• Tidak ada hasil yang ditemukan

LANDASAN TEORI

2. Keterampilan Proses Terpadu a. Menentukan Variabel

2.2 Penelitian yang Relevan

Berikut akan disajikan beberapa penelitian relevan yang telah dilakukan peneliti sebelumnya.

Penelitian pertama yang relevan adalah penelitian yang dilakukan oleh Rahayu tahun 2014 berjudul “Implementasi Keterampilan Proses pada Pembelajaran IPA di Kelas IVC SD Muhammadiyah Condongcatur Sleman” penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi keterampilan proses pada pembelajaran IPA di kelas IVC SD Muhammadiyah Condongcatur. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek guru dan siswa dalam pembelajaran IPA.

Jenis penelitian sebelumnya merupakan pendekatan kualitatif deskriptif.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru melakukan perencanaan dalam melatihkan keterampilan proses melalui: pemberian kesempatan kepada siswa untuk menggunakan keterampilan proses berupa mengamati, mengomunikasikan dan menyimpulkan, menyiapkan teknik yang luwes dalam proses pembelajaran, memberikan kesempatan siswa untuk berdiskusi, dan mengadakan review bersama siswa dari kegiatan yang dilakukan. Pelaksanaan pembelajaran dalam melatihkan keterampilan proses kepada siswa oleh guru yaitu : 1) memberikan kesempatan siswa untuk menggunakan keterampilan proses berupa mengamati, mengkomunikasikan, menyimpulkan, mengklasifikasi dan memprediksi 2) menggunakan teknik yang luwes dalam proses pembelajaran, dan 3) memberikan kesempatan siswa untuk berdiskusi. Keterampilan proses yang ditunjukkan siswa berupa mengamati, mengomunikasikan, menyimpulkan, mengklasifikasi dan memprediksi. Faktor pendukung pembelajaran dalam implementasi keterampilan proses yaitu: (a) guru mempunyai pemahaman yang baik tentang keterampilan proses, (b) siswa yang antusias dalam mengikuti kegiatan pembelajaran, dan (c) kurikulum yang mengacu pada pengembangan keterampilan proses. Untuk faktor penghambat yaitu: (a)

kurangnya kemampuan guru dalam mengorganisir kegiatan terutama kegiatan percobaan, (b) sifat siswa yang berbeda-beda seperti siswa yang kurang aktif atau terlalu aktif, dan (c) ketersediaan sarana dan prasarana untuk praktek yang belum mencukupi. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, menunjukkan bahwa keterampilan proses dapat membuat siswa lebih aktif dan antusias dalam kegiatan pembelajaran. Selain itu, penelitian ini berkaitan dengan penelitian peneliti yaitu tentang keterampilan proses sains kelas IV, sehingga peneliti dapat gagasan dari penelitian tersebut.

Penelitian kedua yang relevan adalah penelitian yang dilakukan oleh Pratama pada tahun 2015 berjudul “Keterampilan Proses Sains Siswa Jurusan IPA beberapa SMA di Yogyakarta” penelitian ini bertujuan (1) untuk mengetahui sejauh mana penguasaan keterampilan proses sains siswa kelas XI jurusan IPA pada empat SMA di Yogyakarta, (2) untuk mengetahui kecenderungan keterampilan proses sains yang dikuasai oleh siswa jurusan IPA kelas XI pada empat SMA di Yogyakarta, (3) untuk mengetahui perbedaan penguasaan keterampilan proses sains siswa kelas XI jurusan IPA pada empat SMA di Yogyakarta. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Metode penelitian yang digunakan adalah survei.

Subjek penelitian ini adalah siswa jurusan IPA kelas XI. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Tingkat penguasaan siswa jurusan IPA pada empat SMA di Yogyakarta masih dalam tingkat cukup. (2) Penguasaan siswa jurusan IPA akan keterampilan proses sains untuk klasifikasi menyajikan data dan merumuskan hipotesis merupakan keterampilan yang dikuasai siswa dengan baik sedangkan untuk klasifikasi mengidentifikasi variabel merupakan keterampilan yang sangat kurang dikuasai oleh siswa. (3) penguasaan siswa jurusan IPA untuk keterampilan proses sains untuk klasifikasi merancang eksperimen dan mendefinisikan variabel secara operasional masih dalam tingkat penguasaan yang cukup. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana keterampilan proses sains pada siswa. Jenis penelitian sebelumnya merupakan penelitian kuantitatif sedangkan jenis penelitian peneliti saat ini adalah penelitian kuantitatif deskriptif. Subjek penelitian sebelumnya adalah siswa jurusan IPA kelas XI

sedangkan subjek penelitian saat ini adalah siswa kelas IV sekolah dasar.

Berdasarkan hasil penelitian tersebut, menunjukkan bahwa keterampilan proses sains dipengaruhi salah satunya sistem pembelajarannya.

Penelitian ketiga yang relevan adalah penelitian yang dilakukan oleh Komikesari pada tahun 2016 berjudul “Peningkatan Keterampilan Proses Sains dan Hasil Belajar Fisika Siswa pada Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Student Team Achievement Division”. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peningkatan Keterampilan Proses Sains (KPS) dan hasil belajar fisika siswa pada model pembelajaran kooperatif tipe Student Team Achievement Division (STAD). Penelitian ini merupakan jenis penelitian tindakan kelas dengan tindakan model Kemmis dan Mc Taggart. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X SMA Negeri 15 Bandar lampung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe Student Team Achievement Division (STAD) dapat meningkatkan Keterampilan Proses Sains (KPS) dan hasil belajar fisika dari siswa ke siswa. Penelitian kali ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana keterampilan proses sains pada siswa kelas IV. Jenis penelitian sebelumnya merupakan penelitian tindakan kelas dengan tindakan model Kemmis dan Mc Taggart sedangkan jenis penelitian peneliti saat ini adalah penelitian kuantitatif deskriptif.

Subjek penelitian sebelumnya adalah siswa kelas X SMA Negeri 15 Bandar lampung sedangkan subjek penelitian saat ini adalah siswa kelas IV sekolah dasar. Berdasarkan penelitian tersebut, keterampilan proses sains dapat ditingkatkan dengan model pembelajaran STAD. Penelitian ini berkaitan dengan penelitian peneliti yaitu tentang keterampilan proses sains siswa.

Penelitian keempat yang relevan adalah penelitian yang dilakukan oleh Dewi & Rati pada tahun 2017 berjudul “Penerapan Pendekatan Keterampilan Proses untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPA Siswa Kelas V” Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan belajar IPA dengan penerapan pendekatan keterampilan proses untuk meningkatkan hasil belajar IPA siswa kelas V. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas V SD No.2 Kapal.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa, pada siklus I rata-rata hasil belajar

IPA siswa sebesar 69,41% pada kategori cukup dan meningkat menjadi 84%

pada siklus II yang berada pada kategori tinggi. Terjadi peningkatan sebesar 14,59%. Penelitian kali ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana keterampilan proses sains pada siswa. Jenis penelitian sebelumnya merupakan penelitian tindakan kelas dengan tindakan model Kemmis dan Mc Taggart sedangkan jenis penelitian peneliti saat ini adalah penelitian kualitatif. Subjek penelitian sebelumnya adalah siswa kelas V SD No.2 Kapal, sedangkan subjek penelitian saat ini adalah siswa kelas IV sekolah dasar. Berdasarkan penelitian tersebut, keterampilan proses sains dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Penelitian ini berkaitan dengan penelitian peneliti yaitu tentang keterampilan proses sains siswa.

Penelitian kelima yang relevan adalah penelitian yang dilakukan oleh Syabily pada tahun 2018 berjudul “Pengaruh Penerapan Pendekatan Keterampilan Proses pada Pokok Bahasan Besaran dan Pengukuran Terhadap Hasil Belajar Fisika Siswa Kelas X SMA N 3 Merauke” Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pendekatan keterampilan proses terhadap hasil belajar siswa dan untuk mengetahui adanya pengaruh antara pendekatan keterampilan proses terhadap hasil belajar siswa pada siswa kelas X SMA Negeri 3 Merauke. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen dengan pretest-posttest one group design yaitu pemberian tes pada sampel sebelum perlakuan (pretest) dan setelah perlakuan (postest). Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas X SMA Negeri 3 Merauke yang berjumlah 274 siswa. Hasil penelitian menunjukkan nilai rata-rata n-gain adalah 0,53 yang berada pada kategori sedang, sedangkan hasil uji hipotesis menggunakan aplikasi SPSS 21 dengan analisis korelasi diperoleh nilai signifikansi 0,000<0,005 hal ini menunjukkan adanya korelasi antara variabel X dan Y dengan nilai pearson correlation (r) 0,818 yang berarti derajat hubungan korelasi sangat kuat, untuk analisis regresi diperoleh thitung = 8,056 > ttabel = 2,042 yang berarti bahwa Ho ditolak dan Ha diterima. Penelitian kali ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana keterampilan proses sains pada siswa. Jenis penelitian sebelumnya merupakan penelitian eksperimen sedangkan jenis

penelitian peneliti saat ini adalah penelitian kualitatif. Subjek penelitian sebelumnya adalah siswa kelas X SMA Negeri 3 Merauke yang berjumlah 274 siswa sedangkan subjek penelitian saat ini adalah siswa kelas IV sekolah dasar yang berjumllah 136 siswa. Berdasarkan penelitian tersebut, keterampilan proses sains dapat berpengaruh dengan hasil belajar siswa.

Penelitian ini berkaitan dengan penelitian peneliti yaitu tentang keterampilan proses sains siswa.

Penelitian keenam yang relevan adalah penelitian yang dilakukan oleh Lusidawaty, Fitria, Miaz, & Zikri pada tahun 2020 berjudul

“Pembelajaran IPA dengan Strategi Pembelajaran Inkuiri untuk Meningkatkan Keterampilan Proses Sains dan Motivasi Belajar Siswa di Sekolah Dasar” Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan peningkatan keterampilan proses dan motivasi belajar siswa pada kelas IV SD Negeri 24 Ganting Singgalang dengan menggunakan strategi pembelajaran Inkuiri.

Jenis Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Subjek uji coba adalah peserta didik kelas IV Sekolah Dasar Negeri 24 Ganting Singgalang sebanyak 30 siswa. Hasil penelitian menunjukan pada siklus 1 keterampilan proses sains siswa 73% meningkatkan pada siklus 2 menjadi 85% dan motivasi belajar siswa pada siklus 1 53% meningkat pada siklus 2 dengan menjadi 85%. Penelitian kali ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana keterampilan proses sains pada siswa. Jenis penelitian sebelumnya merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) sedangkan jenis penelitian peneliti saat ini adalah penelitian kuantitatif deskriptif. Subjek penelitian sebelumnya adalah peserta didik kelas IV Sekolah Dasar Negeri 24 Ganting Singgalang sebanyak 30 siswa sedangkan subjek penelitian saat ini adalah siswa kelas IV sekolah dasar. Berdasarkan penelitian tersebut, keterampilan proses sains dapat meningkatkan motivasi belajar siswa. Penelitian ini berkaitan dengan penelitian peneliti yaitu tentang keterampilan proses sains siswa.

Berdasarkan beberapa penelitian di atas, peneliti ingin melakukan penelitian tentang keterampilan proses sains di kelas IV SD Kanisius se-Kecamatan Depok pada muatan pembelajaran IPA. Dalam penelitian ini

terdapat kebaharuan berupa jenis penelitian, subjek, populasi, dan sampel yang digunakan peneliti untuk mengetahui keterampilan proses sains siswa kelas IV SD. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sejauh mana kemampuan keterampilan proses sains siswa kelas IV SD Kanisius se-Kecamatan Depok pada muatan pembelajaran IPA.

2.2.1 Literatur Map

Dokumen terkait