• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.5. Penentuan Skala Prioritas rehabilitasi bangunan sekolah …

4.5.1 Penentuan Bobot Kriteria dan Sub Kriteria

Penentuan penilaian bobot kriteria dan sub kriteria dengan melibatkan beberapa pihak yang berkepentingan. Dalam penelitian ini, pihak yang terlibat dalam penilaian yaitu :

a. Dinas pendidikan Kabupaten Tangerang

b. Badan Perencanaan Daerah kabupaten Tangerang

c. Dinas Bangunan Kabupaten Tangerang

d. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Tangerang

e. UPTD Dinas Pendidikan Kecamatan Tigaraksa

f. Kepala Sekolah di Wilayah Kecamatan Tigaraksa

g. Guru di sekolah lingkungan Kecamatan Tigaraksa

h. Komite Sekolah

Metode pembobotan yang digunakan yaitu metode AHP. Metode ini banyak digunakan untuk penentuan prioritas dengan kriteria banyak (multi kriteria).

Proses penilaian dilakukan untuk masing-masing responden. Setelah dilakaukan perhitungan dan didapat nilai bobot kriteria dari masing-masing responden kemudian dicari nilai rata-rata dari keseluruhan responden. Nilai rata-rata inilah yang digunakan sebagai bobot masing-masing kriteria/sub kriteria yang digunakan untuk penilaian dan penentuan prioritas masing-masing sekolah.

Sebagai contoh penilaian yang dilakukan oleh responden dari Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang sebagai berikut :

1. Penilaian kriteria utama

Kriteria utama dalam penentuan skala prioritas rehabilitasi bangunan sekolah ditentukan sebanyak enam buah kriteria yaitu :

a. Tingkat kerusakan (TK)

b. Status tanah (ST)

c. Status bangunan (SB)

d. Lokasi Sekolah (LS)

e. Rasio rombongan belajar dengan ruang kelas (RSK)

commit to user

87 Penilaian tingkat kepentingan antara keenam kriteria utama berdasarkan penilaian responden dari Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang disajikan dalam matriks dibawah ini :

TK ST SB LS RSK LW TK 1 1/3 3 7 5 7 ST 3 1 3 9 7 5 SB 1/3 1/3 1 5 3 5 LS 1/7 1/9 1/5 1 1/3 1/5 RSK 1/5 1/7 1/3 3 1 3 LW 1/7 1/5 1/5 5 1/3 1

Kemudian dilakukan perhitungan menggunakan Persamaan 2.10

Wi = .√a11 x a12 x … … a1n , sehingga didapat

W1 = ( 1,0 x 1/3 x 3,0 x 7,0 x 5,0 x 7,0 )1/6 = 2,501 W2 = ( 3,0 x 1,0 x 3,0 x 9,0 x 7,0 x 5,0 )1/6 = 3,762 W3 = ( 1/3 x 1/3 x 1,0 x 5,0 x 3,0 x 5,0 )1/6 = 1,424 W4 = ( 1/7 x 1/9 x 1/5 x 1,0 x 1/3 x 1/5 )1/6 = 0,244 W5 = ( 1/5 x 1/7 x 1/3 x 3,0 x 1,0 x 3,0 )1/6 = 1,664 W6 = ( 1/7 x 1/5 x 1/5 x 5,0 x 5,0 x 1/3 )1/6 = 0,460 S Wi = 9,056 Hitung bobot masing-masing komponen dengan Persamaan 2.11

Ĩƅ = Ǣƅ

∑ Ǣƅ

Bobot kriteria tingkat kerusakan X1 = 2,501/9,056 = 0,276 Bobot kriteria status tanah X2 = 3,762/9,056 = 0,415 Bobot kriteria status bangunan X3 = 1,424/9,056 = 0,157 Bobot kriteria lokasi sekolah X4 = 0,244/9,056 = 0,027 Bobot kriteria rasio siswa dg ruang kelas X5 = 0,644/9,056 = 0,073 Bobot kriteria luas wilayah layanan X6 = 0,460/9,056 = 0,051

commit to user

88

Menghitung nilai λmaks dengan Persamaan 2.12

1 1/3 3 7 5 7 0,276 1,798 3 1 3 9 7 5 0,415 2,726 1/3 1/3 1 5 3 5 0,157 0,997 1/7 1/9 1/5 1 1/3 3 X 0,027 = 0,179 1/5 1/7 1/3 3 1 3 0,073 0,474 1/7 1/5 1/5 5 1/3 1 0,051 0,364 λmaks = ∑ aij * Xi = 6,537

Pengujian konsistensi dengan menghitung nilai CI menggunakan Persamaan 2.13

ðA= ša1ú–

( ) = j, j

(j ) = 0,1074

Dengan ukuran matriks n = 6 dari tabel RI didapat nilai RI = 1,24, sehingga nilai CR dapat dihitung dengan Persamaan 2.14

ðe =

=

b, b

,

=

0,086

Ketentuan matriks perbandingan dapat diterima apabila nilai CR < 0,1, jadi hasil penilaian diatas dapat diterima CR = 0,086 < 0,1 ( Ok ).

2. Penilaian sub kriteria

2.1 Sub kriteria tingkat kerusakan

Untuk kriteria tingkat kerusakan penilaian bobot masing-masing sekolah dikalikan dengan bobot dari tingkat kerusakan gedung sekolah.

2.2 Sub kriteria status kepemilikan tanah sekolah

Untuk kriteria status kepemilikan tanah sekolah dibagi menjadi tiga buah sub kriteria yaitu :

a. Milik sekolah dengan sertifikat (Mds)

b. Milik sekolah tanpa sertifikat (Mts)

commit to user

89 Penilaian tingkat kepentingan antara ketiga sub kriteria berdasarkan penilaian responden dari Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang disajikan dalam matriks dibawah ini :

Mds Mts Bms

Mds 1 5 7

Mts 1/5 1 3

Bms 1/7 1/3 1

Kemudian dilakukan perhitungan menggunakan Persamaan 2.10

Wi = .√a11 x a12 x … … a1n , sehingga didapat

W1 = ( 1,0 x 5,0 x 7,0 )1/3 = 3,271 W2 = ( 1/5 x 1,0 x 3,0 )1/3 = 0,843 W3 = ( 1/7 x 1/3 x 1,0 )1/3 = 0,362

S Wi = 4,477

Hitung bobot masing-masing komponen dengan Persamaan 2.11

Bobot sub kriteria milik sekolah dengan sertifikat X1= 3,271/4,477= 0,731 Bobot sub kriteria milik sekolah dengan sertifikat X2= 0,843/4,477= 0,188 Bobot sub kriteria bukan milik sekolah X3= 0,362/4,477= 0,081 Menghitung nilai λmaks dengan Persamaan 2.12

1 5 7 0,731 2,239

1/5 1 3 x 0,188 = 0,577

1/7 1/3 1 0,081 0,248

λmaks = ∑ aij * Xi = 3,065

Pengujian konsistensi dengan menghitung nilai CI menggunakan Persamaan 2.13

ðA= ša1ú–

( ) = ,bj

( ) = 0,032

Dengan ukuran matriks n = 3 dari tabel RI didapat nilai RI = 0,58, sehingga nilai CR dapat dihitung dengan Persamaan 2.14

ðe=

=

b,b

commit to user

90 Ketentuan matriks perbandingan dapat diterima apabila nilai CR < 0,1, jadi hasil penilaian diatas dapat diterima CR = 0,056 < 0,1 ( Ok ).

2.3 Sub kriteria status kepemilikan bangunan sekolah

Untuk kriteria status kepemilikan tanah sekolah dibagi menjadi tiga buah sub kriteria yaitu :

a. Milik sekolah dengan IMB (Mdi)

b. Milik sekolah tanpa IMB (Mti)

c. Bukan milik sekolah (Bms)

Penilaian tingkat kepentingan antara ketiga sub kriteria berdasarkan penilaian responden dari Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang disajikan dalam matriks dibawah ini :

Mdi Mti Bms

Mdi 1 5 7

Mti 1/5 1 3

Bms 1/7 1/3 1

Kemudian dilakukan perhitungan menggunakan Persamaan 2.10

Wi = .√a11 x a12 x … … a1n , sehingga didapat

W1 = ( 1,0 x 5,0 x 7,0 )1/3 = 3,271 W2 = ( 1/5 x 1,0 x 3,0 )1/3 = 0,843 W3 = ( 1/7 x 1/3 x 1,0 )1/3 = 0,362

S Wi = 4,477

Hitung bobot masing-masing komponen dengan Persamaan 2.11

Bobot sub kriteria milik sekolah dengan IMB X1= 3,271/4,477= 0,731 Bobot sub kriteria milik sekolah dengan IMB X2= 0,843/4,477= 0,188 Bobot sub kriteria bukan milik sekolah X3= 0,362/4,477= 0,081 Menghitung nilai λmaks dengan Persamaan 2.12

1 5 7 0,731 2,239

1/5 1 3 x 0,188 = 0,577

1/7 1/3 1 0,081 0,248

commit to user

91 Pengujian konsistensi dengan menghitung nilai CI menggunakan Persamaan 2.13

ðA =

λša1ú–

( ) = ,bj

( ) = 0,032

Dengan ukuran matriks n = 3 dari tabel RI didapat nilai RI = 0,58, sehingga nilai CR dapat dihitung dengan persamaan 2.14

ðe=

=

b,b

b, X

=

0,056

Ketentuan matriks perbandingan dapat diterima apabila nilai CR < 0,1 , jadi hasil penilaian diatas dapat diterima CR = 0,056 < 0,1 ( Ok ).

2.4 Sub kriteria Lokasi sekolah

Untuk kriteria lokasi sekolah dibagi menjadi dua sub kriteria yaitu :

a. Mudah dijangkau (Mj)

b. Susah dijangkau (Sj)

Penilaian tingkat kepentingan antara kedua sub kriteria utama penilaian responden dari Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang disajikan dalam matriks dibawah ini :

Mj Sj

Mj 1 7

Sj 1/7 1

Kemudian dilakukan perhitungan menggunakan Persamaan 2.10

Wi = .√a11 x a12 x … … a1n , sehingga didapat

W1 = ( 1,0 x 7,0 )1/2 = 2,646 W2 = ( 1/7 x 1,0 )1/2 = 0,378

S Wi = 3,024

Hitung bobot masing-masing komponen dengan Persamaan 2.11 Bobot sub kriteria mudah dijangkau X1= 2,646/3,024= 0,875 Bobot sub kriteria mudah dijangkau X2= 0,378/3,024= 0,125 Menghitung nilai λmaks dengan Persamaan 2.12

commit to user

92

1 7 0,875 0,875

1/7 1 x 0,125 = 0,125 λmaks = ∑ aij * Xi = 2,000

Pengujian konsistensi dengan menghitung nilai CI menggunakan Persamaan 2.13

ðA= ša1ú–

( ) = ,bb

( ) = 0,000

Dengan ukuran matriks n = 2 dari tabel RI didapat nilai RI = 0,00, sehingga nilai CR dapat dihitung dengan Persamaan 2.14

ðe=

=

b,bb

b,bb

=

0,00

Ketentuan matriks perbandingan dapat diterima apabila nilai CR < 0,1 , jadi hasil penilaian diatas dapat diterima CR = 0,00 < 0,1 ( Ok ).

2.5 Sub kriteria rasio rombongan belajar dengan ruang kelas

Untuk kriteria rasio rombongan belajar dengan jumlah ruang kelas dibagi menjadi tiga buah sub kriteria yaitu :

· Rombongan belajar > ruang kelas (Rb>Rk)

· Rombongan belajar = ruang kelas (Rb=Rk)

· Rombongan belajar < ruang kelas (Rb<Rk)

Penilaian tingkat kepentingan antara ketiga sub kriteria berdasarkan penilaian responden dari Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang disajikan dalam matriks dibawah ini :

Rb>Rk Rb=Rk Rb<Rk

Rb>Rk 1 3 7

Rb=Rk 1/3 1 3

Rb<Rk 1/7 1/3 1

Kemudian dilakukan perhitungan menggunakan Persamaan 2.10

Wi = .√a11 x a12 x … … a1n , sehingga didapat

W1 = ( 1,0 x 3,0 x 7,0 )1/3 = 2,759 W2 = ( 1/3 x 1,0 x 3,0 )1/3 = 1,000 W3 = ( 1/7 x 1/3 x 1,0 )1/3 = 0,362

commit to user

93

Hitung bobot masing-masing komponen dengan Persamaan 2.11 Bobot sub kriteria rombel > ruang kelas X1= 2,759/4,121= 0,669 Bobot sub kriteria rombel = ruang kelas X2= 1,000/4,121= 0,243 Bobot sub kriteria rombel < ruang kelas X3= 0,362/4,121= 0,088

Menghitung nilai λmaks dengan Persamaan 2.12

1 3 7 0,669 2,013

1/3 1 3 x 0,243 = 0,730

1/7 1/3 1 0,088 0,264

λmaks = ∑ aij * Xi = 3,007

Pengujian konsistensi dengan menghitung nilai CI menggunakan Persamaan 2.13

ðA= ša1ú–

( ) = ,bb

( ) = 0,004

Dengan ukuran matriks n = 3 dari Tabel RI didapat nilai RI = 0,58, sehingga nilai CR dapat dihitung dengan Persamaan 2.14

ðe =

=

b,bb

b, X

=

0,006

Ketentuan matriks perbandingan dapat diterima apabila nilai CR < 0,1 , jadi hasil penilaian diatas dapat diterima CR = 0,006 < 0,1 ( Ok ).

2.6 Sub kriteria Luas wilayah layanan sekolah

Untuk kriteria lokasi sekolah dibagi menjadi dua sub kriteria yaitu :

· Luas (Lu)

· Tidak luas (Tl)

Penilaian tingkat kepentingan antara kedua sub kriteria utama penilaian stake holder dari Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang disajikan dalam matriks dibawah ini :

Lu Tl

Lu 1 9

Tl 1/9 1

commit to user

94

Wi = .√a11 x a12 x … … a1n , sehingga didapat

W1 = ( 1,0 x 9,0 )1/2 = 3,000 W2 = ( 1/9 x 1,0 )1/2 = 0,333

S Wi = 3,333

Hitung bobot masing-masing komponen dengan Persamaan 2.11 Bobot sub kriteria luas X1= 3,000 /3,333= 0,900 Bobot sub kriteria tidak luas X2= 0,333 /3,333= 0,100 Menghitung nilai λmaks dengan Persamaan 2.12

1 9 0,900 1,800

1/9 1 x 0,100 = 0,200 λmaks = ∑ aij * Xi = 2,000

Pengujian konsistensi dengan menghitung nilai CI menggunakan Persamaan 2.13

ðA= ša1ú–

( ) = ,bb

( ) = 0,000

Dengan ukuran matriks n = 2 dari tabel RI didapat nilai RI = 0,00, sehingga nilai CR dapat dihitung dengan Persamaan 2.14

ðe=

=

b,bb

b,bb

=

0,00

Ketentuan matriks perbandingan dapat diterima apabila nilai CR < 0,1 , jadi hasil penilaian diatas dapat diterima CR = 0,00 < 0,1 ( Ok

Penilaian terhadap bobot masing-masing kriteria dan sub kriteria melibatkan 30 orang stake holder, yaitu :

a. Anggota DPRD Kabupaten Tangerang = 4 orang

b. Bapeda Kabupaten Tangerang = 3 orang

c. Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang = 4 orang

d. Dinas Bangunan Kabupaten Tangerang = 4 orang

e. UPTD Pendidikan Kecamatan Tigaraksa = 4 orang

f. Kepala Sekolah di Kecamatan Tigaraksa = 4 orang

g. Guru di Kecamatan Tigaraksa = 4 orang

commit to user

95 Untuk menghitung nilai bobot dari masing-masing kriteria dan sub kriteria dengan menggunakan sistem pendukung keputusan. Dari hasil perhitungan didapat nilai rat-rata dari 30 orang responden sebagaimana dalam Tabel 4.16 :

Tabel 4.16 Bobot kriteria dan sub kriteria penentuan prioritas pemeliharaan bangunan sekolah.

X

Kriteria Sub Kriteria

Uraian Bobot Uraian Bobot

Lokal

Bobot global

X1 Tingkat kerusakan 0,332 0,332

X2 Status tanah 0,265

Milik sekolah bersertifikat 0,684 0,181 Milik sekolah tak bersertifikat 0,234 0,063 Bukan milik sekolah 0,082 0,022

X3 Status bangunan 0,103

Milik sekolah dengan IMB 0,656 0,067 Milik sekolah tanpa IMB 0,251 0,027 Bukan milik sekolah 0,093 0,010 X4 Lokasi sekolah 0,065

Mudah dijangkau 0,400 0,025 Susah dijangkau 0,600 0,039

X5 Rasio rombel dng

ruang kelas 0,186

Rombel > ruang kelas 0,613 0,113 Rombel = ruang kelas 0,280 0,052 Rombel < ruang kelas 0,107 0,021 X6 Luas wilayah

layanan sekolah 0,049

Luas 0,792 0,039

Tidak luas 0,210 0,010

Dokumen terkait