BAB II KAJIAN TEORI
B. Deskripsi Teori
2. Pendidikan Islam
a. Pengertian Pendidikan Islam
Dalam Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2007 tentang
Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan, pendidikan agama
adalah:
Pendidikan yang memberikan pengetahuan dan membentuk sikap, kepribadian, dan keterampilan peserta didik dalam mengamalkan ajaran agamanya, yang dilaksanakan sekurang-kurangnya melalui mata pelajaran/kuliah pada semua jalur, jenjang, dan jenis pendidikan.13
Dari segi bahasa, selama ini buku-buku ilmu pendidikan Islam
telah memperkenalkan sekurang tiga kata yang berhubungan dengan
pendidikan Islam, yaiu al-tarbiyah, al-ta‟lim, dan al-ta‟dib. 1) Istilah al-Tarbiyah
Penggunaan istilah al-Tarbiyah berasal dari kata rabb.
Walaupun kata inin memiliki banyak arti, akan tetapi pengertian
dasarnya menunjukan makna tumbuh, berkembang, memelihara,
merawat, mengatur, dan menjaga kelestarian atau eksistensinya.
Dalam penjelasan lain, kata al-Tarbiyah berasal dari tiga
kata, yaitu: Pertama, rabba-yarbu yang berarti bertambah, tumbuh,
dan berkembang yang terdapat pada Q.S. Ar Ruum ayat 39 sebagai
berikut:
13
17
Artinya: Dan sesuatu Riba (tambahan) yang kamu berikan agar Dia bertambah pada harta manusia, Maka Riba itu tidak menambah pada sisi Allah. dan apa yang kamu berikan berupa zakat yang kamu maksudkan untuk mencapai keridhaan Allah, Maka (yang berbuat demikian) Itulah orang-orang yang melipat gandakan (pahalanya).14
Kedua, rabiya-yarba berarti menjadi besar. Ketiga,
rabba-yarubbu berarti memperbaiki, menguasai urusan, menuntun, dan
memelihara.
Kata rabb sebagaimana yang terdapat dalam Q.S.
Al-Fatihah ayat 2:
Artinya: Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.15
Dalam surah ini, mempunyai kandungan makna yang
berkonotasi dengan istilah al-Tarbiyah. Sebab kata rabb (Tuhan)
dan murabbi (pendidik) berasal dari akar kata yang sama.
Berdasarkan hal ini, maka Allah adalah Pendidik Yang Maha
Agung bagi seluruh alam semesta.16
14 Q.S. Ar Ruum:39 15 Q.S. Al Fatihah: 2 16
18
2) Istilah al-Ta‟lim
Istilah al-Ta‟lim telah digunakan sejak periode awal pelaksanaan pendidikan Islam. Menurut para ahli , kata ini lebih
bersifat universal dibanding dengan al-Tarbiyah maupun
al-Ta‟dib. Rasyid Ridha, misalnya mengartikan al-Ta‟lim sebagai proses transmisi berbagai ilmu pengetahuan pada jiwa individu
tanpa adanya batasan dan ketetentuan tertentu. Argumentasinya
didasarkan dengan merujuk ayat berikut ini:
Artinya: Sebagaimana (kami telah menyempurnakan nikmat Kami kepadamu) Kami telah mengutus kepadamu Rasul diantara kamu yang membacakan ayat-ayat Kami kepada kamu dan mensucikan kamu dan mengajarkan kepadamu Al kitab dan Al-Hikmah, serta mengajarkan kepada kamu apa yang belum kamu ketahui.17
Kalimat wa yu‟allimu hum al-kitab wa al-hikmah dalam ayat tersebut menjelaskan tentang aktivitas Rasulullah
mengajarkan Tilawatul Qur‟an kepada kaum muslimin.18 3) Istilah Al-Ta‟dib
Kata al-ta‟dib berasal dari kata addaba, yuaddibu, ta‟diban
yang dapat berarti education (pendidikan), discipline (disiplin,
17 Q.S. Al-Baqarah: 151
18
19
patuh, dan tunduk pada aturan); punishment (peringatan atau
hukuman), dan chastisiment (hukuman-penyucian). Kata al-Ta‟dib berasal dari kata adab yang berarti beradab, bersopan santun, tata
krama, adab, budi pekerti, akhlak, moral, dan etika.
Kata al-Ta‟dib dalam arti pendidikan, sebagaimana disinggung oleh al-Naquib al-Attas. Dalam hubungan ini, ia
mengartikan al-Ta‟dib sebagai pengenalan dan pengakuan yang secara berangsur-angsur ditanamamkan kepada manusia tentang
tempat-tempat yang tepat dari segala sesuatu di dalam tatanan
penciptaan, sehingga membimbing ke arah pengenalan dan
pengakuan kekuatandan keagungan Tuhan.
Selanjutnya dalam sejarah, kata al-ta‟dib digunakan untuk menunjukkan pada kegiatan pendidikan yang dilaksanakan di
istana-istana raja (al-qushur)yang para muridnya terdiri dari para
putra mahkota, pangeran atau calon pengganti raja. Pendidikan
yang berlangsung di istana diarahkan untuk menyiapkan calon
pemimpin masa depan. Karena itu, materi yang diajarkan meliputi
pelajaran bahasa, pelajaran berpidato, pelajaran menulis yang baik,
pelajaran sejarah pahlawan dan panglima besar dalam rangka
menyerap pengalaman keberhasilan mereka, pelajaran berenang,
memanah, dan menunggang kuda.19
19
20
Jika ditelusuri ayat-ayat al-Qur‟an dan matan as-Sunah secara mendalam dan komprehensif sesungguhnya selain tiga kata tersebut
masih tersebut masih terdapat kata-kata lain yang berhubungan
dengan pendidikan. Kata-kata lain tersebut, yaitu al-tazkiyah
(pemurnian atau pembersihan), al-mau‟idzah(penyadaran atau pencerahan batin), al-tafaqquh(mengerti atau memahami), al tahzib
(perbaikan mental spiritual, moral, dan akhlak),al-riyadhah
(menjinakkan), al-irsyad(menunjukkan),al-talqin (pengajaran atau
mengajarkan), al-tadris(pengajaran atau
mengajarkan),al-tabyin(mengemukakan atau mempertunjukkan), dan al-tadabbur.20 Sedangkan menurut istilah, ada beberapa para ahli yang
mengemukakan pemdapat, diantaranya:
Pertama, menurut Omar Muhammad al-Toumy al-Syaibani
yang dikutip oleh Abuddin Nata dalam bukunya Ilmu Pendidikan
Islam, pendidikan adalah:
Proses mengubah tingkah laku individu, pada kehidupan pribadi, masyarakat, dan alam sekitarnya, dengan cara pengajaran sebagai suatu aktivitas asasi dan sebagai profesi di antara profesi-profesi asasi dalam masyarakat.
Kedua, pendapat Hasan Langgulung yang dikutip oleh Abuddin Nata dalam bukunya Ilmu Pendidikan Islam, pendidikan
adalah suatu proses yang mempunyai tujuan yang biasanya
20
21
diusahakan untuk menciptakan pola-pola tingkah laku tertentu pada
kanak-kanak atau orang yang sedang dididik.21
Ketiga, menurut Nur Uhbiyati dalam bukunya Ilmu Pendidikan Islam, Pendidikan Islam adalah bimbingan yang dilakukan oleh
seorang dewasa kepada terdidik dalam masa pertumbuhan agar ia
memiliki kepribadian muslim.22
Jadi, pendidikan Islam dapat diartikan bimbingan atau
pengarahan kepada terdidik untuk menguasai hal-hal yang Islami agar
akhlak dan jiwa muslim tertanam dalam dirinya.