1. Stochastic Frontier Approach (SFA)
2.2 Penelitian Terdahulu
Penelitian mengenai efisiensi sudah banyak dilakukan, terutama dalam sektor lembaga keuangan syariah. Seperti uji efisiensi pada Baitul Maal Wat
Tamwil (BMT) MMU dan UGT Sidogiri dengan pendekatan Two Stage Data Envelopment Analysis yang dilakukan oleh Ali dan Ascarya (2010) dengan
variabel input beban bagi hasil, biaya personalia, dan beban umum dan administrasi. Kemudian variabel outputnya Dana Pihak Ketiga (DPK), jumlah pembiayaan yang disalurkan, pendapatan laba usaha, dan pendapatan operasional lain-lain. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa BMT MMU dan UGT Sidogiri belum efisien secara teknik, meski nilai efisiensinya cenderung naik. Selain itu, Firdaus dan Nadratuzzaman (2013) juga melakukan penelitian mengenai efisiensi dengan obyek penelitian sepuluh BUS di Indonesia selama Kuartal II Tahun 2010 sampai Kuartal IV Tahun 2012. Metode yang digunakanpun menggunakan Data
Envelopment Analysis dengan variabel input dalam penelitian tersebut meliputi
dana pihak ketiga atau DPK, total aset, dan biaya tenaga kerja. Sementara itu, variabel output yang digunakan adalah pembiayaan dan pendapatan operasional. Hasil dari penelitian tersebut diketahui bahwa secara umum tingkat efisiensi sepuluh BUS ini telah efisien, namun jika secara individu maka Bank Muamalat memiliki tingkat efisiensi yang paling tinggi dan Bank Victoria Syariah yang paling rendah.
Dari penelitian terdahulu, diketahui beberapa research gap seperti variabel input biaya personalia serta biaya umum dan administrasi yang efisien (Firdaus dan Nadratuzzaman, 2013), namun penelitian yang dilakukan Pamungkas (2015)
tentang analisis efisiensi perbankan syariah di Indonesia dengan obyek perbankan syariah di Indonesia yang terdaftar di BEI pada tahun 2013 menghasilkan bahwa biaya tenaga kerja inefisien. Sedangkan biaya personalia, beban umum dan administrasi, serta biaya tenaga kerja termasuk dalam biaya operasional perbankan. Selain itu dalam penelitian Ali dan Ascarya (2010) variabel input ukuran bank syariah yang diproksikan dengan total aset sudah efisien, namun pada penelitian Pamungkas (2015) inefisien. Adapun variabel output pembiayaan juga sudah efisien (Firdaus dan Nadratuzzaman, 2013), namun Pamungkas (2015) dan Ali dan Ascarya (2010) menjelaskan bahwa variabel pembiayaan inefisien. Selain adanya research gap, diketahui pula adanya research problem berupa perbedaan konsistensi dalam variabel input-output, variabel dana pihak ketiga diperlakukan sebagai variabel input pada penelitian Firdaus dan Nadratuzzaman (2013), sedangkan pada penelitian Muljawan, Hafidz, dan Astuti (2014) dan Ali dan Ascarya (2010) diperlakukan sebagai variabel output.
Penulis menambahkan variabel output Non Performing Finance (NPF) dan
rate of return dalam penelitian ini. Selain itu, untuk membedakan dengan
penelitian terdahulu, penulis juga menambahkan variabel independen Capital
Adequacy Ratio (CAR) dan Net Income Margin (NIM) sebagai bentuk kinerja
keuangan, serta Karakter Dewan Pengawas Syariah (DPS) sebagai bentuk dari efektivitas pengawasan syariah untuk menguji faktor – faktor penentu efisiensi perbankan.
39 TABEL 2.2
Penelitian Terdahulu No. Peneliti dan Judul
Penelitian Obyek Penelitian Metodologi Hasil dan Kesimpulan
1. Sepriyani Tri Pamungkas (2015) Analisis Efisiensi Perbankan Syariah di Indonesia dengan Menggunakan Metode Nonparametrik Data Envelopment Analisys (DEA) Perbankan syariah di Indoensia yang telah terdaftar di BI tahun 2013
DEA dengan pendekatan frontier Input: Simpanan, BTK, dan Asset Output: pembiayaan dan pendapatan operasional.
Sebagian bank syariah masih mengalami inefisiensi
Inefisiensi: simpanan, biaya tenaga kerja, asset, dan pembiayaan
2. Muljawan, D. et al (2014) Faktor-Faktor Penentu Efisiensi Perbankan Indonesia Serta Dampaknya Terhadap Perhitungan Suku Bunga Kredit Perbankan di Indonesia
pure technical efficiency (PTE), technical efficiency (TE), dan scale efficiency (SE) dengan menggunakan
metode Data Envelopment Analysis (DEA)
model panel Tobit inputnya: beban bunga.
Hasil uji efisiensi suku bunga kredit negatif
secara umum tingkat efisiensi 10 (sepuluh) Bank Umum Syariah
3 Muhammad Faza Firdaus dan Muhamad Nadratuzzaman Hosen (2013) Sepuluh BUS di Indonesia selama Kuartal II Tahun DEA
Inputnya: dana pihak ketiga atau DPK, total asset, dan biaya tenaga kerja
memiliki trend yang fluktuatif selama waktu penelitian
Dengan aplikasi model Tobit
40 No. Peneliti dan Judul
Penelitian Obyek Penelitian Metodologi Hasil dan Kesimpulan
Efisiensi Bank Umum Syariah Menggunakan Pendekatan Two Stage Data Enveloptment Analisys 2010 sampai Kuartal IV Tahun 2012
Outputnya : Pembiayaan dan pendapatan operasional Variabel bebas: Asset, jumlah cabang bank, ROA, ROE,CAR, dan NPF
Bank, Non-Performing Financing
(NPF), dan Capital Adequacy Ratio
(CAR) memiliki pengaruh negatif dan signifikan terhadap tingkat efisiensi bank. Sedangkan pada variabel Aset dan
Retun On Asset (ROA) Return On Equity (ROE) memiliki pengaruh positif
dan signifikan.
pengukuran efisiensi antara metode DEA dengan pengukuran kinerja dengan CAELS (menggunakan uji beda
Wilcoxon Signed Rank Tests)
menunjukkan bahwa terdapat perbedaan diantara kedua metode tersebut
4. Bhagwan Jagwani (2012) Efficiency Measurement in the Indian Banking Industry: An Application of Data Envelopment Analysis 42 bank dari 83 bank domestik dan luar negeri yang beroperasi di India pada tahun 2008-2010
DEA
Variabel Input: Net fixed assets (excluding Capital-Work-in Progress), Staff, Deposits and borrowings, Net worth, Operating expenses, Non-performing assets (NPAs), Payments and provisions related to employees, Other liabilities and provisions
Variabel output: Net interest income (i.e., Interest earned minus Interest expended), Other income (i.e., non-
Bank sektor publik relatif lebih mendominasi dalam pembentukan efficient frontier dibandingkan dengan bank swasta domestik dan asing. Inefisiensi teknik: relatif dominan adalah manajerial inefisiensi Kurang dominan adalah inefisiensi skala.
efisiensi teknis relatif keseluruhan, bank sektor publik relatif lebih teknis efisien dibandingkan dengan bank-bank swasta domestik dan asing
41 No. Peneliti dan Judul
Penelitian Obyek Penelitian Metodologi Hasil dan Kesimpulan
interest income), Investments, Net profits, Advances
5
M. Mahmubi Ali dan Ascarya (2010) Analisis Efisiensi Baitul Maal Wat Tamwil Dengan Pendekatan Two Stage Data Envelopment Analysis (Studi Kasus Kantor Cabang BMT MMU Dan BMT UGT Sidogiri studi kasus BMT MMU dan BMT UGT tingkat cabang selama rentang waktu 2005-2008 DEA
Input: beban bagi hasil, biaya personalia, dan beban umum dan administrasi
Output: Dana Pihak Ketiga (DPK), jumlah pembiayaan yang disalurkan, pendapatan laba usaha, dan
pendapatan operasional lain-lain variabel dependen: nilai efisiensi teknik
variabel independen: ukuran bank, total aset, kekuatan modal,
pertumbuhan Pendapatan Domestik Regional Bruto Jatim, jumlah pengangguran, lulusan SLTA dan MA yang di-ln-kan dan Ln jumlah tempat ibadah (LTIBD).
BMT MMU dan BMT UGT relatif masih belum efisien terutama dari sisi
overall technical efficiency BMT
MMU, inefisien : pembiayaan Ukuran BMT dan kekuatan modal berpengaruh positif
pertumbuhan PDRB perkapita berpengaruh negatif
Pertumbuhan pengangguran, tingkat pendidikan, dan religious commitment tidak memiliki pengaruh secara signifikan 6. Muhammad Afif Amirillah (2010) Efisiensi Perbankan Syariah di Indonesia Tahun 2005 – 2009. Perbankan syariah di Indonesia (kecuali BPRS) Tahun 2005-2009 DEA-CRS
Inputnya: Giro iB, Tabungan iB, Deposito iB dan Modal disetor Outputnya: Qard, Penempatan pada Bank Indonesia, Penempatan pada bank lain, Mudharabah, Musyarakah, Murabahah, Istishna, dan Ijarah
Inefisiensi:
Penempatan di Bank Indonesia, Penempatan di bank lain, Akad
Mudharabah, Akad Musyarakah, Akad Murabahah, Akad Istishna, Ijarah dan Qard
42 No. Peneliti dan Judul
Penelitian Obyek Penelitian Metodologi Hasil dan Kesimpulan
7. Sandi Kusuma Wardana (n.d) Analisis Tingkat Efisiensi Perbankan Dengan Pendekatan Non Parametrik Data Envelopment Analysis (DEA) (Studi Pada Bank Umum di Indonesia Tahun 2005-2011)
bank umum yang terdaftar di BEI dari tahun 2005 sampai dengan tahun 2011
DEA dengan asumsi Constant
Return to Scale (CRS)
Variabel input terdiri dari: salary
expense (biaya personalia), fixed asset (aktiva tetap), interest expense
(biaya bunga), non interest expense (biaya diluar bunga), dan purchase
fund (pembelian surat berharga).
Sedangkan variabel output terdiri dari earning asset (aktiva produktif),
interest income (pendapatan bunga),
dan non interest income (pendapatan non bunga).
bank umum di Indonesia menunjukkan nilai rata-rata yang tidak efisien
BUMN (bank persero) memiliki nilai efisiensi lebih tinggi sebesar 99,80% dibandingkan dengan kelompok BUSN (bank umum swasta nasional) dengan nilai efisiensi sebesar 98,66%.
Tidak terdapat perbedaan yang signifikan secara statistik pada nilai efisiensi antara kelompok bank BUMN dengan BUSN