BAB II TINJAUAN TEORI
B. Definisi Konsep
1. Pendidikan Sebagai Barang Publik
Menurut Todaro (1993:120) menyebutkan “sumber daya manusia dari suatu bangsa akan menentukan kecepatan dari pembangunan sosial ekonomi”. Mekanisme kelembagaan yang pokok dalam mengembangkan keahlian dan pengetahuan manusia adalah sistem pendidikan formal. Banyak negara-negara Dunia Ketiga telah digiring dan mempercayai bahwa perluasan kesempatan memperoleh pendidikan yang cepat secara kuantitatif merupakan kunci utama menuju pembangunan nasional, semakin bertambah pendidikan, semakin cepat pembangunan.
Menurut Todaro (1993:122) “Pendidikan formal adalah industri dan konsumen terbesar dalam menggunakan anggaran pemerintah”. Bangsa-bangsa yang miskin telah menginvestasikan sejumlah uang yang sangat besar dalam bidang pendidikan, alasannya bermacam-macam. Petani yang melek huruf yang sekurang-kurangnya mengenyam pendidikan dasar dianggap akan lebih produktif dan lebih tanggap dalam menerima teknologi pertanian baru dibandingkan dengan petani-petani yang buta huruf. Tenaga-tenaga ahli dan mekanik yang dilatih secara khusus dan
31
dapat membaca dan menulis dianggap lebih mudah menyesuaikan diri dengan produk-produk dan material-material baru yang terus berubah.
Tamatan sekolah menengah pertama dengan sedikit pengetahuan di bidang hitung-menghitung dan keahlian administrasi dan teknis dari organisasi-organisasi swasta dan pemerintah dan juga diperlukan untuk menggantikan orang-orang asing. Tamatan universitas dengan latihan yang lebih maju diperlukan untuk mengisi kebutuhan terhadap keahlian managerial yang profesional dalam organisasi-organisasi modern milik swasta dan pemerintah. Selain kebutuhan terhadap perencanaan tenaga kerja tersebut, masyarakat sendiri baik kaya maupun miskin, telah melakukan tekanan-tekanan politis yang sangat hebat bagi penyediaan dan perluasan sekolah di negara-negara berkembang. Para orang tua semakin menyadari bahwa dalam zaman dimana tenaga kerja ahli sangat langka, semakin tinggi pendidikan dan semakin banyak sertifikat yang dimiliki anak-anak mereka, semakin baik pula kesempatan mereka untuk mendapatkan pekerjaan yang berpendapatan tinggi dan hidup yang terjamin. Bagi golongan miskin, pendidikan dianggap sebagai jalan satu-satunya untuk mengangkat anak-anak mereka dari kemiskinan.
Hyman (2005:150) “Pendidikan memiliki karakteristik dari barang publik, tetapi di waktu yang sama juga memiliki karakteristik dari barang swasta”. Pendidikan dipercaya dapat menyebabkan dampak keuntungan eksternal yang luas apabila diberikan pada sekelompok anak-anak dalam masyarakat. Pendidikan tidak selalu menjadi barang publik, pendidikan dapat disediakan melalui pasar seperti barang swasta lainnya. Pendidikan juga dapat disediakan oleh pemerintah secara
gratis. Karena itu, pemerintah harus dapat memutuskan dengan tepat mengenai bagaimana menyediakan pendidikan tersebut.
Kebanyakan negara di dunia, pendidikan dasar dan pendidikan menengah sebagian besar disediakan oleh negara. Sebagai contohnya di Amerika Serikat dan di berbagai negara lainnya diperkirakan 90 persen dari anak-anak mengikuti sekolah dasar dan sekolah menengah dimana seluruh biayanya ditanggung oleh pemerintah. Sedangkan untuk pendidikan yang lebih tinggi, mahasiswa tetap membayar sejumlah uang kuliah sebagai biaya dari pendidikan mereka dan penyediaan alat-alat penunjang pendidikan yang terus meningkat sampai saat ini. Hal ini dikarenakan perguruan tinggi publik harus mengelola sendiri keuangan mereka. Oleh karena itu, sekitar 40 persen dari mahasiswa perguruan tinggi memasuki perguruan tinggi swasta. Sangat dimungkinkan untuk memberikan harga pada pendidikan dan karena biaya margin dari pendidikan tidaklah nol, maka memberikan pendidikan secara gratis tidaklah pilihan yang efisien. Walaupun begitu, telah disepakati bahwa pendidikan sangat penting karena dapat menyebabkan eksternalitas positif dan harus disubsidi oleh pemerintah yang dialokasikan dari pajak. Pada pendidikan dasar dan pendidikan menengah, subsidi pemerintah diberikan secara penuh dan biaya orang tua murid yang menyekolahkan anaknya pada sekolah publik adalah nol.
Hyman (2005:152) “percaya adanya dampak eksternalitas yang luas apabila kita hidup di dalam masyarakat yang seluruhnya memiliki pendidikan dasar”, maka hal ini disebabkan karena masyarakat yang telah mengenyam pendidikan dasar akan menjadi masyarakat yang produktif. Mereka dapat membaca dan menulis, mereka
33
juga memiliki kemampuan berhitung sehingga mereka dapat mengelola keuangan mereka sendiri, dan mereka juga dipandang lebih baik dalam pekerjaan maupun dalam lingkungan sehari-hari oleh orang lain. Pendidikan memiliki fungsi sosial, pendidikan memberikan para murid kemampuan untuk dapat berfungsi dengan baik dalam masyarakat dengan mentaati peraturan, mematuhi perintah, dan bekerja sama dengan rekan kerja.
Pendidikan juga memberikan kemampuan untuk dapat tepat waktu, kemampuan untuk mengikuti arah, dan kemampuan lainnya yang menyebabkan mereka dapat lebih produktif dalam pekerjaanya. Selain itu, mereka juga diberikan gambaran untuk dapat mengidentifikasi kemampuan mereka sendiri sehingga dapat menentukan pekerjaan apa yang cocok untuk mereka dimasa yang akan datang. Dalam hal ini, pendidikan sebagai barang publik memberikan manfaat pada masyarakat untuk mendapatkan pekerjaan yang lebih baik dan juga meningkatkan produktivitas pada level nasional.
Banyak orang percaya apabila pendidikan masuk ke dalam pasar yang bersaing maka banyak pemikiran-pemikiran yang brilian akan kekurangan kesempatan untuk dapat mengenyam pendidikan sehingga akan terbuang percuma tanpa dapat dikembangkan dan kehilangan kontribusi mereka di masa yang akan datang. Tidak ada pemerintahan yang dapat menjamin seluruh anak di negaranya mendapatkan pendidikan yang setara. Banyak perbedaan terjadi baik jumlah maupun kualitas dari pendidikan yang disediakan. Hasil yang didapat oleh para murid tergantung dari sistem pengajaran yang diberikan oleh tiap-tiap sekolah. Maka dari
itu, pendidikan yang dapat diperoleh oleh seorang murid tergantung dari status sosial dari keluarganya, karena bagaimanapun juga orang tua murid yang lebih mampu dari segi finansial akan memberikan pendidikan yang lebih tinggi kepada anak mereka.