BAB III KOMPONEN PENDUDUK
D. Pendidikan
Bagian ini menggambarkan jumlah dan proporsi penduduk berdasarkan jenjang pendidikan terakhir yang ditamatkan di suatu provinsi pada waktu tertentu yang disajikan berdasarkan jenis kelamin dalam bentuk tabel.
Informasi tentang jumlah penduduk menurut pendidikan ini menunjukkan karakteristik penduduk berdasarkan jenjang pendidikan dan gambaran pencapaian pembangunan pendidikan di suatu Kabupaten/Kota.
Tingkat pendidikan merupakan salah satu ukuran untuk kualitas penduduk. Semakin tinggi tingkat pendidikan yang ditamatkan semakin baik kualitas SDM di wilayah tersebut. Namun ukuran ini masih harus ditambah dengan etos kerja dan keterampilan baik hard skill maupun soft skill. Beberapa pelaku usaha menyatakan bahwa yang dibutuhkan tidak saja keterampilan tetapi juga kepribadian, karena keterampilan bisa ditingkatkan melalui pelatihan-pelatihan.
Tamat sekolah didefinisikan sebagai jenjang pendidikan yang telah berhasil diselesaikan oleh seseorang dengan dibuktikan adanya ijazah atau surat tanda tamat belajar. Tetapi jika menggunakan ukuran menurut jenjang tertinggi merupakan jenjang atau kelas tertinggi yang pernah ditempuh oleh seseorang maka tentunya hasilnya akan berbeda dengan definisi di atas. Namun demikian, dalam struktur database, ketepatan pelaporan atau kejujuran masyarakat juga sangat menentukan dalam pengklasifikasian distribusi penduduk menurut tingkat pendidikan ini.
74 Buku
Profil Perkembangan Kependudukan Kota Payakumbuh, 2019
Oleh sebab itu peran masyarakat dalam melaporkan data-data yang sesuai dengan kondisi yang sebenarnya sangat diperlukan sehingga database yang terbentuk menjadi akurat dan berkualitas serta dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Tabel berikut ini menyajikan jumlah penduduk berdasarkan usia sekolah di masing-masing tingkatan pendidikan dasar, menengah dan pendidikan tinggi.
Tabel 39.
Jumlah Penduduk Berdasarkan Kelompok Umur (Usia Sekolah)
Kelompok Umur Laki-laki Perempuan Jumlah
04 - 05 Tahun 2.630 2.364 4.994 06 Tahun 1.345 1.266 2.611 07 - 12 Tahun 8.212 7.550 15.762 13 - 15 Tahun 4.030 3.782 7.812 16 - 18 Tahun 3.834 3.698 7.532 19 - 22 Tahun 4.809 4.618 9.427 Jumlah 24.860 23.278 48.138
Sumber : Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Payakumbuh-DKB Semester II Tahun 2019. Diolah
Dari Tabel diatas dapat dilihat komposisi penduduk menurut usia sekolah per tingkatan pendidikan, dimulai umur 04-05 tahun untuk tingkatan Pendidikan Usia Dini (PAUD) /sejenis, umur 06 tahun untuk tingkatan pendidikan Taman Kanan-Kanak (TK)/sejenis, umur 07-12 tahun untuk tingkatan pendidikan Sekolah Dasar (SD), umur 13-15 tahun untuk tingkatan pendidikan Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan umur 16-18 tahun untuk tingkatan pendidikan Sekolah Menengah Atas (SMA) dan umur 19-22 tahun untuk tingkatan pendidikan Perguruan Tinggi.
Diharapkan kedepannya angka ini menjadi dasar penghitungan Angka Partisipasi Kasar (APK) dan dan Angka Pasrtisipasi Murni (APM) di masing-masing Kabupaten/Kota untuk tiap tingkatan pendidikan.
75 Buku
Profil Perkembangan Kependudukan Kota Payakumbuh, 2019
1. Angka Partisipasi Kasar (APK)
Partisipasi sekolah merupakan salah satu ukuran yang digunakan dalam menilai keberhasilan program wajib belajar. Angka partisipasi sekolah mengukur daya serap sektor pendidikan terhadap penduduk usia sekolah, dimana angka ini memperhitungkan adanya perubahan umur penduduk terutama penduduk umur muda.
Angka Partisipasi Kasar (APK) adalah rasio jumlah murid, berapapun usianya, yang sedang sekolah di tingkat pendidikan tertentu terhadap jumlah penduduk pada kelompok usia yang berkaitan dengan jenjang pendidikan tertentu. APK menunjukan tingkat partisipasi penduduk secara umum dimasing-masing tingkat atau jenjang pendidikan.
Tabel 40
Angka Partisipasi Kasar (APK)/Gross Enrollment Ratio Jenjang Pendidikan
(Level of Education) Siswa/Mahasiswa (Pupils/Student) (Population) Penduduk (GER) APK
SD/Primary School 17.864 14.246 125,40 a. SD 16.971 b. SLB 363 c. MI 484 d. Paket A 46 e. ULA 0 SLTP/Junior SS 11.724 6.972 168,16 a. SMP 8.996 b. SLB 98 c. MTs 2.404 d. Paket B 226 e. Wustha 0 SLTA/Senior SS 13.942 7.042 197,98 a. SMA 5.668 b. SLB 61 c. MA 1.873 d. SMK 6.182 e. Paket C 158 f. Ulya
76 Buku
Profil Perkembangan Kependudukan Kota Payakumbuh, 2019
Dari tabel tersebut dapat diketahui bahwa APK Kota Payakumbuh tahun 2018 untuk jenjang pendidikan SD adalah sebesar 125 persen. Ini menunjukkan bahwa pada jenjang pendidikan SD banyak anak-anak usia diatas 12 tahun tetapi masih sekolah di tingkat SD/sederajat atau sebaliknya adanya siswa yang lebih muda dari usia standar (7-12 tahun) yang masuk jenjang pendidikan SD. Hal yang sama juga terjadi untuk jenjang Pendidikan tingkat SLTP.
2. Angka Partisipasi Murni (APM)
Angka Partisipasi Murni adalah persentase siswa dengan umur yang berkaitan dengan jenjang pendidikannya dari jumlah penduduk di usia yang sama. Angka Partisipasi Murni ini dapat menunjukan partisipasi sekolah penduduk usia sekolah pada tingkat pendidikan tertentu.
Tabel 41
Angka Partisipasi Murni (APM)/Net Enrollment Ratio Jenjang Pendidikan
(Level of Education) Siswa/Mahasiswa (Pupils/Student) (Population) Penduduk (NER) APM
SD/Primary School 15.977 14.246 112,15 a. SD 15.259 b. SLB 270 c. MI 434 d. Paket A 14 e. ULA 0 SLTP/Junior SS 8.882 6.972 127,40 a. SMP 6.855 b. SLB 120 c. MTs 1.883 d. Paket B 24 e. Wustha 0 SLTA/Senior SS 11.316 7.042 160,69 a. SMA 4.386 b. SLB 120 c. MA 1.519 d. SMK 5.257 e. Paket C 34 f. Ulya 0
77 Buku
Profil Perkembangan Kependudukan Kota Payakumbuh, 2019
Seperti halnya APK, APM juga merupakan indikator daya serap penduduk usia sekolah di setiap jenjang pendidikan. Namun APM merupakan merupakan indikator daya serap yang lebih baik dibandingkan APK, karena melihat atau menunjukan partisipasi penduduk pada kelompok usia standar pada jenjang pendidikan yang sesuai dengan standar kelompok umurnya.
3. Angka Putus Sekolah
Angka Putus Sekolah murid menyajikan presentase murid yang putus sekolah menurut jenjang Pendidikan.
Tabel 42
Angka Putus Sekolah
Jenjang
Pendidikan Jumlah Murid
Jumlah Murid Putus Sekolah
Angka Putus Sekolah (APS)
SD 16.971 3 0,02
SLTP 468 1 0,21
SLTA 484 0 0,00
Sumber: Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh, diolah
III. MOBILITAS PENDUDUK
Mobilitas penduduk merupakan gejala dan fenomena sosial yang sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari, yaitu gerak perpindahan penduduk dari satu wilayah administrative ke dalam wilayah administratif lainnya. Sedangkan individu yang melakukan mobilitas disebut migran.
Migrasi penduduk dapat merefleksikan perbedaan pertumbuhan ekonomi dan ketidakmerataan fasilitas pembangunan antara satu daerah dengan daerah lainnya. Daya dorong yang menyebabkan orang bermigran misalnya tidak tersedianya sumber daya yang memadai untuk memberikan jaminan kehidupan.
78 Buku
Profil Perkembangan Kependudukan Kota Payakumbuh, 2019
Sedangkan daya tarik wilayah adalah jika suatu wilayah mampu atau dianggap mampu menyediakan fasilitas dan sumber penghidupan penduduk bagi penduduk wilayah itu sendiri maupun penduduk disekitarnya dan daerah-daerah lain, sehingga daya tarik inilah yang menyebabkan penduduk bermigran untuk meningkatkan taraf hidup.
A. MIGRASI MASUK
Angka Migrasi Masuk adalah angka yang menunjukkan banyaknya migran yang masuk per 1.000 penduduk dari suatu kabupaten / kota tujuan dalam waktu satu tahun.
Tabel 43
Migrasi Masuk ke Kota Payakumbuh Kecamatan
PendudukPertengahan Tahun (Des 2019 + Des
2018/2) Migrasi Masuk Angka Migrasi Masuk Payakumbuh Barat 54.026 1060 19,62 Payakumbuh Utara 32.690 588 17,99 Payakumbuh Timur 29.123 676 23,21
Lamposi Tigo Nagori 11.344 181 15,96
Payakumbuh Selatan 11.737 188 16,02
Jumlah 138.919 2.693 19,39
79 Buku
Profil Perkembangan Kependudukan Kota Payakumbuh, 2019
Angka Migrasi Masuk dapat dihitung menggunakan rumus berikut ini:
Mi : Angka Migrasi Risen Masuk/Penduduk yang pernah tinggal di daerah
lain
Migmasuk : Jumlah Penduduk yang pernah masuk ke daerah tujuan selama satu tahun/periode
P : Jumlah Penduduk Pertengahan Tahun Tahun yang sama/periode (penduduk daerah tujuan)
K : Konstanta = 100
Table 43 diatas menunjukkan Angka Migrasi Masuk Kota Payakumbuh tahun 2019 adalah 19,39. Artinya bahwa di Kota Payakumbuh pada tahun 2019 tiap-tiap 1.000 penduduk terdapat 19 s.d 20 orang penduduk yang masuk dari daerah lain. Apabila dilihat per kecamatan, Kecamatan Payakumbuh Timur merupakan kecamatan dengan angka migrasi terbesar yaitu 676 orang (23,21) dan angka migrasi yang terkecil adalah Kecamatan Lamposi Tigo nagori sebanyak 181 orang (15,96).