• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

1. Pengertian Transparansi

2.2. Penelitian Terdahulu

Ekowati (2016) meneliti tentang Transparansi dan Akuntabilitas Pengelolaan Dana BOS Studi Kasus Pengelolaan Dana BOS di SMP Negeri 03 Kota Tangerang Selatan. Variabel yang dipergunakan adalah RKAS dalam perencanaan dana BOS, dan kesesuaian aturan, petunjuk teknis penggunaan, dan pelaksanaan dana BOS dengan realisasinya, serta pelaksanaan pelaporan dan pertanggungjawaban dana BOS kepada sekolah. Hasil penelitian adalah Penelitian menunjukkan bahwa penerapan transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan dana BOS sudah berjalan cukup baik. Ada kesesuaian RKAS dalam perencanaan dana BOS, aturan dan petunjuk teknis penggunaan, pelaksanaan dana BOS dengan realisasinya, serta pelaksanaan pelaporan dan pertanggungjawaban dana BOS kepada sekolah, kota/kabupaten dan pemerintah pusat. Fakta ini menunjukkan bahwa sekolah telah melakukan proses pengelolaan dana BOS sesuai dengan aturan pemerintah atau petunjuk teknis dalam pengelolaanya.

Giyanto (2013), meneliti tentang Akuntabilitas Pengelolaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di Sekolah Dasar Negeri Belah 1 Kecamatan Donorojo Kabupaten Pacitan. Variabel yang digunakan adalah 1) transparansi Penggunaan dana BOS dilihat dari kriteria, temuan yang dicapai, penggunaan seharusnya dan keberhasilannya; 2) tingkat keterbukaan sekolah yakni keterbukaan penerimaan dan pengeluaran 3) Aspek monitoring baik kinerja dan 4) partsisipasi stake holders. Hasil penelitian menunjukan : 1) penyusunan dan

154

perencanaan dana BOS dilakukan dengan baik; 2) pelaksanaan pengelolaan dana BOS sudah transparan sesuai dengan tujuan, pembukuan sesuai ketentuan. namun perlu dibentuk tim belanja barang; pemajangan penggunaan dana BOS selalu dilakukan sebagai bentuk keterbukaan dan sosialisasi kepada komite/masyarakat. Transparansi dan keterbukaan sekolah dalam pengelolaan dana BOS sudah cukup baik (transparan) 3) Monitoring tidak dilakukan oleh Tim Manajemen BOS kabupaten namun hanya dilakukan oleh Pengawas TK dan SD kecamatan, monitoring/pengawasan ini juga dilakukan oleh Inspektorat Kabupaten sekali dalam setahun.

Dwi Anggraini (2013), meneliti tentang Transparansi, Partisipasi dan Akuntabilitas Pengelolaan Anggaran Dana BOS dalam Program RKAS di SDN Pacarkeling VIII Surabaya. Variabel yang digunakan adalah transparansi RKAS, partisipasi pembuatan RKAS dan akuntabilitas RKAS serta pertanggungjawaban penyelenggaraan RKAS, serta Komponen RKAS. Hasil penelitian menunjukan : Transparansi Pengelolaan Anggaran Dana BOS Dalam Program RKAS di SDN Pacarkeling VIII sangat transparan. Hal tersebut dapat dilihat dari terbukanya informasi mengenai penerimaan dana BOS serta informasi yang disediakan mengemnai anggaran dana BOS dalam program RKAS. Partisipasi pengelolaan dana BOS dalam anggaran RKAS cukup banyak. Hasl tersebut dapat dilihat dari terlibatnya masyarakat dalam proses perencanaan anggaran dana BOS dalam program RKAS. Kemudahan bagi masyarakat dalam mengontrol pengelolaan anggaran dana BOS dalam program RKAS, serta akses masyarakat menyampaikan saran, kritik dan pendapat terkait pengelolaan anggaran dana BOS dalam program RKAS.. Akuntabilitas pengelolaan anggaran dana BOS dapat dilihat dalam Laporan Pertanggungjawaban dana BOS berupa laporan formulir BOS K-1, K-2, K-06B, dan K-7 yang ditandatangani oleh kepala sekolah, bendahara sekolah, komite sekolah dan mengirimkannya ke UPTD dan Tim BOS pusat serta menempelkan formulir BOS k-1 di papan pengumuman sekolah.

Yenti dkk, (2018), meneliti tentang Analisis Akuntabilitas dan Transparansi pengelolaan Dana Komite pada SMA Negeri 9 Sinjunjung. Variabel yang digunakan tahapan perencanaan, tahapan pelaksanaan dan tahap evaluasi dan pertanggungjawaban RKAS.

Hasil penelitian menunjukan ini menunjukkan bahwa penerapan prinsip akuntabilitas dan transparansi dalam pengelolaan dana komite di SMA Negeri 9 Sijunjung sudah berjalan dengan baik. Prinsip transparansi dapat dilihat dari adanya keterbukaan dalam penyusunan

155

Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS). Sedangkan prinsip akuntabilitas dilihat dari Surat Pertanggungjawaban (SPJ) penggunaan dana komite selama satu tahun ajaran yang diberikan kepada orang tua pada saat rapat komite di sekolah.

Nurlolita, (2018), judul penelitian Analisis Prinsip Akuntabilitas dan Transparansi Pengelolaan Dana Bantuan Opaerasional Sekolah di SMP Negeri 3 Malang. Variavel yang digunakan Akuntabilitas dan transparansi pada RKAS. Hasil penelitian menunjukan penerapan prinsip akuntabilitas dan transparansi berjalan cukup baik yaitu adanya RKAS sebagai perencanaan dana BOS, kesesuaian penggunaan dana BOS dan pentunjuk teknis dana BOS dan realisasinya serta pelaporan dan pertanggungjawaban dana BOS kepala sekolah dan pemerintah secara terbuka.

Setyorini Ninik Purwaning (2010), Judul Implementasi Program Bantuan Operasional Sekolah Pada SMP Negeri Pada Cluster SMP Negeri I Bojonggede kabupaten Bogor Tahun 2009. Variabel yang digunakan komunikasi, sumberdaya, disposisi, dan struktur birokrasi (Edward, 1980) dan Van Meter and Van Horn (1975) yakni komunikasi, agen pelaksana dan kecenderungan disposisi). Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi program BOS pada tingkat sekolah pada tahap persiapan maupun tahap pelaksanaan secara umum berjalan dengan baik. Namun demikian, implementasi tersebut diwarnai oleh beberapa praktik yang kurang sesuai dengan ketentuan dalam Panduan Pelaksanaan BOS 2009. Ketidaksesuaian tersebut terutama meliputi: (1) tidak adanya anggota dari unsure orangtua siswa selain Komite Sekolah dalam struktur tim manajemen, (2) tidak diterbitkannya SK tim manajemen BOS sekolah oleh kepala sekolah, (3) adanya tambahan struktur pengelola BOS, yaitu komisariat BOS, (4) adanya sosialisasi BOS tambahan oleh Komisariat dan LSM yang diakibatkan oleh belum memadainya sosialisasi yang diselenggarakan oleh Manajer BOS Kabupaten Bogor, (5) berlakunya ketentuan penarikan dana dan pelaporan penggunaan dana setiap bulan.

156

Tabel 2.5 Hasil Penelitian Terdahulu

No Judul Variabel Hasil Penelitian Beda Penelitian

1 Transparansi

157

158

159

160

161 2.3.Kerangka Pemikiran

Orientasi pembangunan sektor publik adalah untuk menciptakan good governance, dimana pengertian dasarnya adalah tata kelola pemerintahan yang baik. Pengelolaan dana Bantuan Operasioanl Sekolah (BOS) mau tidak mau juga harus mengikuti prinsip-prinsip tata kelola yang baik. Dua dari lima prinsip Good Gavernance adalah transparansi dan akuntabilitas. Penyelenggaraan manajemen pengelolaan BOS yang bertanggungjawab sejalan dengan demokrasi dan efisiensi, penghindaran salah alokasi, dan pencegahan korupsi.

Akuntabilitas dan Transparansi menjadi dasar kebijakan pengelolaan dana BOS dalam pengelolaan keuangan sekolah yang harus diterapkan. Akuntabilitas dan transparansi sangat penting karena dengan penerapan prinsip tersebut sekolah dapat dipercaya serta dapat meningkatkan partisipasi komponen sekolah. Untuk mencapai tujuan sekolah, maka diperlukan upaya pengelolaan keuangan dana BOS yang baik dan menerapkan prinsip akuntabilitas serta transparansi dana BOS.

Variabel penelitian yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah akutantabiltas dan transparansi mulai saat penyusunan RKAS, Pelaksanaan dan pelaporan pengelolaan dana BOS.

UU Nomor 20 tahun 2003, Peraturan Pemerintah No 48 tahun 2008, Permendikbud No

26 Tahun 2017

Indikator Implementasi:

kebijakan, transparansi, akuntabel

Uji keabsahan data:

Uji kredibilitas Uji Trianglasi

162

Gambar 2.1 Alur Kerangka Pemikiran

163

Dokumen terkait