• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V PENUTUP

C. Saran Penelitian

Berdasarkan Pembahasan dan kesimpulan yang telah diuraikan sebelumnya, maka peneliti dalam hal ini memberikan saran dan masukan kepada pihak PT Perkebunan Nusantara XIV Kabupaten Takalar baik itu pimpinan maupun bawahannya, untuk tetap melaksanakan tanggung jawab perusahaan untuk masyarakat dan lingkungannya. Agar PT Perkebunan Nusantara dapat mempertahankan image nya dimata masyarakat yang sudah bagus.

DAFTAR PUSTAKA

Abdullah, W, M. dan A. Yuliana. 2018. Corporate Environmental Responsibility: An Effort To Develop A Green Accounting Model. Jurnal Akuntansi, XXII(3): 305-320.

Abdullah, M. W., R. Musriani, A. Syariati, dan H. Hanafie. 2020. Carbon Emmision Disclosure in Indonesian Firms: The Test of Media-exposure Moderating Effect. International Journal of Energy Economiecs and Plicy, 10(6): 732-741.

Adhitya, R., Suhadak, dan N. F. Nanuzula. 2016. Pengaruh Pengungkapan CSR dan Profitabilitas terhadap Nilai Perusahaan. Jurnal Administrasi Bisnis, 31(1): 66-72.

Afiyanti, Yati. 2008. Validitas dan Reliabilitas dalam Penelitian Kualitatif. Jurnal Keperawatan Indonesia 12(2): 137-141.

Anasrul, Y. Amar, dan Wahda. 2018. Implementasi Program CSR dan Pengaruhnya terhadap Citra Perusahaan (Studi Kasus Program CSR PT Vale Indonesia, TBK pada Proyek Penyediaan Air Bersih). Hasanuddin Journal of Applied Business and Enterpreneurship, 1(4): 1-9.

Apriliani, M. dan M. W. Abdullah. 2018. Falsafah Kesenian Tanjidor pada

Pelaksanaan Corporate Social Responsibility. Jurnal Akuntansi

Multiparadigma, 9(2): 377-393.

Alexander, Y. 2015. Evaluasi Etika Bisnis terhadap Stakeholder pada CV XYZ. Jurnal Mahasiswa Manajemen Bisnis, 3(2): 400-408.

Arifin, B., Y. Januarsi dan F. Ulfa. 2012. Perbedaan Kecenderungan Pengungkapan Corporate Social Responsibility: Pengujian terhadap Manipulasi Akrual dan Manipulasi Real. Simposium Nasional Akuntansi XV Banjarmasin: 1-35.

Arifullah, M. 2011. Eco-Ethics Spiritual: Membangun Relasi antara Manusia dan Lingkungan Berbasis Normativitas Islam. Jurnal Tajdid, 10(2): 1-19. Arumningtyas, S., L. Tyesta dan H. Asy’ari. 2017. Tinjauan Yuridis terhadap

Peraturan Perundang-undangan yang Mengatur Corporate Social Responsibility (Tanggung Jawab Sosial Perusahaan). Diponegoro Law Journal, 6(1): 1-12.

Awuy, V. P., Y. Sayekti, dan I. Purnamawati. 2016. Pengaruh Pengungkapan Corporate Social Responsibility (CSR) (Suatu Studi Empiris pada Perusahaan Pertambangan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada Tahun 2010-2013). Jurnal Akuntansi dan Keuangan, 18(1): 15-26.

Boso, R. K., S. K. Afrane, dan D. K. B. Inkoom. 2017. Motivations for Providing CSR-Mediated initiatives in Mining Communities of Ghana: A Multiple Case Study. International Journal of Corporate Social Responsibility, 2(7): 1-15.

Cahya, B. T. 2016. Carbon Emission Disclosure: Ditinjau dari Media Exposure, Kinerja Lingkungan dan Karakteristik Perusahaan Go Public Berbasis Syariah Di Indonesia. Nizham, 5(2): 171-188.

Chanafi, A., A. Fauzi dan Sunarti. 2015. Pengaruh Persepsi Masyarakat terhadap Implementasi Corporate Social Responsibility (CSR) Dan Dampaknya pada Citra Perusahaan (Survei pada Masyarakat Sekitar PT. Greenfields Babadan Kecamatan Ngajum Kabupaten Malang). Jurnal Administrasi Bisnis, 3(1): 1-7.

Fauziyah, H. dan A. Husaini. 2017 Analisis Pengaruh Financial performance terhadap Pengungkapan Corporate Social Responsibility (Studi pada Sektor Pertambangan yang Terdaftar di BEI Periode Tahun 2013-2015). Jurnal Administrasi Bisnis, 50(3): 145-152.

Fitriana, R. 2019. Pengaruk Kepemilikan Institusional, Profitabilitas dan Ukuran Perusahaan terhadap Pengungkapan Corporate Social Responsibility (Penelitian pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia). Jurnal Ilmu Keuangan dan Perbankan, 8(2): 1-18.

Hasyir, D. A. 2016. Perencanaan CSR pada Perusahaan Pertambangan: Kebutuhan untuk Terlaksananya Tanggung Jawab Sosial yang Terintegrasi dan Komperhensif. Jurnal Akuntansi, 8(1): 105-118.

Hernadi, B. H. 2012. Green Accounting for Corporate Sustainability. Club of Economics in Miskole Journal, 8(2): 23-30.

Husnaini, W., E. E. Sasanti dan S. R. Cahyaningtyas. 2018. Corporate Social Responsibility (CSR) dan Reputasi Perusahaan. Jurnal Aplikasi Akuntansi, 2(2): 1-9.

https://www.mongabay.co.id/2013/01/17/walhi-perusahaan-dan-pemerintah-aktor-utama-perusak-lingkungan-2012/ Diakses 13-02-2020 pukul 20:48 Ibrahim, M., E. Z. Solikahan, dan A. Widyatama. 2015. Karakteristik Perusahaan,

Luas Pengungkapan Corporate Social Responsibility, dan Nilai Perusahaan. Jurnal Akuntansi Multiparadigma, 6(1): 99-106.

Indah, D. C. dan B. Sanawiri. 2018. Analisis Impelementasi CSR terhadap Keberlangsungan Bisnis Perusahaan Multinasional (Studi Pada Starbucks Coffee Grand Metropolitan Mall Bekasi). Jurnal Administrasi Bisnis, 54(1): 120-129.

Irwhantoko dan Basuki. 2016. Carbon Emission Disclosure: Studi pada Perusahaan Manufaktur Indonesia. Jurnal Akuntansi dan Keuangan, 18(2): 92-104.

Kamatra, N. dan E. Kartikaningdyah. 2015. Effect Corporate Social Responsibility on Financial Performance. Internasional Journal of Economic and Financial Issues, 5(Special Issue): 157-164.

Kartikasari, N. D., K. Hidayat dan E. Yulianto. 2017. Pengaruh Corporate Social Responsibility (CSR) terhadap Citra Perusahaan Multinasional (Survei pada Konsumen Unilever di Indonesia Mengenai Program “Project Sunglight” PT Unilever Indonesia Tbk). Jurnal Administrasi Bisnis, 43(1): 8-16.

Kurniasari, N. D. 2015. Program CSR Berbasis Pemberdayaan Masyarakat (untuk Meningkatkan Produktivitas Usaha Mikro, Kecil Menengah di Madura). Jurnal Berkala Ilmu Ekonomi, 9(1): 98-109.

Lim, J. S. dan C. A. Greenwood. 2017. Communicating corporate social responsibility (CSR): Stakeholder responsiveness and engagement strategy to achieve CSR goals. Public Relation Review, 43(4): 768-776.

Lindawati, A. S. L. dan M. E. Puspita. 2015. Corporate Social Responsibility: Implikasi Stakeholder dan Legitimacy GAP dalam Peningkatan Kinerja Perusahaan. Jurnal Akuntansi Multiparadigma. 6(1): 157-174.

Moratis, L. dan M. V. Egmond. 2018. Concealing Social Responsibility? Investigating the Relationship Between CSR, Earnings Management and the Effect of Industry through Quantitative Analysis. International Journal of Corporate Social Responsibility, 3(8): 1-13.

Muchlis, S. dan A. S. Sukirman. 2016. Implementasi Maqashid Syariah dalam Corporate Social Responsibility di PT Bank Muamalat Indonesia. Jurnal Akuntansi Multiparadigma, 7(1): 120-130.

Nahar, Y. 2014. Pelaksanaan Corporate Social Responsibility (Studi terhadap Hubungan Perusahaan, Pemerintah dan Masyarakat di Sekitar Wilayah Tambang). Jurnal Academica Fisip Untad, 6(2): 1359-1371.

Nayenggita, G. B., S. T. Raharjo dan R. Resnawaty. 2019. Praktik Corporate Social Responsibility di Indonesia. Jurnal Pekerjaan Sosial, 2(1): 61-66. Ningsih, W. F. dan R. Rachmawati. 2017. Implementasi Green Accounting dalam

Meningkatkan Kinerja Perusahaan. Journal of Applied Business and Economics, 4(2): 149-158.

Nurbaiti, S. R. dan A. N. Bambang. 2017. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Partisipasi Masyarakat dalam Pelaksanaan Program Corporate Social Responsibility (CSR). Proceeding Biology Education Conference, 14(1): 224-228.

Pertiwi, I. D. A. E. dan U. Ludigdo. 2013. Impelementasi Corporate Social Responsibility Berdasarkan Budaya Tri Hita Karana. Jurnal Akuntansi Mutiparadigma, 4(3): 430-455.

Pranoto, A. R. dan D. Yusuf. 2014. Program CSR Berbasis Pemberdayaan Masyarakat Menuju Kemandirian Ekonomi Pasca Tambang di Desa Sarijaya. Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, 18(1): 39-50.

Pratiwi, N., D. B. Santoso, dan K. Ashar. 2018. Analisis Implementasi Pembangunan Berkelanjutan di Jawa Timur. JIEP, 18(1): 1-13.

Prihatiningtias, Y. W. dan N. Dayanti. 2014. Corporate Social Responsibility Disclosure and Firm Financial Perpormance in Mining and Natural Resources Industry. The International Journal of Accounting and Bisiness Society, 22(1): 35-59.

Pujiyono, J. Wiwoho, dan Triyanto. 2016. Model Pertanggung jawaban Hukum

Pelaksanaan Corporate Social Responsibility (CSR) Untuk Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat. Yutisia, 5(1): 41-51.

Reflita. 2015. Eksploitasi Alam dan Perusakan Lingkungan (Instinbath Hukum atas Ayat-Ayat Lingkungan. Jurnal Substantia, 17(2): 147-158.

Rice. 2017. Corporate Social Responsibility Disclosure: Between Profit and Ethics. Jurnal Wira Ekonomi Mikroskil, 7(1): 109-118.

Risa, Y. dan E. Marwenny. 2018. Implementasi Tanggung Jawab Sosial Perusahaan PT. Tirta Investama Danone Aqua dalam Pemberdayaan Masyarakat di Kanagarian Batang Barus Kayu Aro Kabupaten Solok. Jurnal Cendekia Hukum, 4(1): 88-104.

Rismawati. 2015. Memaknai Program Corporate Social Responsinsibility: Suatu Kajian Proses Transformasi Sosial Berbasis Kearifan Lokal. Jurnal Akuntansi Multiparadigma, 6(2): 245-253.

Rusmadi. 2016. Ecosophy Islam: Studi Tematis-Kontekstual Nilai-Nilai Etika Lingkungan dalam Islam. Jurnal Studi Masyarakat Religi dan Tradisi, 2(2): 237-248.

Rosana, M. 2018. Kebijakan Pembangunan Berkelanjutan yang Berwawasan Lingkungan di Indonesia. Jurnal Ilmu Sosial, 1(1): 148-163.

Sari, M. P. dan P. B. Hadiprajitno. 2013. Pengawasan Implementasi "Green Accounting" Berbasis University Social Responsibility (USR) di Universitas Negeri Semarang serta Studi Komparasi Universitas se-Kota Semarang. Jurnal Akuntansi & Auditing, 9(2): 169-198.

Samsul, A. A. Budiman dan Anshariah. 2018. Analisis Dampak Positif Industri terhadap Lingkungan Masyarakat. Jurnal Geomine, 6(2): 54-59.

Satrio. 2015. Qardhul Hasan Sebagai Wujud Pelaksanaan Csr Dan Kegiatan Filantropi Lembaga Keuangan Syariah Untuk Pemberdayaan Masyarakat. Jurnal Kajian Bisnis, 23(2): 104-111.

Schmeltz, L. 2017. Getting CSR Communication Fit: A Study of Strategically

Fitting Cause, Consumers and Company in Corporate CSR

Communication. Public Relations Inquiry, 6(1): 47-72.

Selaniar, S., S. Fajriani, dan L. Setyobudi. 2014. Status Pengelolaan "Green Campus" di Universitas Brawijaya. Jurnal Produksi Tanaman, 2(8): 629-633.

Setiawan, T. 2016. Penerapan Akuntansi Manajemen Lingkungan pada Dua Puluh Lima Perusahaan yang Terdaftar di Indeks Sri Kehati 2013. Jurnal Akuntansi, 9(2): 110-129.

Sopyan, Y. 2014. Corporate Social Reposibility (CSR) sebagai Implementasi Fikih Sosial dalam Pemberdayaan Masyarakat. Jurnal Ahkam, XIV(1): 53-61.

Sugiarti, N. W. 2015. Pengaruh Persepsi tentang Corporate Social Responsibility terhadap Reputasi Perusahaan yang di Mediasi oleh Citra Merek. E-Jurnal Manajemen Unud, 4(9): 2573-2589.

Supian. 2014. Eco-Philosophy sebagai Cetak Biru Filsafat Ramah Lingkungan. Jurnal Teosofi, 4(2): 508-532.

Supriadinata, W. dan I. Goestaman. 2013. Analisis Efektivitas Corporate Social Responsibility (CSR) dalam Menyelesaikan Masalah Sosial Lingkungan Perusahaan. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Surabaya, 2(1):1-13. Suryaningsum, S., M. I. Effendi, R. H. Gusaptono, dan S. Wahyuni. 2016.

Perbandingan Penerapan Corporate Social Responsibility (CSR) pada PT Bukaka Teknik Utama Tbk dengan PT Adhi Karya Tbk. Jurnal Ekonomi dan Bisnis Islam, 2(1): 25-40.

Utama, A. A. G. S. 2016. Akuntansi Lingkungan sebagai Suatu Sistem Informasi: Studi pada Perusahaan Gas Negara (Pgn). Jurnal Bisnis dan Manajemen, 6(1): 89 – 100.

Wardhani, I. Y., N. Jannah, C. Fadella. 2019. Eksplorasi Nilai-Nilai Keislaman dan Etika Lingkungan pada Komunitas Peduli Sungai di Kecamatan Cluwak Pati. Journal Of Biology Education, 2(1): 14-29.

Werastuti, D. N. S. 2017. Konsep Corporate Social Responsibility Berbasis Catur Purusa Artha. Jurnal Akuntansi Multiparadigma, 8(2): 319-335.

Widowati, A. I., Surjawati, L. A. Oktoriza, dan D. Indriana. 2016. Praktik Islamic Corporate Social Responsibility Disclosure (Studi Kasus Terhadap Perusahaan Yang Terdaftar Di Jakarta Islamic Indeks). Jurnal Dinamika Sosial Budaya, 18(2): 207-213.

Widyasari, N. A., Suhadak, dan A. Husaini. 2015. Pengaruh Good Corporate Governance (GCG) dan Pengungkapan Corporate Social Responsibility (CSR) terhadap Nilai Perusahaan (Studi pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bei Periode 2012013). Jurnal Administrasi Bisns, 26(1): 1-10.

Wijaya, M. 2012. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pengungkapan Tanggung Jawab Sosial pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Akuntansi, 1(1): 26-30.

Wijaya, L., I. dan Juniarti. 2016. Pengaruh Kinerja Corporate Social Responsibility (CSR) terhadap Persistensi Laba pada Perusahaan yang Bergerak di Sektor Barang Konsumsi denganSub Sektor Rokok, Makanan dan Minuman di Indonesia. Business Accounting Review, 4(1): 217-228. Zuhdi, M. H. 2015. Fiqh Al-Bi’ah: Tawaran Hukum Islam dalam Mengatasi

LAMPIRAN I

RESUME WAWANCARA

Informan I Ibu Sevie Nurrochmany (Ketua Keuangan)

1. Sejak kapan pabrik gula takalar melaksanakan CSR? Jawab:

Pabrik Gula Takalar melaksanakan CSR yaitu pada tahun 2009 2. Apa yang mendasari perusahaan melaksanakan CSR?

Jawab:

Dasar perusahaan melaksankan CSR yaitu karena adanya aturan perundang-undangan yang mengatur CSR. Selain itu, masyarakat beranggapan bahwa perusahaan yang melaksanakan CSR adalah perusahaan yang bertanggung jawab dan sadar diri mengenai keberadaannya ditengah-tengah masyarakat.

3. Apa tujuan perusahaan melakukan CSR? Jawab:

Tujuan perusahaan melaksanakan CSR sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan agar tidak merusak alam dan menjaga hubungan silaturahmi dengan cara bekerja sama dengan masyarakat.

4. Bagaimana prosedur pelaksanaan CSR? Jawab:

Sebenarnya, dana CSR berasal dari kantor direksi yaitu PT Perkebunan Nusantara XIV.

5. Bisa Ibu jelaskan implementasi program CSR yang dilaksanakan di PT Perkebunan Nusantara XIV Kabupaten Takalar?

Jawab:

Program CSR yang rutin kami laksanakan setiap tahunnya yaitu Pasar Murah (Operasi Pasar) dilaksanakan setiap bulan ramadhan, pembangunan dan perbaikan masjid apabila terdapat kerusakan dan program sunnat massal yang dilaksanakan sebelum musim giling dan diikuti oleh masyarakat yang ada di Kecamatan Pollongbangkeng Utara. Selain itu kami juga selalu ikut serta dalam event-event yang dilaksanakan oleh sekolah, desa dan kabupaten.

6. Apakah Dana untuk CSR bervariasi tiap tahunnya? Jawab:

Dana CSR yang diberikan oleh pihak direksi tidak bervariasi, karena sudah ada ketentuan yang diberikan bahwa dana CSR sekian.

7. Apa saja keuntungan yang diperoleh perusahaan setelah melaksanakan CSR?

Jawab:

Keuntungan yang didapatkan oleh perusahaan seperti, kami mendapat citra positif dimata masyarakat karena masyarakat sudah percaya dan merasakan secara langsung program CSR yang dilaksanakan oleh pabrik gula. Selain itu, kami juga mendapat dukungan dan kerjasama dari masyarakat seperti terjalinnya ikatan kerjasama jual beli tebu.

8. Apakah terdapat kerugian yang dirasakan perusahaan selama melaksanakan CSR?

Jawab:

Kalau berbicara mengenai kerugian, sebenarnya dengan melaksanakan CSR tidak terdapat kerugian karena kami tidak pernah menganggap CSR sebagai beban pabrik gula.

9. Bagaimana pandangan perusahaan mengenai pelaksanaan CSR? Jawab:

Program CSR ini harus terus berlanjut untuk menjamin keberlangsungan usaha pabrik gula ini.

10. Apakah menurut ibu pelaksanaan CSR harus dilandasi dengan niat? Jawab:

Iya, harus dilandasi dengan niat, karena kalau kita sudah bertekad atau berjanji pada diri sendiri kita akan bersungguh-sungguh melaksanakan apa yang harusnya dilaksanakan.

11. Bagaimana tanggapan ibu mengenai banyaknya perusahaan yang menganggap CSR sebagai beban yang mengurangi laba perusahaan? Jawab:

Kalau menurut saya perusahaan yang menganggap CSR sebagai beban harusnya lebih bisa melihat feedback yang didapat dari pelaksanaan CSR. Sebagaimana yang kita ketahui bahwa CSR merupakan tanggung jawab perusahaan yang harus dikerjakan yang akan berdampak positif sebagai wujud kelangsungan usaha perusahaan.

12. Apakah perusahaan memiliki mitra dalam melaksanakan CSR? Jawab:

Iya. Setiap melakukan kegiatan kami selalu bekerja sama dengan pemerintah setempat. Oleh karena itu setiap ada event, pabrik gula selalu ikut andil dan bekerjasama.

13. Apakah menurut ibu dengan menerapkan CSR dapat membangun kelangsungan usaha?

Jawab:

Iya, sangat jelas. Karena dengan pelaksanaan CSR berarti ada umpan balik yang didapatkan pabrik gula begitu juga masyarakat.

14. Salah satu konsep yang dapat dikaitkan dengan CSR yaitu konsep

Islamic ecosophy. Konsep Islamic ecosophy yaitu konsep yang

menekankan tugas manusia sebagai khalifah yang bertugas menjaga alam, memakmurkan bumi, dan berlaku bijak dalam pengambilan keputusan. Jika dikaitkan dengan konsep Islamic ecosophy, apakah CSR yang diterapkan oleh pabrik gula sudah sesuai?

Jawab:

Iya, kita melaksanakan CSR sesuai dengan konsep yang anda sebutkan tadi. Kita melakukan pekerjaan dalam hal ini memakmurkan bumi karena kita perusahaan yang menanam, membuat lingkungan hijau, dan tidak merusak alam. Contohnya, ampas tebu yang sudah kita panen ditimbun kembali kedalam tanah kemudian diolah menjadi pupuk sehingga bisa digunakan untuk memupuk tanaman tebu.

15. Bagaimana anda memaknai konsep Islamic ecosophy yang merupakan tugas manusia sebagai khalifah?

Jawab:

Kalau saya pribadi memaknai konsp Islamic Ecosophy itu sebagai bentuk terima kasih kita dengan bumi. Kalau bukan kita yang menjaga sebagai bentuk terima kasih kita siapa lagi. Lingkungan atau alam ini tidak bisa stop disaya saja. Para penerus kami harus menikmati keindahan lingkungan ini. Saya juga berharap akan berdampak terhadap kelangsungan perusahaan, karena bumi dan isinya saling terkait. Konsep Islamic ecosophy sangat bagus dikaitkan dengan CSR. Sebenarnya orang sudah melaksanakannya tetapi mereka melaksanakannya sesuai dengan tanggung jawabnya sebagai manusia tidak mengetahui bahwa sudah ada konsep Islamic Ecosophy yang mengatur akan hal itu. Ternyata sudah ada konsep yang menjadi penguat sebagai penjelasan peran manusia dibumi ini seperti apa.

RESUME WAWANCARA

Informan II Pak Tri Prayatna Sitompul (Kasub. Sumber Daya Manusia)

1. Sejak kapan perusahaan melaksanakan CSR? Jawab:

CSR sudah lama dilaksanakan yaitu pada tahun 2009. 2. Apa yang mendasari perusahaan melakukan CSR ?

Jawab:

Dasar perusahaan melaksanakan CSR karena memang sudah diatur dalam undang-undang. Anggaran CSR sudah ada dan ditetapkan dikantor direksi. Perusahaan juga sadar betapa pentingnya untuk melaksanakan yang namanya CSR karena ini sangat berguna untuk jangka panjang perusahaan serta dapat menjalin silaturahmi dengan masyarakat sekitar.

3. Bisa bapak jelaskan lebih rinci mengenai program-program CSR yang diterapkan oleh perusahaan?

Jawab:

Sejauh ini, sudah banyak program CSR yang dijalankan oleh perusahaan dengan membangun berbagai fasilitas, seperti TK Sakarosa, Sekolah Dasar, Pondok Pesantren dimana ketua yayasan berasal dari pihak pabrik gula. Selain itu perusahaan juga melakukan pengadaan sumur bor sebanyak tiga kali dan belum lama ini perusahaan membangun sumur bor pada tahun 2019. Pada tahun 2011 perusahaan juga telah membangun sumur bor di beberapa desa dan pada tahun 2014 perusahaan membangun

kembali sumur bor di beberapa desa, termasuk juga beberapa desa yang ada di kabupaten jeneponto, dengan alasan pabrik gula juga mempunyai lahan perkebunan tebu disana. Selain itu, masyarakat juga kekurangan air sehingga perusahaan membangun sumur bor di daerah tersebut. Acara tahunan yang selalu dilaksanakan yaitu sunnat massal sebelum musim giling.

4. Apakah pelaksanaan CSR perusahaan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat atau sesuai dengan kebutuhan perusahaan?

Jawab:

Perusahaan menyiapkan sekolah untuk anak karyawan yang bekerja di perusahaan ini. sedangkan, untuk masyarakat itu sendiri, perusahaan selalu membantu jika masyarakat mengajukan proposal ke perusahaan. Walaupun masyarakat tidak mengajukan proposal, tetapi perusahaan akan tetap membantu masyarakat jika itu memang menjadi tanggung jawab perusahaan yang berkaitan dengan kerusakan lingkungan.

5. Apakah ada bantuan dana dari perusahaan untuk kelompok petani tebu rakyat?

Jawab:

Iya, Perusahaan menyediakan lahan, bibit dan pupuk untuk diolah oleh masyarakat. Sedangkan, untuk perawatan tanaman tebu itu sendiri diserahkan sepenuhnya kepada masyarakat yang diberi nama Gapotta. Perusahaan juga memiliki koperasi yang diberi nama TR (Tebu Rakyat) dimana kepemilikan lahan berasal dari masyarakat namun tebu yang

dihasilkan dijual ke perusahaan. koperasi TR (Tebu Rakyat) di PT Perkebunan Nusantara XIV Kabupaten Takalar ada 4 yaitu, asosiasi petani tebu rakyat, koperasi ummat sehati, koperasi cinta manis, dan koperasi sayang manis. Pembagian perusahaan dengan masyarakat yaitu 30% untuk pabrik gula dan 70% untuk masyarakat. Akan tetapi, sekarang perusahaan menggunakan ARI (Analisis Rendemen Individu) dalam melakukan pemilihan tebu. Analisa rendemen individu digunakan untuk mendapatkan bahan baku tebu berkualitas tinggi, selain itu pengukuran rendemen menggunakan teknologi untuk mengukur kualitas gula yang baik tanpa adanya campur tangan manusia dapat membuat kepercayaan petani dalam penentuan rendemen individu sesuai dengan kualitas tebu giling. Kerjasama masyarakat dengan perusahaan ini memberikan pengaruh positif karena mendapatkan kepedulian masyarakat.

6. Apakah dana yang digunakan berasal dari dana CSR perusahaan? Jawab:

Iya. Ada dana CSR yang dialokasian untuk membantu kelompok tani tebu rakyat.

7. Salah satu konsep yang dapat dikaitkan dengan CSR yaitu konsep

Islamic ecosophy. Konsep Islamic ecosophy yaitu konsep yang

menekankan tugas manusia sebagai khalifah yang bertugas menjaga alam, memakmurkan bumi, dan berlaku bijak dalam pengambilan keputusan, bagaimana bapak memaknai konsep ini sebagai tugas manusia sebagai khalifah?

Jawab:

Kita harus sadar diri bahwa kita ini sebagai makhluk hidup yang diciptakan paling sempurna dimuka bumi ini, maka dari itu kita harus menjaga alam, saling membantu satu sama lain. Kalau bukan kita yang menjaga alam anak cucu kita nanti mau makan apa. Semua sumber kebutuhan hidup itu berasal dari alam, salah satunya tanaman tebu ini. Jadi, kita harus menjaga kelestarian alam sepatutnya kalau tidak bisa menjaga alam setidaknya jangan membuat pencemaran.

RESUME WAWANCARA

Informan III Pak Burhan (Sekretaris Desa Parappuanganta)

1. Apakah benar pabrik gula takalar melaksanakan CSR pada tahun 2009?

Jawab:

Iya. Sepertinya pabrik gula takalar memang melaksanakan CSR pada tahun 2009. Hal ini dibuktikan dibangunnya sumur bor pada tahun 2009. 2. Apakah benar pabrik gula takalar membantu masyarakat dalam hal

pengadaan sumur bor? Jawab:

Iya pabrik gula melakukan pengadaan sumur bor pada tahun 2011 di beberapa desa disekitar sini, yaitu Timbuseng, Massamaturu, Ko’mara, Barugaya dan Parang Luara. Pada tahun 2014 pabrik gula kembali membuat sumur bor dan terakhir pada tahun 2019 pengadaan sumur bor untuk masyarakat yang kekurangan air.

3. Apa saja program-program yang sudah dilaksanakan oleh Pabrik gula pada masyarakat?

Jawab:

Program CSR yang kami rasakan dari Pabrik Gula Takalar yaitu pabrik mengadakan sunna massal, sehingga warga kami yang kurang mampu juga bisa ikut berpartisipasi. Selain itu selalu diadakan operasi pasar dimana pihak pabrik menjual gula dibawah harga yang biasanya dijual dipasaran.

Perusahaan juga selalu membagikan THR berupa gula kepada masyarakat yang kurang mampu pada saat bulan ramadhan.

4. Bagaimana pandangan bapak tentang penerapan CSR yang dilakukan pabrik gula?

Jawab:

Kalau menurut saya program CSR yang dilaksanakan oleh pihak perusahaan sudah bagus. Keberadaan pabrik gula sangat membantu masyarakat dalam hal ekonomi dan lingkungan, baru-baru ini pabrik gula juga memberi besi untuk pembangunan tempat wisata, yaitu wisata dewita di taruttuka

5. Apa saja program-program yang sudah dilaksanakan oleh perusahaan pada masyarakat?

Jawab:

Perusahaan sering menyumbang kepada masyarakat dengan cara terjun langsung di lapangan, seperti pembagian gula atau bingkisan pada bulan ramadhan.

6. Dalam pelaksanaannya, apakah tebu rakyat ini memiliki ketua kelompok masing-masing?

Jawab:

Sepengetahuan saya memang ada ketua kelompok tebu rakyat masing-masing cuman saya kurang tahu jelasnya bagaimana.

7. Apakah kerjasama pabrik gula dengan masyarakat sudah bagus? Jawab:

Kalau yang saya lihat sudah bagus karena pabrik gula itu membuka lapangan kerja bagi masyarakat terutama warga saya.

8. Apa harapan bapak untuk pelaksanaan CSR pabrik gula kedepannya?

Jawab:

Harapan saya semoga program CSR terus berjalan karena ini sangat membantu, dan setahu saya memang sudah ada anggarannya khusus untuk CSR.

9. Konsep Islamic ecosophy adalah manusia diciptakan sebagai khalifah yang bertugas menjaga alam, memakmurkan bumi, dan mampu berlaku bijak dalam pengambilan keputusan., bagaimana pandangan bapak terkait dengan penerapan CSR yang dilakukan pabrik gula terhadap lingkungan dan masyarakat apakah sudah sesuai dengan konsep diatas, bisa bapak jelaskan?

Jawab:

Iya, sudah sesuai. Dapat dilihat sendiri pabrik gula menanam tebu tapi nanti ketika panen ampasnya itu tidak dibuang sembarangan melainkan ditimbun didalam tanah untuk dijadikan pupuk. Selain itu pihak perusahaan juga berlaku bijak dalam pengambilan keputusan contohnya, perusahaan tidak menghususkan bahwa CSR hanya dikucurkan untuk masyarakat disekitar perusahaan saja tetapi semua warga kabupaten takalar juga bisa turun andil.

RESUME WAWANCARA Informan IV Ibu Kasra (Masyarakat)

1. Apa saja program-program CSR yang sudah dilaksanakan oleh perusahaan pada masyarakat?

Jawab:

Program CSR pertama yang dilakukan pabrik gula adalah pengadaan Sumur bor yang dibangun pada tahun 2009 dan sampai sekarang masih

Dokumen terkait