BAB III BIOGRAFI KHATAMI
B. Pendidikan Khatami
Karir jenjang pendidikan Khatami dimulai setelah merampungkan pendidikan SLA pada tahun 1961. Selanjutnya Sayyid Khatami melanjutkan studinya ke kota Qum untuk mempelajari teologi, bukan itu saja ia kemudian
6. Presiden pertama Iran adalah Abuhasan Bani Sadar. Namun, karena kepemimpinannya yang bersangkutan di anggap tidak jujur dan telah menghianati amanat rakyat serta nilai-nilai dari revolusi Islam, akhirnya Bani Sadr pun dipecat. Kemudian, Bani Sadr mengungsi ke Paris, dan digantikan oleh Ali Khomeini sejak tahun 1981-1989. Tampuk pimpinan berikutnya beralih ke tangan Hashemi Rafsanjani. Kompas, 27 dan 28 Januari 2004.
7
Pada masa ia menjabat, banyak bermunculan puluhan surat kabar, majalah, gedung bioskop dan juga pemutaran film-film berbau liberal.
8
melanjutkan studi keagamaannya di kota Isfahan pada tahun 1965. Khatami menyelesaikan studinya di bidang Teknologi Islam di Qum dan Isfahan. Ia berhasil meraih gelar sarjana di bidang pendidikan dan Filsafat dari universitas Teheran (lulus tahun 1969 di universitas Qum). Khatami sangat mengerti ideologi, pemikiran dan paham-paham filsafat besar seperti Imanuel Khant, Rene Decastes, Alexis de Tocqueville dan sebagainya. Saat belajar di Qum Khatami mulai belajar politik , hal ini ia lakukan dengan membaca literatur terutama tentang Demokrasi. Pada tahun 1970 Khatami berhasil mendapatkan gelar master di Universitas Teheran. Tetapi ia kembali ke Qum untuk melanjutkan studi filsafatnya.9 Khatami pandai berbahasa Parsi, ia juga menguasai beberapa bahasa diantaranya bahasa Arab, Inggris dan Jerman. Karena kepandaiannya berbahasa asing, ia memulai aktifitas politiknya ketika menempuh pendidikan di Universitas Isfahan yang tergabung dalam Asosiasi pelajar muslim. Khatami bekerja sama dengan putra Imam Khomeini Hojatul Islam Ahmad Khomeini dan Syahid Mohammad Montazeri.
Sayyid Mohammad Khatami merepresentasikan seorang tokoh republik Islam baru, yang terdidik, terbuka terhadap dunia dan cerdas, antusias juga cukup percaya diri untuk membuka diri kepada dunia yang lebih luas sederhana meskipun bukan puritan. Dan bukan penentang aliran revolusioner yang mana berpendapat bahwa kebaikan tercemin dalam kesederhanaan.10
Khatami termasuk salah satu tokoh proganda, pada awal berdirinya Republik Islam Iran. Ia terlibat dalam berbagai aktifitas politik dan kampanye anti
9
Mohammad Khatami. Membangun Dialog Antar Peradaban, Mizan, 1998. h 5
10
29
Syah Pahlavi. Sebelum pecahnya revolusi 1979, Khatami dalam perjalanan karirnya pernah memimpin pusat Islam Hamburg di Jerman di mana ia juga menjadikannya sebagai tempat untuk menggalang dukungan terhadap imam Khomeini agar secepatnya mampu menjatuhkan Syah.
Khatami dalam kesehariannya, yang gemar main tenis dan dikenal sebagai pribadi yang jujur dan sederhana. Merupakan Presiden Iran ke-5 yang dilantik pada tanggal 5 Agustus 1997, sebelumnya ia menjabat sebagai mentri kebudayaan Iran tahun 1982 pada masa kabinet Mirhossein Mousavi. Akan tetapi kemudian dipecat oleh kelompok konservatif karena toleransinya yang dianggap kelewatan tinggi terhadap pluralisme sosial dan dinilai tidak mampu membendung arus pengaruh budaya barat. Akan tetapi Khatami pada masa pemerintahan Hashemi Rafsanjani ia dipilih kembali sebagai mentri budaya dan bimbingan Islam tahun 1989. Namun, ia mengundurkan diri dari jabatan Menteri kebudayaan pada tahun 1992, sebagai proses atas dicekalnya banyak buku-buku Iran dan dibatasinya kebebasan berbicara dan berpendapat.11
Selama menjabat Mentri Kebudayaan, Khatami memberi dorongan kepada produser dan sutradara Iran ikut serta dalam ferstival film internasional. Ia juga berusaha meringankan pengawasan atas buku-buku dan film, serta mengizinkan banyak koran dan majalah asing masuk dan dijual di Iran. Setelah mundur dari jabatan Menteri Kebudayaan, kiprah politik Khatami diteruskan dengan presiden Rafsanjani meminta ia menjabat sebagai penasehat kebudayaan dan kepala perpustakaan nasional.
11 Dikutip dari KOMPAS, Khatami dan Pesan Kemenengan Kegemilangan, 12-06-2001 h 12
C. Pemikiran Khatami
Mohammad Khatami muncul sebagai seseorang yang menyajikan pemikiran-pemikiran alternatif di lingkungan masyarakat Iran. Ide-ide yang Khatami sampaikan berbau modernitas misalnya demokrasi, dialog peradaban. Khatami merupakan sosok intelektual yang mengakar kuat dengan tradisi dan keilmuan Islam seperti Teologi, Fiqih dan Filsafat. Sehingga Khatami tampil dengan memadukan keilmuan Islam dengan keilmuan yang ia pelajari dari Barat. Pemikiran Khatami mulai tumbuh ketika ia melanjutkan pendidikannya di Isfahan dan Qum. Hal ini terbukti dengan aktivitas politik dan kampanye anti-Syah Pahlavi, dengan menyiapkan serta menyebarkan pernyataan politik khususnya yang di isukan oleh pendiri Republik Islam Iran, Imam Khomeini.12 Bukan itu saja, asal-usul gerakan reformasi sebagaimana yang bergulir semasa kepresidenan Mohammad Khatami (1997-2005), dapat ditemukan dalam perdebatan dan diskusi sengit yang muncul di universitas-universitas di Iran setelah berakhirnya perang Iran-Irak pada tahun 1988.13
Setelah kemenangan revolusi tahun 1979, Khatami ditunjuk sebagai Direktur Islamic Center di Hamburg (Jerman), menggantikan Ayatullah Behesti yang saat itu dipanggil pulang Imam Khomeini. Selama memimpin Islamic Center di Hamburg itu diduga Mohammad Khatami banyak berinteraksi dengan budaya Barat yang mempengaruhi cara berpikirnya. Hal ini sangat berbeda dari temen-teman seperjuangannya yang hanya mengasingkan diri ke kota Najef atau Karbala
12
Mohammad Khatami. Membangun Dialog Antar Peradaban, Mizan, 1998. h 6
13
31
di Irak. Atau mereka yang tetap bertahan di Iran pada era kekuasaan dinasti Reza Pahlepi. Mereka yang terakhir ini lebih radikal dan kurang akomodatif terhadap dunia luar. Dari kalangan mereka itulah, yang banyak terbagung dalam Kubu Konservatif, yang kini menjadi lawan politik Presiden Mohammad Khatami. Pemikiran Khatami, memiliki analisis yang tajam dan merupakan gagasan jauh ke depan, ide-ide inovatif berjalan dengan prinsip-prinsip dasar agama yang dianutnya. Ia berpendapat bahwa kemajuan politik bisa terlihat dengan adanya rakyat terlibat langsung dalam pembangunan, rakyat mengetahui dan mempertahankan apa yang menjadi hak-haknya sebagai individu dan warga negara Iran. Modernisasi politik yang Khatami kembangkan berbeda dengan presiden pra-revolusi, modernisasi yang di maksud ialah partisipasi rakyat dan tidak mengabaikan faktor agama dari kehidupan masyarakat Iran.
Akan tetapi, Moderisasi politik disini berusaha membangun sistim politik yang dapat menumbuhkan demokrasi, keterbukaan, kemandirian dan kesiapan menghadapi tantangan kemajuan zaman. Karena ciri utama dari modernisasi politik ialah terletak pada rasionalisasi, dinamisasi dan sosialisasi politik dengan tetap berpegang pada identitas bangsa.14
Khatami diakui sebagai seorang pemimpin yang sangat menjujung tinggi kebebasan dan partisipasi media dalam pengembangan civil society masyarakatnya. Selain itu, ia juga membuka ruang ekspresi bagi perempuan dalam domain publik Iran. Bahkan dalam pidato pelantikannya sebagai Presiden Iran, di hadapan 270 anggota parlemen dan sejumlah diplomat asing, Mohammad
14
John L Esposito and John O, Voll,. Demokrasi Di Negara-negara Muslim; Problem dan Prospek. Bandung, mizan 1999. h 70-75
Khatami menegaskan niatnya untuk memberikan kelonggaran, toleransi, kebebasan dan hak berbicara.15 Menurut Khatami itu semua, bertujuan demi terciptanya kondisi hidup masyarakat lebih kondusif bagi setiap upaya keras memerangi kemiskinan dan ketidakadilan sosial.
Dari sini jelas bahwa Khatami mengajarkan kebebasan dengan menawarkan demokrasi sebagai suatu sistem politik modern yang mengedepankan kedaulatan rakyat. Ia tetap berpegang teguh terhadap tradisi keagamaannya. Makanya, ia tidak melakukan upaya menjauhkan masyarakat dari akar agama mereka. Yang diingkinkan Mohammad Khatami justru berbagai langkah modernisasi politiknya agar memperkuat nasional identitas Iran.
Sedangkan dalam masalah hubungan Negara Iran dengan dunia internasional, Khatami menilai ada kegagalan dalam pemerintah sebelumnya. Ia berpendapat bahwa, perlu adanya aturan dialog sebagai berikut,16
1. Dalam dialog harus mengetahui identitas dan diri anda sendiri. 2. Langkah yang kedua ialah mengenali peradaban yang menjadi mitra
dialog anda.
Sebelum terpilih menjadi presiden, selama masa kampanye Khatami mengangkat isu-isu “kontroversial”. Di antaranya, penegakan HAM, hak-hak wanita, pluralisme budaya, toleransi, dan demokratisasi. Semua ini belum pernah dibicarakan secara terbuka oleh presiden dan calon presiden sebelumnya. Khatami juga menjanjikan akan menjalankan politik détente (peredaan ketegangan) dengan
15
Dikutip dari KOMPAS, Khatami Jamin Kebebasan Bicara . Selasa, 05-08-1997. h 1
16
33
seluruh negara di dunia yang bersedia menghormati Iran.17
17
34
A. Iran pada masa Khatami
Pemilihan presiden Iran tahun 1997, menurut penilaian yang berkembang merupakan titik balik sejarah negara revolusi Iran tahun 1979. Banyak pihak tidak menduga sama sekali, bahwa pemilu tersebut menampilkan Mohammad Khatami tokoh reformis dan mantan mentri kebudayaan sebagai pemenang pemilu presiden atas saingan terkuatnya yang merupakan kandidat dari kubu konservatif, yaitu Ali Akbar Nateq Nouri.1
Hasil pemilu 23 mei 1997, Khatami mendapatkan suara 69, 7 persen (20. 078. 178) dari 29.767.000 suara yang diperebutkan. Sedangkan Nateq-Nouri hanya memperoleh 29,7 persen (7. 242. 859). Kendati pada awalnya tidak diunggulkan Khatami, namun pada akhirnya ia berhasil memenangkan pemilu tersebut. Ada beberapa faktor dibalik kemengan Khatami.2 diantaranya:
1. “Angin” perubahan yang bertiup ke mana-mana, ternyata sampai ke Iran. Artinya bangsa Iran sebagaimana bangsa lain mendambakan adanya suatu perubahan. Tentu kearah perubahan sosial-politik yang lebih demokratis dan terbuka. Sebagaimana tema-tema kampanye Khatami.
2. Pemilu 1997, merupakan pemilu pertama yang diikuti oleh para pemilih pemula dari generasi pascarevolusi 1979. Dengan kata lain, inilah pemillu pertama di Iran yang melibatkan generasi muda yang tidak merasakan “romantisme” gemuruh revolusi 1979.
3. Faktor ekonomi. Khatami dalam tema kampanyenya berjanji untuk
1
Dikutip dari KOMPAS. Mohammad Khatami, Kemenangan Reformator Iran. Jumat , 22-08-1997. h 24
2
35
mempertahankan kebijakan “ekonomi subsidi” ternyata disukai kalangan bawah, yang merasa khawatir dengan ide-ide liberalisasi dan reformasi ekonomi yang disajikan kubu Nateq-Nouri.
4. Faktor “keturunan”, faktor ini memang seringkali luput dari pengamatan media maupun pengamat Barat. Di Iran, kaum mullah yang menggunakan surban hitam dipercayai sebagai keturunan Nabi Muhammad, oleh sebab itu ia menyandang gelar “sayyid’ sebagai mana Mohammad Khatami. Kemenangan Khatami mengandung arti bahwa mayoritas rakyat Iran saat itu sepenuhnya mendukung langkah-langkah reformasi di bidang politik, namun menolak liberalisasi ekonomi yang dirintis oleh Rafsanjani. Sedangkan menurut majalah The Economist, terpilihnya Khatami, tokoh intelektual progresif sekaligus politikus moderat menjadi presiden Iran itu menandai awal babak baru dalam sejarah politik iran, era keterbukaan, toleransi dan semangat progresif. Konsep dialog peradaban yang Khatami tawarkan, tergambar dalam pidato sambutan pelantikannya menjadi presiden, tangggal 3 Agustus 1997. Khatami akan membuka kontak-kontak baru dengan Negara-negara Barat, termasuk AS, Khatami ingin membawa Iran lebih aktif dalam percaturan politik global dan peran dalam upaya perdamaian, masyarakat Barat pun menyambut dengan hangat. Bahkan kantor berita Iran IRNA menulis, Paus Yohanes Paulus 11 juga menaruh harapan besar kepada Khatami.3
Pada awal era revolusi, Republik Islam Iran mengalami kesulitan berkomunikasi dengan masyarakat internasional, apalagi pemimpin revolusi Ayatollah Khomeini saat itu mengumandangakan slogan “tidak Barat, tidak
Timur” yang dimaksud anti-Amerika Serikat dan Uni Soviet kala itu.4 Namun setelah dua dekade revolusi Iran, pemimpin Iran dan dunia mulai tampak upaya rekonsiliasi yang dimulai sejak masa Presiden Hashemi Rafsanjani. Proses rekonsiliasi itu diharapkan semakin cepat pada era Presiden Mohammad Khatami. Banyak negara Barat saat ini ingin menjalin hubungan dengan pemerintah Khatami sebagai upaya mereka mendukung kubu reformis melawan kubu konservatif di Iran sekarang.
Usaha kubu reformis untuk melakukan sistem multi partai, liberalisasi ekonomi, sosial dan budaya menemukan momentum persamaan dengan kepentingan negara-negara Barat.5 Akan tetapi misi reformasi pemerintahan presiden Khatami bukan tanpa resiko. Republik Islam Iran di bawah kepemimpinan Khatami bisa jadi akan kehilangan simpati dari organisasi-organisasi keagamaan penganut paham neo-fundamentalisme yang sangat anti Barat. Namun Khatami mempunyai rasa optimis, bisa saja muncul organisasi keagamaan atau negara Islam di Timur Tengah, yang mengadopsi konsep Khatami. Jika konsep Khatami kelak mampu melampaui batas negara Iran, maka akan terjadi suatu peningkatan peran regional Negara Iran seperti yang diidamkan pemimpin revolusi Ayatollah Khomeini, namun dengan wajah Iran yang berbeda sama sekali.
Terpilihnya Khatami, ternyata menuai reaksi dunia. Para pemimpin Teluk Arab, yang sebelumnya mamandang penuh kecurigaan kepada Iran, ternyata mengirim ucapan selamat kepada Khatami. Kantor-kantor berita tersebut
4 Dikutip dari KOMPAS, Simpati Mengalir Ke Iran. minggu, 07-03-1999. h 3 5Ibid. h3
37
mengungkapkan, para pemimpin Arab Saudi, Kuwait, Uni Emirat Arab, Qatar dan Oman berpendapat, kemenangan Khatami merupakan kekalahan politik terbesar (kelompok konservatif) sejak Revolusi 1979.6 Raja Fahd dari Arab Saudi juga memberikan selamatnya mengucapkan, “rakyat telah memberikan kepercayaan kepada anda, semoga anda sukses dalam melayani rakyat dan negara”. Negara Irak yang pernah berperang dengan Iran (1980-1988) menyatakan, kemenangan Khatami merupakan “ kemunduran besar” kalangan religius syiah yang mempertahankan kemapanan.
Harian resmi Irak, Al-Jumjuriya menyatakan, hasil pemilu itu merupakan “pukulan berat” bagi kelompok konservatif berkuasa yang mendukung Ali Akbar Nateq-Nouri. Sedangkan dari Washington hanya memilih mengambil sikap hati-hati menanggapi kemenangan tokoh moderat itu, “kami masih mengamati perkembangannya dengan penuh kehati-hatian,” tutur seorang pejabat Gedung Putih seperti dikutip harian New York Times.7 Iran memang sedang menapak sebuah era perubahan dan keterbukaan. Kekalahan kandidat konservatif, Ali Akbar Nateq-Nouri, yang kini menjadi ketua parlemaen, dalam pemilihan presiden yang sudah melewati tiga bulan membuktikan semakin kukuhnya pengaruh angin perubahan.
Terpilihnya Khatami sebagai presiden memperlihatkan sebuah dialetika perkembangan dalam sejarah revolusi Iran, kini Iran memasuki jalur perubahan dan pembaharuan. Keinginan akan perubahan tampaknya dari kaum muda dan golongan perempuan, yang dinilai sebagai faktor penentu kemengan mencolok
6 Dikutip dari KOMPAS. Angin Perubahan Berembus Di Iran. Senin, 26-05-1997. h 1 7Ibid, h 1
bagi Khatami.8 Sedangkan aliran politik yang mendukung Khatami adalah Tiyar Kawadir Al Bina (Aliran Kader-Kader Pembangunan) yang terdiri para birokrat dan teknokrat yang selama ini merupakan basis pendukung Presiden Ali Akbar Hashemi Rafsanjani. Khatami juga didukung Tiyar Al Yasari (aliran kiri), Rabitha ulama Ad Din Al Munadlilin (Ikatan Ulama Agama Pejuang), organisasi propesi dan mahasiswa.
Khatami mulai menjalankan program-programnya yang ia sampaikan pada waktu kampanye, hal yang menarik bahwa ia mencoba menyampaikan gagasan reformasinya. Pada kesempatan berpidato untuk rakyat AS pada 7 Januari 1998 yang disiarkan langsung oleh jaringan kabel (CNN), Khatami menyesalkan insiden penyanderaan diplomat AS.9 Peristiwa itu dilakukan mahasiswa militan dukungan Khomeini, yang masih dihormati rakyat Iran. Tujuan Khatami meruntuhkan tembok kecurigaan AS guna memuluskan jalan bagi kemungkinan dialog menuju normalisasi hubungan kedua negara.
Ide dialog peradaban dan kebijakan menghilangkan hubungan tegang ternyata mendapat sambutan sangat positif dari negara-negara barat dan Arab. Selanjutnya Khatami meningkatkan hubungan dengan banyak negara di Timur Tengah, Eropa dan lembaga internasional seperti UNESCO. Akan tetapi Iran era Khatami belum bisa sepenuhnya memulihkan hubungan dengan AS.
Hal ini pernah disinggung oleh Khatami sendiri bahwa hubungan dengan AS tergantug pada sejauh mana niat baik dari negara adi kuasa itu, mengingat beberapa keijakan AS membuat risih para politisi di Iran diantaranya kebijakan
8 Dikutip dari KOMPAS, Pelantikan Khatami Jadi Presiden Iran Timbulkan Harapan Perubahan., selasa 05-08-1997. h 4
39
AS yang belum menanggalkan hegemoninya di Timur Tengah serta dukungan membabi buta terhadap Israel. Sedangkan Iran tetap mendukung hak-hak rakyat Palestina, komitmen ini bahkan dituangkan dalam salah satu fokus kebijakan politik luar negri ditingkat regional.
Pada kenyataanya bahwa sologan demokrasi sudah ada pada masa Dr.Mohammad Mosaddeq,10 dan Khatami mencoba menghadirkan kembali. Akan tetapi kaum konservatif bertanya apa mencari bantuan demokrasi dari negara (AS) yang telah melemahkan perkembangan.11 Khatami melihat ini sebuah poin penting lebih baik ditangani dengan menempatkan pada suatu bingkai rekonsiliasi. Dia mencap bingkai ini sebagai “Dialog Peradaban”, sebuah tanggapan langsung ia jawab. Meskipun dicerca oleh politikus di dalam dan luar negri, Khatami tetap serius dan bersungguh-sungguh dalam upaya ini.
Hal ini ia buktikan dengan lawatan Khatami ke Barat, meskipun mendapat sorotan sangat luas karena dinilai sebagai terobosan penting dalam bidang diplomasi dan dialoq peradaban.12 Sejak revolusi Islam pimpinanan Ayatullah Khomeini, hubungan Iran dengan Barat penuh dengan prasangka politik dan ideologi. Rombongan Khatami sampai di Roma untuk kunjungan di Itali dan Vatikan, agendanya berupa pertemuan antara Presiden Mohammad Khatami dengan Paus Yohannes Paulus II di Vatikan. Pertemuan ini sangat penting dilihat dari upaya memperkuat dasar bagi kerja sama peradaban dan persahabatan umat manusia.
10
Perdana Mentri nasionalis yang memimpin nasionalis Anglo-Iranian Oil Company. Dia digulingkan dalam sebuah kudeta yang didalangi CIA dan MI6 pada 1953. Dia menjadi tonggak dalam sejarah politik modern Iran.
11Ali M. Ansari, Supermasi Iran. Jakarta: Zahra, 2008. h 189-190
12 Dikutip dari KOMPAS, Iran Membuka Isolasi, Presiden Khatami Berkunjung Ke Barat. kamis, 11-03-1999 . h 4
Keputusan Khatami berkunjung ke Barat memperlihatkan keinginnnya untuk melepaskan negaranya dari isolasi, terutama yang di lakukan Barat selama ini.13 perjalanan Khatami ke Barat tampaknya sebagai realitas atas janji yang dileluarkan tidak lama setelah terpilih sebagai presiden, Khatami memang berjani menjalin hubungan kerja sama dan persahabatan dengan semua Negara dan bangsa di seluruh dunia. Ia juga berjani mengupayakan perdamaian dan keamaan dunia. Pernyataan Khatami mendapat tanggapan serius, karena hubungan Iran dengan Barat, AS, bahkan dengan negara-negara tetangganya di teluk Persia tidak harmonis, merasa tertekan oleh ancaman Iran untuk mengekspor revolusi Iran. Sesunguhnya secara psikologis tidaklah gampang mengubah hubungan konfrontatif yang sudah begitu lama menjadi sebuah hubungan kooperatif. Disisi lain PBB cukup terpukau oleh upaya Presiden Khatami menjembatani jurang perbedaan budaya yang semakin melebar ini. Bagi banyak rakyat Iran, negara mereka kelihatannya mulai keluar dari isolasi dan mereka terutama bangga terhadap kegigihan presiden mereka dalam hal pencapaian keberhasilan ini. Kemenangan kaum reformis dalam pemilu diperkirakan akan semakin melapangkan jalan bagi pemerintahan Khatami melakukan pembaharuan, bahkan ia terus berusaha mengeluarkan Iran dari isolasi internasional, mengisyaratkan normalisasi hubungan dengan Barat termasuk dengan Amerika Serikat yang dianggap sebagai musuh bebuyutan.14 Akan tetapi di dalam negeri, langkah terobosan Khatami sering menimbulkan kontroversi. Karena setiap prakarsa pembaharuan pemerintah tidak berjalan leluasa akibat parlemen masih didominasi kaum konservatif.
13Ibid, h 4
14 Dikutip dari KOMPAS, Hasil Pemilu Membawa Iran Ke Arah Koridor Perubahan Lebih Besar. senin, 21-02-2000. h 4
41
B. Perkembangan ekonomi dan politik
Peluang Presiden Mohammad Khatami menjalankan program reformasi sosial-ekonomi di Iran semakin terbuka lebar, menyusul keputusan parlemen (majlis) yang menyetujui usulan daftar 22 nama kandidat anggota kabinet yang disebut-sebut sebagai tokoh-tokoh progresif.15 Bahkan ketua parlemen, Ali Akbar Nateq-Nouri dari kubu konservatif memberikan ucapan selamat.” Kita akan segera mewujudkan program reformasi itu tahap demi tahap,” hal ini dikatakan dalam sebuah wawancara langsung dengan televisi pemerintah. Kemenengan Khatami bahwa rakyat Iran sangat percaya pada kepribadian dan program-program yang siap menghadapi bergabai tantangan lokal maupun global.16
Dibidang ekonomi, Khatami menganut teori ekonomi terarah terbatas dan menolak teori ekonomi pasar secara mutlak. Dengan kata lain, Khatami dan kelompok kiri mendukung teori ekonomi pasar yang kini diterapkan presiden Rafsanjani namun dengan batas-batas tertentu. Menurut Khatami pada saat tertentu pemerintah harus turut campur tangan guna mencegah ambruknya ekonomi negara. Hal ini perhah dilakukan presiden Rafsanjani, ketika ia terpaksa member batasan tertentu kegiatan ekspor-impor serta menentukan harga nilai penukaran mata uang Iran ke dollar AS.17
Keberhasilan diplomasi internasional dan regional Pemerintahan Khatami tentu akan banyak dipengaruhi oleh kemampuan mengelola berbagai persoalan dalam negri. Tantangan bagi Khatami bukan hanya bagaimana memacu
15 Dikutip dari KOMPAS, Program Reformasi Iran Terbuka Lebar. jumat, 22-08-1997. h 1
16
Musthafa Abd Rahman, Iran Pasca Revolusi, Fenomena Pertarungan Kubu Reformasi dan Konservatif. Jakarta: buku Kompas 2000. h 10-11
pembangunan dan menjamin pemerataan ekonomi, tetapi bagaimana menjalin kerja sama yang baik dengan kaum konservatif.
Menurut Hashemi Rafsanjani, bahwa naiknya Khatami memberikan peluang ekonomi terbuka luas untuk rakyat Iran, sebagaiman ia ungkapkan diantaranya sektor pertanian 100 % masih di dominasi oleh rakyat, Demikian sebagian sektor industry dari 220 sektor industri hanya satu yang dimiliki oleh negara. Selebihnya di kelola oleh swasta sementara sektor perdagangan 100% dikuasai oleh rakyat.18
Upaya Khatami untuk memajukan negara Iran terus dilakukan, pada era Khatami madzhab Shiah yang menjadi dasar filosofi negara Iran boleh jadi tidak lagi merupakan hambatan bagi merambahnya pengaruh Iran ke negara-negara muslim Sunni. Sebab, pemikiran modernis Khatami bisa lebih menonjol daripada bayangan madzhab Shiah, untuk memperoleh simpati di dunia muslim Sunni.19 Kepemimpinan Iran dalam Organisasi Konferensi Islam (OKI) kini membawahi