BAB II LANDASAN TEORI
B. Pendidikan Agama Islam
1. Pengertian Pendidikan Agama Islam
Pendidikan agama islam seringkali disebut dengan PAI, yaitu salah satu mata pelajaran yang ada pada setiap sekolah. Pelajaran pendidikan agama islam ini dipelajari ditingkat Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menegah
7 Slameto, Belajar dan Faktor, 54–71.
11
Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas (SMA) Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) atau juga sampai pada perguruan tinggi.
Pendidikan agama islam adalah usaha sadar untuk menyiapkan siswa dalam meyakini, memahami, menghayati, dan mengamalkan agama islam melalui kegiatan bimbingan, pengarahan atau latihan dengan memerhatikan tuntutan untuk menghormati agama lain dalam hubungan kerukunan antara umat beragama dalam masyarakat untuk mewujudkan kesatuan nasional.8
Berdasarkan pendapat diatas dapat dipahami bahwa pendidikan agama islam adalah usaha untuk meyakini peserta didik dalam mengamalkan agama islam melalui bimbingan-bimbingan yang diberikan guru kepada peserta didik selain itu pendidikan agama islam yaitu suatu proses upaya pendidik untuk mendidik peserta didik agar mengenal, memahami dan mengamalkan ajaran yang bersumber pada Al-Qur,an dan hadits. Disini peneliti tertarik pada pembelajaran yang terkait dengan Tanya jawab bulan ramadhan. Dimana bulan ramadhan adalah bulan yang sangat mulia, dan bisa menjadi pembelajaran yang baik untuk peserta didik selain itu untuk memperoleh ilmu yang belum diketahui oleh peserta didik melalui Tanya jawab.
Adapun materi pelajaran pendidikan agama islam kelas IV, akan disajikan penulis dalam tabel berikut :
Tabel 2.1
Materi pelajaran Pendidikan Agama Islam kelas IV SD Kurikulum 2013 Semester 1/2
No Daftar Isi Materi
1 Pelajaran 1 Mari Belajar Q.S Al-Falaq
2 Pelajaran 2 Beriman Kepada Allah Dan Rasulnya
8 Akmal Hawi, Kompetensi Guru Pendidikan Agama Islam (Jakarta: Pt. Rajagrafindo Persada, 2014), 19.
3 Pelajaran 3 Aku Anak Shalih 4 Pelajaran 4 Bersih Itu Sehat
5 Pelajaran 5 Aku Cinta Nabi Dan Rasulnya 6 Pelajaran 6 Mari Belajar Q.S Al-Fil
7 Pelajaran 7 Beriman Kepada Mailakat Allah 8 Pelajaran 8 Mari Berprilaku Terpuji
9 Pelajaran 9 Mari Melaksanakan Shalat 10 Pelajaran 10 Kisah Teladanan Wali Songo
Adapun materi dalam mata pelajaran pai dengan menggunakan metode Tanya jawab ialah materi pada pelajaran 4 tentang mengenal arti bersih itu sehat. Karena bersih pangkal sehat. Materi dalam sub-sub tersebut yakni :
a. Makna bersih itu sehat
Bersih artinya bebas dari kotoran. Suci artinya bebas dari najis. Najis itu sendiri adalah yang menjadikan terhalangnya seseorang untuk beribadah kepada Allah, contohnya seperti terkena jilatan anjing, kotoran atau tinja dan air seni/urin. Najis pasti kotor, kotor belum tentu najis, misalnya seperti terkena tanah, tinta cat dan ludah. Bersih atau suci dibagi menjadi dua yaitu bersih dari hadas dan bersih dari najis.
b. Makna Hadas
Hadas ada dua yaitu hadas kecil dan hadas besar. Contoh dari hadas besar yaitu mimpi basah bagi laki-laki dan haid bagi perempuan. Cara menghilangkannya yaitu dengan cara mandi, jika tidak ada air boleh tayamum. Contoh dari hadas kecil yaitu seperti buang air (air seni/tinja)
13
dan buang angin, menyebabkan batal wudhu. Cara menghilangkannya dengan cara dicuci dengan air bersih, lalu melakukan wudhu.9
2. Tujuan Pendidikan Agama Islam
Secara umumnya tujuan dari pendidikan agama islam yaitu untuk membentuk pribadi manusia menjadi pribadi yang mencerminkan ajaran agama islam dan bertakwa kepada Allah SWT atau tujuan pendidikan agama islam adalah terbentuknya insan kamil.10 Tujuan pendidikan agama islam mempu menjadikan seseorang menjadi pribadi yang bertakwa kepada Allah, serta terampil, bertanggung jawab terhadap dirinya sendiri dan orang lain.
Pendidikan agama islam disekolah bertujuan untuk menumbuhkan dan meningkatkan keimanan melalui pemberian dan penumpukan pengetahuan, penghayatan, pengamalan serta pengalamanpeserta didik tentang agama islam, sehingga menjadi manusia muslim yang terus berkembang dalam hal keimanan, ketakwaan, berbangsa dan bernegara, serta untuk melanjutkan pada jenjang pendidikan yang lebih tinggi.11
Bedasarkan pernyataan diatas, bisa peneliti pahami bahwa tujuan dari pendidikan agama Islam yaitu untuk meningkatkan sikap, intelektual, keimanan melalui pengetahuan yang diberikan sehingga kelak menjadi generasi dan menjadi orang yang berguna baik untuk masyarakat dan juga Negara. Dengan demikian tujuan pendidikan agama Islam juga semata-mata
9 Faesal Ghozaly, Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas IV SD/MI Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balibang, Kemdikbud, 2016), 35–36.
10 Akmal Hawi, Kompetensi Guru, 20.
11 Abdul Majid, Belajar dan Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (Bandung: Pt. Remaja Rosdakarya, 2012), 16.
untuk beribadah kepada Allah swt, dengan melaksanakan segala sesuatu yang diperintahkan Allah swt.
3. Fungsi Pendidikan Agama Islam
Dalam kehidupan, agama sangatlah penting, yang memiliki fungsi sebagai bentuk sosialisasi individu, bahwa agama pada setiap anak akan mengantarkan sampai dewasa. Karena mengantarkan seseorang menjadi dewasa perlu adanya tuntunan dari orang yang paham agama, agar tidak salah dalam beragama. Terutama tuntunan dalam masyarakat, ini juga termasuk tujuan dari membangun kepribadian. Inilah dalam pendidikan agama Islam, anak dibimbing dalam rohani dan jasmaninya dengan hikmah mengajarkan dan mengarahkan dalam ajaran Islam.
Fungsi pendidikan agama Islam disekolah diantaranya sebagai berikut:
1. Pengembangan, yaitu meningkatkan keimanan dan ketakwaan peserta didik kepada Allah swt yang telah ditanamkan dalam lingkungan keluarga. Pada dasarnya dan pertama-tama kewajiban menanamkan keimanan dan ketakwaan dilakukan oleh setiap orangtua dalam keluarga. sekolah berfungsi untuk menumbuhkembangkan lebih lanjut dalam diri anak melalui bimbingan,pengajaran, dan pelatihan agar keimanan dan ketakwaan tersebut dapat berkembang secara optimal sesuai dengan tingkat perkembangan.
2. Penanaman nilai, yaitu sebagai pedoman hidup untuk mencari kebahagiaan hidup didunia dan akhirat.
3. Penyesuaian mental, yaitu unyuk menyesuaikan diri dengan lingkungan baik fisik maupun lingkungan social dan dapat mengubah lingkungan sesuai dengan ajaran agama Islam.
4. Perbaikan, yaitu untuk memperbaiki kesalahan-kesalahan, kekurangan-kekurangan dan kelemahan peserta didik dalam keyakinan, pemahaman dan pengalaman ajaran dalam kehidupan sehari-hari.
15
5. Pencegahan, yaitu untuk menangkal hal-hal negative dari lingkungan atau dari budaya lain yang dapat membahayakan dirinya dan menghambat perkembangan menuju manusia Indonesia seutuhnya.
6. Pengajaran, yaitu tentang ilmu pengetahuan keagamaan secara umum (alam nyata dan nirmanyata), sistem dan fungsionalnya.
7. Penyaluran, yaitu untuk menyalurkan anak-anak yang memiliki bakat khusus dibidang agama Islam agar bakat tersebut dapat berkembang secara optimal sehingga dapat dimanfaatkan untuk dirinya sendiri dan bagi orang lain.12
Dari pernyataan diatas dapat dipahami bahwa fungsi pendidikan agama islam tidak hanya dilihat satu faktor saja, melainkan ada beberapa faktor, seperti pengembangan,penanaman nilai, penyesuaian mental, perbaikan, pencegahan, pengajaran dan penyaluran, dimana dari segi faktor ini memiliki fungsi tersendiri dan berkesinambungan.