BAB III METODE PENELITIAN
E. TATA CARA PENELITIAN
Sebelum penelitian, terlebih dahulu dilakukan tahap persiapan penelitian dengan mengajukan surat izin pengambilan data kepada sekretariat Farmasi Universitas Sanata Dharma dengan No:Far/S1/067/IV/2021/A-1/KP yang ditujukan kepada kepala Desa Watu Pari. Peneliti melakukan perizinan pengambilan data kepada Kepala Desa Watu Pari dengan melampirkan surat pengantar penelitian dari Fakultas Farmasi Universitas Sanata Dharma dan naskah
proposal. Peneliti mendapat izin dari Kepala Desa setempat untuk dilakukan penelitian secara luring. Penelitian ini juga telah disetujui oleh ethical clearance dari komisi etik UGM Yogyakarta dengan nomor: KE/FK/0892/EC/2021.
2. Penentuan lokasi penelitian
Lokasi penelitian yang dipilih adalah Desa Watu Pari, Kecamatan Kota Komba, Kabupaten Manggarai Timur.
3. Pembuatan kuesioner
Panduan kuesioner dalam penelitian ini mengacu pada panduan kuesioner Vidyarani 2012. Selanjutnya tetap dilakukan uji validasi oleh proffesional judgement dan juga uji reliabilitas kepada 30 responden yang memiliki kesamaan karakteristik dengan subjek penelitian.
a. Uji Validitas Content
Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa item pernyataan dalam instrumen (kuesioner) yang digunakan valid mencakup keseluruhan dan tidak menyimpang dari konsep serta batasan tujuan pengukuran. Uji validitas yang dilakukan adalah dengan metode Delphi (Profesional Judgement) dimana kuesioner yang disusun isinya akan divalidasi oleh tenaga kesehatan yang ahli dibidangnya masing-masing. Pada penelitian ini yang melakukan validasi konten terdiri dari dua orang ahli.
Tabel I. Hasil Uji Validasi Content dan Perbaikan
Validasi Content Pengetahuan
No Pernyataan Perbaikan
1 Sakit kepala adalah penyakit dengan nyeri di kepala yang disertai dengan berbagai gejala, dan penyebabnya adalah patogen luar dan penyebab dari dalam tubuh.
Sakit kepala merupakan suatu sensasi nyeri pada daerah kepala yang kadang-kadang diikuti dengan nyeri pada wajah dan/atau leher
2 Sakit kepala sering diikuti oleh rasa mual, berkeringat dan malas dalam melakukan kegiatan
Sakit kepala sering diikuti rasa mual dan berkeringat
3 Rasa sakit kepala biasanya terjadi secara tiba-tiba
Stres (tekanan berat) dapat memicu timbulnya sakit kepala 4 Migrain merupakan salah satu jenis
sakit kepala
Migrain merupakan salah satu jenis sakit kepala sebelah yang kadang-kadang disertai rasa mual
5 Jika menderita sakit kepala, biasanya
8 Pengobatan sendiri adalah tindakan untuk mengobati penyakit tanpa resep dokter
Swamedikasi adalah tindakan untuk mengobati penyakit tanpa resep dokter
9 Pengobatan mandiri umumnya dilakukan untuk mengobati penyakit ringan
Swamedikasi umumnya dilakukan untuk mengobati penyakit ringan
10 Laki-laki memiliki peluang 3 kali lebih tinggi untuk mengalami sakit kepala daripada wanita
Memilih obat sakit kepala harus disesuaikan dengan jenis sakit kepala yang dirasakan
11 Obat sakit kepala adalah obat yang dapat dibeli tanpa resep dokter
Sakit kepala dapat diatasi dengan pemberian obat pereda nyeri dari luar, seperti balsem.
12 Paracetamol dapat digunakan untuk mengobati sakit kepala
-
13 Dosis Paracetamol yang berlebihan dapat menyebabkan kerusakan pada hati
Dosis Paracetamol yang berlebihan (pemberian tunggal 15 gr) dapat menyebabkan kerusakan pada hati
14 Obat sakit kepala dapat terus dikonsumsi meskipun gejala yang timbul sudah hilang
-
15 Paracetamol adalah obat sakit kepala yang dapat mengiritasi lambung, sehingga harus dikonsumsi setelah makan
-
Validasi Content Sikap
No Pernyataan Perbaikan
1 Saya lebih suka periksa Ke dokter daripada membeli obat dan mengobati sendiri sakit kepala yang saya alami
Saya merasa perlu
memeriksakan diri ke dokter ketika mengalami sakit kepala -
2 Jika Saya merasa nyeri di kepala, saya yakin bahwa saat itu Saya sedang mengalami sakit kepala
-
3 Saya merasa tidak perlu bertanya kepada orang yang lebih ahli ketika saya ingin mengkonsumsi obat sakit kepala
-
4 Saya khawatir sakit kepala yang saya derita akan kambuh lagi di masa depan
-
5 Saya yakin dan percaya sepenuhnya pada informasi obat yang tertera di kemasan obat sakit kepala
Saya percaya pada informasi yang tertera di kemasan obat sakit kepala
6 Saya tidak khawatir akan efek samping obat sakit sesuai dengan jenis sakit kepala yang saya alami
8 Saya akan menggunakan obat sesuai anjuran yang Bodrex® ketika mengalami sakit kepala
10 Menurut saya membaca informasi obat pada kemasan obat sakit kepala hanya akan membuang-buang waktu
-
No Validasi Content Tindakan
1 Yang pertama kali saya lakukan ketika mengalami sakit kepala adalah mengkonsumsi obat paracetamol
-
2 Ketika terserang sakit kepala saya biasanya mengkonsumsi obat : Panadol, Paramex, Parasetamol, Bodrex,
Ketika terserang sakit kepala saya biasanya mengonsumsi obat : Panadol®, Paramex®, atau Bodrex®
3 Saya biasanya mengkonsumsi obat sakit kepala 1 tablet sekali minum
-
4 Saya biasanya mengkonsumsi obat sakit kepala sebelum/setelah makan
Ketika Saya belum paham tentang cara pakai obat pereda sakit kepala, saya konsultasi kepada tenaga kesehatan 5 Saya biasanya mengkonsumsi
obat sakit kepala 3 kali dalam sehari
Saya biasanya membeli obat sakit kepala di Apotek
6 Untuk memilih obat sakit kepala saya biasanya bertanya kepada dokter/apoteker
Sebelum mengonsumi obat sakit kepala saya memeriksa tanggal kadaluarsa obat terlebih dahulu
7 Saya biasanya membeli obat sakit kepala di Apotek
Saya mengonsumi obat pereda sakit kepala yang masih utuh
(bentuk sediaannya tidak berubah/rusak)
8 Sebelum mengonsumi obat sakit kepala saya memeriksa tanggal kadaluarsa obat terlebih dahulu
Apabila sakit kepala belum reda (rasa sakit yang berlanjut) setelah swamedikasi, saya konsultasi ke dokter
9 Saya mengonsumi obat pereda sakit kepala yang masih utuh (bentuk sediaannya tidak berubah/rusak)
Apabila timbul efek samping yang berbahaya setelah mengonsumsi obat sakit kepala, saya konsultasi ke dokter
b. Uji Pemahaman Bahasa
Pada penelitian ini uji pemahaman bahasa dilakukan dengan uji coba kuesioner kepada 3 orang responden yang memiliki kriteria serupa dengan subjek penelitian yaitu Ibu-ibu Desa Watu Pari. Hasil pada uji ini, dilakukan perbaikan minor dalam penulisan kata, dan semua responden mampu memahami setiap pertanyaan kuesioner yang diberikan.
c. Uji Validitas
Uji validitas bertujuan untuk menilai apakah suatu kuesioner dapat mengukur sesuatu yang ingin diukur. Untuk mengetahui apakah kuesioner yang disusun mampu mengukur apa yang hendak diukur maka dilakukan uji korelasi pearson. Nilai korelasi yang diperoleh lalu dibandingkan dengan tabel nilai korelasi (r) Product Moment untuk mengetahui apakah nilai korelasi yang diperoleh signifikan atau tidak. Jika indeks nilai yang diperoleh dari perhitungan tersebut memiliki nilai yang lebih besar dari nilai tabel korelasi maka item itu dinyatakan valid demikian juga sebaliknya (Halin, 2018). Pada penelitian ini semua item pernyataan dari aspek pengetahuan, sikap dan tindakan setelah dilakukan uji korelasi Pearson Product Moment menunjukan hasil yang baik sehingga tidak perlu ada item yang dihapus. Pada uji validitas yang dilakukan diperoleh nilai r hitungnya adalah >0.2 dan dinyatakan valid. Akibatnya dapat diterima bahwa seluruh butir pertanyaan pada kuesioner pengetahuan, sikap dan
tindakan memenuhi kriteria valid seperti terlihat pada lampiran IV.
4. Reliabilitas
Instrumen yang reliabel adalah instrumen yang bila digunakan beberapa kali untuk mengukur objek yang sama, akan menghasilkan data yang sama.
Pengujian reliabilitas instrumen ini menggunakan rumus Cronbach’s Alpha.
Instrumen dikatakan reliabel jika r hitung ≥ r tabel. Sedangkan Instrumen dikatakan tidak reliabel jika r hitung ≤ r tabel. Artinya butir kuesioner dikatakan reliabel jika Cronbach’s Alpha ≥ 0,70 dan dikatakan tidak reliabel jika Cronbach’s Alpha ≤ 0,70 (Halin, 2018). Hasil uji reliabilitas pada penelitian ini menunjukan keseluruhan variabel penelitian memiliki konsistensi yang tinggi dan dapat digunakan untuk mengukur variabel yang sama secara berulang seperti yang tertera pada tabel I.
Tabel II. Hasil Uji Reliabilitas berdasarkan nilai Cronbach alfa
Variabel Hasil nilai Alpha
keterangan
Pengetahuan 0.744 Reliabel
Sikap 0.723 Reliabel
Tindakan 0.706 Reliabel
5. Pengambilan data
Pengambilan data dilakukan dengan membagikan lembar kuesioner yang terdiri dari pertanyaan terkait pengetahuan, sikap dan tindakan swamedikasi untuk sakit kepala kepada responden. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah menggunakan sumber data primer. Sumber data primer yang dimaksud adalah data yang diperoleh secara langsung dari responden untuk menjawab rumusan masalah dan tujuan penelitian. Pada penelitian ini diperoleh 105 responden yang bersedia mengikuti penelitian, namun terdapat 13 responden yang tidak memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi yang ditetapkan sehingga diperoleh sebanyak 92 responden dalam penelitian ini. Pengambilan data pada penelitian ini dilakukan secara luring dikarenakan masyarakat setempat belum terlalu memahami penggunaan Gadget jika menggunakan kuesioner elektronik.
Peneliti membagikan informed consent kepada responden sebelum pengambilan data untuk memastikan responden dengan sukarela atau tanpa paksaan bersedia sebagai subjek penelitian, artinya responden berhak untuk menolak berpartisipasi dalam penelitian ini. Responden yang bersedia berpartisipasi dalam penelitian ini selanjutnya diberikan lembar data diri sebagai verifikasi apakah responden memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Jika memenuhi kriteria akan menerima lembar kuesioner penelitian, sedangkan yang tidak memenuhi maka dinyatakan drop out.