• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II KAJIAN TEORI DAN PUSTAKA

B. Penelitian yang Relevan

Muhriji (2012), mahasiswa jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia dan daerah fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Universitas UIN

Syarif Hidayatullah Jakarta, melakukan penelitian tanda mengenai “Kesalahan

Penggunaan Tanda Baca dalam Karangan Narasi Siswa Kelas XI MA Al-Khaeriyah Karang Tengah Cilegon, Banten Tahun Pelajaran 2012/2013”. Masih banyak terjadi kesalahan tanda baca pada karangan narasi yang di buat oleh siswa. Sehingga di butuhkan metode yang dapat meningkatkan pengetahuan siswa tentang menulis tanda baca yang sesuai dengan EYD. Dan di butuhkan perhatian dan motivasi dari guru untuk meningkatkan pemahaman dan kemampuan tentang tanda baca yang dimiliki siswa. Penelitian penulis

42

berbeda dengan penelitian Muhriji yang fokus meneliti penggunaan tanda baca dalam karangan narasi yang ditulis oleh siswa. Sedangkan penelitian penulis fokus meneliti EYD pada buku teks yang digunakan di sekolah.

Retno Kurniasari Widianingsih (2014), mahasiswa jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia dan daerah Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Yogyakarta, melakukan penelitian mengenai “Analisis Kesalahan Ejaan pada Buku Teks Mata Pelajaran Bahasa Indonesia untuk Kelas VI Sekolah Dasar Terbitan Yudhistira dan Erlangga”. Masih banyak terjadi kesalahan dalam kedua buku tersebut, sehingga dibutuhkan ketelitian yang lebih lagi untuk setiap buku yang akan terbit. Penelitian penulis berbeda dengan penelitian Retno Kurniasari Widianingsih yang fokus meneliti ejaan pada buku teks SD terbitan Yudhistira dan Erlangga. Penelitian penulis fokus meneliti EYD pada buku teks SMA terbitan Kemendikbud.

Widyaningsih (2009), Mahasiswa Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Surakarta melakukan penelitian yang berjudul “Kesalahan Ejaan dan Ketidakbakuan Kata pada Karangan Argumentasi Siswa Kelas X SMA Negeri 2 Sukoharjo Tahun Pelajaran 2008/2009” menyatakan bahwa kesalahan yang dibuat siswa sebagian besar terletak pada pemakaian huruf kapital, tanda baca, kata depan, singkatan, dan kata tidak baku. Kesalahan disebabkan ketidaktahuan siswa akan pembatasan kaidah-kaidah kebahasaan. Penelitian penulis berbeda dengan penelitian Widyaningsih yang fokus meneliti ejaan dan ketidakbakuan kata pada karangan argumentasi yang ditulis oleh siswa. Penelitian penulis fokus meneliti EYD pada buku teks yang digunakan di sekolah.

Penelitian yang dilakukan oleh penulis berbeda dengan penelitian yang dilakukan oleh Muhriji, Retno Kurniasari Widianingsih, dan Widyaningsih.

Penelitian yang dilakukan oleh Muhriji subjeknya adalah karangan narasi yang ditulis oleh siswa dan objeknya adalah tanda baca yang terdapat di dalam karangan narasi tersebut. Penelitian yang dilakukan Retno Kurniasari Widianingsih subjeknya adalah buku teks pelajaran Bahasa Indonesia dan objeknya adalah buku teks bahasa Indonesia. Sedangkan penelitian yang dilakukan oleh Widyaningsih subjeknya adalah karangan argumentasi yang ditulis oleh siswa dan objeknya adalah ejaan dan ketidakbakuan kata dalam karangan argumentasi tersebut. Berbeda dengan ketiga penelitian yang dilakukan oleh Muhriji, Retno Kurniasari Widianingsih dan Widyaningsih. Peneliti melakukan penelitian mengenai analisis kesalahan EYD pada buku teks bahasa Indonesia yang digunakan di sekolah. Dalam penelitian ini subjeknya adalah buku teks bahasa dan sastra Indonesia yang digunakan di sekolah dan objeknya adalah Ejaan yang Disempurnakan (EYD).

Dari penelitian di atas, telah dilakukan berbagai penelitian mengenai analisis kesalahan EYD. Hasilnya menunjukkan masih terdapat banyak kesalahan dalam penggunaan Ejaan yang Disempurnakan (EYD) yang terdiri dari penulisan huruf, penulisan kata, dan penggunaan tanda baca. Oleh karena itu, penelitian tentang analisis kesalahan EYD masih sangat menarik untuk dilakukan.

Penelitian ini membahas tentang “Analisis Kesalahan EYD (Ejaan yang

Disempurnakan) pada Buku Teks Bahasa Indonesia Ekspresi Diri dan Akademik Kelas X Kurikulum 2013”. Penulis melakukan penelitian ini, dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif. Penelitian kualitatif menurut Bogdan & Taylor (1990) adalah prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan berprilaku yang dapat diamati yang diarahkan pada latar dan individu secara holistik (utuh).43 Oleh karena itu, setelah dilakukan penelitian, diharapkan agar seluruh pengguna EYD meningkatkan pehamaman tentang

43

Imam Gunawan, Metode Penelitian Kualitatif: Teori dan Praktik, (Jakarta, Bumi Aksara: 2013), h. 82.

aturan-aturan EYD yang telah ditetapkan dan menggunakan EYD sesuai aturan yang berlaku.

BAB III

METODOLOGI PENELITIAN A. Subjek dan Objek Penelitian

Subjek dalam penelitian ini adalah buku teks Bahasa Indonesia Ekpresi Diri dan Akademik yang digunakan di sekolah SMA Negeri 1 Parung Bogor kelas X kurikulum 2013, tahun pelajaran 2014/2015. Sedangkan objek dalam penelitian ini adalah huruf, kata, dan tanda baca yang terdapat dalam buku teks Bahasa Indonesia Ekpresi Diri dan Akademik kelas X kurikulum 2013.

B. Metode Penelitian

Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Penelitian kualitatif menurut Bogdan & Taylor (1990) adalah “prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan berprilaku yang dapat diamati yang diarahkan pada latar dan individu secara holistic (utuh)”.1

Penelitian kualitatif menggunakan metode kualitatif yaitu pengamatan, wawancara, atau penelaahan dokumen. Data yang dikumpulkan adalah berupa kata-kata, gambar, dan bukan angka-angka.2

Riset kualitatif dianggap kurang dapat direproduksi, artinya riset tersebut sangat bersifat pribadi bagi peneliti, sehingga tidak ada jaminan bahwa peneliti lain tidak akan menghasilkan kesimpulan yang sama sekali bertentangan dengan kesimpulan peneliti pertama.3

Menurut Bogdan dan Biklen “penelitian kualitatif adalah deskriptif. Data yang dikumpulkan lebih mengambil bentuk kata-kata atau gambar

1

Imam Gunawan, Metode Penelitian Kualitatif: Teori dan Praktik, (Jakarta, Bumi Aksara: 2013), h. 82.

2

Lexy J. Moleong, metodologi Penelitian Kualitatif: Edisi Revisi, (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2005), h. 11.

3

Dr. dr. H. Boy S. Sabarguna. Mars, Analisis Data pada Penelitian Kualitatif, (Jakarta: UI-Press, 2005), h. 13.

daripada angka-angka. Hasil penelitian tertulis berisi kutipan-kutipan dari data untuk mengilustrasikan dan menyediakan bukti presentasi”.4

Penelitian dengan metode kualitatif deskriptif ini bertujuan untuk menjelaskan kesalahan peggunaan huruf, kata, dan tanda baca yang terdapat dalam buku teks bahasa dan sastra Indonesia. Adapun langkah-langkah yang dilakukan dalam penelitian adalah:

1. Menentukan buku teks bahasa dan sastra Indonesia yang biasa dipakai oleh sekolah SMAN 1 Parung.

2. Menentukan fokus penelitian, yakni menelaah penggunaan huruf, kata, dan tanda baca pada buku teks bahasa dan sastra Indonesia.

3. Menganalisis objek penelitian, dan

4. Menyusun dan membuat laporan penelitian. C. Teknik Pengumpulan Data

Dalam mengumpulkan data, penulis menggunakan teknik studi dokumentasi atau kajian kepustakaan (library search), yakni teknik pengumpulan data melalui pengumpulan sumber-sumber yang dapat membantu penulis dalam menganalisis dan mengurai objek yang diteliti. Riset kepustakaan atau sering juga disebut studi pustaka, ialah serangkaian kegiatan yang berkenaan dengan metode pengumpulan data pustaka, membaca dan mencatat serta mengolah bahan penelitian. Dalam riset pustaka, penelusuran pustaka lebih daripada sekedar melayani fungsi-fungsi yang disebutkan di atas. riset pustaka sekaligus memanfaatkan sumber perpustakaan untuk memperoleh data penelitiannya. Tegasnya

4

Emzir, Metodologi Penelitian Kualitatif: Analisis Data, (Jakarta: Rajawali Pers, 2011), h. 3.

riset pustaka membatasi kegiatannya hanya pada bahan-bahan koleksi perpustakaan saja tanpa memerlukan riset lapangan.5

Teknik kajian pustaka biasa dilakukan dengan cara mencari buku-buku dan artikel maupun dokumen lain yang dapat membantu dan memberikan informasi yang berkaitan dengan objek penelitian bagi penulis. Teknik dokumentasi direalisasikan atau diterapkan dengan tiga langkah berikut ini:

a. Teknik Inventarisasi, dilakukan dengan cara mencari dan mengumpulkan sejumlah data dalam hal ini adalah buku teks bahasa dan sastra Indonesia, yang menjadi sumber data penelitian.

b. Teknik Baca Simak, dilakukan dengan seksama terhadap huruf, kata, dan tanda baca yang terdapat dalam buku teks bahasa dan sastra Indonesia. Teknik ini dilakukan berulang-ulang untuk memeroleh data yang akurat. data ini berkenaan dengan seluruh huruf, kata, dan tanda baca yang terdapat dalam buku teks bahasa dan sastra Indonesia tersebut.

c. Teknik Pencatatan, setelah melakukan baca simak. Hasil yang diperoleh dicatat dalam kartu data atau dalam buku. Fokus yang dicatat berupa kesalahan huruf, kata, dan tanda baca yang terjadi pada buku teks tersebut.

d. Penulis juga membaca berbagai sumber, baik itu dari artikel, buku, dan skripsi yang berkaitan dengan judul dan tema yang penulis analisis.

D. Teknik Pengolahan dan Analisis Data

1. Teknik pengolahan data kesalahan mencakup : a. Pengumpulan data;

b. Identifikasi kesalahan;

5

Mestika ZED, Metode Penelitian Kepustakaan, (Jakarta: Yayasan Obor Indonesia, 2008), h. 1.

c. Klasifikasi atau pengelompokkan kesalahan; d. Pernyataan tentang frekuensi tipe kesalahan.6 2. Teknik Analisis Data

Teknik analisis yang peneliti gunakan yaitu teknis analisis kualitatif deskriptif. Langkah pertama adalah membuat tabel frekuensi, kemudian dilengkapi dengan persentase. Dalam hal ini, penulis menggunakan rumus sebagai berikut.

P = F x 100% N

Keterangan : P = Persentase (%) F = Frekuensi kesalahan

N = Jumlah kesalahan EYD dalam buku7

Setelah didapatkan hasil persentase, maka untuk mengetahui persentase kesalahan EYD yang terdapat di dalam buku teks tersebut, dapat dilihat berdasarkan kriteria di bawah ini:

NO Persentase Kriteria 1. 0% - 20% Baik Sekali 2. 21% - 40% Baik 3. 41% - 60% Cukup 4. 61% - 80% Buruk 5. 81% - 100% Buruk Sekali 6

Jos Daniel Parera, Linguistik Edukasional: Metodologi Pembelajaran Bahasa, Analisis Kontrastif Antarbahasa, Analisis Kesalahan Berbahasa, (Jakarta: Erlangga, 1997), h. 145.

7

E. Intrumen Penelitian

Dikarenakan pendekatan ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif, maka instrumen penelitiannya adalah peneliti sendiri. Peneliti fokus pada buku teks yang dianalisis secara mendalam dan komprehensif.

BAB 1V

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Data

Data yang disajikan penulis ini, berupa klasifikasi jenis kesalahan Ejaan yang Disempurnakan (EYD) pada buku teks Bahasa Indonesia Ekspresi Diri dan Akademik kelas X Kurikulum 2013 diantaranya: kesalahan penulisan huruf kapital, kesalahan penulisan huruf miring, kesalahan penulisan angka dan bilangan, kesalahan penggunaan tanda titik, kesalahan penggunaan tanda koma, kesalahan penggunaan tanda hubung, kesalahan penggunaan tanda titik dua, kesalahan penggunaan tanda pisah, kesalahan penggunaan tanda kurung, kesalahan penggunaan tanda kurung siku, dan kesalahan penggunaan tanda petik tunggal.

TABEL 4.1. “Klasifikasi Jenis Kesalahan pada Buku Teks Bahasa Indonesia Ekspresi Diri dan Akademik Kelas X Kurikulum 2013”

No Halaman Jenis Kesalahan Jumlah

A1 A2 A3 A4 A5 A6 A7 A8 A9 A10 A11 1. Iii 6 - - - 6 2. v - 1 - - - 1 3. vii 2 - - - 2 4. 4 - - - 1 - 1 - - - 2 5. 6 - - - 1 - - - 1 6. 7 - - - - 2 1 - - - 3 7. 8 - - - 3 - - - 3

8. 12 - - - 1 - 1 9. 17 - - - 1 - - - 1 10. 20 2 - - - 2 11. 25 1 - - - 1 12. 35 - - - 1 - - 1 13. 37 1 - - - 1 14. 40 - - - - 1 - - - 1 15. 45 1 - - - 1 16. 46 - - - 1 - - - 1 17. 48 - - - 1 - - - - 1 18. 54 1 - - - 1 19. 56 2 - - - 2 20. 57 - - - 1 - - - 1 21. 65 26 - 1 - - - 27 22. 66 43 - 1 - - - 44 23. 67 3 - - - 3 24. 71 2 - - - 2 25. 72 1 - - - 1 26. 73 3 - - - 3 27. 76 - - - 2 - - - 2

28. 77 3 - - 2 - - - 5 29. 78 5 - - 5 - - - 10 30. 81 1 - - - 1 31. 82 1 - - - 1 32. 94 1 - - - 1 33. 95 1 - - - 1 34. 105 - - - 5 - - - 5 35. 109 1 - - - 1 - - - 2 36. 116 2 - - - 2 37. 118 3 - - - 3 38. 121 1 - - - 1 39. 129 - - - 2 - - - 2 40. 132 2 - - - 2 41. 133 - - 3 - - - 3 42. 135 1 - 1 - - - 2 43. 137 2 - - - 2 44. 140 - - - 12 - - - 12 45. 141 - - - 7 - - - 7 46. 145 1 - - - 1 47. 146 1 - - - 1

48. 149 - - - - 1 - - - 1 49. 153 - - - 1 - - - 1 50. 154 4 - - - - 1 - - - 5 51. 156 1 - - - 1 52. 158 1 - - - 1 53. 160 3 - - - 3 54. 161 1 - - - 1 55. 164 1 - - - 1 56. 165 1 - - - 1 57. 167 1 - - - 1 58. 169 - - - - 1 - - - 1 59. 170 - - - 1 - - - 1 60. 175 - - - 1 - - - 1 2 61. 182 - - - 1 - - - 1 62. 183 - - - 2 - 1 - - - 3 63. 187 - - - 2 - - - - 2 64. 191 - - - 1 - - - 1 65. 194 - - - 1 - - - 1 66. 209 - - - 2 - - - 2 67. 213 1 - - - 1

68. 216 - - - 2 - - - - 2 69. 217 - - - 3 - - - - 3 70. 218 - - - 5 - - 1 - - - - 6 71. 219 - - - 3 - - - - 3 72. 220 - - - 3 - - - - 3 73. 221 - - - 1 - - - - 1 Jumlah 134 1 6 50 5 10 16 3 1 1 1 228 Keterangan :

A1 = Kesalahan penulisan huruf kapital. A2 = Kesalahan penulisan huruf miring. A3 = Kesalahan penulisan angka dan bilangan. A4 = Kesalahan penggunaan tanda titik. A5 = Kesalahan penggunaan tanda koma. A6 = Kesalahan penggunaan tanda hubung. A7 = Kesalahan penggunaan tanda titik dua. A8 = Kesalahan penggunaan tanda pisah. A9 = Kesalahan penggunaan tanda kurung. A10 = Kesalahan penggunaan tanda kurung siku. A11 = Kesalahan penggunaan tanda petik tunggal.

B. Analisis Data

TABEL 4.2. “Analisis Kesalahan Penulisan Huruf pada Buku Teks

Bahasa Indonesia Ekspresi Diri dan Akademik Kelas X Kurikulum 2013” No Analisis Kesalahan Penulisan Huruf (Huruf Kapital)

1. Data: Sejalan dengan peran itu, pembelajaran Bahasa Indonesia untuk jenjang Pendidikan Menengah Kelas X yang disajikan dalam buku ini disusun dengan berbasis teks, baik lisan maupun tulis, dengan menempatkan Bahasa Indonesia sebagai wahana untuk mengekspresikan perasaan dan pemikiran.

Analisis: Kalimat di atas kurang tepat, karena seharusnya kata “Bahasa”,

“Pendidikan”, “Menengah”, dan “Kelas” tidak menggunakan huruf kapital

melainkan menggunakan huruf kecil. Karena dalam EYD, huruf kapital digunakan pada kata yang menyatakan nama bangsa, nama suku, atau nama bahasa.

Perbaikan: Sejalan dengan peran itu, pembelajaran bahasa Indonesia untuk jenjang pendidikan menengah kelas X yang disajikan dalam buku ini disusun dengan berbasis teks, baik lisan maupun tulis, dengan menempatkan bahasa Indonesia sebagai wahana

untuk mengekspresikan perasaan dan pemikiran.

2. Data: Tahap pembangunan teks secara bersama-sama dilaksanakan pada Kegiatan 2.

Analisis: Kalimat di atas kurang tepat, karena seharusnya kata “Kegiatan” tidak menggunakan huruf kapital melainkan menggunakan huruf kecil. Karena dalam EYD, huruf kapital digunakan pada kata yang terletak di awal kalimat dan kata yang menyatakan nama bangsa, nama suku, atau nama bahasa.

Perbaikan: Tahap pembangunan teks secara bersama-sama dilaksanakan pada kegiatan 2.

Panitia yang dibentuk oleh Lurah dengan Keputusan Camat berdasarkan usulan dari para Kepala Keluarga di lingkungan RT setempat.

Analisis: Kalimat di atas kurang tepat, karena seharusnya kata “Ketua”, “Wakil”, “Panitia”, “Lurah”, “Keputusan”, “Camat”, dan “Kepala

Keluarga” tidak menggunakan huruf kapital melainkan menggunakan huruf

kecil. Dalam EYD, huruf kapital digunakan sebagai huruf pertama kata yang menyatakan gelar kehormatan, gelar keagamaan, gelar keturunan, yang diikuti dengan nama orang dan sebagai huruf pertama nama jabatan atau pangkat yang diikuti nama orang.

Perbaikan: Pemilihan ketua dan wakil ketua RT dilaksanakan oleh suatu panitia yang dibentuk oleh lurah dengan keputusan camat berdasarkan usulan dari para kepala keluarga di lingkungan RT setempat.

4. Data: Apakah yang ditempuh oleh Pemerintah agar syarat itu terpenuhi? Analisis: Kalimat di atas kurang tepat, karena seharusnya kata “Pemerintah” tidak menggunakan huruf kapital melainkan menggunakan huruf kecil. Dalam EYD, huruf kapital digunakan sebagai huruf pertama kata yang menyatakan gelar kehormatan, gelar keagamaan, gelar keturunan, yang diikuti dengan nama orang dan sebagai huruf pertama nama jabatan atau pangkat yang diikuti nama orang.

Perbaikan: Apakah yang ditempuh oleh pemerintah agar syarat itu terpenuhi?

5. Data: Ekonomi Indonesia Akan Melampaui Jerman Dan Inggris.

Analisis: Judul di atas kurang tepat, karena seharusnya kata “Dan” dalam judul di atas tidak menggunakan huruf kapital melainkan menggunakan huruf kecil. Karena kata “Dan” merupakan kata penghubung atau konjungsi. Kata penghubung atau konjungsi tidak ditulis dengan huruf kapital melainkan ditulis dengan huruf kecil jika letaknya bukan di awal kalimat.

Perbaikan: Ekonomi Indonesia Akan Melampaui Jerman dan Inggris. 6. Data: Urutkanlah dengan menggunakan penanda argumentasi Yang

terpenting adalah … …; Yang berikutnya adalah … …; Selanjutnya, … …; dan sejenisnya.

Analisis:

- Kalimat di atas kurang tepat, karena seharusnya kata “Yang” tidak

menggunakan huruf kapital melainkan menggunakan huruf kecil. Karena kata “Yang” merupakan kata penghubung atau konjungsi. Kata penghubung atau konjungsi tidak ditulis dengan huruf kapital melainkan ditulis dengan huruf kecil jika letaknya bukan di awal kalimat.

- Kalimat di atas kurang tepat, karena seharusnya “Selanjutnya” tidak

menggunakan huruf kapital melainkan menggunakan huruf kecil. Karena dalam EYD, huruf kapital digunakan pada kata yang terletak di awal kalimat dan kata yang menyatakan nama bangsa, nama suku, atau nama bahasa.

Perbaikan: Urutkanlah dengan menggunakan penanda argumentasi yang terpenting adalah… …; yang berikutnya adalah… …; selanjutnya, … …; dan sejenisnya.

7. Data: Argumentasi yang diajukan oleh penulis teks yang diawali oleh penanda wacana Pertama, …, Kedua, …, Ketiga, … …, dan Keempat, …

… Kalian juga boleh membuat judul baru seperti contoh berikut ini.

Analisis:

- Kalimat di atas kurang tepat, karena seharusnya kata “Pertama”,

“Kedua”, “Ketiga”, dan “Keempat” tidak menggunakan huruf kapital melainkan menggunakan huruf kecil. Karena dalam EYD, huruf kapital digunakan pada kata yang terletak di awal kalimat dan kata yang menyatakan nama bangsa, nama suku, atau nama bahasa. - Kalimat di atas kurang tepat, karena seharusnya tanda ellipsis yang

terletak diakhir kalimat “…” ditambah satu titik lagi menjadi empat

titik untuk menyatakan berakhirnya kalimat. Dalam EYD, tanda titik digunakan pada akhir kalimat yang bukan kalimat seru atau kalimat tanya.

Perbaikan: Argumentasi yang diajukan oleh penulis teks yang diawali oleh penanda wacana pertama, …, kedua, …, ketiga, … …, dan keempat, … …. Kalian juga boleh membuat judul baru seperti contoh berikut ini.

8. Data: “Keunggulan Ekonomi Indonesia Pada Tahun 2030”

Analisis: Judul di atas kurang tepat, karena seharusnya kata “Pada” tidak menggunakan huruf kapital melainkan menggunakan huruf kecil. Karena kata “Pada” merupakan kata penghubung atau konjungsi. Kata penghubung atau konjungsi tidak ditulis dengan huruf kapital melainkan ditulis dengan huruf kecil jika letaknya bukan di awal kalimat.

Perbaikan: “Keunggulan Ekonomi Indonesia pada Tahun 2030”

9. Data: Pekerjaan yang telah kalian buat pada Tugas 3 tersebut dapat kalian sajikan di depan teman-teman kalian.

Analisis: Kalimat di atas kurang tepat, karena seharusnya kata “Tugas” tidak menggunakan huruf kapital melainkan menggunakan huruf kecil. Karena dalam EYD, huruf kapital digunakan pada kata yang terletak di awal kalimat dan kata yang menyatakan nama bangsa, nama suku, atau nama bahasa.

Perbaikan: Pekerjaan yang telah kalian buat pada tugas 3 tersebut dapat kalian sajikan di depan teman-teman kalian.

10. Data: “Menyusun Kembali Urutan Kalimat dalam Teks prosedur kompleks”

Analisis: Kalimat di atas kurang tepat, seharusnya kata “prosedur” dan “kompleks” dalam judul di atas menggunakan huruf kapital. Dalam EYD, huruf kapital digunakan untuk setiap judul tetapi huruf kapital tidak digunakan untuk kata penghubung atau konjungsi yang terdapat di dalam judul kecuali di awal kalimat.

Perbaikan: “Menyusun Kembali Urutan Kalimat dalam Teks Prosedur Kompleks”

11. Data: Sajak W.S Rendra di atas menggambarkan seorang pemuda yang hanya Tinggal berdiam.

Analisis: Kalimat di atas kurang tepat, karena seharusnya kata “Tinggal” tidak menggunakan huruf kapital melainkan menggunakan huruf kecil. Dalam EYD, huruf kapital digunakan pada kata yang terletak di awal kalimat dan kata yang menyatakan nama bangsa, nama suku, atau nama bahasa.

Perbaikan: Sajak W.S Rendra di atas menggambarkan seorang pemuda yang hanya tinggal berdiam.

12. Data: “Negosiasi Antara Penjual dan Pembeli di Pasar Seni Sukawati” Analisis: Judul di atas kurang tepat, karena seharusnya kata “Antara” tidak menggunakan huruf kapital melainkan menggunakan huruf kecil. Karena kata “Antara” merupakan kata penghubung atau konjungsi. Kata penghubung atau konjungsi dalam judul tidak ditulis dengan huruf kapital melainkan ditulis dengan huruf kecil jika letaknya bukan di awal kalimat. Perbaikan: “Negosiasi antara Penjual dan Pembeli di Pasar Seni Sukawati” 13. Data: “Orang Indonesia tidak Perlu Belajar Bahasa Indonesia”

Analisis: Judul di atas kurang tepat, karena kata “tidak” seharusnya menggunakan huruf kapital bukan huruf kecil. Dalam EYD, kata yang terdapat dalam judul harus menggunakan huruf kapital kecuali kata penghubung atau konjungsi, itu tidak menggunakan huruf kapital.

Perbaikan: “Orang Indonesia Tidak Perlu Belajar Bahasa Indonesia”

No Analisis Kesalahan Penulisan Huruf (Huruf Miring)

14. Data: Penyusunan buku Bahasa Indonesia Ekpresi Diri dan Akademik ini dapat diselesaikan.

Analisis: Kalimat di atas kurang tepat, karena seharusnya judul buku “Bahasa Indonesia Ekpresi Diri dan Akademik” ditulis dengan huruf miring. Dalam EYD, huruf miring dalam cetakan dipakai untuk menuliskan nama buku, majalah, dan surat kabar yang dikutip dalam karangan.

Akademik ini dapat diselesaikan.

TABEL 4.3. “Analisis Kesalahan Penulisan Kata pada Buku Teks Bahasa Indonesia Ekspresi Diri dan Akademik Kelas X Kurikulum 2013” No Analisis Kesalahan Penulisan Kata (Angka dan Bilangan)

1. Data: Kalian diskusikan terlebih dahulu tugas berikut ini dalam kelompok yang terdiri atas tiga sampai lima orang.

Analisis: Kalimat di atas kurang tepat, karena seharusnya “tiga sampai lima

orang” menggunakan angka dan tanda pisah. Karena dalam EYD, tanda

pisah digunakan di antara dua bilangan atau tanggal yang berarti „sampai dengan‟, atau di antara dua nama kota yang berarti „ke‟, atau „sampai‟. Perbaikan: Kalian diskusikan terlebih dahulu tugas berikut ini dalam kelompok yang terdiri atas 3—5 orang.

2. Data: Kalian lebih baik bekerja sama tiga sampai lima orang.

Analisis: Kalimat di atas kurang tepat, karena seharusnya bilangan “tiga sampai lima orang” menggunakan angka dan tanda pisah. Karena dalam EYD, tanda pisah digunakan di antara dua bilangan atau tanggal yang berarti „sampai dengan‟, atau di antara dua nama kota yang berarti „ke‟, atau „sampai‟.

Perbaikan: Kalian lebih baik bekerja sama 3—5 orang.

3. Data: Beberapa anggota yang ditentukan oleh ketua bila dipandang perlu dengan ketentuan sebanyak-banyaknya 3 (tiga) orang.

Analisis: Kalimat di atas kurang tepat, karena seharusnya bilangan “3 (tiga)” tidak menggunakan penjelasan kata “(tiga)”. Dalam EYD, bilangan tidak perlu ditulis dengan huruf dan angka sekaligus.

Perbaikan: Beberapa anggota yang ditentukan oleh ketua bila dipandang perlu dengan ketentuan sebanyak-banyaknya 3 orang.

4. Data: Waktu pelaksanaan pemilihan dapat ditunda paling lama 15 (lima belas) hari kemudian dan selanjutnya diadakan pelaksanaan pemilihan walaupun jumlah yang hadir tidak mencapai jumlah sedikitnya 2/3 (dua pertiga) Kepala Keluarga di lingkungan RT setempat.

Analisis: Kalimat di atas kurang tepat, karena seharusnya bilangan “15 (lima belas)” tidak menggunakan penjelasan huruf “(lima belas)”. Dalam EYD, bilangan tidak perlu ditulis dengan huruf dan angka sekaligus.

Perbaikan: Waktu pelaksanaan pemilihan dapat ditunda paling lama 15 hari kemudian dan selanjutnya diadakan pelaksanaan pemilihan walaupun jumlah yang hadir tidak mencapai jumlah sedikitnya 2/3 (dua pertiga) kepala keluarga di lingkungan RT setempat.

5. Data: Belum boleh. Dua ratus delapan puluh lima ribu.

Analisis: Kalimat di atas kurang tepat, karena seharusnya bilangan“dua ratus delapan puluh lima ribu” ditulis dengan angka agar lebih mudah untuk dibaca. Dalam EYD, angka yang menunjukkan bilangan bulat yang besar dapat ditulis sebagian dengan huruf agar lebih mudah dibaca.

Perbaikan: Belum boleh. 285 ribu rupiah.

TABEL 4.4. “Analisis Kesalahan Penggunaan Tanda Baca pada Buku Teks Bahasa Indonesia Ekspresi Diri dan Akademik Kelas X Kurikulum

Dokumen terkait