• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN

A. Penelitian Tahap I

Penelitian tahap I dilakukan dengan metode wawancara (expert

interview), dengan narasumber yang berasal dari pihak Karaton Ngayogyakarta

Hadiningrat, tour guide Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat dan pihak Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi DIY. Pihak narasumber berikut dirasa mampu untuk memberikan pandangan secara umum terhadap brand image yang mendukung instrumen penelitian pada tahap kedua. Berikut adalah narasumber-narasumber yang dipilih peneliti untuk menggali berbagai informasi yang berhubungan dengan brand image Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat:

1. Bapak Sigit Setiyadi selaku staff Bidang P3 Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi DIY. Dilaksanakan pada hari Kamis, tanggal 17 Maret 2016.

2. Ibu Amirul selaku tour guide Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat. Dilaksanakan pada hari Kamis, tanggal 17 Maret 2016.

3. Bapak Sarono selaku wakil carik (sekretaris) Panitropuro Karaton Ngayogyakarta Hadinngrat. Dilaksanakan pada hari Jumat, 18 Maret 2016.

Waktu penelitian tahap pertama ini dilakukan dari tanggal 15 Maret 2016 hingga 20 Maret 2016, analisis data yang digunakan pada penelitian tahap pertama ini menggunakan metode Content Analysis dan Common-Theme

Approach. Maka hasil dari wawancara sebagai berikut:

1. Brand image Karaton Nayogyakarta (Content Analysis) a. Brand image yang disampaikan Bapak Sigit Setiyadi yaitu:

1) Pusat budaya Jawa 2) Warisan budaya 3) Warisan sejarah

4) Pusat budaya yang masih terpelihara 5) Tradisional

6) Tradisi kerajaan

7) Kebudayaan dan tradisi yang masih terjaga 8) Pemerintahan tradisional

9) Tradisi Yogyakarta

10) Pariwisata berbasis budaya

b. Brand image yang disampaikan Ibu Amirul yaitu: 1) Rumah Sultan

2) Wisata sejarah 3) Pusat pemerintahan

4) Pusat perkembangan agama Islam 5) Pusat dari segalanya

6) Pusat sejarah 7) Pusat budaya 8) Pusat agama Islam

c. Brand image yang disampaikan Bapak Sarono yaitu : 1) Istana kerajaan yang termasyur

2) Sumber budaya Jawa dan Nusantara 3) Modal terbentuknya NKRI

4) Kebangaan masyarakat Jawa 5) Pusat budaya adiluhung 6) Budaya Jawa yang beretika

7) Destinasi wisata yang unik dalam sejarah dan letak geografis 8) Budaya cipta rasa dan karsa

2. Hasil Common-Theme Approach Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat sebagai berikut:

a. Tempat tinggal Raja (Sultan) b. Pariwisata bersejarah

c. Pariwisata berbasis budaya d. Pusat budaya Jawa

e. Warisan budaya dan sejarah yang adiluhung f. Destinasi wisata yang unik

g. Pusat perkembangan agama Islam h. Pusat kota Yogyakarta

i. Kebudayaan dan tradisi Yogyakarta yang masih terjaga j. Istana (Kerajaan) yang termasyur di Jawa

B. Penelitian Tahap II 1. Karakteristik Responden

Pada bagian karakteristik responden ini akan dipaparkan gambaran ukuran responden yang diteliti kemudian dilakukan perhitungan menggunakan analisis deskriptif. Adapun karakteristik responden dan klasifikasi responden sebagai berikut:

a. Jenis Kelamin

Dalam klasifikasi ini, jenis kelamin dikelompokkan menjadi dua kelompok, seperti yang tercantum pada tabel berikut ini:

Tabel 5.1

Karakteristik Responden berdasarkan Jenis Kelamin

Sumber: diolah oleh peneliti, 2016

b. Usia

Dalam klasifikasi ini, usia dikelompokkan menjadi enam kelompok, seperti yang tercantum pada tabel berikut ini :

Tabel 5.2

Karakterristik Responden berdasarkan Usia

Usia Jumlah Presentase

18-23 43 43% 24-29 34 34% 30-35 23 23% 36-41 - - 42-47 - - (>)47 - - Jumlah 100 100%

Sumber: diolah oleh peneliti, 2016 Jenis

Kelamin Jumlah Presentase

Laki-laki 61 61%

Perempuan 39 39%

c. Pekerjaan

Dalam klasifikasi ini, pekerjaan dikelompokkan menjadi empat kelompok, seperti yang tercantum pada data berikut ini:

Tabel 5.3

Karakterristik Responden berdasarkan Pekerjaan

Pekerjaan Jumlah Presentase

Pelajar/ Mahasiswa 41 41% Wiraswasta 24 24% PNS/Pegawai Swasta 21 21% Lainnya 14 14% Jumlah 100 100%

Sumber: diolah oleh peneliti, 2016

d. Asal

Dalam klasifikasi ini, responden yang mengisi kuesioner adalah wisatawan nusantara mandiri. Namun dalam penelitian ini asal wisatawan nusantara mandiri dibedakan menjadi dua yaitu DIY dan luar DIY.

Tabel 5.4

Karakteristik Responden Berdasarkan Asal

Asal Jumlah Presentase

DIY 28 28%

Luar DIY 72 72%

Sumber: diolah oleh peneliti, 2016

e. Intensitas berkunjung

Intensitas wisatawan mengunjungi destinasi wisata Karaton Ngayogyakarta Hadinngrat seperti yang tercantum pada tabel dibawah ini:

Tabel 5.5

Rata-rata Kunjungan Wisatawan Nusantara di Destinasi Wisata Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat

Intensitas Kunjungan Wisatawan

4 2 1 3 1 1 2 2 2 1 2 2 3 1 2 2 2 2 2 2 1 1 1 1 3 3 3 1 3 2 5 1 2 3 1 4 4 1 2 3 2 5 3 2 2 2 1 5 1 2 6 4 2 2 3 3 1 1 3 1 3 3 3 2 3 4 1 1 2 1 2 3 7 2 1 3 2 3 1 2 2 2 1 1 2 5 3 1 3 3 3 2 2 2 3 2 2 4 2 2 Rata-Rata 2.31

Sumber: diolah oleh peneliti, 2016

Dari tabel 5.5 dapat kita ketahui rata-rata wisatawan nusantara mandiri yang menjadi responden sudah mengunjungi destinasi wisata Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat sebanyak dua kali.

2. Pengujian Instrumen a. Uji Validitas

Uji validitas digunakan untuk menguji validitas dan reliabilitas kuesioner untuk memastikan bahwa item-item pertanyaan yang digunakan dalam penelitian ini dapat dimengerti oleh responden. Pretes dilakukan dua tahap, tahap pertama dilakukan oleh Drs. Aloysius Triwanggono, M.S. dan Ibu Lucia Kurniawati, S.Pd., M.S.M. dengan keputusan bahwa item-item pertanyaan kuesioner dinilai baik untuk diberikan kepada responden.

Tahap kedua dilakukan dengan menyebarkan kuesioner kepada 100 responden yaitu wisatawan nusantara mandiri yang sedang berkunjung di destinasi wisata Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat. Kemudian hasil kuesioner tersebut diolah dengan menggunakan SmartPLS 3.0 dengan tampilan sebagai berikut :

Gambar 5.1 Tampilan Uji Validitas

Keterangan :

RASA : Dimensi Experiential Marketing - Dimensi Rasa PERASA : Dimensi Experiential Marketing - Dimensi Perasaan PIKIR : Dimensi Experiential Marketing - Dimensi Berpikir SIKAP : Dimensi Experiential Marketing - Dimensi Sikap KAIT : Dimensi Experiential Marketing - Dimensi Keterkaitan

atau Berhubungan BRAND : Brand Image

PUAS : Kepuasan wisatawan MINAT : Minat berkunjung kembali

Berdasarkan gambar diatas, indikator RASA1 bernilai 0.643, indikator PIKIR5 bernilai 0.631, indikator KAIT3 bernilai 0.684, indikator BRAND10 bernilai 0.695 dan indikator BRAND11 bernilai 0.593 yang berarti tidak memenuhi kriteria nilai outer loading tiap indikator >0.7. Maka RASA1, PIKIR5, KAIT3, BRAND10 dan BRAND11 dihapus, kemudian didapat hasil semua indikator memiliki nilai outer loading yang memenuhi kriteria diatas 0.7 seperti gambar dibawah ini:

Gambar 5.2

Tampilan Output Uji Validitas Setelah Penghapusan Sumber :Data Diolah dengan SmartPLS 3.0

Tabel 5.6 Hasil Outer Loding

BRAND KAIT MINAT PERAS PIKIR PUAS RASA SIKAP

BRAND1 0.776 BRAND2 0.799 BRAND3 0.769 BRAND4 0.740 BRAND5 0.835 BRAND6 0.792 BRAND7 0.835 BRAND8 0.827 BRAND9 0.846 KAIT1 0.881 KAIT2 0.891 KAIT4 0.799 MINAT1 0.868 MINAT2 0.722 MINAT3 0.874 MINAT4 0.832 PERAS1 0.789 PERAS2 0.925 PERAS3 0.788 PERAS4 0.854 PIKIR1 0.856 PIKIR2 0.882 PIKIR3 0.831 PIKIR4 0.791 PUAS1 0.718 PUAS2 0.754 PUAS3 0.783 PUAS4 0.786 PUAS5 0.762 PUAS6 0.758 RASA2 0.713 RASA3 0.852 RASA4 0.912 RASA5 0.869 SIKAP1 0.889 SIKAP2 0.913 SIKAP3 0.903 SIKAP4 0.875

Berdasarkan tabel di atas, nilai loading factor ditunjukkan melalui tabel

outer loading (loading factor >0.7) yang dapat diartikan bahwa semua

indikator memiliki nilai loading factor >0.7, dan semua indikator setelah penghapusan dpat diterima.

Tabel 5.7

Average Variance Extracted (AVE)

(AVE) COMMUNALITY BRAND 0.603 0.603 KAIT 0.669 0.669 MINAT 0.682 0.682 PERAS 0.707 0.707 PIKIR 0.645 0.645 PUAS 0.578 0.578 RASA 0.647 0.647 SIKAP 0.802 0.802

Sumber : Data dilah peneliti dengan smartPLS 3.0

Parameter lain untuk mengukur validitas diskriminan adalah skor AVE dan Communality (dalam smartPLS 3.0 nilai AVE sama dengan nilai

Communality), nilai AVE yang disarankan diatas 0.5 (>0.5). Pada tabel

di atas delapan konstruk memberikan nilai AVE diatas 0.5, dengan nilai terendah 0.578 yaitu konstruk PUAS dan nilai tertinggi 0.802 yaitu konstruk SIKAP.

b. Hasil Uji Reliabilitas Instrumen

Reliabilitas merupakan konsistensi dan stabilitas alat ukur dalam penelitian. Instrumen dapat dikatakan reliabel apabila memiliki besaran reliabilitas komposit (composit reliability ) dengan nilai harus lebih besar dari 0.7 (>0.7) dan Cronbach’s Alpha dari setiap konstruk nilainya diatas 0.5 (>0.5).

Tabel 5.8 Composite Reliability Composite Reliability BRAND 0.943 KAIT 0.889 MINAT 0.895 PERASA 0.906 PIKIR 0.900 PUAS 0.892 RASA 0.900 SIKAP 0.942

Sumber : Data diolah oleh peneliti dengan smartPLS 3.0

Dari tabel 5.8 dapat diketahui bahwa kedelapan konstruk memiliki nilai

composite reliability di atas 0.7. Nilai tertinggi 0.943 yaitu konstruk

BRAND dan nilai terendah 0.889 yaitu konstruk KAIT, sehingga dapat disimpulkan bahwa semua konstruk dalam penelitian ini reliabel.

Tabel 5.9 Cronbach’s Alpha Cronbach's Alpha BRAND 0.936 KAIT 0.834 MINAT 0.844 PERAS 0.862 PIKIR 0.871 PUAS 0.856 RASA 0.885 SIKAP 0.920

Sumber : Data diolah oleh peneliti dengan smartPLS 3.0

Dari tabel 5.9 dapat diketahui bahwa kedelapan konstruk memiliki nilai Cronbach’s Alpha diatas 0.5. Nilai tertinggi 0.936 yaitu konstruk BRAND dan nilai terendah 0.834 yaitu konstruk KAIT, sehingga dapat disimpulkan bahwa semua konstruk dalam penelitian ini dapat diterima.

3. Pengujian Model Pengukuran (Outer Model) a. Uji Validitas Konvergen

Uji validitas konvergen menunjukkan bahwa seharusnya pengukuran-pengukuran dari suatu konstruk memiliki korelasi yang tinggi. Uji validitas konvergen dinilai berdasarkan loading factor dengan skor >0.7 meskipun skor 0.6 sampai dengan 0.6 dapat diterima untuk penelitian yang bersifat exploratory. Parameter uji validitas konvergen adalah outer

loading >0.7 dan AVE >0.50. Hasil uji validitas konvergen dalam

Tabel 5.10

Outer Loading

BRAND KAIT MINAT PERASA PIKIR PUAS RASA SIKAP

BRAND1 0.770 BRAND2 0.809 BRAND3 0.768 BRAND4 0.728 BRAND5 0.841 BRAND6 0.797 BRAND7 0.844 BRAND8 0.826 BRAND9 0.838 KAIT1 0.909 KAIT2 0.871 KAIT4 0.831 MINAT1 0.870 MINAT2 0.720 MINAT3 0.875 MINAT4 0.830 PERASA1 0.789 PERASA2 0.925 PERASA3 0.788 PERASA4 0.854 PIKIR1 0.853 PIKIR2 0.886 PIKIR3 0.834 PIKIR4 0.789 PUAS1 0.718 PUAS2 0.752 PUAS3 0.784 PUAS4 0.787 PUAS5 0.762 PUAS6 0.760 RASA2 0.722 RASA3 0.853 RASA4 0.910 RASA5 0.867 SIKAP1 0.889 SIKAP2 0.913 SIKAP3 0.903 SIKAP4 0.875

Hasil dari tabel outer loading menunjukkan bahwa semua indikator memiliki nilai loading factor yang memenuhi syarat dan dapat diterima.

Tabel 5.11 AVE dan Communality

AVE COMMUNALITY VALIDITAS

BRAND 0.645 0.645 VALID KAIT 0.759 0.759 VALID MINAT 0.682 0.682 VALID PERASA 0.707 0.707 VALID PIKIR 0.708 0.708 VALID PUAS 0.579 0.579 VALID RASA 0.707 0.707 VALID SIKAP 0.801 0.801 VALID

Sumber : Data diolah oleh peneliti dengan smartPLS 3.0

(Dalam smartPLS 3.0 nilai AVE sama dengan nilai Communality)

b. Validitas Diskriminan

Parameter yang digunakan dalam uji validitas diskriminan adalah dengan melihat skor akar AVE dan korelasi variabel laten. Hasil uji validitas diskriminan disajikan dalam tabel di bawah ini :

Tabel 5.12 AVE dan Akar AVE

AVE Akar AVE BRAND 0.645 0.8031 KAIT 0.759 0.8712 MINAT 0.682 0.8258 PERASA 0.707 0.8408 PIKIR 0.708 0.8414 PUAS 0.579 0.7609 RASA 0.707 0.8408 SIKAP 0.801 0.8950

Tabel 5.13

Korelasi Antara Variabel Laten

BRAND KAIT MINAT PERASA PIKIR PUAS RASA SIKAP

BRAND 1 KAIT 0.354 1 MINAT 0.362 0.795 1 PERASA 0.190 0.371 0.477 1 PIKIR 0.224 0.226 0.238 0.211 1 PUAS 0.242 0.356 0.384 0.253 0.199 1 RASA (0.115) 0.159 0.231 0.126 0.105 0.083 1 SIKAP 0.154 0.059 0.012 0.056 0.073 (0.1777) (0.017) 1 Sumber : Data diolah oleh peneliti dengan smartPLS 3.0

Tabel 5.12 dan 5.13 menunjukkan bahwa setiap konstruk memiliki nilai akar AVE yang lebih besar daripada nilai korelasi antara variabel laten. Kemudian berdasarkan hasil uji validitas konvergen dan validitas diskriminan menunjukkan hasil sesuai dengan kriteria loading factor, AVE, dan korelasi antara variabel laten dan dengan demikian dapat disimpulkan bahwa seluruh konstruk memiliki validitas konvergen dan validitas diskriminan yang baik.

c. Reliabilitas

Uji reliabilitas dipergunakan untuk mengukur dan melihat konsistensi internal alat ukur yang dapat menunjukkan akurasi dan ketepatannya. Uji reliabilitas dapat diukur dengan menggunakan hasil nilai Cronbach’s alpha dan composite reliability. Nilai composite reliability yang baik adalah >0.7 walaupun nilao 0.6 masih dianggap baik (Hair et al, 2006).

Tabel 5.14 Composite Reliability Composite Reliability BRAND 0.942 KAIT 0.904 MINAT 0.895 PERASA 0.906 PIKIR 0.906 PUAS 0.892 RASA 0.905 SIKAP 0.942

Sumber : Data diolah penelit dengan smartPLS 3.0

Dapat dilihat dari tabel 5.14 bahwa hasil nilai composite reliability dari kedelapan konstruk diatas 0.7 (>0.7), sehingga dapat disimpulkan bahwa semua konstruk reliabel untuk digunakan dalam uji hipotesis.

4. Pengujian Model Struktural (Inner Model)

Pengujian model struktural dilakukan untuk melihat hubungan setiap konstruk seperti yang tercantum pada hipotesis dalam suatu penelitian. Model struktural dalam PLS dapat dievaluasi dengan menggunakan R2 untuk konstruk dependen, uji t dan signifikansi koefisien parameter jalur struktural. Berikut disajikan figur korelasi antar konstruk dalam penelitian ini :

Gambar 5.3 Korelasi Antar Konstruk

Sumber : Data diolah oleh penulis dengan smartPLS 3.0

a. Nilai R-square

Pengujian dengan melihat nilai R-square adalah pengujian tahap pertama dalam melakukan evaluasi model struktural setiap variabel dependen. Berikut disajikan hasil nilai R-square yang dapat digunakan untuk menilai pengaruh variabel independen tertentu dengan variabel dependen :

Tabel 5.15 Nilai R-square

R-Square

MINAT 0.694

PUAS 0.216

Sumber : Data diolah oleh peneliti dengan smartPLS 3.0

Tabel 5.14 menunjukkan bahwa nilai R2 variabel Minat Berkunjung Kembali (MINAT) adalah sebesar 0.694 yang berarti 69.4% wisatawan nusantara mandiri berminat untuk berkunjung kembali di Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat dijelaskan oleh variabel dimensi rasa (RASA), dimensi perasaan (PERASA), dimensi berpikir (PIKIR), dimensi sikap (SIKAP), dimensi berhubungan atau keterkaitan (KAIT),

brand image (BRAND), dan kepuasan (PUAS), sedangkan sisanya

30.6% dijelaskan oleh konstruk lain diluar model penelitian.

Nilai R2 untuk variabel Kepuasan (PUAS) adalah sebesar 0.216 yang berarti 21.6% wisatawan nusantara mandiri puas ketikan berkunjung di destinasi wisata Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat, dijelaskan oleh variabel dimensi rasa (RASA), dimensi perasaan (RASA), dimensi berpikir (PIKIR), dimensi sikap (SIKAP), dimensi berhubungan atau keterkaitan (KAIT), dan brand image (BRAND), sedangkan sisanya 78.4% dijelaskan oleh konstruk lain diluar model penelitian.

Pengujian Hipotesis menggunakan uji t dengan tingkat kepercayaan 95% sebagai tingkat kepercayaan yang paling umum digunakan dalam pengujian statistik suatu penelitian. Apabila Tstatistics lebih besar daripada nilai Ttabel maka hipotesis terdukung, begitu sebaliknya apabila nilai Tstatistics lebih kecil daripada daripada Ttabel maka hipotesis tidak terdukung. Ttabel yang digunakan adalah 1.66039.

Tabel 5.16

Koefisien Jalur pada Pengujian Model Struktural

Original Sample Standard T Statistics P Sampel Mean Deviation (|O/STERR|) Values

(O) (M) (STDEV) BRAND -> MINAT 0.097 0.093 0.056 1.734 0.043 BRAND -> PUAS 0.149 0.164 0.094 1.589 0.058 KAIT -> MINAT 0.652 0.648 0.068 9.573 0.000 KAIT -> PUAS 0.243 0.237 0.095 2.553 0.006 PERASA -> MINAT 0.187 0.194 0.065 2.869 0.003 PERASA -> PUAS 0.123 0.132 0.122 1.002 0.159 PIKIR -> MINAT 0.008 0.007 0.111 0.069 0.472 PIKIR -> PUAS 0.098 0.091 0.117 0.835 0.203 PUAS -> MINAT 0.064 0.056 0.077 0.842 0.201 RASA -> MINAT 0.108 0.088 0.096 1.121 0.133 RASA -> PUAS 0.032 0.023 0.111 0.289 0.387 SIKAP -> MINAT (0.039) (0.040) 0.076 0.508 0.306 SIKAP -> PUAS (0.228) (0.230) 0.114 1.989 0.025 Sumber : Data diolah oleh penulis dengan smartPLS 3.0

Berdasarkan nilai Tsatistics di atas, maka hasil uji setiap hipotesis adalah sebagai berikut.

1) Dimensi rasa (X1) terhadap kepuasan (Y) a) Merumuskan hipotesis

Ho : Dimensi rasa (sense) tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kepuasan wisatawan nusantara mandiri

Ha : Dimensi rasa (sense) memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kepuasan wisatawan nusantara mandiri

b) Menerima atau menolak hipotesis

Dasar pengambilan keputusan bahwa tstatistics> ttabel maka H0 ditolak (Ha diterima). Berdasarkan tabel 5.15 menunjukkan 0.289 < 1.660 maka H0 diterima (Haditolak) berarti dimensi rasa (sense) tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kepuasan wisatawan nusantara mandiri. Artinya kepuasan wisatawan nusantara dipengaruhi oleh faktor lain diluar dimensi rasa (sense). Dengan tingkat keyakinan 95% (kesalahan 5%).

2) Dimensi perasaan (X2) terhadap kepuasan (Y) a) Merumuskan hipotesis

Ho : Dimensi perasaan (feel) tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kepuasan wisatawan nusantara mandiri

Ha : Dimensi perasaan (feel) memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kepuasan wisatawan nusantara mandiri

b) Menerima atau menolak hipotesis

Dasar pengambilan keputusan bahwa tstatistics > ttabel maka H0 ditolak (Ha diterima). Berdasarkan tabel 5.15 menunjukkan 1.002 < 1.660 maka H0 diterima (Ha ditolak) berarti dimensi perasaan (feel) tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kepuasan wisatawan nusantara. Artinya kepuasan wisatawan nusantara

mandiri dipengaruhi oleh faktor lain diluar dimensi perasaan (feel). Dengan tingkat keyakinan 95% (kesalahan 5%).

3) Dimensi berpikir (X3) terhadap kepuasan (Y) a) Merumuskan Hipotesis

Ho : Dimensi berpikir (think) tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kepuasan wisatawan nusantara mandiri

Ha : Dimensi berpikir (think) memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kepuasan wisatawan nusantara mandiri

b) Menerima atau menolak hipotesis

Dasar pengambilan keputusan bahwa tstatistics > ttabel maka H0 ditolak (Ha diterima). Berdasarkan tabel 5.15 menunjukkan 0.835 < 1.660 maka H0 diterima (Ha ditolak) berarti dimensi berpikir (think) tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kepuasan wisatawan nusantara mandiri. Artinya kepuasan wisatawan nusantara dipengaruhi oleh faktor lain diluar dimensi berpikir (think). Dengan tingkat keyakinan 95% (kesalahan 5%).

4) Dimensi sikap (X4) terhadap kepuasan (Y) a) Merumuskan Hipotesis

Ho : Dimensi sikap (act) tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kepuasan wisatawan nusantara mandiri

Ha : Dimensi sikap (act) memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kepuasan wisatawan nusantara mandiri

Dasar pengambilan keputusan bahwa tstatistics > ttabel maka H0 ditolak (Ha diterima). Berdasarkan tabel 5.15 menunjukkan 1.989> 1.660 maka H0 ditolak (Haditerima) berarti dimensi sikap (act) secara signifikan berpengaruh terhadap kepuasan. Artinya semakin baik sikap seorang wisatawan nusantara mandiri maka semakin tinggi pula tingkat kepuasan wisatawan nusantara mandiri. Dengan tingkat keyakinan 95% (kesalahan 5%).

5) Dimensi berhubungan atau keterkaitan (X5) terhadap kepuasan (Y) a) Merumuskan hipotesis

Ho : Dimensi berhubungan atau keterkaitan (relate) tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kepuasan wisatawan nusantara mandiri

Ha : Dimensi berhubungan atau keterkaitan (relate) memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kepuasan wisatawan nusantara mandiri

b) Menerima atau menolak hipotesis

Dasar pengambilan keputusan bahwa tstatistics > ttabel maka H0 ditolak (Ha diterima). Berdasarkan tabel 5.15 menunjukkan 2.553 > 1.660 maka H0 ditolak (Ha diterima) berarti dimensi berhubungan atau keterkaitan (relate) berpengaruh secara signifikan terhadap kepuasan wisatawan nusantara. Artinya semakin tinggi tingkat interaksi seorang wisatawan nusantara mandiri dengan sesuatu yang berada diluar dirinya (masyarakat

dan budaya) maka tingkat kepuasan seorang wisatawan nusantara mandiri akan semakin tinggi. Dengan tingkat keyakinan 95% (kesalahan 5%).

6) Brand image (X6) terhadap kepuasan (Y) a) Merumuskan hipotesis

Ho : Brand image tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kepuasan wisatawan nusantara mandiri

Ha: Brand image memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kepuasan wisatawan nusantara mandiri

b) Menerima atau menolak hipotesis

Dasar pengambilan keputusan bahwa tstatistics > ttabel maka H0 ditolak (Ha diterima). Berdasarkan tabel 5.15 menunjukkan 1.589 < 1.660 maka H0 diterima (Ha ditolak) berarti brand image tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kepuasan wisatawan nusantara mandiri. Artinya kepuasan wisatawan nusantara dipengaruhi oleh faktor lain diluar brand image. Dengan tingkat keyakinan 95% (kesalahan 5%).

7) Dimensi rasa (X1) terhadap minat berkunjung kembali (Z) a) Merumuskan hipotesis

Ho : Dimensi rasa (sense) tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap minat wisatawan nusantara mandiri untuk berkunjung kembali

Ha : Dimensi rasa (sense) memiliki pengaruhyang signifikan terhadap minat wisatawan nusantara mandiri untuk berkunjung kembali

b) Menerima atau menolak hipotesis

Dasar pengambilan keputusan bahwa tstatistics > ttabel maka H0 ditolak (Ha diterima). Berdasarkan tabel 5.15 menunjukkan 1.112< 1.660 maka H0 diterima (Ha ditolak) berarti dimensi rasa (sense) tidak berpengaruh secara signifikan terhadap minat wisatawan nusantara mandiri untuk berkunjung kembali. Artinya minat wisatawan nusantara mandiri untuk berkunjung kembali dipengaruhi oleh faktor lain diluar dimensi rasa (sense). Dengan tingkat keyakinan 95% (kesalahan 5%).

8) Dimensi perasaan (X2) terhadap minat berkunjung kembali (Z) a) Merumuskan hipotesis

Ho : Dimensi perasaan (feel) tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap minat wisatawan nusantara mandiri untuk berkunjung kembali

Ha : Dimensi perasaan (feel) memiliki pengaruh yang signifikan terhadap minat wisatawan nusantara mandiri untuk berkunjung kembali

b) Menerima atau menolak hipotesis

Dasar pengambilan keputusan bahwa tstatistics > ttabel maka H0 ditolak (Ha diterima). Berdasarkan tabel 5.15 menunjukkan

2.869> 1.660 maka H0 ditolak (Ha diterima) berarti dimensi perasaan (feel) berpengaruh secara signifikan terhadap minat wisatawan nusantara mandiri untuk berkunjung kembali. Artinya semakin tinggi tingkat emosi dan perasaan terdalam yang baik dari seorang wisatawan nusantara mandiri makaminat wisatawan nusantara mandiri untuk berkunjung kembali akan semakin tinggi. Dengan tingkat keyakinan 95% (kesalahan 5%).

9) Dimensi berpikir (X3) terhadap minat berkunjung kembali (Z) a) Merumuskan Hipotesis

Ho : Dimensi berpikir (think) tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap minat wisatawan nusantara mandiri untuk berkunjung kembali

Ha : Dimensi berpikir (think) memiliki pengaruh yang signifikan terhadap minat wisatawan nusantara mandiri untuk berkunjung kembali

b) Menerima atau menolak hipotesis

Dasar pengambilan keputusan bahwa tstatistics > ttabel maka H0 ditolak (Ha diterima). Berdasarkan tabel 5.15 menunjukkan 0.069 < 1.660 maka H0 diterima (Ha ditolak) berarti dimensi berpikir (think) tidak berpengaruh secara signifikan terhadap minat wisatawan nusantara mandiri untuk berkunjung kembali. Artinya minat wisatawan nusantara mandiri untuk berkunjung kembali

dipengaruhi oleh faktor lain diluar dimensi berpikir (think). Dengan tingkat keyakinan 95% (kesalahan 5%).

10) Dimensi sikap (X4) terhadap minat berkunjung kembali (Z) a) Merumuskan Hipotesis

Ho : Dimensi sikap (act) tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap minat wisatawan nusantara mandiri untuk berkunjung kembali

Ha : Dimensi sikap (act) memiliki pengaruh yang signifikan terhadap minat wisatawan nusantara mandiri untuk berkunjung kembali

b) Menerima atau menolak hipotesis

Dasar pengambilan keputusan bahwa tstatistics > ttabel maka H0 ditolak (Ha diterima). Berdasarkan tabel 5.15 menunjukkan 0.508 < 1.660 maka H0 diterima (Ha ditolak) berarti dimensi sikap (act) tidak berpengaruh secara signifikan terhadap minat wisatawan nusantara mandiri untuk berkunjung kembali. Artinya minat wisatawan nusantara mandiri untuk berkunjung kembali dipengaruhi oleh faktor lain diluar dimensi sikap (act). Dengan tingkat keyakinan 95% (kesalahan 5%).

11) Dimensi berhubungan atau keterkaitan (X5) terhadap minat berkunjung kembali (Z)

Ho : Dimensi berhubungan atau keterkaitan (relate) tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap minat wisatawan nusantara mandiri untuk berkunjung kembali

Ha : Dimensi berhubungan atau keterkaitan (relate) memiliki pengaruh yang signifikan terhadap minat wisatawan nusantara mandiri untuk berkunjung kembali

b) Menerima atau menolak hipotesis

Dasar pengambilan keputusan bahwa tstatistics > ttabel maka H0 ditolak (Ha diterima). Berdasarkan tabel 5.15 menunjukkan 9.573 > 1.660 maka H0 ditolak (Ha diterima) berarti dimensi berhubungan atau keterkaitan (relate) berpengaruh secara signifikan terhadap minat wisatawan nusantara mandiri untuk berkunjung kembali. Artinya semakin tinggi tingkat interaksi seorang wisatawan nusantara mandiri dengan sesuatu yang berada diluar dirinya (masyarakat dan budaya) maka minat wisatawan nusantara mandiri untuk berkunjung kembali akan semakin tinggi. Dengan tingkat keyakinan 95% (kesalahan 5%).

12) Brand image (X6) terhadap minat berkunjung kembali (Z) a) Merumuskan hipotesis

Ho : Brand image tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap minat wisatawan nusantara mandiri untuk berkunjung kembali

Ha : Brand image memiliki pengaruh yang signifikan terhadap minat wisatawan nusantara mandiri untuk berkunjung kembali b) Menerima atau menolak hipotesis

Dasar pengambilan keputusan bahwa tstatistics > ttabel maka H0 ditolak (Ha diterima). Berdasarkan tabel 5.15 menunjukkan 1.734 > 1.660 maka H0 ditolak (Ha diterima) berarti brand image berpengaruh secara signifikan terhadap minat wisatawan nusantara mandiri untuk berkunjung kembali. Artinya semakin baik brand image dalam benak wisatawan nusantara mandiri maka minat wisatawan nusantara mandiri untuk berkunjung kembali akan semakin tinggi. Dengan tingkat keyakinan 95% (kesalahan 5%).

13) Kepuasan (Y) terhadap minat berkunjung kembali (Z) a) Merumuskan hipotesis

Ho : Kepuasan wisatawan nusantara mandiritidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap minat wisatawan nusantara mandiri untuk berkunjung kembali

Ha : Kepuasan wisatawan nusantara mandirimemiliki pengaruh yang signifikan terhadap minat wisatawan nusantara mandiri untuk berkunjung kembali

b) Menerima atau menolak hipotesis

Dasar pengambilan keputusan bahwa tstatistics > ttabel maka H0 ditolak (Ha diterima). Berdasarkan tabel 5.15 menunjukkan 0.842

< 1.660 maka H0 diterima (Ha ditolak) berarti kepuasan tidak berpengaruh secara signifikan terhadap minat wisatawan nusantara mandiri untuk berkunjung kembali. Artinya minat wisatawan nusantara mandiri untuk berkunjung kembali dipengaruhi oleh faktor lain diluar kepuasan. Dengan tingkat keyakinan 95% (kesalahan 5%).

5. Ringkasan Hasil Pengujian Hipotesis

Berdasarkan hasil penelitian yang telah didapatkan, peneliti menyajikan ringkasan pengujian hipotesis secara keseluruhan melalui tabel berikut :

Tabel 5.17

Hasil Pengujian Hipotesis Keseluruhan

No Hipotesis Hasil 1 H1 Tidak terdukung 2 H2 Tidak terdukung 3 H3 Tidak terdukung 4 H4 Terdukung 5 H5 Terdukung 6 H6 Tidak terdukung 7 H7 Tidak terdukung 8 H8 Terdukung 9 H9 Tidak terdukung 10 H10 Tidak terdukung 11 H11 Terdukung 12 H12 Terdukung 13 H13 Tidak terdukung

6. Pembahasan

Gambar 5.4

Kerangka Hasil Penelitian

Keterangan:

Signifikan :

Tidak Signifikan :

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, minat berkunjung kembali wisatawan nusantara mandiri dipengaruhi oleh dua dari lima dimensi

experiential marketing yaitu dimensi perasaan (feel) dan dimensi

berhubungan (relate). Artinya semakin tersentuh emosi wisatawan nusantara mandiri dalam melakukan kunjungan objek wisata maka minat berkunjung kembali wisatawan nusantara mandiri semakin tinggi, sebaliknya semakin kurang tersentuh emosi wisatawan nusantara mandiri dalam melakukan kunjungan objek wisata maka minat berkunjung kembali wisatawan nusantara mandiri semakin rendah, dengan tingkat kesalahan 5%.

Dimensi Rasa (sense) Dimensi Perasaaan (feel) Dimensi Berpikir (think) Dimensi Sikap (act) Dimensi Berhubungan (relate) Brand image Kepuasan Minat berkunjung kembali

Selanjutnya, semakin terbuka wisatawan nusantara mandiri kepada budaya dan masyarakat baru maka minat berkunjung kembali wisatawan nusantara mandiri semakin tinggi, sebaliknya semakin kurang terbuka wisatawan nusantara mandiri kepada budaya dan masyarakat baru maka minat

Dokumen terkait