• Tidak ada hasil yang ditemukan

Penelitian Terdahulu

Dalam dokumen Disertasi Fahrul Rizal (Halaman 144-148)

KERANGKA TEORI DAN KONSEP

G. Penelitian Terdahulu

Ahmad Mulyana lebih memfokuskan penelitiannya kepada format (isi) pesan iklan, seperti terlihat dalam karakteristik pesan persuasi iklan di televisi: Studi analisis isi terhadap iklan RCTI pada tayangan prime- time dengan pendekatan teori Sign and Meaning. Melalui metode dan teori yang digunakan maka hasil penelitian menunjukkan bahwa televisi sebagai media beriklan menentukan kemasan pesan iklan, sehingga dalam iklan televisi terlihat kecendrungan penggunaan sistem kode non verbal dibanding verbal.159

Zuckerman,et.al meneliti tentang efek televisi terhadap kemampuan akademis pelajar dan tingkah laku mereka dalam kelas. Mereka melihat hubungan antara pola penontonan televisi dengan aktivitas membaca dan tingkah laku dalam kelas. Penelitian ini dilakukan terhadap 282 anak-anak kelas tiga, empat dan lima di dua buah sekolah untuk masyarakat kelas menengah di daerah pinggiran New Haven Connecticut Amerika Serikat. Hasil penelitian mereka menunjukkan bahwa setiap minggu anak-anak menonton televisi antara 1-40 jam, dengan rata-rata 15 jam seminggu, sedangkan jumlah waktu rata-rata menonton televisi di kalangan orang tua mereka ialah 10,5 jam seminggu.

159

Program yang ditonton anak-anak adalah kartun, komedi, olahraga,

berita, dokumenter dan drama.160

Hasil penelitian mereka juga menunjukkan bahwa jumlah waktu menonton televisi dan menonton siaran komedi, drama, kartun dan program televisi yang bersifat umum, tidak mempunyai hubungan dengan IQ dan kemampuan serta perilaku membaca anak-anak. Hal ini menurut Zuckerman,et.al adalah karena anak-anak hanya menghabiskan sedikit waktu untuk menonton Televisi yaitu rata-rata dua jam sehari. Oleh sebab itu masih banyak waktu yang dapat digunakan untuk belajar

membaca.161

Signorielli dan Lears meneliti hubungan antara pola menonton televisi dengan pelaksanaan pekerjaan rumah berdasarkan jenis kelamin. Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa anak laki-laki lebih banyak menonton televisi dibandingkan dengan anak perempuan. Anak laki-laki lebih sering tidak mengerjakan pekerjaan rumah akibat menonton televisi dibandingkan dengan anak perempuan. Dia menyimpulkan terdapat hubungan yang signifikan antara pola menonton televisi dengan pelaksanaan pekerjaan rumah. Dalam arti semakin banyak seseorang

menonton televisi, maka pekerjaan rumah semakin sedikit dikerjakan.162

Fetler pernah meneliti tentang efek menonton televisi terhadap pencapaian akademis. Penelitian dilakuan kepada anak-anak kelas enam sekolah dasar di California, Amerika Serikat. Sebanyak 15.385 kuesioner dibagikan kepada anak-anak di 292 buah sekolah. Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa anak-anak yang menonton televisi lebih dari enam jam sehari mempunyai prestasi akademis rendah pada tiga kategori yang diteliti yaitu kemampuan membaca, kemampuan dalam bidang

160

Zuckerman, et al., “Television Viewing, Children’s Reading and Related Classroom Behavior.Journal of Communication 30 (1), 1980, h.166-173.

161 Ibid.

162 Signorielli, N dan Lears, M, “

Children, Television and Conception About Chores :Attitudes and Behaviors”.Journal of Sex-roles 27 (3-4), 1992, h.157-170.

matematik dan kemampuan menulis. Hasil penelitiannya juga menunjukkan bahwa anak-anak yang banyak menonton televisi mempunyai peluang yang lebih besar untuk menonton siaran yang disukai dibandingkan dengan anak-anak yang sedikit menonton televisi. Namun demikian, anak-anak yang banyak menonton televisi cenderung mengerjakan pekerjaan rumah di depan televisi (sambil menonton televisi) dan lebih sering menonton satu siaran secara keseluruhan

dibandingkan dengan anak-anak yang sedikit menonton televisi.163

T. Walisyah melakukan penelitian tentang pengaruh menonton iklan makanan ringan di televisi. Pada penelitian tersebut terungkap bahwa menonton iklan makanan ringan di televisi memiliki pengaruh signifikan terhadap sikap konsumtif anak-anak Sekolah Dasar Negeri di

Kec. Tanjung Morawa.164

Olivia M. Kaparang meneliti tentang Analisa gaya hidup remaja dalam mengimitasi budaya pop Korea melalui televisi (Studi pada siswa SMA Negeri 9 Manado). Berdasarkan hasil penelitian, budaya pop Korea sangat terlihat mulai mendominasi remaja SMA Negeri 9, Manado dan tampak jelas mereka mulai meninggalkan budaya Indonesia sebagai pegangan hidup keseharian. Mereka bahkan rela menghabiskan banyak waktu untuk memperoleh informasi mengenai budaya ini dibandingkan budaya sendiri.

Untuk frekuensi menonton acara Korea melalui televisi dalam sehari, 40% informan menyatakan bahwa mereka menghabiskan waktu sebanyak lebih 5 kali, sedangkan masing-masing 30% informan menyatakan dapat menghabiskan kurang dari 3 kali dan 3-5 kali dalam sehari untuk menonton acara tersebut. Sedangkan frekuensi untuk

163Fetler, M, “

Television Viewing and School Achievement”. Journal of Communication 34 (3), 1988, h.104-118.

164

T. Walisyah, Hubungan Iklan Makanan Ringan Di Televisi Dan Status Sosial Ekonomi Dengan Sikap Konsumtif Anak-Anak Sekolah Dasar Negeri Di Kecamatan Tanjung Morawa(Medan: , Tesis, PPs IAIN-SU), 2009, h. 103.

menonton acara Korea melalui televisi per jamnya dalam sehari, 60% informan menyatakan bahwa mereka menghabiskan lebih dari 4 jam dalam sehari dan 40% informan menyatakan bahwa mereka menghabiskan 2-4 jam dalam sehari untuk menontonnya.

Hal ini membuktikan bahwa telah terjadi pergeseran budaya dan hal tersebut perlu ditindaklanjuti dari sekarang. Peran orang tua dan guru diperlukan dalam pengawasan akan perkembangan hidup para remaja dalam hal berhadapan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi terutama teknologi informasi dan komunikasi. Pihak pemerintah pun perlu turut memajukan budaya bangsa dan membuatnya menjadi lebih menarik sehingga para remaja jadi lebih tertarik untuk

memajukan budaya bangsa.165

Kebanyakan penelitian tentang efek siaran televisi hanya membahas satu atau dua siaran televisi yang menjadi variabel independen dan satu efek siaran yang menjadi variabel dependen dengan responden yang homogen. Pada penelitian ini yang menjadi variabel independent adalah tiga siaran televisi yang dinilai memberikan pengaruh yang cukup kuat terhadap pemirsanya, yaitu iklan, sinetron dan infotainmen. Sedangkan yang menjadi variabel dependen adalah tiga bentuk efek globalisasi budaya dengan sampel yang heterogen. Dengan demikian diharapkan penelitian ini lebih mampu melihat banyak hal dari efek siaran televisi terhadap pemirsanya.

165 Kaparang, Olivia M, dalam Journal Acta Diurna .Vol.II/No.2/2013 di

Dalam dokumen Disertasi Fahrul Rizal (Halaman 144-148)

Dokumen terkait