• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II KAJIAN PUSTAKA

C. Media Video

1. Pengertian Media Video

Menurut Fadlillah (2012: 207) media merupakan suatu alat yang dijadikan sebagai sarana perantara untuk menyampaikan sebuah pesan, supaya pesan yang diinginkan dapat tersampaikan dengan tepat, mudah, dan diterima serta dipahami sebagaimana mestinya. Dalam lingkungan pendidikan, yang menjadi penerima pesannya ialah peserta didik yang melakukan interaksi pembelajaran.

“Media pembelajaran merupakan bagian jenis komponen dalam lingkungan peserta didik yang dapat memotivasi peserta didik untuk belajar. Media pembelajaran dapat dipahami juga sebagai segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari guru ke peserta didik (ataupun sebaliknya) sehingga dapat merangsang pikiran, perasaan, minat, dan perhatian peserta didik agar proses pembelajaran dapat berlangsung secara efektif. Media pembelajaran juga dipahami sebagai alat, metode, dan teknik yang digunakan dalam rangka lebih mngefektifkan komunikasi dalam proses pembelajaran”. Gagne (dalam Karwati dan Juni, 2014: 224).

Beberapa definisi yang dikemukakan di atas dapat peneliti simpulkan bahwa media merupakan suatu alat atau perantara untuk menyampaikan informasi atau materi pembelajaran kepada peserta didik. Dengan adanya media memudahkan anak menerima materi pelajaran. Media pembelajaran sangat penting untuk menyampaikan materi pelajaran kepada anak, apalagi anak usia dini membutuhkan media dalam belajar agar anak bisa menangkap dan menerima materi yang diajarkan oleh pendidik. Tanpa adanya media pembelajaran tidak akan berjalan sesuai dengan yang diharapkan.

2. Tujuan Dan Manfaat Media

Tujuan media dalam kegiatan pembelajaran ialah untuk membantu siswa lebih cepat memahami, mengetahui, dan upaya terampil dalam mempelajari sebuah materi yang dipelajari (Fadlillah, 2012: 207).

29

Menurut Kemp dan Dayton (dalam Fadlillah, 2012: 207) diantara manfaat media dalam pembelajaran adalah sebagai berikut:

a. Penyampaian materi pembelajaran dapat diseragamkan. b. Proses pembelajaran menjadi lebih menarik.

c. Pembelajaran menjadi lebih interaktif.

d. Jumlah waktu belajar mengajar dapat dikurangi. e. Kualitas belajar siswa dapat ditingkatkan.

3. Macam-Macam Media Pembelajaran Anak Usia Dini

Bila dikaitkan dengan pembelajaran anak usia dini, media dimaksudkan sebagai alat yang menjadi perantara dalam menyampaikan pembelajaran pada anak usia dini. Dalam konteks ini, terdapat banyak media yang bisa digunakan untuk pembelajaran anak usia dini. Prinsipnya, media yang digunakan tersebut dapat memberikan rangsangan semangat atau memotivasi anak usia dini untuk dapat belajar dengan mudah dan menyenangkan sehingga mereka tidak merasa jenuh atau bosan dalam mengikuti proses pembelajaran. (Fadlillah, 2012: 211).

Menurut Fadlillah (2011: 212) macam-macam media pembelajaran untuk anak usia dini dapat digolongkan menjadi tiga sebagai berikut: a. Media Audio

Media audio adalah sebuah media pembelajaran yang mengandung pesan dalam bentuk auditif (pendengaran), serta hanya mengandalkan kemampuan suara saja, seperti radio dan kaset.

Untuk pendidikan anak usia dini media ini dapat digunakan untuk memutarkan sebuah cerita ataupun lagu-lagu untuk anak-anak. Melalui media ini anak diperintahkan untuk menyimak, mendengarkan atau bahkan menirukan cerita atau lagu yang diputarkan. Manfaat media audio untuk anak usia dini ialah dapat merangsang perkembangan imajinasi dan perkembangan bahasanya. Oleh karenanya untuk dapat memanfaatkan media audio dengan baik, media ini harus disiapkan secara maksimal, seperti besar kecilnya volume suara, serta

intonasi-30

intonasi suara yang diperdengarkan. Intinya ialah seorang anak dapat menangkap dan memahami suara yang didengarnya, baik itu cerita maupun lagu anak-anak.

b. Media Visual

Media visual adalah media yang hanya mengandalkan indra penglihatan. Contoh untuk media ini adalah media grafis dan media proyeksi. Yang dimaksud media grafis adalah media visual yang mengkomunikasikannya antara fakta dan data yang berupa gagasan atau kata-kata verbal dengan gambar, poster, kartun, dan komik. Sedangkan media proyeksi adalah media proyektor yang mempunyai unsur cahaya dan lensa atau cermin, misalnya OHP, slide, dan filmstrip.

Dibandingkan dengan media audio, media visual dalam situasi tertentu lebih baik untuk digunakan sebagai media pembelajaran, khususnya bagi anak usia dini. Dengan mengunaknan penglihatannya, seorang anak akan dapat mengetahui persis tentang sesuatu yang dipelajari. Hanya saja bagi anak yang memiliki keterbatasan dalam penglihatan media ini kurang pas untuk diterapkan dalam pembelajaran.

c. Media audio visual

Media audio visual adalah media yang mempunyai unsur suara dan unsur gambar. Media audio visual juga merupakan media yang sangat cocok untuk digunakan dalam pembelajaran anak usia dini, karena media ini mamadukan antara media pendengaran dan penglihatan serta lebih mudah dalam memahami materi pembelajaran yang diberikan.

Jenis media ini dibedakan menjadi dua, yaitu 1) audio visual diam, yaitu media yang menampilkan suara dan gambar diam seperti film bingkai, film rangkai suara, dan cetak suara; 2) audio visual gerak, yaitu media yang dapat menampilkan unsur suara dan gambar yang bergerak, seperti film suara dan video-cassette.

31

Menurut Sanaky, 2011: 105 (Dalam Sigit Mangun Wardoyo, 2013) media audio visual adalah seperangkat alat yang dapat memproyeksikan gambar bergerak dan bersuara. Alat-alat tersebut dapat berupa televisi, PC-speaker active, video-VCD, media sound slide.

1) Televisi

Televisi merupakan sistem elektronik yang mengirimkan gambar diam dan gambar hidup bersama suara melalui kabel dan ruang. Televisi menggunakan pemancar untuk mentransmisikan siarannya. Biasanya program yang ada di dalam televisi dapat dijadikan sumber belajar. Televisi dapat dikategorikan sebagai salah satu media audio visual dalam pembelajaran.

2) PC-speaker active

Perangkat ini terdiri dari set personal Komputer (PC) dan speaker active. Biasanya media PC-speaker active bisa digunakan untuk menampilkan materi audio dan video.

3) Video-VCD

Video-VCD merupakan media pembelajaran audio-visual. Hal ini dikarenakan Video-VCD mampu menampilkan pesan gambar diam/bergerak dan suara dengan sekaligus. Perangkat ini juga membutuhkan perangkat tambahan berupa monitor dan speaker active. Biasanya Video-VCD sangat tepat untuk digunakan dalam memutar VCD pembelajaran yang menjadi sumber belajar.

4) Media sound slide

Media slide bersuara termasuk ke dalam media audiovisual. Media sound slide merupakan perangkat yang mampu menampilkan visualisasi dan audio dalam tampilan slide-slide yang disiapkan.

32 C. Media Video

1. Pengertian Media Video

Menurut Arsyad video adalah “ gambar-gambar dalam frame di mana frame demi frame diproyeksikan melalui lensa proyektor secara mekanis sehingga pada layar terlihat gambar itu hidup (2005: 48). Media video mempunyai potensi tinggi dalam penyampaian pesan maupun kemampuannya dalam menarik minat dan perhatian peserta didik. Media video terbukti memiliki kemampuan yang efektif untuk menyampaikan informasi, hiburan, pendidikan. Bambang Warsita, 2008: 30 (dalam Marshita:2).

“Media video adalah salah satu media berbasis multimedia yang efektif dalam menyampaikan informasi karena dapat memberikan fantasi pada gambar yang bergerak, sehingga pada layar terlihat gambar tersebut hidup. Gambar tersebut bisa berupa benda mati seperti rumah, mesin, kendaraan, tulisan, bentuk benda, dan warna kemudian bisa berupa makhluk hidup seperti orang, tumbuhan, dan hewan yang dituangkan dalam bentuk gambar 2D maupun 3D”. (Nuranisa, 2017: 31).

Sebagai media audio visual dengan memiliki unsur gerak dan suara, media video dapat digunakan sebagai alat bantu mengajar pada berbagai pembelajaran. Pada pembelajaran yang banyak memperlajari motorik dapat mengandalkan kemampuan video. Melatih kemampuan kegiatan dengan prosedur tertentu akan membantu dengan pemanfaatan media video. (Hamzah dan Nina, 2010:135).

Menurut Cecep Kustandi dan Bambang ( 2011:73) video dapat menggambarkan suatu objek yang bergerak bersama-sama dengan suara alamiah atau suara yang sesuai. Video juga dapat menyajikan informasi, memaparkan proses, menjelaskan konsep-konsep yang rumit, menjelaskan keterampilan, menyingkap atau memperpanjang waktu, dan mempengaruhi sikap. Video dapat melengkapi pengalaman-pengalaman dasar bagi siswa ketika mereka membaca, berdiskusi, praktik, dan lain- lain.

33

Dari beberapa pengertian di atas maka media video merupakan media yang memiliki unsur gerak dan suara serta media video membantu pendidik untuk menjelaskan gerakan dan prosedur tertentu dengan lebih rinci. sehingga sangat cocok digunakan dalam pembelajaran praktik ibadah shalat, dimana anak bisa menirukan gerakan serta bacaan shalat yang ditayangkan dengan menggunakan media video.

Dokumen terkait