• Tidak ada hasil yang ditemukan

BIOGRAFI K.H MUZAKKIN

B. Pendidikan K.H Muzakkin

yang terkena gigitan ular, pada saat yang bersamaan ayah beliau sedang tidak ada di rumah dan sebagai keluarga dari seorang pasien mereka percaya bahwa Muzakkin mempunyai kemampuan yang sama dengan ayahnya, dari situ beliau di suruh untuk mengobati, dan itulah pertama kali beliau mengobati pasien.21

B. Pendidikan K.H Muzakkin

Sekilas tentang perjalanan pendidikan K.H. Muzakkin pengasuh beserta pendiri pondok pesantren JINASMA‟ BROJOMUSTI sekanor sendang agung Paciran Lamongan.

Pada masa kanak kanak, K.H Muzakkin pertama mengenal pendidikan dari ayahnya yang mana ayahnya adalah termasuk orang yang terpandang di daerah tersebut. Dalam dunia pendidikan yang di maksud dengan Pendidikan adalah pembelajaran pengetahuan, keterampilan, dan kebiasaan sekelompok orang yang diturunkan dari satu generasi ke generasi berikutnya melalui pengajaran, pelatihan, atau penelitian.

Keluarga sebagai unit sosial terkecil dalam masyarakat mempunyai peranan yang sangat besar dalam mempengaruhi kehidupan dan perilaku anak remaja. Kedudukan dan fungsi keluarga dalam kehidupan manusia bersifat fundamental karena pada hakekatnya keluarga merupakan wadah pembentukan watak dan akhlak. Tempat perkembangan awal seorang anak sejak dilahirkan sampai proses

21

pertumbuhan dan perkembangannya baik jasmani maupun rohani adalah lingkungan keluarga, oleh karena itu di dalam keluargalah dimulainya pembinaan nilai-nilai akhlak karimah ditanamkan bagi semua anggota keluarga termasuk terhadap remaja. Masa remaja (terutama masa remaja awal) merupakan satu fase perkembangan manusia yang memiliki arti penting bagi kehidupan selanjutnya, karena kualitas kemanusiaannya di masa tua banyak ditentukan oleh caranya menata dan membawa dirinya dimasa muda. Perubahan yang dialami pada masa ini terjadi secara kodrati dan para ahli menyebutnya sebagai masa transisi (peralihan). Masa peralihan yang terjadi pada remaja sangat membingungkan, dalam masa peralihan ini remaja sedang mencari identitasnya. Dalam proses perkembangannya, masa ini senantiasa diwarnai oleh konflik- konflik internal, cita-cita yang melambung, emosi yang tidak stabil serta mudah tersinggung. Oleh karena itu remaja membutuhkan bimbingan dan bantuan dari orang-orang terdekat seperti orang tuanya. Peran dan tanggungjawab orang tua mendidik anak remaja dalam keluarga sangat dominan sebab di tangan orang tuanyalah baik dan buruknya akhlak remaja.22

Sejak kecil K.H. Muzakkin telah menampung berbagai pendidikan dan pembinaan akhlak dari keluarga atupun dari masyarakat sekitar, Pendidikan dan pembinaan akhlak merupakan hal paling penting dan sangat mendesak untuk dilakukan dalam rangka menjaga stabilitas hidup. Dalam ajaran agama Islam masalah

22Ikue kania, “peran keluarga dalam perkembangan akhlaq remaja”,dalam

akhlak mendapat perhatian yang sangat besar sebagaimana sabda Nabi ”Sempurnanya iman seorang mukmin adalah mempunyai akhlak yang bagus”.

Pendidikan sering terjadi di bawah bimbingan orang lain, tetapi juga memungkinkan secara otodidak. Setiap pengalaman yang memiliki efek formatif pada cara orang berpikir, merasa, atau tindakan dapat dianggap pendidikan. Pendidikan umumnya dibagi menjadi tahap seperti prasekolah, sekolah dasar, sekolah menengah dan kemudian perguruan tinggi, universitas atau magang.

Sebuah hak atas pendidikan telah diakui oleh beberapa pemerintah. Pada tingkat global, Pasal 13 PBB 1966 Kovenan Internasional tentang Hak Ekonomi, Sosial dan Budaya mengakui hak setiap orang atas pendidikan. Meskipun pendidikan adalah wajib di sebagian besar tempat sampai usia tertentu, bentuk pendidikan dengan hadir di sekolah sering tidak dilakukan, dan sebagian kecil orang tua memilih untuk pendidikan home-schooling, e-learning atau yang serupa untuk anak-anak mereka. Lain dengan orang tua Muzakkin yang mempunyai pemikiran untuk menyekolahkan di pendidikan formal.Yang mana di mulai dari tingkat sekolah dasar K.H Muzakkin menempuhpembelajaran di madrasah ibtidaiyah yang berada di daerah dimana beliau di lahirkan yaitu di MI NIDLOMUTTOLIBIN DADAPAN yang sama halnya dengan anak anak sewajarnya dengan masa tempuh selama 6 tahun.

Tidak selesai disitu setelah beliau lulus di madrasah ibtidaiyah beliau melanjutkan ke tingkat sltp yang sama halnya dengan sekolah sebelumnya yang

bertempat di daerah dimana beliau dilahirkan yaitu di MTS TANWIRUTTOLIBIN DADAPAN.

Selesai madrasah tsanawiyah beliau melanjutkan di tingkat slta yaitu di MA TARBIYATUTTOLABAH KRANJI tempat pendidikan yang berada di dalam pondok pesantren tarbiyatuttolabah, pondok pesantren yang bisa di sebut pondok pesantren modern, yaitu lembaga pesantren yang memasukkan pelajaran umum dalam kurikulum madrasah yang di kembangkan atau pesantren yang menyelenggarakn tipe tipe sekolah umum seperti mi, mts, ma. Dengan demikian pesantren modern merupakan pendidikan yang diperbaharui atas pesantren salaf. Dan pesantren modern mayoritas mata pelajaran yang di kembangkan bukan kitab kitab klasik.23 Selama 3 tahun beliau menempuh pendidikan di MA TARBIYATUTTOLABAH KRANJI, yang mana beliau juga belajar sedikit tentang keagamaan yang kental. dan setelah itu beliau melanjutkan ke perguruan tinggi di berbagai tempat yang sehingga beliau mendapatkan macam macam gelar sarjananya.

Dalam pendidikan spirtualnya beliau mengaku bahwa ilmu ini di dapatkan melalui faktor keturunan yaitu dari ayahnya. Dalam sejarah ayahnya juga dipercaya sebagai seorang tabib (orang yang di percaya bisa menyembuhkan penyakit) dari situ meskipun beliau tidak belajar tentang ilmu spiritual, beliau pun akan memahami karna tidak sengaja sedikit demi sedikit beliau telah melihat cara ayahnya mengobati

23

Ddhofier, Tradisi pesantren , studi pandangan hidup kiai dan visinya mengenai masa depan Indonesia , 76.

para pasiennya. Tidak itu saja beliau juga mengucap bahwa beliau termasuk titisan dari joko tingkir atau karebet, orang yang termasuk murid dari sunan kali jaga. Dan nama jaka tingkir pun tidak asing lagi di kalangan masyarakat Lamongan. Karena jaka tingkir termasuk orang yang berperan bagi orang di wilayah Lamongan.24

Dokumen terkait