Imbalan 2 2

4 Banyak Pengikutnya 12 12,1

Jumlah 99 100

Sumber : Hasil Penelitian lapangan,2011.  

Tabel 22. Pendapat Responden tentang Calon Bupati/Wakil Bupati yang Mempunyai Peluang Menang yang lebih Besar pada Pemilukada di Kabupaten Serdang Bedagai

No Uraian Frekwensi Persentase

1 Idham-Benhard - -

2 Chairullah-David Purba 12 12

3 T. Erry-Soekirman 87 88

Jumlah 99 100

Sumber : Hasil Penelitian lapangan,2011.

 

Dari data tabel-tabel di atas dapat dilihat bahwa yang melandasi responden untuk memilih sosok figur kepemimpinan adalah dikarenakan komitmen dan prestasi calon tersebut. Dengan demikian bahwa figur sosok kepemimpinan merupakan salah satu alasan yang mempengaruhi pilihan politik aparatur birokrasi. Maka upaya untuk merebut suara pada pemilukada biasanya dilakukan dengan menempatkan citra calon menjadi sosok yang berwibawa. Namun demikian apabila melihat alasan yang melatar belakangi figur sosok kepemimpinan tersebut dalam hal ini juga dikarenakan karena keberhasilan calon dalam melakukan pencitraan, selain itu pencitraan tersebut juga tidak hanya dilandasi oleh ikatan emosional semata (afektif) melainkan juga diakibatkan faktor rasional yakni dengan menunjukkan kinerja yang baik sehingga dapat menimbulkan apresiasi dari para responden.

Dalam hal ini juga para responden menilai pasangan T. Erry Nuradi-Soekirman memiliki peluang menang yang lebih besar daripada pasangan calon lainnya. Hal tersebut disebabkan karena selain memiliki pencitraan yang baik dimata masyarakat pasangan T. Erry Nuradi-Soekirman juga dinilai memiliki komitmen yang kuat dalam membangun Kabupaten Serdang Bedagai dan telah terbukti menghasilkan karya yang nyata bagi pembangunan dilihat dari banyaknya prestasi dan penghargaan yang diperoleh pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai selama periode kepemimpinan mereka. Senada dengan para responden dalam hal ini Drs.

Indra Syahrin, M.Si yang memprediksi bahwa mengenai potensi para kandidat yang turut berkompetisi pada pemilukada Sergai tahun 2010 tidak merata. Ia mengatakan:

Dari beberapa pasangan calon Bupati hanya dua pasangan yang mungkin dapat diperhitungkan. Namun demikian pasangan incumbent diatas kertas masih jauh lebih baik dibandingkan pasangan calon lainnya (wawancara tanggal 28-01-2011).

Jadi dalam hal ini ketertarikan responden pada sosok pemimpin adalah bukannya karena figur kepemimpinan semata-mata, tetapi dikarenakan komitmen calon untuk memajukan pembangunan di daerah yang dapat dilihat dari kesuksesan atas prestasi yang diraih sosok pemimpin tersebut. Pada 3 tahun kepemimpinan (2006-2009) T. Erry Nuradi-Soekirman, pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai berhasil menorehkan 123 penghargaan yang terdiri dari 47 jenis penghargan tingkat nasional/internasional dan 76 penghargaan di tingkat provinsi Sumatera Utara. Selain itu komitmen mereka dalam membangun Kabupaten Serdang Bedagai lewat program Gerakan Pembangunan Swadaya Masyarakat (Gerbang Swara) telah terbukti berhasil, betapa pembangunan bisa dilakukan bersama-sama dengan warga masyarakat.

Mengenai suara aparatur birokrasi Kabupaten Serdang Bedagai kepada figur

incumbent seperti yang dituturkan oleh pengamat politik diatas sepertinya terbukti

benar, hal tersebut dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 23. Calon Bupati/Wakil Bupati Pilihan Responden pada Pemilukada di Kabupaten Serdang Bedagai

No Uraian Frekwensi Persentase

2 Chairullah-David Purba 12 12

3 T. Erry-Soekirman 87 88

4 Aliman-Syamsul Bahri - -

Jumlah 99 100

Sumber : Hasil Penelitian lapangan,2011.

Dari tabel di atas maka dapat diambil kesimpulan bahwa calon pilihan responden adalah pasangan calon incumbent yakni T. Erry Nuradi- Soekirman. Dari tabel tersebut juga sangat jelas terlihat pasangan calon incumbent sangat mendominasi suara pemilih yakni para responden yang merupakan aparatur birokrasi pemerintah di Kabupaten Serdang Bedagai pada pemilukada Kabupaten Serdang Bedagai 2010.

Tabel 24. Penilaian Responden terhadap Track Record (Rekam Jejak) Calon Bupati/Wakil Bupati yang Dinilai paling Baik yang Ikut Pemilukada di Kabupaten Serdang Bedagai

No Uraian Frekwensi Persentase

1 Idham-Benhard - -

2 Chairullah-David Purba 10 10

3 T. Erry-Soekirman 88 89

4 Aliman-Syamsul Bahri 1 1

Jumlah 99 100

Sumber : Hasil Penelitian lapangan,2011.

Tabel 25. Penilaian responden terhadap Perilaku calon Bupati/Wakil Bupati yang dinilai paling baik di lingkungan masyarakat Kabupaten Serdang Bedagai

No Uraian Frekwensi Persentase

1 Idham-Benhard - -

2 Chairullah-David Purba 30 30,3

3 T. Erry-Soekirman 51 51,5

4 Aliman-Syamsul Bahri 18 18,2

Jumlah 99 100

Berdasarkan tabel-tabel di atas jelas bahwa umumnya mayoritas responden mengganggap pasangan calon T. Ery Nuradi-Soekirman dikenal memiliki track

record yang paling baik. Hal ini menunjukkan bukti bahwa selama memerintah pada

periode lima tahun sebelumnya pada Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai pasangan T. Erry Nuradi-Soekirman tidak pernah memiliki rekam jejak yang buruk di mata aparatur birokrasi dan pasangan ini telah berhasil menunjukkan kerja nyata mereka yakni dengan adanya pembangunan di berbagai bidang seperti bidang pendidikan, infrastruktur, pelayanan birokrasi, kesehatan dan sebagainya di Kabupaten Serdang Bedagai yang dapat dirasakan oleh khalayak terutama para responden sendiri. Selain itu banyaknya prestasi dan penghargaan di Kabupaten Serdang Bedagai turut mengharumkan nama Kabupaten Serdang Bedagai di tingkat nasional maupun tingkat provinsi. Selain itu pasangan calon T. Erry Nuradi-Soekirman juga dianggap memiliki prilaku yang baik dalam kehidupan masyarakat sekitar Kabupaten Serdang Bedagai dibandingkan dengan pasangan calon lainnya sehingga dapat menarik pilihan khalayak untuk memilih pasangan calon bupati yang mereka anggap baik dan dapat menjalankan amanah dengan sebaik-baiknya.

Pemilihan Bupati Serdang bedagai secara langsung merupakan sejarah baru bagi rakyat untuk menentukan pemimpinnya. Pemilihan kepala daerah dapat juga disebut sebagai pemilihan perorangan, bukan pemilihan partai politik, hanya saja dalam proses pencalonannya melalui seleksi partai politik yang memiliki persentase kursi di legislatif yang sesuai dengan perundang-undangan. Karena itu, harapan dari

momentum ini adalah terpilihnya figur yang berkualitas, sehingga mampu membawa perubahan ke arah yang lebih baik, tentu dengan melihat sosok calon pemimpin yang kapabel dan visioner.

Seperti yang diungkapkan oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Serdang Bedagai, Drs. H. Haris Fadillah, M.Si:   

Pada dasarnya semua kandidat berpeluang sama dalam memenangkan pemilukada, namun dalam hal ini ada yang baik dan ada yang kurang baik, kita bisa lihat dari kompetensi para kandidat seperti misalnya dilihat dari visi misi calon, pendidikan, keteladanan, dan sebagainya. Salah satu strategi pemenangan yang berhasil adalah para calon yang mau dan rajin berbaur kepada masyarakat dapat menarik suara rakyat, dalam hal ini sosialisasi yang lebih dalam dan menyentuh masyarakat juga merupakan strategi yang dapat memenangkan calon dalam pemilukada selain itu faktor media massa juga ikut membantu dalam proses strategi pemenangan calon (wawancara tanggal 14-01-2011).

Sebagaimana yang dituturkan oleh Dra. Sri Rahayu, Kasubbag Pemerintahan dan Kerjasama, bahwa:

Masyarakat kita di sini memilih karena melihat calonnya. Proses sosialisasi dan pencitraan diri yang dilakukan sejak lama dan menyentuh sampai ke pelosok-pelosok desa merupakan modal dasar bagi kemenangan pasangan Erry-Soekirman, karena lebih awal menanamkan ikatan emosional kepada pemilih di Kabupaten Serdang Bedagai. Selain itu hasil dari pembangunan yang telah dilaksanakan selama lima tahun kepemimpinan Erry-Soekirman dapat dirasakan oleh masyarakat (wawancara tanggal 21-01-2011).

Dalam hal ini Drs. Indra Syahrin, Msi juga berpendapat serupa yakni:

Strategi pemengangan yang dianggap berhasil adalah tingginya tingkat kunjungan para calon kekantong-kantong suara, dialog langsung dan

pendistribusian berbagai atribut pemenangan (wawancara tanggal 28-01-2011).

Sedangkan Ngadimin,S.Sos berpendapat:

Sudah jelas disini pemilih memilih calon yang dapat menunjukkan peningkatan pembangunan di daerah sehingga dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, jadi bukan janji-janji semata tetapi juga bukti nyata (wawancara tanggal 16-01-2011).

Kebetulan dalam lima tahun kepemimpinan Erry-Soekirman di Kabupaten Serdang Bedagai, mereka telah mampu menunjukkan bahwa mereka telah melakukan perubahan kearah yang lebih baik bagi masyarakat dibanding ketika masih bersatu dengan kabupaten Deli Serdang.

4.6.1. Janji Kampanye dan Visi Misi

Selain faktor partai pendukung, isu-isu kampanye merupakan salah satu alasan orang memutuskan untuk memilih. Faktor kampanye ini merupakan bagian dari latar belakang sosiologis dimana responden memilih karena latar belakang rasional. Kampanye diartikan sebagai sebuah tindakan yang bertujuan mendapatkan pencapaian dukungan, usaha kampanye bisa dilakukan oleh peorangan atau sekelompok orang yang terorganisir untuk melakukan pencapaian suatu proses pengambilan keputusan di dalam suatu kelompok, kampanye biasa juga dilakukan guna mempengaruhi, penghambatan, pembelokan pecapaian.

Dalam sistim politik demokrasi, kampanye politis berdaya mengacu pada kampanye elektoral pencapaian dukungan, di mana wakil terpilih atau referenda

diputuskan. Kampanye politis, tindakan politik berupaya meliputi usaha terorganisir untuk mengubah kebijakan di dalam suatu institusi.

Tabel 26. Pengetahuan Responden terhadap Janji Kampanye/ Visi Misi Masing-masing Calon Bupati/Wakil Bupati yang ikut Pemilukada di Kabupaten Serdang Bedagai

No Uraian Frekwensi Persentase

1 Ya, Tahu 63 63,6

2 Tidak tahu 36 36,4

Jumlah 99 100

Sumber : Hasil Penelitian lapangan,2011.

Tabel diatas menunjukkan data bahwa responden telah mengetahui Janji kampanye/isu/visi misi masing-masing calon Bupati/Wakil Bupati yang ikut Pemilukada di Kabupaten Serdang Bedagai. Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa umumnya responden mengetahui Janji kampanye dan visi misi masing-masing calon Bupati/Wakil Bupati yang ikut Pemilukada di Kabupaten Serdang Bedagai, sehingga dirasa cukup alasan bagi PNS untuk memilih dengan rasional sesuai dengan pertimbangan untung-rugi karena aksebtabilitas pasangan calon dilihat dari visi misi dan janji kamapanyenya.

Tabel 27. Sumber Pengetahuan Responden tentang Janji/isu Kampanye /visi misi Calon Bupati/Wakil Bupati yang ikut Pemilukada di Kabupaten Serdang Bedagai

No Uraian Frekwensi Persentase

1 Teman/keluarga 20 20

2 Media massa 68 68,3

3 Terlibat langsung 11 11,7

Sumber : Hasil Penelitian lapangan,2011.

Faktor lain yang juga dianggap penting adalah sumber informasi responden tentang pengetahuannya berkaitan dengan visi misi dan janji kampanye para calon yang terlibat dalam Pemilukada Kabupaten Serdang Bedagai tahun 2010. Berdasarkan tabel diatas menunjukkan bahwa media massa masih alat yang dominan dan efektif menyampaikan pesan tentang visi misi dan janji kampanye kepada konstituen. Faktor lain juga disebatkan masih adanya peran komunikasi antar teman/keluarga dalam menyebarkan pesan tentang visi misi dan janji kampanye. Janji kampanye/isu kampanye/visi misi kampanye memang merupakan alat untuk berkomunikasi dengan pemilih. Janji kampanye ini menjadi bahan yang menarik untuk diperbincangkan karena menjadi jembatan penghubung antara calon dengan pemilih. Membuat janji kampanye atau isu kampaye harus kreatif, dapat dipahami oleh pemilih dan masuk akal untuk dapat direalisasikan ketika sang calon nantinya menjadi penguasa. Berikut ini akan diuraikan pendapat responden tentang visi misi pembangunan dari para calon Bupati/Wakil Bupati yang ikut Pemilukada di Kabupaten Serdang Bedagai.

Tabel 28. Pendapat Responden tentang Visi Misi Calon mana yang paling Bermanfaat dari Calon Bupati/Wakil Bupati yang Ikut Pemilukada di Kabupaten Serdang Bedagai

No Uraian Frekwensi Persentase

1 Idham – Benhard Sihotang - -

2 Chairullah – Helfizar Purba 12 12

3 T. Erry Nuradi – Soekirman 87 88

Jumlah 99 100

Sumber : Hasil Penelitian lapangan,2011.

Tabel 29. Pendapat Responden tentang Visi Misi Calon mana yang paling Dapat Dipahami dari Calon Bupati/Wakil Bupati yang Ikut Pemilukada di Kabupaten Serdang Bedagai

No Uraian Frekwensi Persentase

1 Idham – Benhard Sihotang - -

2 Chairullah – Helfizar Purba 21 21

3 T. Erry Nuradi – Soekirman 76 77

4 Aliman Saragih – Syamsul Bahri 3 3

Jumlah 99 100

 

Berdasarkan tabel di atas dapat dilihat, ternyata hampir seluruh responden menganggap bahwa visi misi yang paling 

bermanfaat bagi khalayak adalah dari calon Bupati/Wakil Bupati yang ikut Pemilukada di Kabupaten Serdang Bedagai adalah 

dari pasangan calon incumbent T. Erry Nuradi – Soekirman. Hal itu disebabkan pada visi misi pasangan T.Erry Nuradi‐Soekirman 

dianggap mampu membangkitkan semangat dan motivasi untuk menjadikan Kabupaten Serdang Bedagai menjadi kabupaten 

terbaik di Indonesia yang kemudian dapat dibuktikan dengan raihan prestasi dan penghargaan di tingkat provinsi maupun 

tingkat nasional dan internasional. Selain itu visi misi dari pasangan T. Erry Nuradi‐Soekirman dapat lebih dipahami dan 

dimengerti oleh para responden daripada visi misi dari para calon bupati lainnya sehingga akan dapat lebih mudah untuk 

direalisasikan. 

 

Tabel 30. Kepercayaan Responden terhadap Janji Kampanye Calon Bupati/Wakil Bupati yang Ikut Pemilukada di Kabupaten Serdang Bedagai

No Uraian Frekwensi Persentase

1 Ya, Percaya 63 63,6

2 Tidak percaya 36 36,4

Jumlah 99 100

Sumber : Hasil Penelitian lapangan,2011.

Sebuah janji kampanye biasanya disampaikan untuk mengambil hati rakyat pemilihnya. Pada penelitian ini dapat dilihat tingkat kepercayaan responden terhadap

janji-janji kampanye para calon yang ikut dalam pemilukada. Pada tabel diatas terlihat responden percaya akan janji kampanye yang diutarakan oleh para calon yang bertarung pada pemilukada. Sebuah janji kampanye maupun visi misi calon dalam pemilukada sangat sukar untuk dipercaya akan direalisasikan ketika mereka menang kemudian. Namun setidaknya pernyataan janji kampanye dan visi misi dapat dijadikan dasar komitmen sebuah pasangan calon tentang apa yang akan dikembangkannya kelak ketika dia berkuasa nantinya.

Selanjutnya isu/janji kampanye dapat dikategorikan kepada misi program terutama di bidang birokrasi (kepegawaian) seperti tabel di bawah ini:

Tabel 31. Pendapat Responden tentang Program yang Diinginkan dari Calon Bupati/Wakil Bupati yang Ikut Pemilukada di Kabupaten Serdang Bedagai

No Uraian Frekwensi Persentase

1 Revolusi Birokrasi (Idham-Benhard)

8 8 2 Membat Standar Perekrutan

Birokrasi (Chairullah-David Purba)

14 14 3 Peningkatan Kesejahteraan

Pegawai (T. Erry-Soekirman)

66 67 4 Penataan Birokrasi dan

Peningkatan Intensitas Kinerja (Aliman Saragih-Syamsul Bahri)

11 11

Jumlah 99 100

Sumber : Hasil Penelitian lapangan,2011.

Tabel diatas menunjukkan program yang paling diinginkan oleh para responden adalah Program Peningkatan Kesejahteraan pegawai. Kondisi ini dapat

dipahami karena responden adalah PNS, sehingga program konkrit yang langsung bersentuhan dengan kepentingan pegawai adalah perbaikan kesejahteraannya. Dengan kesejahteraan yang memadai tentu saja dapat meningkatkan taraf hidup para aparatur birokrasi.

Kampanye pada prinsipnya merupakan suatu proses kegiatan komunikasi individu atau kelompok yang dilakukan secara terlembaga dan bertujuan untuk menciptakan suatu efek atau dampak tertentu. Rogers dan Storey (1987) mendefinisikan kampanye sebagai “serangkaian tindakan komunikasi yang terencana dengan tujuan untuk menciptakan efek tertentu pada sejumlah besar khalayak yang dilakukan secara berkelanjutan pada kurun waktu tertentu” (Venus, 2004:7).

Pada tabel dibawah ini akan dilihat sejauhmana para responden terlibat dalam kegiatan kampanye pemilukada di Kabupaten Serdang Bedagai, yaitu sebagai berikut:

Tabel 32. Jawaban Responden tentang Keikutsertaan dalam Sebuah Kampanye Pemilukada di Kabupaten Serdang Bedagai

No Uraian Frekwensi Persentase

1 Ya, pernah 20 20

2 Tidak pernah 79 80

Jumlah 99 100

Sumber : Hasil Penelitian lapangan,2011.

Tabel diatas menunjukkan data mengenai pendapat responden tentang keikutsertaan dalam sebuah kegiatan kampanye Pemilukada di Kabupaten Serdang Bedagai. Dari uraian data diatas dapat diambil kesimpulan bahwa para PNS tidak begitu banyak yang ikut serta dalam kegiatan kampanye. Situasi ini diperkuat bahwa

umumnya para PNS sibuk melakukan aktivitas pekerjaan, ketika jadwal kampanye di gulirkan oleh penyelenggara Pemilukada.

Mengenai isu keterlibatan PNS secara langsung dalam Pemilukada dalam hal ini menurut pengamat politik Indra Syahrin:

Mengenai keterlibatan langsung PNS dalam Pemilukada dalam hal ini sangat sulit untuk diawasi, namun dalam hal ini keterlibatan tersebut adalah menyangkut pribadi PNS itu masing-masing, Ya pandai-pandailah menutupi soalnya apabila ketahuan maka sanksi akan menanti, karena hal tersebut kan sudah pasti pelanggaran. PNS terlibat langsung dalam pemilukada secara langsung misalkan sebagai tim sukses calon tertentu tentu saja memiliki motif masing-masing seperti ada motif keuntungan yang diperoleh PNS tersebut sehingga berani untuk bermain langsung, jadi tentu saja ada yang mengiming-imingi PNS tersebut untuk terlibat langsung (wawancara tanggal 28-01-2011).

Hal ini juga ditambahkan oleh Eko Sujarwadi, Kasubdis Gotong Royong di BPMD, Ia mengatakan bahwa:

Tentu saja ada beberapa PNS yang terlibat langsung dalam pemilukada di Sergai ini, motifnya pun berbeda-beda, ada yang diiming-imingi hadiah seperti uang oleh tim sukses dari masing-masing calon, biasanya hal tersebut dilakukan secara pribadi atau perorangan saja, jadi ya kalo ketahuan tanggung akibatnya sendiri. Biasanya keterlibatan PNS ini secara kasat mata tidak tampak, mereka cenderung berhati-hati dan tidak mau menampakkannya ke publik, Ya malu-malu lah soalnya kalau ketahuan bisa berbahaya juga kan (wawancara tangal 24-01-2011).

Dari hasil temuan Pelanggaran pemilukada Kabupaten Serdang Bedagai Tahun 2010 dalam hal ini ditemukan pelanggaran yang melibatkan aparatur birokrasi yang salah satunya dalam hal kampanye. Pelanggaran pertama dengan Tanggal laporan hari Senin tanggal 26 April 2010 dengan nomor Registrasi Laporan No.

06/TP/Panwaslukada SB/IV/2010 yakni pada saat Kampanye Pendeklarasian FKMM, di alun-alun Perbaungan, ada oknum PNS dari Pemkab Serdang Bedagai yang turut serta dalam acara itu dan mendukung salah satu pasangan calon nomor urut 3 yakni pasangan T. Erry Nuradi- Soekirman.

Menurut Sekretaris Panwaslu Pemilukada Serdang Bedagai Tahun 2010 Jumarianto, S.AP bahwa:

Keterlibatan PNS dalam Pemilukada merupakan hal yang lumrah terjadi dan sangat sulit untuk dicegah, Kita hanya bisa mengawasi saja dan melaporkan