Menurut Subramanyam, 1996 (dalam Ferdianto, 2010) melakukan pengujian dengan melihat korelasi akrual diskresioner dengan profitabilitas masa depan, yaitu arus kas operasi,laba bersih dan laba bersih non-diskresioner satu, dua, tiga tahun kedepan dan perubhan deviden tahun depan. Menurut Subramanyam, jika korelasi akrual diskresioner positif berarti pengelolaan laba yang dilakukan oleh manajemen tersebut bersifat efisien. Berdasarkan hasil pengujian yang dilakukan, Subramanyam menyimpulkan bahwa pengelolaan laba yang dilakukan manajemen lebih bersifat efisien.
Penelitian yang dilakukan oleh Suranggane (2007) menganalisis aktiva pajak tangguhan dan akrual sebagai indikator manajemen laba. Hasil dari penelitian Suranggane (2007) menemukan bahwa hanya variable akrual saja yang memiliki pengaruh signifikat pada terjadinya manajemen laba.
Penelitian yang dilakukan oleh Yulianti (2005) kemampuan beban pajak tangguhan dalam memprediksi manajemen laba. Berdasarkan hasil pengujian yang dilakukan, Yulianti menyimpulkan bahwa kedua pengukur manajemen laba (akrual dan beban pajak tangguhan) memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap profitabilitas perusahaan melakukan manajemen laba untuk menghindari kerugian.
Penelitian yang dilakukan oleh Ferdianto (2010) pengaruh aktiva pajak tangguhan dan akrual terhadap profitabilitas masa depan laba dan arus kas.
Berdasarkan hasil pengujian yang dilakukan, Ferdianto menyimpulkan bahwa aktiva pajak tangguhan dan akrual mempunyai pengaruh dan kemampuan prediktif terhadap profitabilitas masa depan, walaupun hanya untuk penelitian dalam periode jangka pendek, yakni satu tahun kedepan. Variable akrual berhubungan positif dan berpengaruh signifikan terhadap laba operasi normal masa depan dan arus kas operasi normal masa depan, dan hubungan antara cadangan aktiva pajak tangguhan dan akrual dengan laba operasi normal masa depan terbukti lebih kuat jika dibandingkan dengan hubungan cadangan aktiva pajak tangguhan dan akrual dengan arus kas operasi normal masa depan.
Penelitian yang dilakukan Darwani (2012), pengaruh pajak tangguhan terhadap laba bersih perusahaan (studi empiris pada perusahaan manufaktur sektor makanan dan minuman yang terdaftar di BEI). Berdasarkan hasil pengujian yang dilakukan, Darwani menyimpulkan bahwa pajak tangguhan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap laba bersih perusahaan.
Penelitian yang dilakukan Widiastuti, Chusniah (2011) analisis aktiva pajak tangguhan dan discretionary accrual sebagai prediktor manajemen laba pada perusahaan yang terdaftar di BEI. Dari penelitian yang telah dilakukannya, dapat dilihat bahwa aktiva pajak tangguhan (APT) dan discretionary accrual (DA) berpengaruh positif dan signifikan terhadap probabilitas perusahaan melakukan manajemen laba (ML) untuk menghindari kerugian.
Penelitian yang dilakukan Esti Prastika, Yohani dan Kurniawati (2013) yang meneliti tentang Analisis Komparatif Terhadap Kualitas Akuntansi Sebelum dan Sesudah Penerapan Standar Akuntansi Keuangan Internasional Di Indonesia.
Hasil dari penelitian tersebut yaitu 1) Terdapat perbedaan managemen laba sebelum dengan sesudah penerapan standar akuntansi keuangan internasional, 2) Terdapat perbedaan persistensi laba sebelum dengan sesudah penerapan standar akuntansi keuangan internasional, 3) Tidak terdapat perbedaan pengakuan kerugian tepat waktu sebelum dengan sesudah penerapan standar akuntansi keuangan internasional, 4) Tidak terdapat perbedaan relevansi nilai sebelum dengan sesudah penerapan standar akuntansi keuangan internasional.
Penelitian yang dilakukan Ranty Sumomba, Hutomo (2012) Berdasarkan hasil penelitian makalah ini, penulis menarik tiga kesimpulan. Pertama, beban pajak tangguhan dan perencanaan pajak dapat digunakan untuk mendeteksi praktik manajemen laba. Kedua, manajemen selalu merespon perubahan tarif pajak, baik itu kenaikan tarif pajak atau penurunan tarif pajak yang dianggap oleh manajemen sebagai peluang “emas” untuk memberikan profit bagi perusahaan baik pada periode tersebut maupun periode yang akan datang. Ketiga, respon
manajemen atas perubahan tarif pajak tersebut akan mempengaruhi posisi beban pajak tangguhan.
Tabel 2.1
Ringkasan Hasil Penelitian Terdahulu
No Peneliti Judul Hasil Penelitian
1 Yulianti
(2005) Kemampuan Beban Pajak Tangguhan Dalam Memprediksi Manajemen Laba
Penelitian ini menemukan bahwa kedua pengukur manajemen laba (akrual dan beban pajak tangguhan) memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap probabilitas perusahaan melakukan manajemen laba untuk menghindari kerugian.
2 Zulaikha Suranggane (2007)
Analisis Aktiva Pajak Tangguhan dan Akrual Sebagai Prediktor Manajemen Laba : Kajian Empiris Pada Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar di BEJ
Penelitian ini menemukan bahwa variabel akrual (diseretionary accrual) saja yang memiliki pengaruh signifikan pada terjadinya manajemen laba dengan tingkat signifikansi 5 persen, sedangkan cadangan aktiva pajak tangguhan tidak berpengaruh.
3 Nur Aqsha Ferdianto (2010)
Pengaruh Aktiva Pajak Tangguhan Dan Akrual Terhadap Profitabilitas Masa Depan Laba Dan Arus Kas Pada Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar DI Bursa Efek Indonesia
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa aktiva pajak tangguhan dan akrual mempunyai pengaruh dan kemampuan prediktif terhadap profitabilitas masa depan, walaupun hanya untuk penelitian dalam periode jangka pendek, yakni satu tahun kedepan.
Variabel akrual berhubungan possitif dan berpengaruh signifikan terhadap laba operasi normal masa depan dan arus kas operasi normal masa depan.
Hubungan antara cadangan aktiva pajak tangguhan dan akrual dengan laba operasi normal masa depan terbukti lebih kuat jika dibandingkan dengan hubungan cadangan aktiva pajak tangguhan dan akrual dengan arus kas operasi
normal masa depan.
Pengaruh Beban Pajak Tangguhan Dan Perencanaan Pajak Terhadap Manajemen Laba
Berdasarkan hasil penelitian makalah ini, penulis menarik tiga kesimpulan :
Pertama, beban pajak tangguhan dan perencanaan pajak dapat digunakan untuk mendeteksi praktik manajemen laba.
Kedua, manajemen selalu merespon perubahan tarif pajak, baik itu kenaikan tarif pajak atau penurunan tarif pajak yang dianggap oleh manajemen sebagai peluang “emas” untuk memberikan profit bagi perusahaan baik pada periode tersebut maupun periode yang akan datang.
Ketiga, respon manajemen atas perubahan tarif pajak tersebut akan mempengaruhi posisi beban pajak tangguhan
Analisis Aktiva Pajak Tangguhan Dan Discretionary Accrual Sebagai Prediktor Manajemen Laba Pada Perusahaan Yang Terdaftar Di BEI
Dari penelitian yang telah dilakukannya, dapat dilihat bahwa aktiva pajak tangguhan (APT) dan discretionary accrual (DA) berpengaruh positif dan signifikan terhadap probabilitas perusahaan melakukan manajemen laba (ML) untuk menghindari kerugian.
6 Susie, Darwani (2012)
Pengaruh Pajak Tangguhan Terhadap Laba Bersih Perusahaan
Berdasarkan hasil pengujian yang dilakukan bahwa pajak tangguhan memiliki pengaruh yang signifikan
Analisis Komparatif Terhadap Kualitas Akuntansi Sebelum dan Sesudah Penerapan Standar
Akuntansi Keuangan
Internasional Di Indonesia
1) Terdapat perbedaan managemen laba sebelum dengan sesudah penerapan standar akuntansi keuangan internasional, 2) Terdapat perbedaan persistensi laba sebelum dengan sesudah penerapan standar akuntansi keuangan
internasional, 3) Tidak terdapat perbedaan pengakuan kerugian tepat waktu sebelum dengan sesudah penerapan standar akuntansi keuangan internasional, 4) Tidak terdapat perbedaan relevansi nilai sebelum dengan sesudah penerapan standar akuntansi keuangan internasional.
Sumber : Diringkas dari berbagai jurnal
B. Rerangka Pemikiran dan Hipotesis
1. Hubungan aset pajak tangguhan dan kebijakan akrual dengan