• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I I KAJI AN PUSTAKA

H. Penelitian Yang Relevan

Beberapa penelitian yang relevan dengan penelitian ini antara lain sebagai berikut.

Penelitian yang dilakukan oleh Adip Triyanto (2012), skripsi Universitas Negeri Yogyakarta dengan judul Peningkatan Kompetensi Mata Pelajaran Pembuatan Rangkaian Pengendali Dasar Siswa SMK Ma’arif 1 Wates melalui penggunaan model pembelajaran kooperatif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keefektifan model pembelajaran kooperatif teknik Student

Teams Achievement Division dan media pembelajaran trainer PLC Zelio SR2B201FU dalam meningkatkan kompetensi siswa kelas XI program keahlian Teknik I nstalasi Tenaga Listrik SMK Ma’arif 1 Wates Kulon Progo pada mata Pelajaran Pembuatan Rangkaian Pengendali Dasar). Jenis penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research) yang dilaksanakan dalam 2 siklus. Setiap siklus dilakukan tiga kali pertemuan mulai dari tahapan perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Metode pengumpulan data menggunakan instrumen pretest dan postest

untuk mengetahui peningkatan aspek kognitif siswa, lembar observasi aktifitas siswa untuk mengetahui peningkatan aspek afektif siswa dan lembar kegiatan siswa untuk mengetahui peningkatan aspek psikomotorik siswa. Analisis data yang digunakan adalah dengan mereduksi data, mendiskripsikan data dan membuat kesimpulan berdasarkan deskripsi data. Hasil penelitian tersebut kompetensi siswa mengalami peningkatan. Aspek afektif, interaksi siswa dalam kelompok pada siklus I pertemuan 1 sebesar 53,57% , siklus I I pertemuan 3 mencapai 85,71% . I nteraksi siswa dengan guru, pada siklus I pertemuan 1 sebesar 50,00% , siklus I I pertemuan 3 mencapai 89,28% . Antusias peserta didik dalam mengikuti pelajaran pada siklus I pertemuan 1 sebesar 60,71% , siklus I I pertemuan 3 mencapai 89,28% . Melaksanakan tugas yang diberikan kelompok pada siklus I pertemuan 1 sebesar 57,14% , siklus I I pertemuan 3 mencapai 92,85% . Kepedulian terhadap kesulitan sesama anggota kelompok pada siklus I pertemuan 1 sebesar 53,57 % , siklus I I pertemuan 3 mencapai 89,28% . Kerjasama kelompok pada siklus I pertemuan 1 sebesar 60,71% , siklus I I pertemuan ke 3 mencapai 92,85% . Prestasi belajar aspek kognitif siswa

mengalami peningkatan dilihat dari nilai rata-rata pretest siklus I sebesar 57,47,

posttest siklus I I mencapai 81,28. Nilai rata-rata aspek psikomotorik juga mengalami peningkatan, jobsheet pertama sebesar 69,99, jobsheet keempat meningkat menjadi 87,70. Hasil prestasi belajar siswa tersebut sudah memenuhi kriteria ketuntasan minimal.

Penelitian yang dilakukan oleh Fery Sasana Nurahmad (2012), skripsi Universitas Negeri Yogyakarta dengan judul Upaya Peningkatan Kompetensi Siswa Pada Mata Pelajaran Sistem Mikrokontroler Dengan Metode Kooperatif Di SMK Negri 2 Pengasih. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan kompetensi siswa menggunakan pembelajaran kooperatif teknik STAD (Student Team Achievement Division). Jenis penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research) yang dilaksanakan dalam 2 siklus. Setiap siklus dilakukan empat kali pertemuan mulai dari tahapan perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Metode pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi/ pengamatan dokumentasi, dan hasil pretest, postest serta lembar kegiatan siswa. Analisis data yang digunakan adalah Kualitatif, yaitu dengan cara mereduksi data, mendiskripasikan data dan menyimpulkan hasil deskripsi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media pembelajaran trainer mikrokontroler seri AVR dengan metode pembelajaran kooperatif teknik STAD dapat meningkatkan kompetensi siswa, ditunjukkan dengan meningkatnya tiga aspek, yaitu aspek kognitif yang diketahui dari peningkatan hasil pretest siklus I nilai rata-rata 63,94 meningkat menjadi 67,44 pada siklus I I , sedangkan hasil postest siklus I nilai rata-rata 76,19 meningkat menjadi 79,38 pada siklus I I . Aspek afektif yang diketahui dari

peningkatan afektif siswa pada saat mengikuti proses kegiatan belajar, peningkatan dapat ditunjukkan dari persentase rata-rata afektif siswa pada siklus I pertemuan pertama 60,78% pada pertemuan kedua meningkat menjadi 71,00% , afektif rata-rata siswa pada siklus I I pertemuan pertama 79,69% pada pertemuan kedua meningkat menjadi 83,44% . Aspek psikomotorik yang diketahui dari peningkatan hasil nilai lembar kegiatan siswa pada siklus I pertemuan kedua menunjukan nilai rata-rata 74,22 dan meningkat menjadi 81,10 pada pertemuan kedua siklus I I .

Penelitian yang dilakukan oleh Jamaluddin Alhuda (2010) , skripsi Universitas Negeri Yogyakarta dengan judul Pengembangan dan I mplementasi Media Pembelajaran Dot Matrik Berbasis Mikrokontroler ATMEGA32 Sebagai Alat Bantu Praktikum Pada Kompetensi Keahlian Teknik Elektronika I ndustri Di SMK N 2 Wonosari. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui unjuk kerja dan tingkat kelayakan media pembelajaran dot matrik berbasis mikrokontroler Atmega32 serta untuk mengetahui peningkatan hasil belajar peserta didik menggunakan strategi pembelajaran kooperatif teknik STAD dengan menggunakan media pembelajaran dot matrik berbasis mikrokontroler Atmega32 sebagai alat bantu praktikum pada kompetensi keahlian teknik elektronika industri. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian pengembangan yang dilaksanakan di jurusan Teknik Pemanfaatan Tenaga Listrik dan Elektronika I ndustri SMK N 2 Wonosari. Subyek penelitian ini adalah peserta didik kelas XI SMK Negeri 2 Wonosari jurusan elektronika industri yang mengikuti standar kompetensi memprogram mikrokontroler dengan tahun ajaran 2009/ 2010. Hasil penelitian pada siklus I dengan memperoleh nilai rata-rata

sebesar 7,47 (42,2% ). Pada siklus I I hasil belajar peserta didik mendapatkan nilai rata-rata 8,25 atau dalam persentase sebesar 63,9% sehingga ada peningkatan hasil belajar dari siklus I ke siklus I I sebesar 21,7% .

I . Kerangka Berpikir

Pembelajaran pada mata pelajaran pembuatan rangkaian pengendali dasar di SMK Ma’arif 1 Wates masih berjalan hanya satu arah dan belum menggunakan media pembelajaran sebagai alat bantu menyampaikan materi. Penggunaan metode ceramah oleh guru dalam menyampaikan materi pada peserta didik sangatlah tepat, akan tetapi peserta didik cenderung pasif karena komunikasi yang terjadi hanya satu arah. Perlu ditemukan sebuah solusi baru untuk mengatasi masalah tersebut sehingga terbentuk komunikasi dua arah antar siswa dan guru.

Pada mata pelajaran pembuatan rangkaian pengendali dasar tersebut terdapat salah satu standar kompetensi mengoprasikan sistem kendali elektronik dengan empat kompetensi dasar, yaitu memahami prinsip pengoprasian sistem kendali elektronik, merencanakan rangkaian pengendali elektronik sederhana, membuat rangkaian pengendali elektronik sederhana, dan mengoprasikan sistem kendali elektronik sederhana. Proses pembelajaran pada standar kompetensi ini masih kurang efektif. Harus ada solusi untuk memecahkan permasalahan ini, sehingga proses pembelajaran menjadi lebih efektif. Solusi yang digunakan adalah penggunaan metode pembelajaran kooperatif teknik STAD dan penggunaan media pembelajaran trainer kendali elektronik. Dengan metode pembelajaran kooperatif STAD dan media pembelajaran trainer kendali elektronik tersebut di duga terjadi peningkatan kompetensi siswa yang ditinjau dari aspek

afektif, kognitif, psikomotorik. Kerangka berpikir dapat dilihat pada Gambar 1 di bawah ini.

Gambar 1. Kerangka Berpikir

Dokumen terkait