• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.2 Pendidikan Anak

Kehudupan manusia tak pernah terlepas dari permasalaha yang datang dengan butuh sebuah penyelesaian. Ada banyak problema hidup yang dihadapi oleh manusia dalam kehidupan ini. Oleh sebab itu dibutuhkan sebuah kecakapan dan pengetahuan yang lebih untuk bisa mencari solusi dari tiap permasalahan yang ada. Tentu ada banyak cara untuk bisa keluar dari masalah-masalah tersebut namun tanpa sebuah pengetahuan dan kecakapan hidup manusia akan sangat kaku dan sulit untuk bisa melakukannya. Hal ini menjadi salah satu sebab kenapa manusia itu membutuhkan yang namanya pendidikan. Karena dengan adanya pendidikan manusia bisa belajar dan melakukan sebuah proses pengembangan diri untuk bisa lebih memahami segala sesuatu dari berbagai sudut pandangan, mampu mengatasi permasalahan yang datang dengan penyelesaian yang diharapkan melalui keterampilan dan kecakapan yang diperoleh dari proses pendidikan tersebut. Apalagi dewasa ini begitu sering terlihat adanya problematika hidup yang datang seiring dengan kemajuan zaman dan perubahan waktu. Maka pendidikan yang layak haruslah ditempuh oleh seorang anak manusia untuk bisa memiliki pengetahuan dan kecakapan hidup yang memadai, tanpa terkecuali semua golongan masyarakat baik petani, nelayan ataupun yang lainnya.

Berbicara mengenai pendidikan maka aka nada banyak kompenen yang berkaitan untuk dibahas. Terutama mengenai pendidikan anak. Namun sebelumnya untuk bisa lebih memahamkan maka penulis ingin memaparkan pengertian dari pendidikan tersebut.

Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar pesesta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat. Yang perlu digarisbawahi adalah proses dan potensi diri. Setidaknya perlu disadari bahwa pendidikan merupakan suatu proses yang membutuhkan tahapan-tahapan untuk bisa mengembangkan potensi diri tiap individu atau anak menjadi lebih baik sehingga mendapatkan keterampilan hidup.

Menurut Hasbullah (2005) pendidikan sering diartikan sebagai usaha manusia untuk membina kepribadiannya sesuai dengan nilai-nilai di dalam masyarakat dan kebudayaan. Dalam perkembangannya, istilah pendidikan berarti bimbingan atau pertolongan yang diberikan dengan sengaja oleh orang dewasa agar dia menjadi dewasa. Ini menunjukkan bahwa pendidikan tak lain adalah sebuah proses yang membina diri dan kepribadian untuk menjadi lebih baik. Hal ini dimaksudkan agar yang mendapat pendidikan atau bimbingan mengalami sebuah perkembangan.

Selanjutkan Dwi Siswoyo (2008) yang mengutip pendapat Ki Hajar Dewantara, mengemukakan bahwa pendidikan adalah tuntutan di dalam hidup tumbuhnya anak-anak, adapun maksudnya, pendidikan yaitu menuntun segala kekuatan kodrat yang

ada pada anak-anak itu, agar mereka sebagai manusia dan sebagai anggota masyarakat dapatlah mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya.

Dengan demikian, cukuplah jelas bahwa pendidikan adalah sangat penting dan bisa dikatakan sebagai salah satu kebutuhan hidup manusia untuk bisa mendapatkan kesejahteraan hidup.

Hasbullah (2005) mengemukakan bahwa dengan memperhatikan batasan-batasan pendidikan tersebut, ada beberapa pengertian dasar yang sangat perlu dipahami, yaitu sebagai berikut:

a. Pendidikan merupakan suatu proses terhadap anak didik berlangsung terus sampai anak didik mencapai pribadi dewasa yang memahami segala rasa tata karma hidup dan pergaulan. Artinya pendidikan tersebut tak pernah terlepas dalam diri tiap individu hingga tumbuh dewasa, karena seperti dalam konsep pendidikan dikatakan long life education. Sehingga tiap individu selalu membutuhkan pendidikan tersebut.

b. Pendidikan tak lain adalah perbuatan manusiawi. Dalam hal ini, pendidikan adalah yang melakukan tak lain manusia-manusia tersebut. Yang mendidik juga yang didik. Dimana prosesnya membawa pada tingkat manusia yang memiliki pengetahuan yang lebih tinggi.

c. Pendidikan diartikan sebagai hubungan antar pribadi pendidik dan anak didik.

Sangat jelas bahwa dalam proses pendidikan aka nada pendidik dan peserta didik.

Sehingga dalam praktiknya akan ada hubungan serta interaksi di antar keduanya

dan ini sangatlah mempengaruhi terjadi proses pendidikan tersebut dalam mencapai tujuannya.

d. Tindakan mendidik menuntun anak didik mencapai tujuan-tujuan tertentu, dan hal ini tampak pada perubahan-perubahan dalam diri anak didik, proses yang dilakukan adalah mendidik, mengajar, dan membimbing peserta didik untuk mencapai perubahan-perubahan yang diinginkan. Dalam hal ini adalah tujuan pendidikan tersebut yakin menjadikan tiap anak didik menjadi lebih baik dari sebelumnya.

Dengan melihat batasan-batasan tersebut di atas maka dapat diartikan pendidikan tak lain ada sebuah proses yang dilakukan manusia dalam pengembangan dan mendidik tak lain adalah sebuah proses yang dilakukan manusia dalam pengembangan dan mendidik yang berlangsung secara terus menerus terhadap tiap individu sehingga tercapai suatu tujuan tertentu.

Seperti hal pakar ahli pendidikan lainnya, Ahmad D. Marimba mengemukakan pengertian pendidikan tanpa meninggalkan ruang lingkup yang paling penting dalam pendidikan itu tersebut. Dimana Ahmad D. Marimba berpendapat pendidikan adalah bimbingan atau pimpinan secara sadar oleh si pendidik terhadap perkembangan jasmani dan rohani si terdidik menuju terbentuknya kepribadian utama. Namun pada dasarnya semua pengertian pendidikan mengarah pada sebuah proses dengan satu tujuan tertentu yang ingin dicapai.

Dalam hal ini ada beberapa unsur yang terdapat dalam pendidikan berhubungan pembentukan kepribadian menuju perkembangan yang jauh lebih baik dari sebelumnya.

Adapun unsur-unsur yang dimaksudkan tersebut antara lain sebagai berikut:

1. Usaha atau kegiatan, bersifat bimbingan dan dilakukan secara sadar serta terarah.

2. Ada pendidik dan pembimbing. Pendidik dalam hal ini adalah guru yang biasanya berperan juga sebagai pembimbing.

3. Ada peserta didik atau anak yang akan didik.

4. Bimbingan itu mempunyai dasar dan tujuan

5. Dalam usaha tersebut ada alat-alat pendidikan yang digunakan untuk mencapai tujuan pendidikan.

Dalam hal ini. Pendidikan adalah aktivitas atau usaha manusia untuk menumbuh kembangkan potensi-potensi bawaan baik jasmani maupun rohani untuk memperoleh hasil dan prestasi. Dengan kata lain bahwa pendidikan dapat diartikan sebagai suatu hasil peradapan bangsa yang dikembangkan atsa dasar pandangan hidup bangsa itu sendiri ( nilai dan norma masyarakat ) yang berfungsi sebagai filsafat pendidikannya atau sebagai cita-cita dan pernyataan tujuan pendidikannya karenanya bagaimanapun peradaban suatu masyarakat, didalamnya berlangsung dan terjadi suatu proses pendidikan sebagai usaha manusia untuk melestarikan hidupnya.

Pendidikan bagi kehidupan manusia merupakan kebutuhan mutlak yang harus dipenuhi sepanjang hayat. Tanpa pendidikan sama sekali mustahil suatu kelompok

manusia dapat hidup berkembang sejalan dengan inspirasinya (cita-cita) untuk maju, sejahtera dan bahagia manurut konsep pandangan hidup mereka.

Selanjutnya, membahas tentang masalah pendidikan maka ada beberapa hal penting yang harus diketahui. Ini memiliki hubungan erat dengan pendidikan bahkan menjadi dasar adanya sebuah pendidikan. Di antaranya adalah dasar-dasar atau landasan pendidikan, fungsi dan tujuan pendidikan serta lingkungan pendidikan tersebut.

Dokumen terkait