• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN Bagian Kesatu

Dalam dokumen LEMBARAN DAERAH KOTA CILEGON (Halaman 49-54)

Kewajiban Tenaga Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pasal 69

(1) Pendidik merupakan tenaga profesional yang tugasnya merencanakan, melaksanakan, mengevaluasi, menganalisis, dan menindaklanjuti hasil pembelajaran.

(2) Tenaga kependidikan bertugas melaksanakan administrasi, pengelolaan, pengembangan, pengawasan, dan pelayanan teknis untuk menunjang proses pendidikan pada satuan pendidikan.

(3) Pendidik terdiri dari Guru, tutor, pamong belajar, instruktur, fasilitator atau sebutan lain yang sesuai dengan kekhususannya serta berpartisipasi dalam penyelenggaraan pendidikan.

Bagian Kedua

Hak Tenaga Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pasal 70

(1) Guru sebagaimana dimaksud dalam Pasal 69 ayat (3), dalam melaksanakan tugas berhak:

a. memperoleh penghasilan di atas kebutuhan hidup minimal dan jaminan kesejahteraan sosial;

b. mendapatkan promosi dan penghargaan sesuai dengan tugas dan prestasi kerja;

c. memperoleh perlindungan dalam melaksanakan tugas dan hak atas kekayaan intelektual;

d. memperoleh kesempatan untuk meningkatkan kompetensi; e. memperoleh dan memanfaatkan sarana dan prasarana

pembelajaran untuk menunjang kelancaran tugasnya;

f. memiliki kebebasan dalam memberikan penilaian dan ikut menentukan kelulusan, penghargaan, dan/atau sanksi kepada peserta didik sesuai dengan kaidah pendidikan, kode etik guru, dan ketentuan peraturan perundang-undangan;

g. memperoleh rasa aman dan jaminan keselamatan dalam melaksanakan tugas;

h. memiliki kebebasan untuk berserikat dalam organisasi profesi selama tidak mengganggu tugas dan kewajibannya

i. memiliki kesempatan untuk berperan dalam penentuan kebijakan pendidikan;

j. memperoleh kesempatan untuk mengembangkan dan meningkatkan kualifikasi akademik dan kompetensi;

k. memperoleh pelatihan dan pengembangan profesi dalam bidangnya.

Bagian Ketiga Tenaga Kependidikan

Pasal 71

(1) Tenaga kependidikan meliputi pengelola satuan pendidik, penilik, pengawas, peneliti, pengembang, pustakawan, laboran, dan teknis sumber belajar.

(2) Tenaga kependidikan berhak mendapatkan :

a. Penghasilan dan jaminan kesejahteraan sosial yang layak dan memadai;

b. penghargaan sesuai dengan tugas dan prestasi kerja;

c. pembinaan karier sesuai dengan tuntutan pengembangan kualitas; dan

d. perlindungan hukum dalam melaksanakan tugas. (3) Tenaga kependidikan berkewajiban :

a. menciptakan suasana pendidikan yang bermakna, menyenangkan, kreatif, dinamis, dialogis, inovatif, dan bermartabat;

b. mempunyai komitmen secara profesional untuk meningkatkan mutu pendidikan;

c. memberikan teladan dan menjaga nama baik lembaga dan profesi; d. memberikan keteladanan dan menciptakan budaya membaca dan

budaya belajar; dan

e. mentaati ketentuan peraturan perundang – undangan.

Bagian Keempat

Masa Tugas Kepala Sekolah/Madrasah Pasal 72

(1) Masa tugas Kepala Sekolah adalah selama 4 (empat) tahun, dan sesudahnya dapat diangkat kembali hanya untuk 1 (satu) kali masa tugas berikutnya di Satuan Pendidikan yang sama atau Satuan Pendidikan yang lain sesuai ketentuan yang berlaku.

(2) Pendidik yang melaksanakan tugas tambahan sebagai Kepala Sekolah 2 (dua) kali masa tugas berturut-turut, dapat ditugaskan kembali menjadi Kepala Sekolah apabila :

a. Telah melewati tenggang waktu sekurang-kurangnya 1 (satu) kali masa tugas;

b. Memiliki prestasi istimewa, dengan tanpa tenggang waktu dan ditugaskan disatuan pendidikan lain.

(3) Kepala Sekolah yang masa tugasnya berakhir dan/atau tidak lagi diberikan tugas sebagai Kepala Sekolah, tetap melaksanakan tugas sebagai tenaga pendidik sesuai dengan jenjang jabatannya dan berkewajiban melaksanakan proses belajar mengajar atau bimbingan dan konseling sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

(4) Ketentuan mengenai tata cara pegangkatan Kepala Sekolah diatur lebih lanjut oleh Peraturan Walikota.

Bagian Kelima Pasal 73

Persyaratan Pendidik dan Tenaga Kependidikan

(1) Pendidik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 69 ayat (1) harus memiliki kualifikasi akademik dan kompetensi sebagai agen pembelajaran, sehat jasmani dan rohani, serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional.

(2) Kualifikasi akademik sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah tingkat pendidikan minimal S1 dan/atau D IV.

(3) Kompetensi sebagai agen pembelajaran pada pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah, meliputi :

a. kompetensi pedagogik; b. kompetensi kepribadian; c. kompetensi profesional; dan d. kompetensi sosial.

(4) Seseorang yang tidak memiliki ijazah dan/atau sertifikat keahlian sebagaimana dimaksud pada ayat (2) tetapi memiliki keahlian khusus yang diakui dan diperlukan dapat diangkat menjadi pendidik setelah melewati uji kelayakan dan kesetaraan.

(5) Ketentuan mengenai persyaratan tenaga kependidikan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) diatur dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Bagian Keenam

Status Kepegawaian Tenaga Pendidik Pasal 74

(1) Tenaga kependidikan bertugas melaksanakan administrasi, pengelolaan, pengembangan, pengawasan dan pelayanan teknis untuk menunjang proses pendidikan pada satuan pendidikan.

(2) Kualifikasi dan kompetensi tenaga kependidikan sesuai dengan peraturan perundangundangan yang berlaku.

(3) Status kepegawaian tenaga kependidikan sebagaimana yang dimaksud pada ayat (1) terdiri dari:

a. Pegawai Negeri Sipil;

b. Pegawai tidak tetap pada satuan pendidikan yang diselenggarakan oleh Pemerintah Daerah;

c. Pegawai tetap yayasan/badan hukum swasta lainnya; d. Pegawai tidak tetap yayasan/badan hukum swasta lainnya.

(4) Tenaga kependidikan meliputi pengelola satuan pendidikan, penilik, pamong belajar, pengawas, peneliti, pengembangan, pustakawan, laboran, dan teknisi sumber belajar.

(5) Pegawai tetap yayasan dan pegawai tidak tetap yayasan yang dimaksud pada ayat (3) huruf c dan huruf d adalah pegawai yang melaksanakan tugas pada satuan pendidikan yang diselenggarakan oleh Masyarakat.

(6) Tenaga kependidikan dari unsur pegawai negeri sipil sebagaimana dimaksud pada ayat (3) huruf a, diangkat oleh Pemerintah.

(7) Penempatan tenaga kependidikan sebagai pegawai negeri sipil sebagaimana dimaksud pada ayat (3) huruf a, pada satuan pendidikan yang diselenggarakan Pemerintah Daerah dilakukan oleh Pemerintah Daerah.

(8) Pengangkatan dan penempatan tenaga kependidikan sebagai pegawai tidak tetap sebagaimana dimaksud pada ayat (3) huruf b, pada satuan pendidikan yang diselenggarakan Pemerintah Daerah hanya dapat dilakukan oleh Pemerintah Daerah.

(9) Pengangkatan dan penempatan tenaga kependidikan sebagai pegawai tidak tetap sebagaimana dimaksud pada ayat (3) dilakukan dalam rangka memenuhi kebutuhan tenaga kependidikan dalam satuan pendidikan, baik dalam jumlah, kualifikasi akademik, maupun dalam kompetensi secara merata untuk menjamin keberlangsungan pendidikan dasar dan pendidikan menengah serta pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal.

(10) Pengangkatan sebagaimana dimaksud pada ayat (9) dilakukan secara objektif dan transparan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

(11) Tenaga Kependidikan yang diangkat oleh Pemerintah dapat ditempatkan pada jabatan struktural.

(12) Tenaga Kependidikan pegawai tidak tetap sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf b yang ditempatkan pada satuan pendidikan yang diselenggarakan Pemerintah Daerah mendapat kesejahteraan sesuai dengan kemampuan keuangan Daerah.

BAB XII

SARANA DAN PRASARANA PENDIDIKAN

Dalam dokumen LEMBARAN DAERAH KOTA CILEGON (Halaman 49-54)

Dokumen terkait