• Tidak ada hasil yang ditemukan

Penelitian Terdahulu

Dalam dokumen BAB II TINJAUAN PUSTAKA (Halaman 30-38)

Dalam melakukan penelitian ini, penulis mengambil rujukan dari penelitian terdahulu, sebagai berikut:

Tabel 2.1

Hasil Penelitian Terdahulu

No Peneliti

(Tahun) Judul Penelitian Hasil Penelitian 1. Irfa

Arliany (2015)

Pengaruh Biaya Kualitas terhadap Tingkat

Penjualan pada PT. PINDAD (Persero)

Dengan menggunakan analisis koefisien determinasi

menunjukkan bahwa pengaruh biaya kualitas terhadap penjualan adalah sebesar 80,9%.

2. Lestari dan Hakim (2014)

Pengaruh Biaya Kualitas terhadap Tingkat

Penjualan pada PT. Mitra Sejati Mulia Industri

Biaya kualitas (biaya pencegahan, biaya penilaian, biaya kegagalan internal, dan biaya kegagalan eksternal) berpengaruh secara simultan terhadap tingkat

penjualan. Secara parsial, variabel biaya penilaian, biaya kegagalan internal, dan biaya kegagalan eksternal berpengaruh secara signifikan terhadap tingkat penjualan, sedangkan variabel

biaya pencegahan tidak berpengaruh secara signifikan terhadap tingkat penjualan pada PT. Mitra Sejati Mulia Industri selama tahun 2009-2012. 3. Cian Utami

(2012)

Pengaruh Biaya Kualitas terhadap Penjualan pada PT. PINDAD (Persero)

Biaya kualitas berpengaruh positif secara signifikan terhadap penjualan pada PT. PINDAD (Persero).

4. Sitti Alawiyah

(2012)

Pengaruh Biaya Kualitas terhadap Volume

Penjualan pada PT. PINDAD (Persero) Divisi Mesin Industri dan Jasa

Berdasarkan uji hipotesis dengan uji t, hanya biaya pencegahan dan biaya penilaian yang berpengaruh signifikan terhadap volume penjualan. Dari hasil uji F menunjukkan bahwa biaya kualitas memiliki pengaruh yang signifikan terhadap volume penjualan.

5. Rilla Gantino dan Erwin

(2009)

Pengaruh Biaya Kualitas terhadap Penjualan pada PT. Guardian Pharmatama

Biaya Pencegahan, Biaya Penilaian, Biaya Kegagalan Internal, dan Biaya Kegagalan Eksternal berpengaruh positif secara signifikan terhadap penjualan pada PT. Guardian Pharmatama.

6. Saryono (2009)

Pengaruh Pengendalian Biaya Mutu terhadap Omset Penjualan pada CV. Vicomas

Dari analisis pengaruh biaya pencegahan, biaya penilaian, biaya kegagalan internal, dan biaya kegagalan eksternal, peneliti berkesimpulan bahwa,

diantara elemen – elemen biaya mutu yang diterapkan oleh CV. Vicomas, hanya variabel biaya pencegahan dan biaya kegagalan eksternal yang berpengaruh secara signifikan terhadap omset penjualan CV. Vicomas. Biaya penilaian dan biaya kegagalan internal berpengaruh tidak secara signifikan.

7 Susanti (2007)

Analisis Pengaruh Biaya Kualitas terhadap Omzet Penjualan pada PT. Sampurna Kuningan Juwana

Secara simultan, biaya kualitas yang terdiri dari biaya

pencegahan, biaya penilaian, biaya kegagalan internal, dan biaya kegagalan eksternal secara signifikan mempengaruhi omzet penjualan. Secara parsial, hanya biaya pencegahan, biaya

penilaian, dan biaya kegagalan internal yang berpengaruh terhadap omzet penjualan. Sumber: Data diolah penulis

2.6 Kerangka Pemikiran

Dewasa ini perkembangan dan persaingan dunia usaha semakin meningkat, baik persaingan di dalam maupun luar negeri. Hal itu membuat perusahaan harus berlomba-lomba dalam meningkatkan penjualan dan laba perusahaan. Gantino R dan Erwin (2009:139) menyatakan bahwa penjualan

merupakan salah satu indikator paling penting dalam sebuah perusahaan, karena penjualanlah yang dapat menghasilkan laba untuk sebuah perusahaan.

Suatu perusahaan dalam kondisi persaingan yang semakin ketat harus dapat menciptakan dan mempertahankan keunggulan bersaing (competitive advantage). Salah satu strategi yang diterapkan oleh perusahaan dalam menghadapi persaingan untuk dapat memperoleh posisi di pasar (market place) sekaligus dapat mempertahankannya adalah dengan menciptakan suatu produk yang berkualitas. Kebutuhan akan produk yang berkualitas mendorong pelaku bisnis menciptakan suatu produk,baik barang maupun jasa yang berkualitas.

Untuk menciptakan suatu produk yang berkualitas, perusahaan harus selalu melakukan perencanaan, pengendalian, dan evaluasi terhadap produk yang dihasilkan juga distribusi produk yang baik sampai kepada pelanggan. Kualitas yang meningkat akan mengurangi terjadinya produk rusak sehingga akan meningkatkan kepuasan pelanggan, meningkatkan pangsa pasar, dan pada akhirnya meningkatkan penjualan. Kegiatan yang berhubungan dengan kualitas adalah kegiatan yang dilakukan karena mungkin atau telah terdapat kualitas yang buruk yang akan menurunkan kualitas produk. Biaya-biaya yang berkaitan dengan kegiatan tersebut disebut Biaya Kualitas.

Beberapa perusahaan kelas dunia menggunakan ukuran biaya kualitas sebagai indikator keberhasilan program kualitas yang dapat dihubungkan dengan keuntungan perusahaan, tingkat penjualan, harga pokok penjualan, atau biaya total produksi (Gaspersz, 2007:156). Menurut Blocher (2005:691) biaya kualitas adalah biaya kegiatan yang berkaitan dengan pencegahan, identifikasi, perbaikan, dan

perbaikan kualitas yang buruk dan biaya kesempatan dari waktu produksi yang hilang dan penjualan hilang sebagai akibat kualitas yang buruk.

Biaya kualitas diklasifikasikan menjadi empat kategori, yaitu biaya pencegahan, biaya penilaian, biaya kegagalan internal, dan biaya kegagalan eksternal, dimana keempat kategori tersebut saling mempengaruhi. Biaya-biaya tersebut mengimplikasi kepada dua subkategori dari kegiatan-kegiatan yang terkait dengan kualitas yaitu kegiatan pengendalian dan kegiatan karena kegagalan. Biaya pencegahan dan penilaian merupakan biaya yang digunakan dalam kegiatan pengendalian, yaitu aktivitas yang dilakukan perusahaan dalam mencegah dan mendeteksi kualitas yang buruk. Sedangkan biaya kegagalan internal dan kegagalan eksternal merupakan biaya yang digunakan dalam kegiatan karena kegagalan, yaitu aktivitas yang dilakukan perusahaan untuk merespon kualitas yang buruk (Lestari dan Hakim, 2014).

Kedua subkategori biaya kualitas tersebut memiliki pengaruh terhadap tingkat penjualan :

a. Hubungan Biaya Pengendalian (Biaya Pencegahan dan Biaya Penilaian) terhadap Tingkat Penjualan

Apabila terjadi peningkatan kualitas, maka biaya pencegahan dan biaya penilaian (merupakan biaya pengendalian) yang digunakan untuk menurunkan jumlah unit yang cacat akan meningkat pula, sedangkan biaya kegagalan (internal dan eksternal) karena adanya produk gagal menurun. Jadi, semakin besar perusahaan menginvestasikan modalnya pada aktivitas pengendalian, maka semakin kecil biaya kegagalan yang akan terjadi. Secara tidak langsung,

berkurangnya biaya kegagalan (internal dan eksternal) merupakan suatu indikasi bahwa jumlah produk yang cacat menurun dan produk yang dihasilkan telah mengalami peningkatan kualitas. Produk yang berkualitas merupakan produk yang memiliki nilai (value) yang lebih tinggi dengan ditandai oleh tingkat kepuasan pelanggan yang tinggi atas produk tersebut, karena produk yang dihasilkan telah sesuai dengan spesifikasi dan keinginan pelanggan. (Tandiontong et. al., 2010). Nilai produk yang tinggi memungkinkan perusahaan untuk mendapatkan pangsa pasar yang luas. Dengan pangsa pasar yang luas, maka tentu akan meningkatkan penjualan perusahaan. Penjualan yang tinggi dan biaya yang lebih rendah akan meningkatkan profit perusahaan.

b. Hubungan Biaya Kegagalan (Biaya Kegagalan Internal dan Biaya Kegagalan Eksternal) terhadap Tingkat Penjualan

Untuk dapat mengurangi biaya kualitas total, perusahaan dapat memfokuskan pada usaha pencegahan dan penilaian (aktivitas pengendalian), yang kemudian mengakibatkan biaya kegagalan berkurang. Berkurangnya biaya kegagalan ini berarti penurunan pada biaya produksi karena pemborosan dan inefisiensi akibat pengerjaan ulang produk cacat atau rusak akan berkurang. Dengan berkurangnya produk cacat maka perusahaan melakukan penghematan atas biaya tambahan yang dibutuhkan untuk melakukan perbaikan dan pengerjaan ulang dan mengakibatkan berkurangnya pengeluaran biaya untuk kegagalan intern dan kegagalan ekstern (Alawiyah, 2012:10). Jadi, pengurangan biaya kegagalan ini akan meningkatkan penjualan.

Berdasarkan beberapa hasil penelitian terdahulu, seperti Irfa Arliany (2015), Cian Utami (2012), Gantino R dan Erwin (2009), Sitti Alawiyah (2012), mengenai pengaruh biaya kualitas terhadap tingkat penjualan, menyimpulkan bahwa secara simultan maupun parsial, biaya kualitas berpengaruh positif secara signifikan terhadap tingkat penjualan. Menurut Lestari dan Hakim (2014), biaya kualitas (biaya pencegahan, biaya penilaian, biaya kegagalan internal, dan biaya kegagalan eksternal) berpengaruh secara simultan terhadap tingkat penjualan, namun secara parsial, variabel biaya penilaian, biaya kegagalan internal, dan biaya kegagalan eksternal berpengaruh secara signifikan terhadap tingkat penjualan, sedangkan variabel biaya pencegahan tidak berpengaruh secara signifikan terhadap tingkat penjualan. Sitti Alawiyah (2012) dalam penelitiannya menunjukkan bahwa dengan uji t, hanya biaya pencegahan dan biaya penilaian yang berpengaruh terhadap volume penjualan. Menurut Saryono (2009), dari hasil analisis pengaruh biaya pencegahan, biaya penilaian, biaya kegagalan internal, dan biaya kegagalan eksternal, peneliti berkesimpulan bahwa, hanya variabel biaya pencegahan dan biaya kegagalan eksternal yang berpengaruh secara signifikan terhadap omset penjualan, sedangkan biaya penilaian dan biaya kegagalan internal berpengaruh tidak secara signifikan. Susanti (2007) menyimpulkan bahwa secara simultan, semua komponen biaya kualitas berpengaruh secara signifikan terhadap penjualan dan secara parsial, hanya biaya pencegahan, biaya penilaian, dan biaya kegagalan internal yang berpengaruh terhadap penjualan, sedangkan biaya kegagalan eksternal tidak. Jadi, secara

Biaya Kualitas

umum, beberapa peneliti terdahulu menyatakan bahwa biaya kualitas berpengaruh positif dan signifikan terhadap penjualan.

Berdasarkan uraian di atas, maka dapat dibangun skema kerangka pemikiran dari penelitian ini sebagai berikut :

Variabel Independen Variabel Dependen

Keterangan :

: Uji t (pengujian secara parsial) : Uji F (pengujian secara simultan)

Gambar 1.1

Skema Kerangka Pemikiran

Biaya Pencegahan (X1) Biaya Penilaian (X2) Tingkat Penjualan

(Y)

Biaya Kegagalan Internal (X3) Biaya Kegagalan Eksternal (X4)

Dalam dokumen BAB II TINJAUAN PUSTAKA (Halaman 30-38)

Dokumen terkait