Sebelum penelitian ini, telah ada beberapa penelitian serupa yang dilakukan oleh beberapa peneliti dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe two stay two stray pada mata pelajaran yang berbeda. Berdasarkan penelitian tersebut membuktikan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe two stay two stray dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Hal ini dibuktikan dalam penelitian yang dilakukan oleh:
1) Dewi Sartika Sari,50 dalam skripsinya yang berjudul “Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Two Stay Two Stray pada Mata Pelajaran IPS Materi Pokok Kenampakan Alam Kelas III MI Ngadirejo Pogalan Trenggalek Tahun Ajaran 2010/2011”. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe two stay two stray dalam mata pelajaran IPS dapat meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa. Rata-rata hasil belajar pra tindakan adalah 48,58 dan setelah diterapkan model kooperatif tipe two stay two stray pada siklus I rata-rata hasil belajar meningkat menjadi 75,55 dan pada siklus II menjadi 87,54. 2) Siti Nur Fitria,51 dalam skripsinya yang berjudul “Penerapan Model
Cooperative Tipe Two Stay Two Stray pada Mata Pelajaran IPA Materi Pokok Peristiwa Alam Siswa Kelas V MI Ngadirejo Pogalan Trenggalek Tahun Ajaran 2010/2011”. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan model pembelajaran cooperative tipe two stay two stray dalam mata pelajaran IPA dapat meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa. Rata-rata hasil belajar pra tindakan adalah 58,18 dan setelah diterapkan model kooperatif tipe two stay two stray pada siklus I rata-rata hasil belajar meningkat menjadi 71,36 dan pada siklus II menjadi 84,54.
50 Dewi Sartika Sari, Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Two Stay Two Stray pada
Mata Pelajaran IPS Materi Pokok Kenampakan Alam Kelas III MI Ngadirejo Pogalan Trenggalek Tahun Ajaran 2010/2011, (Tulungagung: Skripsi tidak diterbitkan, 2011)
51 Siti Nur Fitria, Penerapan Model Cooperative Tipe Two Stay Two Stray pada Mata
Pelajaran IPA Materi Pokok Peristiwa Alam Siswa Kelas V MI Ngadirejo Pogalan Trenggalek Tahun Ajaran 2010/2011, (Tulungagung: Skripsi tidak diterbitkan, 2011)
3) Suci Risna Tykha,52 dalam skripsinya yang berjudul “Penerapan Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Two Stay Two Stray (TSTS) untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPA Siswa Kelas V MIN Mergayu Bandung Tulungagung.” Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe two stay two stray dalam mata pelajaran IPA dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Setelah dilakukan siklus I, siswa yang tuntas dan mencapai KKM sebesar 61,9 %, dan meningkat pada siklus II menjadi 80,95 %.
4) Ulfiah Herlina,53 dalam skripsinya yang berjudul “Perbedaan Prestasi Belajar Matematika Menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif tipe Two Stay Two Stray (TSTS) dengan Model Pembelajaran Berbasis Masalah (PBM) pada Siswa Kelas X MAN 2 Tulungagung Tahun Ajaran 2011/2012”. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe two stay two stray dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran matematika. Dari hasil penelitiannya menunjukkan perbedaan sebesar 9,04 % antara penggunaan model pembelajaran two stay two stray dengan menggunakan model yang lain. Dengan menggunakan model pembelajaran two stay two stray nilai rata-rata siswa yaitu sebesar 27,81 % lebih besar dibandingkan dengan nilai
52 Suci Risna Tykha, Penerapan Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Two Stay Two
Stray (TSTS) untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPA Siswa Kelas V MIN Mergayu Bandung Tulungagung, (Tulungagung: Skripsi tidak diterbitkan, 2015)
53
Ulfiah Herlina, Perbedaan Prestasi Belajar Matematika Menggunakan Model
Pembelajaran Kooperatif tipe Two Stay Two Stray (TSTS) dengan Model Pembelajaran Berbasis Masalah (PBM) pada Siswa Kelas X MAN 2 Tulungagung Tahun Ajaran 2011/2012,
rata-rata yang menggunakan model pembelajaran berbasis masalah yang hanya sebesar 25,53 %.
Dari uraian penelitian terdahulu di atas terdapat beberapa persamaan dan perbedaan terhadap penelitian yang sedang dilakukan oleh peneliti. Adapun persamaan dan perbedaannya dapat dilihat dalam tabel berikut:
Tabel 2.2: Tabel Perbandingan Penelitian Nama Peneliti dan Judul
Penelitian
Persamaan Perbedaan
1 2 3
1. Dewi Sartika Sari: “Penerapan Model Pembelajaran
Kooperatif Two Stay Two Stray pada Mata Pelajaran IPS Materi Pokok Kenampakan Alam Kelas III MI Ngadirejo Pogalan Trenggalek Tahun Ajaran 2010/2011” 1. Sama-sama menggunakan model pembelajaran
kooperatif tipe two stay two stray
2. Tujuannya sama yaitu untuk meningkatkan hasil belajar
1. Lokasi penelitian 2. Subjek Penelitian 3. Mata pelajaran
2. Siti Nur Fitria: “Penerapan Model Cooperative Tipe Two Stay Two Stray pada Mata Pelajaran IPA
Materi Pokok
Peristiwa Alam Siswa Kelas V MI Ngadirejo Pogalan Trenggalek Tahun Ajaran 2010/2011” 1. Sama-sama menggunakan model pembelajaran
kooperatif tipe two stay two stray
2. Tujuannya sama yaitu untuk meningkatkan hasil belajar
1. Lokasi penelitian 2. Subjek Penelitian 3. Mata pelajaran
3. Suci Risna Tykha: “Penerapan Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Two Stay Two Stray (TSTS) untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPA Siswa Kelas V MIN Mergayu Bandung Tulungagung”
1. Sama-sama
menggunakan model pembelajaran
kooperatif tipe two stay two stray
2. Tujuannya sama yaitu untuk meningkatkan hasil belajar 1. Lokasi penelitian 2. Subjek Penelitian 3. Mata pelajaran Bersambung…
Lanjutan tabel 2.2… 1 2 3 4. Ulfiah Herlina: “Perbedaan Prestasi Belajar Matematika Menggunakan Model Pembelajaran
Kooperatif tipe Two Stay Two Stray (TSTS)
dengan Model
Pembelajaran Berbasis Masalah (PBM) pada Siswa Kelas X MAN 2 Tulungagung Tahun Ajaran 2011/2012”
1. Sama-sama
menggunakan model pembelajaran
kooperatif tipe two stay two stray
1. Tujuan penelitian 2. Lokasi penelitian 3. Subjek Penelitian 4. Mata pelajaran
Dari tabel di atas, dapat ditarik kesimpulan bahwa perbedaan antara penelitian terdahulu dengan penelitian ini adalah terletak pada mata pelajaran, subjek, dan lokasi yang berbeda. Sedangkan dari segi persamaannya terletak pada penerapan model pembelajaran kooperatif tipe two stay two stray, dan tujuan yang diharapkan dari pembelajaran yakni untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Akan tetapi tujuan dari penerapan model pembelajaran kooperatif tipe two stay two stray ini ternyata juga tidak sekedar untuk meningkatkan hasil belajar, tetapi juga sebagai bahan perbandingan keefektifan pembelajaran antara penerapan model pembelajaran kooperatif tipe two stay two stray dengan model pembelajaran yang lain, karena pada penelitian terdahulu tidak semua menggunakan jenis penelitian yang sama.