• Tidak ada hasil yang ditemukan

Data yang diperoleh dalam penelitian ini terdiri atas data nilai keadaan awal siswa (keadaan awal), data tentang motivasi belajar siswa dan data nilai kognitif siswa kelas XI SMA Negeri I Jatinom pada pokok bahasan Termodinamika.

1. Data Keadaan Awal

Data keadaan awal Fisika siswa diambil dari nilai ulangan materi sebelumnya. Nilai keadaan awal Fisika siswa kelompok eksperimen memiliki rentang antara 50 sampai dengan 90 dengan rata-rata 67.625 dan standar deviasinya 8.3195 sedangkan kelompok kontrol memiliki rentang antara 50 sampai dengan 80 dengan rata-rata 67.3684 dan standar deviasinya 8.6005 yang disajikan pada lampiran 2. Distribusi frekuensi keadaan awal siswa pada kelompok eksperimen dan kontrol disajikan dalam tabel 4.1. dan 4.2. Untuk lebih jelasnya distribusi frekuensi keadaan awal siswa kelompok eksperimen dan kontrol disajikan histogram pada gambar 4.1. dan 4.2.

Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel 4.1.

Tabel 4.1. Distribusi Frekuensi data keadaan awal kelompok Eksperimen

Agar mendapatkan gambaran yang lebih jelas dapat dilihat diagram batang berikut ini :

Frekuensi NO Kelas Interval Titik Tengah

Mutlak Relatif (%) 1 40.0 - 48.3 43.35 1 2.78 2 48.4 - 56.7 50.15 2 5.56 3 56.8 - 65.1 56.95 17 47.22 4 65.2 - 73.5 63.75 7 19.44 5 73.6 - 81.9 70.55 8 22.22 6 82.0 - 90.3 77.35 1 2.78 Jumlah 36 100.00 49

Histogram Keadaan Awal Siswa Kelompok Kontrol 0 2 4 6 8 10 12 43.35 50.15 56.95 63.75 70.55 77.35 Titik Tengah F r e k u e n si

Gambar 4.1. Histogram Nilai Keadaan Awal Siswa Kelompok eksperimen Tabel 4.2. Distribusi Frekuensi data keadaan awal kelompok Kontrol

Frekuensi NO Kelas Interval Titik Tengah

Mutlak Relatif (%) 1 40.0 - 46.7 43.35 2 5.56 2 46.8 - 53.5 50.15 2 5.56 3 53.6 - 60.3 56.95 11 30.56 4 60.4 - 67.1 63.75 10 27.78 5 67.2 - 73.9 70.55 6 16.67 6 74.0 - 80.7 77.35 5 13.89 Jumlah 36 100.00

Agar mendapatkan gambaran yang lebih jelas dapat dilihat diagram batang berikut ini :

Gambar 4.2. Histogram Nilai Keadaan Awal Siswa Kelompok Eksperimen

Histogram Keadaan Awal Siswa Kelompok Eksperimen 0 5 10 15 20 43.35 50.15 56.95 63.75 70.55 77.35 Titik Tengah F r e k u e n si

2. Data Motivasi Belajar Siswa

Motivasi belajar siswa dikelompokkan menjadi dua kategori, yaitu kategori tinggi dan kategori rendah. Rata-rata kelompok eksperimen 130.92 sedangkan rata-rata kelompok kontrol 138.03. Adapun rata-rata kelompok eksperimen dan kontrol adalah 134.47 maka motivasi belajar siswa termasuk kategori tinggi jika skor lebih besar atau sama dengan 134.47dan termasuk kategori rendah jika skor kurang dari 134.47.

Berdasarkan data yang terkumpul mengenai minat belajar siswa untuk kelompok Eksperimen diperoleh skor terendah 98 dan skor tertinggi 165. Harga rata-rata 130.92 dan standar deviasinya adalah 17.04. Untuk motivasi belajar siswa kelompok kontrol diperoleh skor terendah 115 dan skor tertinggi 171. Harga rata-rata 138.03 dan standar deviasinya adalah 14.92.

3. Data Nilai Kemampuan Kognitif siswa

Distribusi frekuensi kemampuan kognitif siswa pada pokok bahasan Termodinamika untuk kelompok eksperimen diberi pembelajaran fisika dengan metode problem posing secara berkelopok sedangkan kelompok kontrol diberi pembelajaran fisika dengan metode diskusi disajikan pada tabel 4.3. dan 4.4. Untuk memperjelas distribusi frekuensi tersebut disajikan histogram yaitu gambar 4.3. dan 4.4.

Berdasarkan data yang terkumpul nilai kemampuan kognitif siswa kelompok eksperimen memiliki rentang antara 36,67 sampai dengan 70 dengan rata-rata 50.8343 dan standar deviasinya 6.3489 sedangkan kelompok kontrol memiliki rentang antara 43.33 sampai dengan 60 dengan rata-rata 49.6489 dan standar deviasinya 5.6846.

Histogram Kemampuan Kognitif Kelompok Eksperimen 0 2 4 6 8 10 12 49.75 55.35 60.95 66.55 72.15 77.75 Titik Tengah F re k u e n s i

Tabel 4.3 Distribusi Frekuensi Kemampuan Kognitif Siswa Kelompok Eksperimen

Frekuensi NO Kelas Interval Titik Tengah

Mutlak Relatif (%) 1 47.0 - 52.5 49.75 6 16.67 2 52.6 - 58.1 55.35 7 19.44 3 58.2 - 63.7 60.95 10 27.78 4 63.8 - 69.3 66.55 6 16.67 5 69.4 - 74.9 72.15 6 16.67 6 75.0 - 80.5 77.75 1 2.78 Jumlah 36 100.00

Agar mendapatkan gambaran yang lebih jelas dapat dilihat diagram batang berikut ini :

Histogram Kemampuan Kognitif siswa Kelompok Kontrol 0 5 10 15 42.75 48.35 53.95 59.55 65.15 70.75 Titik Tengah Fr e k u e n si

Tabel 4.4 Distribusi Frekuensi Nilai Kemampuan Kognitif Siswa Kelompok Kontrol

Frekuensi NO Kelas Interval Titik Tengah

Mutlak Relatif (%) 1 40.0 - 45.5 42.75 2 5.56 2 45.6 - 51.1 48.35 9 25.00 3 51.2 - 56.7 53.95 6 16.67 4 56.8 - 62.3 59.55 11 30.56 5 62.4 - 67.9 65.15 4 11.11 6 68.0 - 73.5 70.75 4 88.89 Jumlah 36 100.00

Gambar 4.4. Histogram Nilai Kemampuan Kognitif Siswa Kelompok Kontrol

B. Uji Kesamaan Keadaan Awal

Data nilai yang digunakan untuk uji kesamaan keadaan awal dalam penelitian adalah nilai ulangan harian materi sebelumnya yaitu Teori Kinetik Gas. Teknik uji kesamaan keadaan awal adalah Uji-t dua pihak. Sebelum dilaksanakan Uji-t dua pihak terlebih dahulu dilakukan Uji Prasyarat yaitu Uji Normalitas dan Homogenitas.

1. Uji Normalitas

Uji normalitas diberikan untuk kelompok kontrol dan eksperimen sebagai berikut :

a) Kelompok Eksperimen

Dari hasil perhitungan dengan menggunakan Uji Liliefors diperoleh harga Lo = 0.1359. Sedangkan untuk n = 40 pada taraf signifikansi 5 % harga Ltabel= 0.1401, karena Lo < Ltabel, maka sampel berasal dari populasi yang berdistribusi normal.

b) Kelompok Kontrol

Dari hasil perhitungan dengan menggunakan Uji Liliefors diperoleh harga Lo = 0.1209. Sedangkan untuk n = 38 pada taraf signifikansi 5 % harga Ltabel= 0.1437, karena Lo < Ltabel, maka sampel berasal dari populasi yang berdistribusi normal.

2. Uji Homogenitas

Dari hasil perhitungan dengan menggunakan uji Bartlett diperoleh harga 0.041371

2hitung =

x . Sedangkan untuk n = 2 pada taraf signifikansi 5 % harga 84

, 3 2tabel =

x , karena x2hitung < x2tabel, maka sampel berasal dari populasi yang homogen.

3. Uji – t

Uji kesamaan keadaan awal antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol dilakukan dengan uji – t dua ekor yang sebelumnya telah diuji dengan uji normalitas dan homogenitas. Dari pengujian data diperoleh harga thitung= 0.6833, harga ttabel pada taraf signifikansi 5% untuk N = 78 adalah 1.997, karena

997 . 1 6833 . 0 997 . 1 2 1 1 2 1 1 =- < = <+ =

-t- a thitung t- a , maka H0 diterima sehingga dapat disimpulkan bahwa keadaan awal siswa kelompok eksperimen sama dengan keadaan awal siswa kelompok kontrol.

C. Pengujian Prasyarat Analisis 1. Uji Normalitas

a) Kelompok Eksperimen

Dari hasil perhitungan uji normalitas dengan menggunakan Uji Liliefors diperoleh harga Lo = 0.1286. Sedangkan untuk n = 40 pada taraf

signifikansi 5 % harga Ltabel= 0.1477, karena Lo < Ltabel, maka sampel berasal dari populasi yang berdistribusi normal.

b) Kelompok Kontrol

Dari hasil perhitungan uji normalitas dengan menggunakan Uji Liliefors diperoleh harga Lo = 0.1387. Sedangkan untuk n = 38 pada taraf signifikansi 5 % harga Ltabel= 0.1477, karena Lo < Ltabel, maka sampel berasal dari populasi yang berdistribusi normal.

2. Uji Homogenitas

Dari hasil perhitungan uji normalitas dengan Uji Bartlett diperoleh harga 0.04068

2hitung =

x . Sedangkan untuk k = 2 pada taraf signifikansi 5 %, harga 84

, 3 2tab =

x . Karena x2hitung < x2tabel, maka sampel berasal dari populasi yang homogen.

D. Pengujian Hipotesis

1. Uji Hipotesis dengan Anava Dua Jalan

Penelitian melibatkan dua variabel bebas. Pertama adalah motivasi belajar siswa dikategorikan menjadi motivasi belajar tinggi dan rendah. Kedua adalah metode pembelajaran Fisika dengan metode problem posing secara berkelompok dan diskusi. Untuk variabel terikatnya kemampuan kognitif siswa pada pokok bahasan Termodinamika. Analisis data yang digunakan adalah analisis variansi dua jalan dengan isi sel tak sama (tabel di lampiran 27 ). Dari hasil uji Anava dua jalan (2X2) diperoleh harga FA= 0.931; FB = 2.942; dan FAB= 0.833. Harga Ftabel pada taraf signifikansi 5% dengan dfA = dfB = dfAB = 1 dan dfralat = 74 atau F0,05;1;74 =3.97. Hasil pengujian terangkum dalam tabel 4.5.

G. Tabel 4.5 Rangkuman Analisis Variansi Dua Jalan Sumber Variansi SS Df MS F P Efek Utama A (Baris) 33.155 1 33.155 0.931 < 0.05 B (Kolom) 104.790 1 104.790 2.942 < 0.05 Interaksi (AB) 29.661 1 29.661 0.833 < 0.05 Error 2636.014 74 35.622 - - Total 2803.62 77 - - -

a. Uji Hipotesis Pertama (Ada perbedaan pengaruh antara penggunaan metode mengajar problem posing secara berkelompok dan metode diskusi terhadap kemampuan kognitif siswa)

H01 = Tidak ada perbedaan pengaruh penggunaan metode mengajar problem posing secara berkelompok dan metode diskusi terhadap kemampuan kognitif siswa.

H11 = Ada perbedaan pengaruh penggunaan metode mengajar problem posing secara berkelompok dan metode diskusi terhadap kemampuan kognitif siswa.

Berdasarkan hasil analisis variansi dua jalan diperoleh untuk perbedaan pengaaruh metode pembelajaran diperoleh FA = 0.931 dan dfA = 1, sedangkan harga Ftabel = 3.97. hal ini menunjukkan bahwa H01 diterima. Jadi tidak ada perbedaan pengaruh pembelajaran fisika dengan pendekatan ketrampilan prosesmenggunakan metode problem-posing secara berkelompok dan diskusi terhadap kemampuan analisis siswa pada sub pokok bahasan kalor.

b. Uji Hipotesis Kedua ( Ada pengaruh perbedaan antara metode pembelajaran problem-posing secara berkelompok dan metode diskusi terhadap kemampuan kognitif siswa)

H02 = Tidak ada perbedaan pengaruh antara motivasi belajar tinggi dan

H22= Ada perbedaan pengaruh antara motivasi belajar tinggi dan motivasi belajar rendah terhadap kemampuan kognitif siswa.

Kemudian untuk perbedaan pengaruh motivasi belajar siswa diperoleh FB = 2.942 dan dfB = 1, sedangkan harga Ftabel = 3.97. hal ini menunjukkan bahwa H02diterima, jadi tidak ada perbedaan pengaruh antara motivasi belajar tinggi dan motivasi belajar rendah terhadap kemampuan kognitif siswa.

c. Uji Hipotesis Ketiga ( Ada interaksi pengaruh antara penggunaan metode mengajar dengan motivasi belajar siswa terhadap kemampuan kognitif siswa) H03 = Tidak ada interaksi pengaruh antara penggunaan metode mengajar

dengan motivasi belajar siswa terhadap kemampuan kognitif siswa H13 = Ada interaksi pengaruh antara penggunaan metode mengajar dengan

motivasi belajar siswa terhadap kemampuan kognitif siswa

Untuk interaksi pengaruh antara kedua variable bebas diperoleh FAB = 0.833 dan dfAB = 1, sedangkan harga FAB = 3.97. hal ini menujukkan bahwa H03 diterima, jadi tidak ada interaksi pengaruh antara penggunaan metode mengajar dengan motivasi belajar siswa terhadap kemampuan kognitif siswa

E. Pembahasan Hasil Analisis Data 1. Uji Hipotesis Pertama

Berdasarkan hasil analisis variansi dua jalan untuk pengaruh metode pembelajaran diperoleh FA = 0.931 dan dfA = 1, sedangkan harga Ftabel = 3.97, jadi tidak ada perbedaan pengaruh pembelajaran fisika dengan menggunakan metode problem posing secara berkelompok dan diskusi terhadap kemampuan kognitif siswa pada pokok pembahasan termodinamika. Hal ini kemungkinan disebabkan karena dalam metode problem posing secara berkelompok terkadang ada siswa yang kurang dapat menyesuaikan dan mengkomunikasikan dirinya dengan teman-teman satu kelompok. Bahkan ada yang masih menggantungkan pada kemampuan temannya yang lebih pandai. Sedangkan dalam metode diskusi

kadang ada kesulitan siswa untuk menarik kesimpulan dari suatu masalah karena adanya perbedaan pendapat antara siswa yang satu dengan siswa yang lain.

2. Uji Hipotesis Kedua

Untuk perbedaan pengaruh motivasi belajar siswa diperoleh FB = 2.942 dan dfB = 1 sedangkan harga Ftabel = 3.97 jadi tidak ada perbedaan pengaruh motivasi belajar siswa terhadap kemampuan kognitif siswa pada pokok bahasan termodinamika. Hal tersebut dikarenakan kurang adanya dorongan dan minat belajar siswa terhadap mata pelajaran Fisika yang dianggap sulit.

3. Uji Hipotesis Ketiga

Untuk interaksi pengaruh antara dua variable bebas diperoleh FAB

= 0.833 dan dfAB = 1 sedangkan harga Ftabel = 3.97, jadi tidak ada interaksi

pengaruh antara metode pembelajaran yang digunakan dan motivasi belajar siswa terhadap kemapuan kognitif siswa terhadap pokok bahasan termodinamika. Hal tersebut dikarenakan banyak faktor dari luar diri siswa yang tidak termasuk dalam variable penelitian ini. Faktor-faktor yang mungkin berpengaruh misalnya

BAB V

KESIMPULAN, IMPLIKASI DAN SARAN

Dokumen terkait