Kondisi Komunitas Korban di Wilayah Pemantauan
7. Komnas Perempuan
3.7. Pendirian Masjid yang Dihambat
-YAPI Bangil, Pasu -Sampang, Madura -- Pembakaran rumah - Pengeroyokan - Penganiayaan - Pembunuhan - No I. 1 2 Bangil 3
Sampai pelaporan ini dilakukan, para pengungsi tinggal di ruman susun Sidoarjo. Meski kondisi di sana lebih baik daripada di GOR, mereka berharap agar rekonsiliasi dapat berjalan sehingga mereka dapat kembali ke rumah di kampung asal. Bukan saja karena sumber penghidupan mereka di sana, namun juga karena merindukan dapat berkumpul bersama dengan keluarga dan kerabat seperti sedia kala. Pelapor Khusus juga diinformasikan bahwa anak-anak pengungsi tidak dapat bersekolah di luar lokasi, sementara proses
belajar-mengajar di pengungsian tidak berjalan dengan lancar sebab tenaga pengajar yang kerap tidak hadir.
3.7. Pendirian Masjid yang Dihambat
Undang Undang Dasar Negara Republik Indonesia (UUD RI) Tahun 1945 telah memberikan jaminan Konstitusional kepada setiap warga negara untuk merdeka dalam memeluk agama/keyakinan, serta menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan keyakinannya itu. Namun kenyataannya, berbagai pelanggaran kebebasan beragama/berkeyakinan masih terus terjadi. Pelanggaran-pelanggaran tersebut tidak hanya berupa serangan, baik dalam bentuk ancaman verbal/tertulis tetapi juga pembatasan, pengerusakan, penutupan dan pelarangan pembangunan tempat ibadah. Kasus-kasus tersebut terekam dalam catatan Tim Pelapor Khusus Komnas Perempuan tahun 2013.
memikirkan masa depannya, anak-anak tidak dapat bersekolah dengan bebas sementara orangtua tidak punya pekerjaan, karena mereka tidak punya keahlian selain bertani. “Oleh karena itu, solusinya kami harus dipulangkan, agar bisa bekerja kembali,” kata Iklil.
Berangkat dari hasil konsultasi dengan berbagai pihak, tim pemantau Pelapor Khusus melakukan penggalian informasi tentang tindak intoleransi dalam bentuk penghambatan pendirian masjid bagi komunitas Islam minoritas. Sebagai langkah awal, tim pemantau menggali data dari beberapa lembaga yaitu: Pusat Kerukunan Umat Beragama MUI, Pusat Kerukunan Umat Beragama, Kementerian Agama, Lembaga Takmir Masjid PBNU dan Dewan Masjid Indonesia. PKUB Kementerian Agama menyampaikan (secara lisan) bahwa pihaknya tidak mempunyai data masjid yang terkendala pembangunannya terkait peristiwa kebebasan beragama. Sedang Dewan Masjid Indonesia (DMI) secara lisan menyampaikan bahwa hanya mempunyai data masjid yang terkendala pembangunannya karena urusan sengketa tanah wakaf. Sementara itu LTM PBNU memberikan informasi secara lisan kepada Komnas Perempuan perihal masjid yang mengalami kendala pembangunannya terkait peristiwa kebebasan beragama. Informasi secara tertulis diterima dari MUI, yang mencatat bahwa ada beberapa masjid mengalami penghambatan dalam pembangunannya. Informasi tersebut merupakan hasil survey tentang Kerukunan Umat Beragama di Kawasan Indonesia Timur mencakup Sulawesi Utara, Nusa Tenggara Timur (NTT), Bali, Papua Barat dan Papua.
3.7.1. Nusa Tenggara Timur
Di NTT, empat masjid yang dilaporkan menghadapi situasi penghambatan pembangunan, salah satunya tidak dapat dikonfirmasi. Dalam proses penelusuran atas pemberitaan media massa tentang kondisi masjid di Mako Yonif Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), pihak MUI NTT yang dihubungi tim pemantau menyatakan bahwa tidak mengetahui kasus tersebut, dan wartawan yang menuliskan berita tidak bisa menunjukkan akurasi sumber pemberitaan yang ditulisnya. Tiga masjid lainnya yang memang mengalami hambatan dalam pembangunannya, adalah:
a. Masjid Nur Musafir, Batuplat Kota Kupang
Meski telah memiliki IMB, proses pembangunan masjid Nur Musafir terhenti setelah Walikota Kupang, Yonas Salean, melalui surat No. BKBPPM.645/038/2012, tertanggal 12 September 2012 menarik dukungannya dengan alasan adanya penolakan dari sejumlah warga sekitar. Menurut Ketua FKUB Kota Kupang, Pendeta Malelak, Yayasan Nur Musafir telah memenuhi seluruh proses persyaratan pendirian rumah ibadah sebagaimana ditetapkan oleh PB 2 Menteri No 8 dan 9 tahun 2006. Bahkan peletakan batu pertama pembangunan masjid dilakukan oleh Daniel Adoe Walikota Kupang periode sebelumnya. Lokasi pendirian masjid sesuai dengan Surat keputusan Walikota Kupang, No. 66/KEP/HK/2010 tentang hibah aset tanah pemerintah kota Kupang kepada Yayasan Nur Musafir Kupang. Tujuannya adalah untuk kepentingan pembangunan di bidang keagamaan di Kelurahan Batuplat Kecamatan Alak Kota Kupang. Pihak yayasan menolak tuduhan bahwa kelengkapan administrasi pembangunan rumah ibadah penuh rekayasa. Contohnya tanda tangan pendukung diambil saat pembagian daging kurban, dan nama jemaah pengguna masjid banyak dari kelurahan lain yang jauh dari lokasi masjid. Pemerintah Kupang membentuk Tim 9 untuk memverifikasi dokumen yang ada. Pada tanggal 28 Juni 2013 Kesbangpolinmas Kota Kupang mempertemukan Panitia Pembangunan Masjid dengan seluruh komponen masyarakat Batuplat baik perangkat Kecamatan, Kelurahan, Tokoh Agama, Tokoh Pemuda (Karang Taruna) dan Forum Pimpinan Daerah serta Tim Pencari Fakta/Tim Sembilan bentukan Surat Keputusan Walikota Kupang. Pertemuan ini menghasilkan tiga kesepakatan, yaitu “Pertama, seluruh pengerjaan pembangunan masjid pada prinsipnya tidak ada keberatan dari masyarakat sekitar, Kedua lengkapi administrasi sesuai dengan aturan yang berlaku agar dapat diproses sesuai mekanisme, Ketiga kelengkapan administrasi yang telah ada selanjutnya diserahkan sepenuhnya kepada FKUB dan sambil menunggu proses ini panitia pembangunan
masjid untuk sementara menunggu dan menahan diri tidak boleh melakukan aktivitas pengerjaan.” Namun, hingga laporan ini disusun, pembangunan masjid belum dapat dilaksanakan.
b. Masjid Darul Hidayah, Naibonat Kabupaten Kupang
April 2012, Camat Kupang Timur memanggil pihak Yayasan Darul Hidayah dan meminta penghentian pembangunan masjid dengan alasan pihak masjid perlu memperbaharui data jemaah pengguna dan data pendukung non pengguna. Pihak Yayasan telah mengantongi IMB sejak tahun 2011 yang dikeluarkan oleh Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Kupang. Pihak panitia Masjid Darul Hidayah menyampaikan, bahwa tim FKUB Kota Kupang telah melakukan verifikasi lapangan dengan mengunjungi lokasi pendirian masjid. Mereka bertatap muka dengan tokoh masyarakat di sekitar lokasi pembangunan untuk memastikan keabsahan data pendukung non muslim. Namun hingga sekarang, tidak ada respon apapun dari Pemerintah Kabupaten Kupang untuk menindaklanjuti pembangunan masjid.
c. Masjid al-Faidah di RSS Kelurahan Liliba, Kota Kupang
Rencana pembangunan Masjid al Faidah, satu paket dengan pembangunan Rusunawa. Hal ini menimbulkan protes dari warga karena pihak pembangun tidak menjelaskan bahwa pembangunan musolla adalah bagian pembangunan Rusunawa dari proyek Kementerian Perumahan Rakyat. Oleh karena itu, pembangunan Rusunawa kemudian dipindahkan dekat kompleks Universitas Muhammadiyah Kupang. Sekarang masjid al Faidah telah selesai dibangun dan rusunawa juga sudah ditempati.
Hasil penelusuran tim pemantau terhadap masjid yang mengalami penghambatan pembangunan tetapi tidak terkait dengan isu kebebasan beragama adalah :
3.7.2. Sumatera Utara
Dari penelusuran tim Pelapor Khusus atas laporan tentang hambatan pembangunan masjid di daerah Sumatera Utara, informasi yang terkumpul adalah sebagai berikut:
a. Masjid al-Ikhlas di Jl. Timur No.23 Kelurahan Sidodadi, Kec. Medan Timur, Medan. Penghambatan pembangunan masjid terkait sengketa tanah wakaf. Menurut Sekretaris MUI Sumut, Prof. Dr. H. Hasan Bakti Nasution, permasalahan masjid al-Ikhlas sudah dianggap selesai karena masjid sudah dibangun kembali dan bahkan menjadi dua masjid karena dibangun di lokasi baru dan di lokasi yang lama.
b. Masjid Fi Sabilillah di Jl. Lintas Tobasa Lumban Lowu, Kab. Toba Samosir dibakar oleh orang tidak dikenal pada 27 Juli 2012. Pihak kepolisian setempat mencurigai bahwa peristiwa pembakaran tersebut sarat konflik kepentingan anggota keluarga yang berebut tanah waris. Karena itu, pihak kepolisian berharap masyarakat di luar Toba Samosir tidak terprovokasi isu SARA terkait peristiwa pembakaran yang dimunculkan oleh pihak tertentu.
c. Masjid Nurul Hidayah yang berdiri di bekas Kompleks PTPN IX telah dijual kepada pihak pengembang Real Estate MMTC. Pihak pengembang hendak membangun perumahan, sehingga semua bangunan yang berdiri di atas tanah tersebut hendak dibongkar, termasuk masjid Nurul Hidayah.
d. Masjid Nur Hikmah dan Jami'at Taqwa terletak di Desa Aek Loba, Kec. Aek Kuasan Kabupaten Asahan. Lokasi masjid tersebut berada di daerah Islam, bukan di daerah Kristen sebagaimana yang diisukan oleh sekelompok orang. Sekretaris MUI Sumut menafsirkan bahwa ada orang yang mau mengacaukan keamanan di wilayah tersebut dengan
12
http://ntt.kemenag.go.id/index.php?a=berita&id=149273 yang diunduh pada 25 Juni 2014, jam 13.15 WIB
menggunakan isu SARA. Situasi serupa ditemui dalam kasus pembakaran Masjid di Besitang yang terletak di Desa Bukit Selamet Kecamatan Besitang, Kab. Langkat- daerah yang dihuni umat Kristen juga. Peristiwa pembakaran masjid tersebut sudah beberapa kali terjadi, tapi biasanya langsung diperbaiki lagi.