• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II KAJIAN KEPUSTAKAAN

A. Penelitian Terdahulu

Pada bagian ini peneliti menyajikan hasil penelitian yang sudah dilakukan oleh peneliti-peneliti sebelumnya. Peneliti menguraikan persamaan dan perbedaan bidang kajian yang diteliti antara peneliti dengan peneliti-peneliti sebelumnya. Hal ini perlu dikemukakan untuk menghindari adanya pengulangan kajian terhadap hal-hal yang sama. Dengan demikian akan diketahui sisi-sisi apa yang membedakan antara penelitian yang dilakukan peneliti dengan penelitian terdahulu. Penelitian-penelitian yang berkaitan dengan penelitian ini adalah sebagai berikut :

1. Ahmad Rafiq Zakariya, Program Studi Ekonomi Syariah Pascasarjana UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. pada tahun 2018 yang berjudul. Analisis Pengaruh Religiusitas terhadap Kesejahteraan Islam Falah dengan Konsumsi Rumah Tangga Variable sebagai Meditasi, (Studi pada tukang kayu industry mebel di kelurahan Krapyakrejo, Kota Pasuruan Jawa Timur).

Temuan pokok pada tesis ini adalah: (1) Religiusitas berpengaruh signifikan terhadap perilaku konsumsi (2) Religiusitas perilaku yang menghubungkan antara individu dengan Allah. (3) Falah memiliki

pengertian sebagai pengalaman rohani yang mendasarkan pengalaman pada semesta.8

Jenis penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif karena dalam tesis ini menggambarkan responden dalam rangka menggambarkan pola religiusitas terhadap kesejahteraan Islam falah dengan konsumsi rumah tangga.

Persamaan dalam penelitian ini sama-sama mengangkat tema tentang religiusitas sebagaimana peneliti jelaskan bahwa religiusitas berpengaruh terhadap kehidupan baik dari konsumsi maupun rohani.

Perbedaan penelitian terletak pada lokasi penelitian dan jenis penelitian yang digunakan serta beberapa variable dan metode penelitian yang peneliti lakukan.

2. Erba Rozalina Yulianti (Dosen Usuludin UIN Sunan Gunung Jati Bandung), 2018 Artikel yang berjudul Pengalaman Religious dalam Meditasi Transendental.

Temuan pokok dalam penelitian ini adalah. ada tiga temuan pokok (1) perubahan afiliasi keagamaan dimana seseorang berpindah dari agama satu ke agama yang lain. (2) peningkatan penghayatan orang yang pada mulanya tidak percaya dengan agama (agnostik) menjadi orang yang sangat religious (3) perubahan dan keyakinan komitmen beragama dalam konteks agama yang sama.

8Ahmad Rofiq Zakariya, “Analisis Pengaruh Religiusitas terhadap Kesejahteraan Islam Falah dengan Konsumsi Rumah Tangga Variable Sebagai Meditasi, (Studi Pada Tukang Kayu Industry Mebel Di Kelurahan Krapyakrejo, Kota Pasuruan Jawa Timur)”, (Tesis, UIN Maulana Malik Ibrahim, Malang, 2018), 1.

Peneliti menjelaskan bahwa pengalaman religius sering dijumpai pada beberapa upacara tradisi keagamaan, secara psikologi menghasilkan kesehatan spiritual bagi pelakunya karena berfikir dalam satu objek serta membiasakan dalam hal positif terhadap objek yang sakral.

Pengalaman religious yang dihasilkan bukan terjadi melalui konversi dan tidak sadar namun dilakukan dengan usaha dengan sadar melakukann zikir. Dalam tasawuf yang merasakan pengalaman-pengalaman religious adalah Nabi, wali, ulama dan sufi.

Persamaan dalam penelitian ini meliputi, pembahasan aspek tentang Religiusitas, pengamalan zikir dan penghayatan terhadap objek yang sakral Allah Swt.

Perbedaan, penelitian ini menggunakan studi pustaka (Library resech) dalam mengumpulkan data-data meliputi, dari buku bacaan, Koran, internet, jurnal dan sebagainya. sedangkan penulis menggunakan jenis penelitian kualitatif.9

3. Rozana, Eni nuraeni Nugrahawati, Dinda dwarawati, Universitas Islam Bandung, pada tahun 2016, Jurnal Ilmiah Psikologi yang berjudul, Studi Korelasi Pola Asuh, Religiusitas dengan Impulse Buying pada Mahasiswa UIN Bandung.

temuan pokok pada jurnal penelitian ini adalah: menurut Glock dan Stark mengklasifikasikan Religiusitas menjadi lima Dimensi. (1). Dimensi Ideologis (2). Dimensi ritual. (3) dimensi experiential (4) dimensi

9 Erba Rozalina Yulianti, “Pengalaman Religious dalam Meditasi Transendental”, Artikel Dosen UIN Sunan Gunung Jati, (Januari, 2018), 1.

intelektual (5) dimensi konsekuensial. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif pengumpulan data mengunakan alat ukur berupa kuesioner yang diturunkan oleh pola asuh berdasarkan teori Baum rind. Peneliti dalam membahas tentang religiusitas dianalisis menggunakan teori Glock dan Stark. Sedangkan penulis menggambarkan pola religiusitas mengambil teori dari Peter L Berger dan Luckman.

Persamaan, penelitian ini menggambarkan religiusitas dan korelasi nya terhadap pola asuh. peneliti juga menggambarkan teori yang digagas oleh Glock dan Stark.

Perbedaan penelitian terletak pada lokasi penelitian serta beberapa variable dan metode penelitian yang peneliti lakukan.10 Penelitian ini lebih cenderung mengkorelasikan antara pola asuh dan religiusitas terhadap impulse buying, sedangkan penulis menggambarkan pola religiusitas pengamal Tarekat Tija>niyah.

4. Nurul Aeni, tahun 2020, Jurnal Harmoni, Badan Perencanaan Pembangunan Kabupaten Pati Indonesia, dengan judul, Religiusitas Kelas Menengah Muslim Surakarta. (Interaksi dengan Globalisasi dan Modernitas).

Adapun temuan pokok dalam artikel ini adalah: (1) Religiusitas kelas menengah muslim Surakarta ini ditunjukkan pada keaktifan masyarakat menghadiri pengajian dengan memadukan aktivitas sosial dan spiritual. (2) factor yang memengaruhi religiusitas di Surakarta adalah, factor finansial,

10 Rozana, Eni nuraeni Nugrahawati, Dinda dwarawati, “Studi Korelasi Pola Asuh, Religiusitas dengan Impulse Buying pada mahasiswa UIN Bandung”, (Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 3 No 2, Universitas Islam Bandung, Bandung, 2016), 1.

kemampuan rasional dan media yang digunakan sangat memadai.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, dan memadukan antara studi kasus dengan fenomenologi di lapangan.11

Persamaan penelitian ini sama-sama menggunakan aspek religious untuk dijadikan sebuah landasan berpikir, jenis penelitian ini menggunakan kualitatif dengan menggali informasi pada informan untuk mendapatkan data yang akurat.

Perbedaan penelitian ini cenderung membahas tentang Religiusitas masyarakat menengah urban middle class di Surakarta, sedangkan peneliti membahas tentang pola religiusitas pengamal Tarekat Tija>niyah.

5. Acep Amirudin, UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Diploma Thesis dengan judul, Terapi Sufistik dalam Perspektif Tarekat Tija>niyah.

Temuan dari penelitian ini adalah (1) Bentuk ritual yang dilakukan guna untuk usaha-usaha penyembuhan dari penyakit dengan berdasarkan terapi sufistik (2) Ajaran, petuah serta nasehat bijaknya tidak bertentangan dari teladan Nabi Muhammad SAW dan hukum Islam yakni Al-Qur’a>n dan Hadits.

Penelitian ini membahas tentang membahas tentang Terapi Sufistik yang diperankan oleh Tarekat Tija>niyah. Pendekatan penelitian menggunakan deskriptif Kualitatif. Dalam kajian penulis mencoba menceritakan terapi sufistik yang dipercayai sebagai alat penyembuhan

11 Nurul Aeni, “Religiusitas Kelas Menengah Muslim Surakarta. ( Interaksi dengan Globalisasi dan Modernitas)”, Jurnal Harmoni, (2020), 1.

orang sakit Dhahir dan batin dengan media zikir dan amalan-amalan Tarekat Tija>niyah. pendekatan menggunakan kualitatif deskriptif.12

Adapun persamaan penelitian yakni sama-sama mengambil objek tarekat tija>niyah menggunakan pendekatan kualitatif. Perbedaan, penelitian ini tidak menjelaskan secara gamblang mengenai religiusitas, hanya memberikan penjelasan tentang terapi sufistik perspektif Tarekat Tija>niyah.

Penulis lebih kepada proses penyembuhan penyakit melalui terapi sufistik tarekat tijaniyah sedangkan peneliti lebih ke arah pola religiusitas pengamal tarekat tijaniyah.

6. Ach. Tijani, Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Program Studi Agama dan Filsafat, Tahun 2011, Tesis dengan Judul ‘’Tarekat Tija>niyah Studi Deskriptif Sufistik Ajaran Tarekat Tija>niyah dalam Kitab Jawa>hir Al-Ma’a>ni.

Melalui pendekatan sufistik yang merujuk pada mainstream tasawuf Islam, yakni tasawuf sufi dan falsafi oleh karena itu dapat dipahami bahwa Tarekat Tija>niyah mempunyai empat prinsip pijakan filosofis antara lain (1) Cinta sebagai pondasi utama untuk ritual, (2) kepercayaan berjumpa dengan Allah, (3) hakikat Nur Muhammad sebagai media penghantar, (4) pandangan mengenai kewalian Syekh Ahmad Tijani sebagai wali Khat wa katm.

Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif sufistik data yang diperoleh masih bersifat parsial dan belum mampu mengungkap

12 Acep Amirudin, “Terapi Sufistik Dalam Perspektif Tarekat Tija>niyah”, (Tesis, UIN Sunan Gunung Djati, Bandung, tt).

aspek penting di dalamnya objek kajian nya terletak pada kitab Jawa>hir Al-Ma’a>ni yang ditulis oleh Syekh Ali Harazim.13

Persamaan, Jenis penelitian menggunakan studi kualitatif dalam pembahasan nya terdapat amaliah Tarekat Tija>niyah seperti ritual tentang wirid-wirid yang semuanya ditalqinkan langsung oleh Rasulullah berupa, Istigfa>r, salawat, dan haila>lah.

Perbedaannya peneliti ini cenderung meneliti tentang ajaran sufistik yang terdapat pada Tarekat Tija>niyah beserta wirid-wirid dan praktik pengamalan Tarekat Tija>niyah sedangkan peneliti membahas tentang pola religiusitas pengamal Tarekat Tija>niyah.

7. Wasisto Raharjojati, Pusat penelitian Politik, Lembaga Ilmu Penelitian Indonesia (LIPI) Pada tahun 2015, Jurnal dengan judul “Sufisme Urban di Perkotaan Konstruksi Keimanan baru Kelas Menengah Muslim”.14

Hasil temuan dari tulisan ini adalah (1) Sufisme urban di era modern saat ini menghadiri majelis ta’lim, beramal jariyah, beribadah umroh dan haji pada tiap tahunnya. (2) sufi kalangan kelas menengah kemudian menciptakan simbol-simbol sufi urban antara lain adalah, baju takwa, gamis, surban, jilbab, dan lain sebagainya. Secara eksplisit ini adalah penampilan, gaya, style, dan kebiasaan para sofisme urban perkotaan.

13 Ach. Tijani, ‘’Tarekat Tija>niyah Studi Deskriptif Sufistik Ajaran Tarekat Tija>niyah dalam Kitab Jawa>hir Al-Ma’a>ni”, (Tesis, UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta, 2011), 1.

14 Wasisto Raharjojati, “Sufisme Urban di Perkotaan Konstruksi Keimanan Baru Kelas Menengah Muslim”, (Jurnal, LIPI, tt, 2015)

Persamaan dalam tulisan ini dengan peneliti adalah membahas sufisme atau tasawuf mendekatkan diri kepada Allah. Tentunya dengan beberapa cara dan metode masing-masing.

Sedangkan perbedaan penelitian ini terletak pada pembahasan sufism urban di daerah perkotaan, sedangkan peneliti membahas tentang pola religiusitas pengamal Tarekat Tijaniyah. Cenderung pada teknis pengamalan dan penghayatan dalam beribadah kepada Allah Swt.

8. Wawan Hernawan, Universitas Islam Negeri Sunan Gunung jati Bandung, wawasan sosial budaya Jurnal Ilmiah, pada tahun 2013, dengan judul

“Analisis Historis Pertumbuhan dan Pengaruh Tarekat di Dunia Islam”.15 Temuan dari jurnal ini adalah : (1) Analisis historis pertumbuhan tarekat di dunia islam dengan cara menyebutkan asal-usul dan urutan nama para guru secara turun temurun guna untuk memperoleh tingkat beribadah yang khusyuk. (2) Pengaruh tarekat di dunia Islam terdapat dua persepsi yang bertolak belakang dalam kajian Barat menganggap bahwa tarekat seperti laporan penyelidikan intel. Sedangkan persepsi kedua menganggap tarekat sebagai gejala depolitisasi. Yaitu pelarian dari tanggungjawab sosial dan politik.

Persamaan, dalam tulisan ini membahas tentang tarekat sebagai suatu metode untuk mendekatkan diri kepada Allah Swt, jenis penelitiannya menggunakan pendekatan kualitatif.

15 Wawan Hermawan, “Analisis Historis Pertumbuhan dan Pengaruh Tarekat di Dunia Islam”, (Jurnal Wawasan No 36, UIN Sunan Gunung Djati, Bandung, 2013), 1.

Perbedaan Penelitian ini membahas pada analisis historis perkembangan tarekat di dunia Islam, lebih pada sejarah perkembangan tarekat, sedangkan peneliti membahas tentang pola religiusitas pengamal tarekat.

9. Nur Khafid, UIN Surakarta, Jurnal mimbar budaya Vol 37 No.1, Januari-Juni 2020 “Sufisme Dalam Dinamika Kehidupan Masyarakat Modern”16

Temuan pada tulisan ini (1). Sofisme menjadi suatu hal positif bagi perkembangan tasawuf islam terutama dalam kehidupan sehari-hari.

Pengamal sufi cenderung memiliki sifat individual melatih diri untuk fokus mendekatkan diri kepada Allah Swt. (2). Kehidupan masyarakat modern dipengaruhi oleh westernalisasi dan modernisasi sehingga Peran sufi sangat dibutuhkan untuk membendung budaya barat yang mempengaruhi manusia dan menjerumuskan dalam kehidupan kemewah-mewahan.

Persamaan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif untuk mendeskripsikan tentang sufisme dalam dinamika kehidupan modern.

Perbedaan penulis membahas tentang sofisme dalam dinamika modern.

beserta poin-poinnya tidak pada praktik pengamalan sufi. sedangkan peneliti membahas tentang pola religiusitas pengamalan tarekat tija>niyah 10. Syafruddin ‘’Tarekat Tija>niyah di Kalimantan Selatan’’ Jurnal

Al-Banjari.Vol 1 no, 1 Januari 2011.17 Temuan dalam tulisan ini adalah (1)

16 Nur Khafid, “Sufisme dalam Dinamika Kehidupan Masyarakat Modern”, Jurnal Mimbar Budaya UIN Surakarta, 37 No.1, (Januari-Juni 2020), 12.

17 Syafruddin, ‘’Tarekat Tija>niyah di Kalimantan Selatan’’, Jurnal Al-Banjari 1, No. 1, (Januari, 2011), tt.

sejarah perkembangan Tarekat Tija>niyah di Kalimantan Selatan menjadi pusat kajian tasawuf dan terciptanya pengamal tarekat dan ulama’-ulama Tarekat Tija>niyah, (2). Tarekat Tija>niyah sebagai sarana untuk zikir bagi masyarakat Kalimantan selatan. Meski banyak tarekat lain, namun perkembangan Tarekat Tija>niyah di Kalimantan Selatan sangat pesat dibanding dengan tarekat-tarekat yang lain.

Persamaan dalam tulisan ini adalah pembahasannya sama dalam lingkup Tarekat Tija>niyah, sedangkan pendekatan penelitian menggunakan kualitatif.

Perbedaan penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan Tarekat Tija>niyah secara historis di daerah, asal usulnya Kalimantan Selatan.

sedangkan peneliti lebih pada proses pola religiusitas pengamal Tarekat Tija>niyah.

Dalam penelitian ini peneliti mengambil beberapa kajian terdahulu dimana dengan tujuan sebagai alat ukur serta pembeda dari keaslian dan sebagai alat analisis dalam kajian temuan yang mengkorelasikan antara penelitian terdahulu, adakah penolakan pendapat, penguatan pendapat atau temuan baru dari teori yang ada yang dihasilkan dari penelitian ini dimana penolakan, penguatan, dan temuan barau dapat diketahui pada bab pembahasan dan temuan. dikupas dan dianalisa dari teori yang ada dan temuan yang ada di lapangan.

Dalam penelitian terdahulu yang sudah dipaparkan diatas, kebanyakan dari masing-masing penelitian terdahulu membahas tentang,

teknis pengamalan tarekat, pengaruh religiusitas terhadap kehidupan sehari-hari, khasiat terapi sufistik untuk penyembuhan, historisitas tarekat didunia islam, sofisme urban di perkotaan. dari sini dapat disimpulkan bahwa peneliti secara eksplisit dalam mengangat tema ini dan membahas nya dalam sebuah penelitian dengan judul pola religiusitas pengamal tarekat tijaniyah yang belum di bahas oleh peneliti terdahulu. Tujuan peneliti dalam memberikan paparan tentang kajian terdahulu tidak lain sebagai bahan pembanding literatur yang sudah ada dan dapat dijadikan sebagai tolak ukur dalam penelitian.

Tabel 2.1

Originalitas Penelitian

No Judul Penelitian Hasil Perbedaan Orisinalitas Penelitian 1. Ahmad rofiq

zakariya, pada tahun 2018 yang berjudul. Analisis Pengaruh

Religiusitas Terhadap Kesejahteraan Islam Falah dengan Konsumsi Rumah Tangga variable sebagai meditasi, (Studi pada tukang kayu industry mebel di kelurahan

krapyakrejo

- Penelitian ini menghasilkan pengaruh signifikan bagi religiusitas terhadap perilaku konsumsi

-Perbedaan terletak pada lokasi penelitian dan beberapa variable yang lain.

Dari implikasi teoritik

bahwasanya peneliti menemukan bahwa hasil penelitian sebagai acuan orisinalitas dan pembeda dengan penelitian yang lain adalah nilai-nilai Ikhlas, Qona’ah dan Tawadhu’.

2. Erba rozalina Yulianti (Dosen Ushuluddin UIN Sunan Gunung Djati Bandung), 2018 yang berjudul

- Penelitian ini menghasilkan peningkatan penghayatan orang yang pada mulanya

-Penelitian ini menggunakan studi pustaka (Library research) -Perbedaan

Dari implikasi teoritik

bahwasanya peneliti menemukan bahwa hasil

Pengalaman Religious dalam Meditasi

Transendental

tidak percaya dengan agama menjadi sangat percaya.

terletak pada lokasi penelitian dan beberapa variable yang lain.

penelitian sebagai acuan orisinalitas dan pembeda dengan penelitian yang lain adalah nilai-nilai Ikhlas, Qona’ah dan Tawadhu’.

3. Rozana, Eni nuraeni nugrahawati, Dinda dwarawati, pada tahun 2016 yang berjudul, Studi Korelasi Pola Asuh, Religiusitas dengan Impulse Buying Pada Mahasiswa UIN Bandung

-penelitian ini menghubungka n antara Religiusitas dengan impulse buying

menghasilkan beberapa dimensi, yakni ideologis, ritual,

eksperiential, intelektual, dan konsekuensial.

Perbedaan Terletak pada lokasi penelitian dan beberapa variable yang lain.

Dari implikasi teoritik

bahwasanya peneliti menemukan bahwa hasil penelitian sebagai acuan orisinalitas dan pembeda dengan penelitian yang lain adalah nilai-nilai Ikhlas, Qona’ah dan Tawadhu’.

4. Nurul aeni, tahun 2020, dengan judul Religiusitas Kelas Menengah Muslim Surakarta.

(Interaksi dengan Globalisasi dan Modernitas).

-Faktor yang mempengaruhi religiusitas muslim menengah adalah, finansial, rasional dan media

telekomunikasi.

- Penelitian ini cenderung membahas tentang urban middle class di Surakarta, sedangkan peneliti lebih membahas tentang pola religiusitas pengamal tarekat tijaniyah

Dari implikasi teoritik

bahwasanya peneliti menemukan bahwa hasil penelitian sebagai acuan orisinalitas dan pembeda dengan penelitian yang lain adalah nilai-nilai Ikhlas, Qona’ah dan Tawadhu’.

5

.

Acep Aam Amirudin

“Terapi Sufistik Dalam Perspektif Tarekat Tija>niyah”

(Studi Deskriptif di Semarang Kab Garut) Fakultas Ushuluddin Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung.

- Penelitian ini membahas tentang terapi sufistik yang di peranan oleh tarekat tijaniyah.

-Pendekatan penelitian menggunakan deskriptif Kualitatif.

-Dalam kajian penulis

mencoba menceritakan terapi sufistik yang di percayai sebagai alat penyembuhan orang sakit dhahir dan batin dengan media zikir dan amalan-amalan tarekat

tijaniyah.

Perbedaan terletak pada lokasi penelitian dan beberapa variable yang lain.

Dari implikasi teoritik

bahwasanya peneliti menemukan bahwa hasil penelitian sebagai acuan orisinalitas dan pembeda dengan penelitian yang lain adalah nilai-nilai Ikhlas, Qona’ah dan Tawadhu’.

6. Ach. Tijani, S.Fil.I

‘’Tarekat Tija>niyah Studi Deskriptif Sufistik Ajaran Tarekat Tijaniyah dalam Kitab Jawa>hir Al-Ma’a>ni’’. Program Studi Agama dan Filsafat

Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. 2011.

Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif sufistik -Data yang di peroleh masih bersifat parsial dan belum mampu mengungkap aspek-aspek penting di dalamnya -Objek kajian nya terletak pada kitab Jawahir

Perbedaan terletak pada lokasi penelitian dan beberapa variable yang lain.

Dari implikasi teoritik

bahwasanya peneliti menemukan bahwa hasil penelitian sebagai acuan orisinalitas dan pembeda dengan penelitian yang lain adalah nilai-nilai Ikhlas, Qona’ah dan Tawadhu’.

Ma’ani yang di Tulis oleh Syekh Ali Harazim

7 Wasisto raharjo Jati’’Sufisme Urban di Perkotaan Konstruksi Keimanan Baru Kelas Menengah Muslim’’ Jurnal Penelitian Politik Lembaga Ilmu Penelitian Indonesia.

-Penelitian ini menghasilkan temuan bahwa sofisme urban di perkotaan menghadiri majlis ta’lim, beramal jariyah dan umroh.

-sufi kelas menengah menghasilkan simbol-simbol sufi urban antara lain adalah baju takwa, gamis, style, dan kebiasaan lainnya.

Perbedaan Terletak pada lokasi penelitian dan beberapa variable yang lain.

Dari implikasi teoritik

bahwasanya peneliti menemukan bahwa hasil penelitian sebagai acuan orisinalitas dan pembeda dengan penelitian yang lain adalah nilai-nilai Ikhlas, Qona’ah dan Tawadhu’.

8 Wawan Hernawan

‘’Analisis Historis Pertumbuhan dan Pengaruh Tarekat di Dunia Islam’’

Fakultas

Ushuluddin UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

- pengaruh tarekat di dunia islam terdapat dua persepsi yang bertolak belakang. Barat menganggap bahwa tarekat seperti

penyelidikan intel, persepsi kedua

menganggap bahwa tarekat sebagai gejala deploitasi.

-Penelitian ini membahas pada analisis historis, sedangkan peneliti membahas tentang analisis praktik.

- Perbedaan Terletak pada lokasi penelitian dan beberapa variable yang lain.

Dari implikasi teoritik

bahwasanya peneliti menemukan bahwa hasil penelitian sebagai acuan orisinalitas dan pembeda dengan penelitian yang lain adalah nilai-nilai Ikhlas, Qona’ah dan

Tawadhu’.

9 Nur Khafid

‘’Sufisme Dalam Dinamika

Kehidupan Masyarakat Modern’’ UIN Surakarta Jurnal mimbar budaya Vol.37 No.1, Januari- Juni 2020.

-Penelitian menghasilkan perkembangan tasawuf dalam dunia islam menjadi sesuatu yang positif.

-pengamal tasawuf memiliki sifat individual melatih dan memfokuskan diri untuk mendekatkan kepada Allah Swt.

- Perbedaan terletak pada lokasi penelitian dan beberapa variable yang lain.

Dari implikasi teoritik

bahwasanya peneliti menemukan bahwa hasil penelitian sebagai acuan orisinalitas dan pembeda dengan penelitian yang lain adalah nilai-nilai Ikhlas, Qona’ah dan Tawadhu’.

10. Syafruddin

‘’Tarekat Tija>niyah di Kalimantan Selatan’’ Jurnal Al-Banjari.Vol 1 no, 1 Januari 2011

-Penelitian ini menghasilkan beberapa faktor berkembangnya Tarekat

Tija>niyah di Kalimantan Selatan.

-Tarekat Tija>niyah sebagai media untuk berzikir dan

mendekatkan diri kepada Allah Swt.

- Perbedaan terletak pada lokasi penelitian dan beberapa variable yang lain.

Dari implikasi teoritik

bahwasanya peneliti menemukan bahwa hasil penelitian sebagai acuan orisinalitas dan pembeda dengan penelitian yang lain adalah nilai-nilai Ikhlas, Qona’ah dan Tawadhu’.

Sumber Data : diolah oleh peneliti 2021

B. Kajian Teori

Dokumen terkait