3) Standar Hidup Layak
2.3 Penelitian Terdahulu
yang berguna dalam hal peningkatan produktivitas atau efisiensi produksi. Tercapainya efisiensi dalam produksi tentu usaha dapat menguntungkan daerah yang menjadi lokasi produksi dimana pendapatan per kapita meningkat sehingga mampu bersaning dengan daerah lain dan dapat mengurangi ketimpangan wilayah.
▪ Ketimpangan Pembangunan
pembangunan.
Variabel IPM berpengaruh negative dan signifikn terhadap ketimpangan pembangunan 3 Kurt
Geppert dan Andreas Stephan (2008)
Regional
Disparities in the European Union:
Convergence and Agglomeration Variabel Penelitian:
▪ Pendapatan per Kapita
▪ Aglomerasi
Regresi data Cross Section dengan
metode OLS
Konvergensi pendapatan perkapita menjadi lebih kuat, sehingga menyebabkan ketimpangan menurun.
Penurunan ketimpangan hanya terjadi antar negara bukan antar wilayah di negara-negara Uni Eropa.
Adanya
aglomerasi pada kegiatan ekonomi menyebabkan kenaikan ketimpangan antar negara anggota Uni Eropa.
4 Lukman Harun dan Ghozali Maski (2018)
Analisis Pengaruh Pengeluaran
Pemerintah Daerah dan Pertumbuhan Ekonomi Terhadap Ketimpangan Pembangunan Wilayah (Studi pada Kabupaten dan Kota di Jawa Timur) Variabel Penelitian:
▪ Pengeluaran Pemerintah
▪ Pertumbuhan Ekonomi
Regresi Data Panel dengan metode
Random Effect Model (REM)
Variable pengeluaran pemerintah daerah berpengaruh negative dan signifikan terhadap ketimpangan.
Variable pertumbuhan ekonomi berpengaruh positif dan
▪ Ketimpangan signifikan terhadap ketimpangan.
5 Regita Dita Zusanti, Hadi Sasana, Rusmijati (2019)
Analisis Pengaruh IPM, Pertumbuhan Ekonomi dan TPT terhadap Ketimpangan Wilayah di Pulau Jawa 2010-2018 Variabel Penelitian:
▪ IPM
▪ TPT
▪ Pertumbuhan Ekonomi
▪ Ketimpangan
Regrsi Data Panel dengan metode
Random Effect Model
Indeks
Pembangunan Manusia berpengaruh negatif dan signifikan terhadap ketimpangan wilayah di Pulau Jawa,
pertumbuhan ekonomi tidak berpengaruh terhadap ketimpangan wilayah di Pulau Jawa Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) berpengaruh positif dan signifikan terhadap ketimpangan wilayah di Pulau Jawa, Indeks Pembangunan Manusia (IPM), pertumbuhan ekonomi dan Tingkat
Pengangguran Terbuka (TPT) secara bersama-sama memiliki pengaruh signifikan terhadap ketimpangan wilayah di Pulau Jawa tahun 2010-2018.
6 Rustianik Istiqomah (2018)
Analisis Pengaruh Pertumbuhan Ekonomi, IPM, dan Investasi (PMA) terhadap Ketimpangan
Pembangunan Antar Provinsi (Studi Kasus di Pulau Jawa Tahun 2011-2016)
Variabel Penelitian:
▪ Pertumbuhan ekonomi
▪ IPM
▪ Investasi
▪ Ketimpangan
Regresi Data Panel dengan menggunakan model Fixed Effect Model (FEM)
Pertumbuhan ekonomi berpengaruh signifikan dan negatif terhadap ketimpangan pembangunan.
Sedangkan IPM tidak
berpengaruh signifikan dan negatif terhadap ketimpangan pembangunan Sedangkan investasi berpengaruh signifikan dan positif terhadap ketimpangan pembangunan.
7 Cindilia T Gabriel, Een N Walewangko, dan Dennij Mandeij (2021)
Analisis Pengaruh Pertumbuhan Ekonomi, Ipm, Dan Industri
Pengolahan Sektor Perikanan Terhadap Ketimpangan
Pembangunan Kota Bitung Tahun 2002 – 2020
Variabel Penelitian:
▪ Pertumbuhan Ekonomi
▪ IPM
▪ Industry Pengolahan Sektor Perikanan
▪ Ketimpangan Pembangunan
Regresi Robust Least Square
Secara simultan variabel
Pertumbuhan Ekonomi, IPM dan Industri Pengolahan Sektor Perikanan Berpengaruh signifikan terhadap Ketimpangan Pembangunan dan secara parsial, Pertumbuhan Ekonomi berhubungan postif dan berpengaruh signifikan, Variabel IPM signifikan dan berhubungan negatif, sedangkan
Variabel Industri Pengolah Sektor Perikanan tidak signifikan dan berhubungan negatif.
8 Ketut Wahyu Dhyatmika dan Hastarini Dwi Amati (2013)
Analisis Ketimpangan Pembangunan Provinsi Banten Pasca
Pemekaran
Variabel Penelitian:
▪ Pengeluaran pemerintah
▪ Tingkat
pengangguran
▪ PMA
▪ Ketimpangan
Analisis Regresi Data Panel Fixed Effect Model (FEM)
Berdasarkan Tipologi
Klassen, daerah maju cepat tumbuh adalah Kota Cilegon dan Kota Tangerang, daerah
berkembang cepat adalah Kab.
Tangerang, dan untuk daerah tertinggal adalah Kab.
Pandeglang, Lebak, dan Serang. Variabel PMA
berpengaruh positif dan signifikan terhadap ketimpangan, pengeluaran pemerintah berpengaruh negatif
dan signifikan terhadap ketimpangan, dan variabel tingkat
pengangguran tidak
berpengaruh terhadap ketimpangan.
9 Safira, Sjamsu Djohan,
Nurjanana
Pengaruh Pengeluaran Pemerintah pada Bidang
Infrastruktur,Pendidikan, dan Kesehatanterhadap Pertumbuhan ekonomi di Provinsi Kalimantan Timur
Variabel Penelitian:
▪ Pengeluaran Pemerintah pada Bidang Infrastruktur
▪ Pengeluaran Pemerintah pada Bidang Pendidikan
▪ Pengeluaran Pemerintah pada Bidang Kesehatan
▪ Pertumbuhan Ekonomi
Analisis Linier Berganda
Pengeluaran pemerintah pada bidang
infrastruktur berpengaruh siginifikan dengan arah hubungan yang negatif.
pengeluaran pemerintah pada bidang
infrastruktur berpengaruh siginifikan dengan arah hubungan yang positif.
Pengeluaran pemerintah pada bidang
kesehatan berpengaruh siginifikan dengan arah hubungan yang positif.
10 Muhammad Iqbal, Amsun Rifin, Bambang Juanda
Analisis Pengaruh Infrastruktur terhadap Ketimpangan
Pembangunan Ekonomi Wilayah di Provinsi Aceh.
Variabel Penelitian:
▪ Wilayah
▪ Pembangunan Ekonomi
▪ Infrastruktur
▪ Ketimpangan
Analisis Regresi Data Panel dengan menggunakan model Fixed Effect Model (FEM)
Pengaruh Infrastruktur berengaruh tidak signifikan
terhadap ketimpangan pembanguna ekonomi wilayah di Provinsi Aceh.
64 3.1 Kerangka Konseptual
Dalam proses pembangunan setiap wilayah atau daerah pada umumnya mempunyai masalah yaitu ketimpangan pembangunan wilayah.
Ketimpangan pembangunan wilayah merupakan hal yang wajar terjadi karena adanya perbedaan sumber daya dan proses dalam pelaksanaan pembangunan suatu daerah. Adanya perbedaan ini menyebabkan kemampuan suatu daerah dalam mendorong proses pembangunan juga menjadi berbeda. Oleh karena itu, pada setiap daerah biasanya terdapat daerah maju dan daerah terbelakang.
Douglas C North dalam analisanya tentang teori pertumbuhan ekonomi neoklasik. Dalam teori tersebut muncul sebuah prediksi tentang hubungan antara tingkat pembangunan ekonomi nasional suatu negara dengan ketimpangan pembangunan antar wilayah. Hipotesa ini kemudian dikenal dengan Hipotesa Neo-Klasik yang menjelaskan bahwa pada permulaan pembangunan suatu negara ketimpangan pembangunan cenderung meningkat. Proses ini akan terjadi sampai ketimpangan tersebut menuju titik puncak. Setelah itu, bila proses pembangunan terus berlanjut dan berangsur-angsur ketimpangan pembangunan tersebut akan menurun. Berdasarkan, hipotesa tesebut, dapat disimpulkan bahwa pada negara-negara sedang berkembang atau daerah yang sedang
dalam tahap awal pembangunan umumnya ketimpangan pembangunan antar wilayah cenderung lebih tinggi dibandingkan dengan negara atau daerah maju yang tingkat ketimpangan pembangunan wilayah cenderung lebih rendah.
Menurut Sjafrizal (2012) terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi ketimpangan pembangunan wilayah yaitu adanya perbedaan sumber daya alam, perbedaan kondisi demografis, kurang lancarnya mobilitas barang dan jasa, dan konsentrasi kegiatan ekonomi wilayah yang berpengaruh terhadap tingkat pertumbuhan ekonomi dan pembangunan manusia di suatu daerah, serta alokasi dana pembangunan wilayah sepeti dalam bidang pendidikan, kesehatan dan infrastruktur.
Peranan pemerintah yang tercermin melalui pengeluaran pemerintah untuk alokasi dana pembangunan wilayah juga merupakan faktor penting.
Semakin besar pengeluaran pemerintah akan berdampak baik pada pembangunan manusia yang akhirnya akan berdampak terhadap peningkatan pertumbuhan ekonomi daerah tersebut. Pengeluaran pemerintah untuk pendidikan, kesehatan dan infrastruktur merupakan instrumen untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui peningkatan pelayanan pendidikan dan kesehatan dan perbaikan fasilitas pelayanan publik. Ketika suatu daerah memiliki sumber daya manusia yang sehat dan berpendidikan tinggi, maka hal ini akan berdampak pada produktivitas masyarakat dalam melakukan kegiatan ekonomi. Kemudian,
tingkat pendapatan masyarakat akan meningkat, serta berpengaruh terhadap pemerataan pembangunan wilayah.
Teori Rostow dan Musgrave memperkenalkan model pembangunan tentang perkembangan pengeluaran pemerintah yang menghubungkan perkembangan pengeluaran pemerintah dengan tahap-tahap pembangunan ekonomi yang dibedakan antara tahap awal, tahap menengah, dan tahap lanjut. Pada tahap awal terjadinya perkembangan ekonomi, persentase investasi pemerintah terhadap total investasi besar karena pemerintah harus menyediakan fasilitas dan pelayanan seperti pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur. Kemudian pada tahap menengah terjadinya pembangunan ekonomi, investasi masih diperlukan untuk meningkatkan kualitas manusia yang tentunya akan mendorong pertumbuhan ekonomi yang merupakan salah satu indikator pembangunan sehingga dapat mengurangi ketimpangan pembangunan wilayah.
Kerangka konsep yang menggambarkan hubungan antar variabel berdasarkan teori-teori yang mendukung penelitian ini menyatakan bahwa pengeluaran pemerintah sektor pendidikan, kesehatan, infrastruktur ekonomi dasar memiliki pengaruh terhadap Ketimpangan Pembangunan Wilayah. Maka, disusun kerangka konsep penelitian sebagai berikut:
α1
γ1 α2 γ4
γ1 γ2
γ4 α3 β2 γ5
β1 γ3
Gambar 3.1 Kerangka Konseptual Penelitian