BAB II TINJAUAN PUSTAKA
B. Penelitian yang Relevan
a. Penelitian yang dilakukan oleh Triredjeki (2002) yang melakukan penelitian
tentang perbandingan kompres dingin dan kompres hangat. Penelitian ini
menggunakan metode penelitian eksperimen, menggunakan sampel anak umur 5
commit to user
41penelitian tersebut adalah kompres hangat lebih efektif dari pada kompres dingin
untuk menurunkan panas melalui proses evaporasi.
b. Penelitian yang dilakukan oleh Purwanti (2006) yang berjudul “Pengaruh
Kompres Hangat Terhadap Perubahan Suhu Tubuh Pasien Anak Hipertermi di
RSUD Dr. Moewardi Surakarta”. Penelitian ini menggunakan metode pre
eksperimen dengan design one group pre test dan post test design, sampel
yang di ambil anak umur 2 tahun sampai 12 tahun. Hasil dari penelitian ini
adalah adanya pengaruh pemberian kompres hangat pada penurunan suhu anak
demam.
Perbedaan penelitian yang dilakukan oleh Purwanti dengan penelitian
yang dilakukan sekarang adalah pada metode penelitian yang digunakan.
Purwanti menggunakan metode penelitian pre eksperimen dengan design one
group pre test dan post test yang menitikberatkan pada perbedaan suhu
sebelum dan sesudah dilakukan kompres hangat.
Sedangkan penelitian yang dilakukan sekarang menggunakan metode
penelitian eksperimen dengan desain Randomized Control Trial yang
menitikberatkan pada perbedaan penurunan suhu pada kedua kelompok
perlakuan. Sampel yang diambil pada penelitian ini adalah anak dengan usia 1 –
12 tahun.
c. Valita (2007), melalui penelitiannya yang berjudul “Perbedaan Penurunan Suhu
Klien Febris antara Kompres Hangat Pada Reseptor Suhu (Aksila) dengan Tanpa
Kompres Hangat (Studi Kasus di Ruang Anak RSU Dr Saiful Anwar Malang)”
menunjukkan bahwa ada perbedaan penurunan suhu yang signifikan pada klien
commit to user
42kompres hangat pada reseptor suhu aksila.
Penelitian ini menggunakan jenis eksperimen kuasidengan pre-test and
post-test witht control group design dengan teknik sampling purposive sampling
dengan jumlah sample 20 orang. Perbedaan dengan penelitian yang akan
dilakukan adalah teknik dan jumlah sampel penelitian yang akan diambil.
Dimana pada penlitian ini akan menggunakan teknik simple random sampling
dengan jumlah sampel 30 orang.
d. Penelitian yang dilakukan oleh Suminto (2004) yang berjudul “Perbandingan
Keefektifan Penggunaan Kompres Hangat di Temporal dengan Kompres Hangat di Aksila dalam Menurunkan Suhu Tubuh Pasien Dengan Demam Thypoid di
Rumah Sakit Tingkat III Baladhika Husada Jember” menunjukkan bahwa
pemberian kompres hangat di aksila lebih cepat dalam menurunkan suhu tubuh
pada klien dengan demam tifoid dibandingkan dengan pemberian kompres
hangat ditemporal.
Metode yang dipakai oleh Suminto adalah eksperimen kuasi dengan
rancangan pre-test and post-test two group without control group design ,
metode yang juga dipakai oleh penulis untuk melaksanakan penelitian ini.
Namun perbedaanya adalah pada jumlah sampel dan teknik samplingnya dimana
pada penelitian yang dilakukan oleh suminto adalah menggunakan purposive
sampling dengan jumlah 20 sampel, sedangkan pada penelitian ini jumlah
sampel diperbanyak menjadi 30 sampel dengan menggunakan teknik simple
random sampling.
Riset terkait di atas memiliki beberapa kekurangan diantaranya tidak
commit to user
43cairan terhadap penurunan suhu pada anak. beberapa faktor diatas akan menjadi
perancu yang dapat mengaburkan hasil penelitian. Oleh karena itu pada penlitian
yang akan saya lakukan ini akan memasukkan faktor-faktor diatas untuk
meminimalisir faktor bias yang akan mempengaruhi hasil penelitian.
2. Kompres Hangat Teknik Tepid Sponge
a. Penelitian Alves dan Almeida (2008) yang berjudul “Tepid Sponging Plus
Dipyrone Versus Dipyrone Alone in Reducing Body Temperature in Febrile
Children” menunjukkan kelompok perlakuan dengan tepid sponge dan Dipyrone
memiliki kemampuan menurunkan suhu tubuh anak dengan febris dibandingkan dengan anak yang hanya mendapatkan Dipyrone, meskipun dilaporkan
penambahan tepid sponge mengakibatkan sedikit ketidaknyamanan, dan
iritabilitas pada mayoritas responden.
Riset ini menggunakan metode True Experimental dengan disain
pre-test and post-test two group without control group design (p < 0,001). Jumlah
sampel mencapai 120 anak dengan usia 6 – 60 bulan yang didapatkan dengan
teknik simple random sampling. Desain yang digunakan ini sama dengan desain
yang akan digunakan oleh penulis pada penelitian yang akan dilakukan bulan
ini. Meskipun penelitian yang akan dilakukan masih menggunakan metode
eksperimen semu dengan jumlah sample yang lebih sedikit yaitu 30 anak dengan
cara non random sampling. Namun penulis berusaha untuk memodifikasi
beberapa faktor yang terkait dengan variabel penelitian agar hasil penelitian
tetap valid dan bisa dipertanggungjawabkan.
b. Melalui Department of Child Health Nursing of India, Bantonisamy et all.
commit to user
44Sponging and Antipyretic Drugs Versus Only Antipyretic Drug in The
Management of Fever Among Children” membuktikan bahwa anak dengan
perlakuan Tepid Sponge dan antipiretik mengalami penurunan suhu tubuh yang
lebih cepatdibandingkan dengan anak yang hanya diberi antipiretik saja. Namun
dua jam setelah perlakuan kedua kelompok tersebut mencapai suhu yang sama.
Peneltitan ini menggunakan metode true experimental dengan rancang
bangun pre-test and post-test group with control group design. Jumlah sampel
150 anak dengan usia 6 bulan – 12 tahun dengan cara randomisasi.
Penelitian sejenis juga dilakukan oleh Sharber (1997) menghasilkan kesimpulan yang sama dengan peneliti terdahulu. Namunn pada penelitian ini
menggunakan metode eksperimen semu yang diterapkan pada 20 anak dengan
usia 5-68 tahun.
c. Liverpool School of Tropical Medicine Melalui riset yang dilakukan oleh Mahar
et all. (1994) dengan judul “Tepid Sponging to Reduce Temperature in Febrile
Children in a Tropical Climate” membuktikan bahwa pemberian antipiretik dan
tepid sponge mempercepat penurunan suhu tubuh pada anak dengan demam di
wilayah dengan iklim tropis.
Penelitian yang dilaksanakan di Department of the Children's Hospital,
Bangkok, Thailand ini menggunakan metode true experimental dengan rancang
bangun pre-test and post-test group with control group design. Sample di ambil
pada anak dengan usia 6-53 bulan sebanyak 75 sampel dengan teknik simple
commit to user
45Namun pada beberapa penelitian diatas tidak mempertimbangkan
adanya tipe demam, status nutrisi dan hidrasi terhadap penurunan suhu pada
anak. sehingga penulis merasa perlu menambahkan faktor-faktor tersebut
sebagai faktor yang turut dipertimbangkan dalam peneltian dengan cara
memasukkan ketiga faktor tersebut kedalam kriteria eksklusi sample penelitian.
Sehingga dengan demikian diharapkan faktor bias penelitian akan berkurang dan
riset ini mampu menghasilkan kesimpulan yang akurat dan bisa
dipertanggungjawabkan.