G. Metodologi Penelitian
1. Penelitian Kuantitatif a. Desain Penelitian
Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang bersifat analitik dengan rancangan
cross sectional. Observasi atau pengukuran variabel pada
rancangancross sectional
dilakukan pada satu saat tertentu. Satu saat tertentu bukan berarti semua subjek diamati atau diukur tepat pada hari atau pun pada saat yang sama, tetapi tiap subjek hanya di observasi satu kali dan pengukuran variabel dilakukan pada saat pemeriksaan tersebut. Sehingga studi analitikcross sectional
merupakan studi yang mempelajari hubungan antara variabel bebas (faktor risiko) dengan variabel terikat (efek) yang dilakukan sekali dan dalam waktu yang bersamaan.61 Ciri khas dari rancangancross sectional
yaitu 1) Peneliti melakukan observasi atau pengukuran variabel pada satu saat tertentu; 2) Status individu atas ada atau tidaknya kedua faktor baik pemajanan maupun penyakit dinilai pada waktu yang sama. Variabel bebas dan terikat dikumpulkan dalam waktu bersamaan; 3) Hanya menggambarkan hubungan asosiasi bukan sebab akibat; 4) Desain ini dapat digunakan pada penelitian deskriptif dan analitik.62 Metode analitik digunakan untuk menggali, bagaimana dan mengapa fenomena kesehatan terjadi. Pada penelitian ini, analitik digunakan untuk melakukan analisis dinamika pengaruh (korelasi) antara sikap Islam wanita usia subur mengenai KB dan kontrasepsi IUD, peran tokoh agama, pendidikan, serta kualitas pelayanan KB terhadap penggunaan kontrasepsi IUD.1) Kelebihan dan Kelemahan Rancangan Cross sectional63 a) Kelebihan
(1) Mudah dilakukan dan relatif lebih murah dibandingkan studi
kohort.
(2) Dapat memberikan informasi mengenai frekuensi dan distribusi penyakit yang menimpa masyarakat, serta informasi mengenai
60 John W. Creswell, Research Design: Pendekatan metode Kualitatif, Kuantitatif, dan Campuran, penj.Achmad Fawaid (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2016), 289.
61 Nova Oktavia, Sistematika Penulisan Karya Ilmiah (Yogyakarta: Deepublish, 2015), 22.
62 Wahyudin Rajab, Buku Ajar Epidemiologi untuk Mahasiswa Kebidanan
(Jakarta: EGC, 2009), 47.
21
faktor risiko atau karakteristik lain yang dapat menyebabkan terjadi kesakitan pada masyarakat.
(3) Dapat mengetahui variabel yang memiliki pengaruh dominan pada penyakit tertentu.
b) Kekurangan
(1) Tidak dapat meneliti penyakit yang terjadi secara akut dan cepat sembuh (durasi penyakit pendek).
(2) Tidak dapat menjelaskan apakah penyakit atau faktor risiko yang terjadi terlebih dahulu.
(3) Sering terjadi penyimpangan berupa bias observasi dan bias respons.
2) Rancangan Sederhana Penelitian Cross sectional64
Bagan 1.2 Bagan Rancangan Penelitian Cross sectional
3) Tahapan Kegiatan Rancangan Cross sectional 65 Bagan 1.3
64 Budiman Chandra, Metodologi Penelitian Kesehatan (Jakarta: EGC, 2008), 15. 65 Arif Sumantri, Metodologi Penelitian Kesehatan (Jakarta: Kencana Prenada Media Group, 2013), 80.
Populasi (Sampel)
Penyakit Faktor risiko
Penyakit (-) Penyakit (+) Faktor risiko (-) Faktor risiko (+) Identifikasi variabel penelitian (faktor-faktor
risiko dan efek)
Penetapan subjek penelitian (populasi
dan sampel)
Melaksanakan observasi atau pengukuran terhadap variabel
yang merupakan efek maupun yang merupakan risiko pada saat yang sama Melakukan analisis
22
b. Populasi dan Sampel 1) Populasi
Populasi adalah keseluruhan objek penelitian atau objek yang akan diteliti.66 Populasi dalam penelitian ini adalah semua wanita usia subur yang sudah menikah dan masih memiliki pasangan (suami) berumur 15-49 tahun berjumlah 1.201 orang di Desa Tuatunu Kota Pangkalpinang Tahun 2014.
2) Sampel
Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi.67 Sampel yang baik adalah sampel yang mampu mewakili populasi (representatif).68
a) Besar sampel
Besar sampel digunakan untuk keperluan analisa data secara kuantitatif. Besar sampel untuk rancangan cross sectional pada penelitian ini dihitung dengan rumus sebagai berikut: 69
n = N 1+N (d)2 Keterangan :
n = Besar sampel
N = Perkiraan besar Populasi
d = Derajat ketepatan yang diinginkan (d=0,1) n = 1.201/1+1.201 (0,1)2
n = 92 responden
Jumlah minimal sampel agar hasil dapat dianalisa dengan uji statistik untuk penelitian kuantitatif adalah sebesar 30 sampel. Seorang peneliti tidak harus meneliti keseluruhan sampel atau total populasi karena berbagai keterbatasan yang ada (waktu, tempat, dan tenaga). Penulis dalam penelitian ini hanya mengambil sampel sebanyak 66 responden. Hal ini dikarenakan penulis mempertimbangkan jumlah akseptor IUD di Desa Tuatunu hanya 6 orang. Jadi 6 responden merupakan akseptor IUD dan 60 responden merupakan non akseptor IUD.
66 Soekidjo Notoatmodjo, Metodologi Penelitian Kesehatan (Jakarta: Rineka Cipta, 2012), 115.
67 Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R & D (Bandung: Alfabeta, 2008), 81.
68 I Ketut Swarjana, Metodologi Penelitian Kesehatan (Yogyakarta: ANDI, 2012), 75.
69 Budiharto, Metodologi Penelitian Kesehatan dengan Contoh Bidang Ilmu Kesehatan Gigi (Jakarta: EGC, 2008), 33.
23
b) Teknik pengambilan sampel
Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan teknik
random
sampling
pada akseptor non IUD (suntik, pil, implan, MOW, MOP, dan kondom) dan unmeet need yang dipilih dengansimple random sampling
menggunakan tabel bilangan acak. Sedangkan semua responden yang menggunakan kontrasepsi IUD (akseptor IUD) dimasukkan sebagai sampel dalam penelitian.(1) Kriteria Insklusi
(a) Wanita usia subur (umur 15-49 tahun) (b) Memiliki pasangan dan sudah menikah (c) Bersedia menjadi responden
(d) Berada di desa Tuatunu Kota Pangkalpinang (2) Kriteria ekslusi
(a) Menggunakan kontrasepsi dan tidak menggunakan kontrasepsi (b) Memiliki Aliran/organisasi/paham Keislaman
c. Tempat dan Waktu Penelitian 1) Tempat Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan di Desa Tuatunu Kota Pangkalpinang. 2) Waktu Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober sampai Desember tahun 2016.
d. Pengumpulan Data
1) Alat Pengumpulan Data
Pengukuran variabel penelitian menggunakan instrument untuk pengumpulan data. Hal ini menyatakan bahwa yang dimaksud dengan instrumen adalah alat-alat yang digunakan untuk mengumpulkan data, instrument ini berupa
question (pertanyaan), formulir-formulir lain yang
berkaitan dengan pencatatan data dan sebagainya.70 Alat pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner atau angket. Kuesioner adalah sejumlah pertanyaan tertulis yang digunakan untuk memperoleh informasi dari responden.71 Pertanyaan dalam penelitian ini berhubungan dengan pertanyaan dari variabel independen meliputi sikap Islam wanita usia subur mengenai KB dan kontrasepsi IUD, peran tokoh agama, pendidikan, serta kualitas pelayanan KB.Terdapat dua buah unsur penting pada instrumen yaitu validitas dan realibilitas. Validitas merujuk pada kemampuan suatu instrumen untuk mengukur apa yang seharusnya diukur sedangkan realibilitas mengacu kepada konsistensi instrumen dalam pengukuran.
70 Soekidjo Notoadmodjo, Metodologi Penelitian Kesehatan (Jakarta: Rineka Cipta, 2012), 87.
71 Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik (Jakarta: Rineka Cipta, 2006), 151.
24
a) Validitas
Validitas adalah suatu ukuran yang menunjukkan tingkat-tingkat kevalidan atau kesahihan suatu instrumen.72 Validitas instrumen itu sendiri terdiri dari validitas rupa (Face Validity), isi (Content Validity), kriteria (Criterion Validity) dan validitas konstruk (Construct
Validity).
73 Validitas konstruk dalam penelitian ini dilakukan dengan mengujikan instrumen kepada responden sesuai dengan karakteristik responden tempat pemberlakuan instrumen akhir. Untuk mengetahui valid atau tidaknya suatu instrumen penelitian berdasarkan validitas konstruk akan dilakukan uji terhadap instrumen yang telah diujikan kepada responden dengan menggunakan program SPSS. Item Total statistics menyajikan hasil uji validitas yang ditunjukkan melalui kolumCorrected Item-Total Correlation. Mengetahui butir soal mana yang
valid dan mana yang gugur dapat dilakukan dengan membandingkan koefisien validitas yang disebut dengan r hitung dengan r tabel pada taraf signifikansi 5%. Berdasarkan tabel r diperoleh r tabel N=30 taraf signifikansi 5% sebesar 0,361. Apabila nilai r hitung lebih besar dari 0,361 maka dapat dinyatakan butir soal tersebut valid. Sebaliknya apabila r hitung lebih kecil dari 0,361 maka butir soal dinyatakan gugur. Hasil Uji validitas instrumen yang dilakukan kepada 30 responden (dapat dilihat pada lampiran hasil output uji validitas dan realibilitas) pada variabel sikap Islam WUS mengenai KB dan kontrasepsi IUD (10 butir soal) serta peran tokoh agama (5 butir soal) semua butir soal valid. Sedangkan, pada variabel kualitas KB terdapat 9 butir soal yang valid dan 1 butir soal dinyatakan gugur (soal nomor 1).b) Realibilitas
Realibilitas merupakan indeks yang menunjukkan sejauh mana suatu alat pengukur dapat dipercaya atau dapat diandalkan. Hasil pengukuran konsisten atau tepat bila dilakukan pengukuran berulang (konsistensi, akurasi, dan presisi).74 Uji realibilitas pada penelitian ini menggunakan teknik
Alpha Cronbach. Kriteria suatu instrumen
penelitian dikatakan reliable dengan menggunakan teknik ini bila koefisien realibilitas (r11) > 0,70 pada tingkat kepercayaan α = 5%.Skala pengukuran instrumen penelitian ini yaitu skala likert. Skala likert adalah skala yang dapat digunakan untuk mengukur sikap, pendapat, dan persepsi seseorang tentang objek atau fenomena tertentu. Skala likert memiliki dua bentuk pernyataan, yaitu : pernyataan positif dan negatif. Pernyataan positif diberi skor 5, 4, 3, 2, dan 1 ; sedangkan
72 Novita Lusiana, Buku Ajar Metodologi Penelitian Kebidanan (Yogyakarta: deepublish Publisher, 2015), 62
73 Syofian Siregar, Metode Penelitian Kuantitatif (Jakarta: Kencana, 2013), 46. 74 Ari Setiawan, Metodologi Penelitian Kebidanan DIII, DIV, S1, dan S2
25
bentuk negatif diberi skor 1, 2, 3, 4, dan 5. Bentuk jawaban skala likert terdiri dari sangat setuju, setuju, ragu-ragu, tidak setuju, dan sangat tidak setuju.75
Berdasarkan hasil uji realibilitas yang di lakukan diperoleh koefisien
alpha cronbach’s sebesar 0.953 pada sikap Islam responden
mengenai KB, 0.807 pada peran tokoh agama, 0.786 pada kualitas pelayanan KB. Oleh karena itu, semua instrument dinyatakan reliabel (andal).2) Teknik Pengumpulan Data
Data yang diperoleh, terbagi atas 2 jenis data yaitu :
a) Data primer yang diperoleh secara langsung menggunakan kuesioner dan observasi di lapangan yaitu jawaban dari wanita usia subur yang sudah menikah terhadap pertanyaan kuesioner.
b) Data sekunder yang diperoleh dari BKKBN Pusat (Indonesia), BKKBN Provinsi, BPMPKB Kota Pangkalpinang, sub-PPKBD Tuatunu, dan kantor kelurahan Tuatunu.
e. Metode Analisis Data 1) Analisis Data
Analisis data yang dilakukan yaitu analisis univariat, bivariat, dan multivariat dengan menggunakan program komputer.
a) Analisis Univariat
Analisis univariat bertujuan untuk menjelaskan atau mendeskripsikan karakteristik setiap variabel penelitian. Bentuk analisis univariat tergantung dari jenis datanya. Data numerik digunakan nilai mean atau rata-rata, median dan standar deviasi. Pada umumnya dalam analisis ini hanya menghasilkan distribusi frekuensi dan persentase dari tiap variabel.76
b) Analisis bivariat
Analisis bivariat dilakukan terhadap dua variabel (dependen dan independen) yang diduga berhubungan atau berkorelasi. Variabel dependen dan independen yang menggunakan skala nominal atau ordinal dilakukan uji statistik dengan ‚Fisher Exact Test‛.77 Uji ini sebagai alternatif dari chi square karena nilai expected tidak terpenuhi (maksimal 20%
expected frequencies < 5) dan sering disebut tabel
2x2.78 Analisa data menunjukkan 2 sel (50%) mempunyai nilai harapan kurang dari 5 jadi penulis menggunakanfisher’s exact Test. Langkah
pengujian data sama dengan proses ujichi square hanya saja ketika
75 Syofian Siregar, Metode Penelitian Kuantitatif (Jakarta: Kencana , 2013), 25. 76 Soekidjo Notoadmodjo, Metodologi Penelitian Kesehatan (Jakarta: Rineka Cipta, 2010), 89.
77 Eko Budiarto, Metodologi Penelitian Kedokteran (Jakarta: EGC, 2003), 182. 78 I Ketut Swarjana, Statistik Kesehatan (Yogyakarta: Andi, 2016), 111.
26
menganalisis maka dibaca pada