• Tidak ada hasil yang ditemukan

Penelitian tentang teknik mengevaluasi nilai suatu Return Saham yang beredar di bursa banyak dilakukan, diantaranya:

1. Penelitian yang dilakukan oleh Ansori (2015) dengan judul “ Pengaruh

Economic Value Added dan Market Value Added terhadap Return

Saham pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia”.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa:

a. Economic Value Added berpengaruh positif dan signifikan terhadap

Return saham pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Hal tersebut ditunjukkan dengan koefisien regresi yang diperoleh yaitu sebesar 3,265 dan t hitung sebesar 1,939

dengan probabilitas tingkat kesalahan sebesar 0,045 lebih kecil dibandingkan tingkat signifikansi yang diharapkan yaitu sebesar 0,05. Hal ini sesuai dengan hipotesis penelitian yang menyatakan bahwa Economic Value Added berpengaruh positif dan signifikan terhadap Return saham.

b. Market Value Added berpengaruh positif dan signifikan terhadap

Return saham pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Hal tersebut ditunjukkan dengan koefisien regresi yang diperoleh yaitu sebesar 6,878 dan t hitung sebesar 5,687 dengan probabilitas tingkat kesalahan sebesar 0,000 lebih kecil dibandingkan tingkat signifikansi yang diharapkan yaitu sebesar 0,05. Hal ini sesuai dengan hipotesis penelitian yang menyatakan bahwa Market Value Added berpengaruh positif dan signifikan terhadap Return Saham.

c. Economic Value Added (EVA) dan Market Value Added (MVA) secara simultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap Return

saham. Hal tersebut ditunjukkan oleh hasil Uji simultan yang diperoleh, yaitu nilai F hitung sebesar 37,210 dengan tingkat signifikansi sebesar 0,000. Berdasarkan nilai signifikansi yang jauh lebih kecil dari 0,05, maka dapat dikatakan bahwa Economic Value Added dan Market Value Added secara bersama-sama berpengaruh terhadap Return Saham.

2. Penelitian yang dilakukan oleh Danny Eka Wahyu Saputra (2012) dengan judulPengaruh Economic Value Added, Market Value Added, Earnings, dan Risiko Sistematik terhadap Return Saham pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Periode 2007-2011”

Hasil penelitian menunjukkan bahwa:

a. Economic value added (EVA) tidak berpengaruh terhadap return

saham perusahaan, hal ini dibuktikan dengan nilai t Economic Value Added bernilai negatif sebesar -1,130. Hasil statistik uji t untuk variabel EVA diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,261 lebih besar

dari toleransi kesalahan α = 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa hipotesis yang mengatakan bahwa EVA berpengaruh positif dan signifikan terhadap Return Saham ditolak.

b. Market Value Added (MVA) berpengaruh positif dan signifikan terhadap Return saham perusahaan, hal ini dibuktikan dengan nilai t

Market Value Added bernilai positif sebesar 3,221. Hasil statistik uji t untuk variabel MVA diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,002

lebih kecil dari toleransi kesalahan α = 0,05. Hasil yang signifikan

secara statistik berarti bahwa Market Value Added berpengaruh positif dan signifikan terhadap Return Saham perusahaan manufaktur di Bursa Efek Indonesia periode 2007–2011.

c. Earnings (EPS) berpengaruh terhadap Return Saham perusahaan dengan arah negatif, hal ini dibuktikan dengan nilai t EPS bernilai

negatif sebesar -2,295. Hasil statistik uji t untuk variabel EPS diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,024 lebih kecil dari toleransi

kesalahan α = 0,05. Hasil yang signifikan secara statistik berarti EPS berpengaruh negatif terhadap Return Saham perusahaan manufaktur di Bursa Efek Indonesia periode 2007-2011.

d. Risiko Sistematik (Beta) tidak berpengaruh terhadap Return Saham perusahaan, hal ini dibuktikan dengan nilai t Beta bernilai negatif sebesar -0,622. Hasil statistik uji t untuk variabel Beta diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,510 lebih besar dari toleransi kesalahan α =

0,05. Hal ini menunjukkan bahwa hipotesis yang mengatakan bahwa

Beta berpengaruh positif dan signifikan terhadap Return Saham ditolak.

3. Penelitian yang dilakukan oleh Subekti Puji Astuti (2006) dengan

judul “Analisis Pengaruh Faktor-Faktor Fundamental, EVA, dan MVA terhadap Return Saham (Studi Pada Perusahaan Manufaktur Di Bursa Efek Jakarta Periode 2001-2003)”.

Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa:

a. Berdasarkan hasil analisis menunjukkan bahwa selama periode pengamatan (2001-2003) menunjukkan distribusi data yang normal berdasarkan uji normalitas Kolmogorov-Smirnov begitu pula dengan uji asumsi klasik yang lain yaitu uji multikolinieritas dan uji autokorelasi yang juga tidak ditemukannya hasil penelitian yang menyimpang dari uji asumsi klasik. Berdasarkan uji

heteroskedastisitas terdapat 2 variabel yang mempunyai nilai yang signifikan dengan variabel residualnya dan mengalami masalah heteroskedastisitas yaitu EVA dan MVA, sehingga kedua variabel tersebut dikeluarkan dari model. Penelitian ini hanya ada lima variable independent yaitu: Current Ratio, DER, PBV, ROI, dan TATO yang mempengaruhu Return Saham.

b. Pada hipotesis pertama menunjukkan bahwa Current Ratio

mempunyai pengaruh yang signifikan positif terhadap Return

Saham. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi CR suatu perusahaan berarti semakin kecil risiko kegagalan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya. Akibatnya risiko yang ditanggung perusahaan juga semakin kecil (Ang, 1997). Semakin kecilnya risiko yang ditanggung perusahaan maka diharapkan akan meningkatkan minat para investor untuk menananamkan dananya dalam perusahaan tersebut, sehingga investor lebih menyukai CR yang tinggi dibandingkan CR yang rendah. Sehingga dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi likuiditas suatu perusahaan yang dapat diukur dari nilai Current Ratio maka akan semakin tinggi Return Saham.

c. Pada hipotesis kedua menunjukkan bahwa ROI tidak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap Return Saham. Tanda positif ROI pada penelitian ini menunjukkan bahwa semakin besar ROI menunjukkan kinerja yang semakin baik, sehingga tingkat kembalian

semakin besar (Robert Ang, 1997, hal 18.33). Kinerja keuangan perusahaan dalam menghasilkan laba bersih dari aktiva akan berdampak pada pemegang saham.

d. Pada hipotesis ketiga menunjukkan bahwa DER tidak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap Return Saham. Hasil penelitian ini mengindikasikan bahwa proporsi tingkat utang perusahaan terhadap modal sendiri perusahaan tidak berpengaruh terhadap

Return Saham perusahaan. Hal ini disebabkan oleh buruknya kinerja perusahaan yang listed di BEJ periode 2001-2003, hal tersebut ditunjukkan dengan banyaknya perusahaan memiliki kenaikan utang. Implikasi bagi investor adalah perusahaan dengan tingkat utang yang tinggi tidak membuat perusahaan tersebut mempunyai tingkat kembalian yang rendah namun sebaiknya investor agar lebih memperhatikan kondisi pasarnya.

e. Pada hipotesis keempat menunjukkan bahwa PBV mempunyai pengaruh yang signifikan positif terhadap Return Saham. Semakin tinggi nilai PBV maka semakin tinggi pula perusahaan itu dinilai oleh investor dibandingkan dengan dana yang ditanamkan dalam perusahaan tersebut (Ang, 1997). PBV dapat berpengaruh positif terhadap Return Saham. Pada hipotesis kelima menunjukkan bahwa TATO mempunyai pengaruh yang signifikan positif terhadap Return

investor dalam menanamkan dananya. Penjualan yang tinggi diharapkan dapat menghasilkan Return yang tinggi pula.

f. Pada hipotesis keenam dan ketujuh, tidak dapat diteliti karena variable EVA dan MVA mempunyai hubungan yang erat dengan residualnya sehingga terjadi heteroskedastisitas, yang menyebabkan kedua variabel tersebut: EVA dan MVA dikeluarkan dari model penelitian. Kemampuan prediksi dari rasio-rasio yang tercermin melalui variabel Current Ratio, ROI, DER, PBV dan TATO menunjukkan pengaruh yang rendah terhadap Return Saham, hal tersebut ditunjukkan dengan besarnya nilai adjusted R2 sebesar 0,327 atau 32,7% hal ini berarti 32,7% variasi Return Saham yang bisa dijelaskan oleh variasi dari kelima variabel bebas yaitu CR, ROI, DER, PBV, dan TATO, sedangkan sisanya sebesar 67,3% dijelaskan oleh sebab-sebab lain di luar model.

4. Penelitian yang dilakukan oleh Rika Verawati (2014) dengan judul

“Faktor-faktor Penentu yang Mempengaruhi Return Saham Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) Periode 2008-2013”.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa:

a. Terdapat pengaruh positif dan signifikan Earnings Per Share (EPS) terhadap Return Saham pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI periode 2008-2013. Hal ini ditunjukkan dengan nilai t statistik sebesar 2,7675 dan nilai signifikansi 0,0063 yang berada di bawah

0,05 (tingkat signifikansi =5%), sehingga dapat disimpulkan bahwa hipotesis 1 terbukti.

b. Tidak terdapat pengaruh positif dan signifikan Price Earnings Ratio

(PER) terhadap Return Saham pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI periode 2008-2013. Hal ini ditunjukkan dengan nilai t statistik sebesar -4,3344 dan nilai signifikansi 0,0000 yang berada di bawah 0,05 (tingkat signifikansi=5%), sehingga dapat disimpulkan bahwa hipotesis 2 tidak terbukti. Penelitian ini justru menemukan PER berpengaruh negatif dan signifikan terhadap Return Saham.

c. Terdapat pengaruh negatif dan signifikan Debt to Equity Ratio (DER) terhadap Return Saham pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI periode 2008-2013. Hal ini ditunjukkan dengan nilai t statistik sebesar -2,9471 dan nilai signifikansi 0,0037 yang berada di bawah 0,05 (tingkat signifikansi =5%), sehingga dapat disimpulkan bahwa hipotesis 3 terbukti.

d. Terdapat pengaruh positif dan signifikan Price to Book Value (PBV) terhadap Return Saham pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI periode 2008-2013. Hal ini ditunjukkan dengan nilai t statistik sebesar 3,0536 dan nilai signifikansi 0,0026 yang berada di bawah 0,05 (tingkat signifikansi=5%), sehingga dapat disimpulkan bahwa hipotesis 4 terbukti.

e. Terdapat pengaruh yang signifikan variabel Earnings Per Share

Price to Book Value (PBV) secara bersama-sama (simultan) terhadap

Return Saham. Hal ini ditunjukkan dengan nilai F statistik sebesar 3,7951 dengan probabilitas 0,0000. Probabilitas jauh lebih kecil dari tingkat signifikansi yang digunakan yaitu 5%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa hipotesis 5 terbukti.

f. Koefisien determinasi (R2) pada penelitian ini diperoleh sebesar 0,510 atau 51%, ini menunjukkan kemampuan variabel independen dalam menjelaskan variasi variabel dependen adalah sebesar 51%.

Dokumen terkait