KETENTUAN PENUTUP Pasal 9
K. Penelitian Terdahulu
Berikut ini adalah beberapa penelitian terdahulu yang berkaitan dengan penelitian yang akan peneliti lakukan. Adapun penelitian-penelitian terdahulu yang diambil adalah sebagai berikut :
Fitria, Agus dan Robert dalam penelitiannya pada tahun 2015 yang berjudul “Evaluasi Penerapan Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2010 Pada Dinas Energi Dan Sumber Daya Mineral Provinsi Sulawesi Utara”
dengan hasil penelitiannya yaitu Penyajian laporan keuangan DESDM Provinsi Sulawesi Utara Tahun anggaran 2013 belum menerapkan PPNomor 71 Tahun 2010 tetapi telah berpedoman pada PP Nomor 24 Tahun 2005 karena telah menggunakan aplikasi SIMDA dimana sistem pencatatannya masih berbasis kas menuju akrual sesuai PP Nomor 24 Tahun 2005.
Indra, Lintje dan Treesje dalam penelitiannya pada tahun 2015 yang berjudul “Analisis Kesiapan Pemerintah Kota Manado Dalam Penerapan Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2010 Mengenai Standar Akuntansi Berbasis Akrual” dengan hasil penelitiannya menunjukkan bahwa kesiapan pemerintah Kota Manado dalam implementasi Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP) berbasis akrual merupakan refleksi dari suatu formalitas Hal tersebut didukung dengan adanya peraturan peemerintah yang mewajibkan untuk semua pemerintah daerah termasuk Pemerintah Kota Manado dalam menerapkan SAP berbasis akrual. Kompleksitas laporan keuangan menjadi faktor utama dalam sikap resisten pengelola keuangan pemerintah Kota Manado dalam implementasi SAP berbasis akrual.
Wahyu dan Agung dalam penelitiannya pada tahun 2016 yang berjudul “Determinan Kesiapan Penerapan Sistem Akuntansi Berbasis Akrual Pada Pemerintah Daerah di Indonesia” dengan hasil penelitiannya menunjukkan bahwa status daerah, rasio kemandirian keuangan pemerintah daerah dan rasio pertumbuhan pendapatan asli daerah terbukti mempengaruhi kesiapan pemerintah daerah dalam menerapkan SAP berbasis akrual.
Fitria, Herman dan Steven dalam penelitiannya pada tahun 2014 yang berjudul “Analisis Penerapan PP Nomor 71 tahun 2010 Dalam Penyajian Laporan Keuangan Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan Dan Aset Daerah Kota Kotamobagu” dengan hasil penelitiannya yaitu DPPKAD Kota Kotamobagu belum menerapkan PP Nomor 71 Tahun 2010 tetapi telah sesuai dengan PP Nomor 24 Tahun 2005. SAP berbasis ks menuju akrual menyajikan 2 laporan keuangan yaitu neraca dan laporan realisasi anggaran sedangkan SAP berbasis akrual menyajikan 6 laporan keuangan yang terdiri atas neraca, laporan realisasi anggaran, laporan operasional, laporan perubahan ekuitas, laporan perubahan SAL dan catatan atas laporan keuangan.
Ezra dan Jullie dalam penelitiannya pada tahun 2016 yang berjudul
“Penyajian Laporan Keuangan Daerah Sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2010 Tentang Standar Akuntansi Pemerintahan Pada Dinas Pendapatan Daerah Dan Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Utara ” dengan hasil penelitiannya menunjukkan bahwa penyajian laporan keuangan pada Dinas Pendapatan Daerah dan Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Utara tahun anggaran
2014 dan 2015 belum sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2010.
Afininda dan Nur Handayani dalam penelitiannya pada tahun 2015 yang berjudul “Analisis Kesiapan Pemprov Jawa Timur Menuju Penerapan PP Nomor 71 Tahun 2010” dengan hasil penelitiannya menunjukkan bahwa ditinjau dari stimuli, Pemerintah Provinsi Jawa Timur telah menunjukkan komitmen dalam menerapkan SAP berbasis akrual dengan diadakannya sosialisasi mengenai PP Nomor 71 Tahun 2010 untuk terlaksananya penerapan akuntansi akrual yang baik. Ditinjau dari budaya organisasi, Pemerintah Provinsi Jawa Timur memiliki kewajiban untuk mengikuti semua aturan dari peraturan yang telah ditetapkan dari suatu organisasi pemerintahan. Dari sisi promoter perubahan, ditemukan adanya tekanan dari pihak luar, baik dari sisi akademisi maupun pihak lain guna mendukung tercapainya penerapan akuntansi berbasis akrual sesuai dengan peraturan yang telah ditetapkan. Ditinjau dari kendala perubahan, adanya kebijakan dari pemerintah pusat yang dinilai tidak sinkron serta perbedaan karakter yang ada di Jawa Timur, menimbulkan permasalahan dalam penerapan akuntansi berbasis akrual.
Purwaniati dan Imam dalam penelitiannya pada tahun 2008 yang berjudul “Pengaruh Penerapan Standar Akuntansi Pemerintahan Terhadap Kualitas Laporan Keuangan” dengan hasil penelitiannya menunjukkan bahwa pengaruh penerapan standar akuntansi pemerintahan di Inspektorat Jenderal, pengetahuan pengelola UAPPA E1 dan UAPPB, dan ketersediaan sarana dan
prasarsana terhadap peningkatan kualitas laporan keuangan pada tingkat sedang.
Ni Made, Edy dan I Made dalam penelitiannya pada tahun 2015 yang berjudul “Analisis Kesiapan Pemerintah Daerah Dalam Menerapkan Standar Akuntansi Pemerintahan Berbasis Akrual di Kabupaten Gianyar”
dengan hasil penelitiannya menunjukkan bahwa : 1) Kesiapan dari SDM Pemerintah Kabupaten Gianyar belum siap karena masih dalam tahap pembelajaran untuk memahami penerapan SAP berbasis akrual, 2) Kesiapan dari SIA menunjukkan bahwa sudah ada sistem khusus yang bernama Sistem Informasi Manajemen Daerah (SIMDA) yang digunakan dalam pelaporan keuangan pada Pemerintah Kabupaten Gianyar, dan 3) Komitmen organisasi sangat mendukung penerapan basis akrual.
Selvina, Lintje dan Stanley dalam penelitiannya pada tahun 2015 yang berjudul “Analisis Kesiapan Penerapan Standar Akuntansi Pemerintah Berbasis Akrual Berdasarkan PP Nomor 71 Tahun 2010 Pada Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan Dan Barang Milik Daerah Kota Tomohon” dengan hasil penelitiannya menjelaskan bahwa DPPKBMD selaku pengelola keuangan daerah Kota Tomohon belum memiliki kesiapan dalam penerapan SAP berbasis akrual, Selain itu peran DPPKBMD sebagai SKPKD masih memiliki hambatan yaitu penempatan SDM yang tidak tepat sesuai dengan latar belakang pendidikan yang dimiliki.
Friska, David dan Stanly dalam penelitiannya pada tahun 2015 yang berjudul “Analisis Penerapan Standar Akuntansi Pemerintahan Berbasis
Akrual Dalam Penyajian Laporan Keuangan Pada Pemerintah Kota Bitung”
dengan hasil penelitiannya menunjukkan bahwa Pemerintah Kota Bitung belum menerapkan PP Nomor 71 Tahun 2010 tetapi telah sesuai dengan PP Nomor 24 Tahun 2005 yaitu menggunakan basis kas menuju akrual, terdapat kendala dalam kesiapan berupa jumlah sumber daya manusia pelaksana secara kuantitas masih belum cukup disetiap SKPD dan kesiapan perangkat pendukung yang belum teruji.
peraturan peemerintah
dan Steven, 2014 Analisis Penerapan PP Nomor 71 tahun 2010
laporan operasional,
pemerintah pusat yang
I Made, 2015 Analisis Kesiapan
Pemerintah Daerah Dalam
9 Selvina, Lintje Analisis Kesiapan DPPKBMD selaku
dan Stanley, 2015 Penerapan Standar
Adapun kerangka pikir dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :
Gambar 2.1
31
Yang menjadi lokasi peneliti untuk memperoleh data yaitu bertempat di Jalan Jendral Ahmad Yani No.2 Makassar di Kantor Walikota Makassar tepatnya pada Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Kota Makassar.
Penelitian ini diperkirakan dalam jangka waktu kurang lebih 1 (satu) bulan.