• Tidak ada hasil yang ditemukan

Penentuan Harga dan jumlah Output

Dalam dokumen Modul Pengantar Ilmu Ekonomi ok (Halaman 114-118)

5 STRUKTUR PASAR

5.10 Penentuan Harga dan jumlah Output

dihasilkan sebuah

Model persaingan monopolistis adalah mirip dalam pasar persaingan murni. Dalam pasar ini perusahaan mungkin dapat memperoleh keuntungan normal, atau keuntungan lebih, bahkan mungkin menderita rugi, tapi mudahnya masuk ke dalam industri menjamin hanya diperolehnya keuntungan normal dalam jangka panjang. Dengan demikian, selama tidak ada dua perusahaan yang menjual barang yang persis sama, maka harga-harga juga tidak akan sama dalam satu industri.

Gambar 5.14. di atas menunjukkan bagaimana keseimbangan per- usahaan jangka pendek ditentukan dalam persaingan monopolistis. Kurva permintaan mempunyai kemiringan negatif selama perusahaan tidak kehilangan seluruh konsumen apabila harga barang meningkat dan is harus

biaya, tidak hanya menyangkut biaya-biaya produksi saja (sebagaimana dalam persaingan murni), tapi juga termasuk biaya-biaya yang dikeluarkan dalam usaha untuk membedakan barangnya dari barang-barang buatan perusahaan lain (yang menyebabkan pasar ini berbentuk persaingan monopolis). Termasuk dalam biaya-biaya tersebut adalah biaya iklan dan promosi, biaya perbaikan teknis, biaya pelayanan, dan sebagainya. Dengan demikian perusahaan mengharap keuntungan maksimum dengan memproduksi sebanyak clo, dijual seharga po per satuan (yaitu pada MR = MC); keuntungan yang bisa diperoleh adalah poc X qo .

Namun dalam jangka panjang keuntungan lebih akan mengundang perusahaan-perusahaan lain untuk masuk kedalam industri dan perusahaan- perusahaan yang telah ada untuk memperluas kapasitas pabriknya. Biasanya tidak ada hambatan-hambatan untuk masuk kedalam industri pada pasar persaingan monopolistis. Selama semua barang merupakan substitusi yang balk bagi masingmasing lainnya, pasar akan dibagi-bagi di antara lebih banyak perusahaan. Artinya, kurva permintaan perusahaan atau kurva permintaan penjual perseorangan akan bergeser kesebelah kiri.

Dilain pihak, usaha memperbesar diferensiasi produk biasanya akan menyebabkan kurva-kurva AC dan MC bergeser ke atas (increasing cost industry). Demikian, keduanya bekerja sampai seluruh keuntungan lebih yang mula-mula dinikmati masing-masing perusahaan menjadi habis. Gambar 5.15. memberikan pemecahan keseimbangan perusahaan dalam jangka panjang, di mana perusahaan menghasilkan q, (yang lebih kecil dari q.), sedangkan harga menjadi p, (yang lebih tinggi daripada dalam jangka pendek). jadi, apabila tidak ada hambatan-hambatan bagi perusahaan baru untuk masuk, dalam jangka panjang perusahaan-perusahaan hanya menerima keuntungan normal (seperti halnya dalam persaingan murni).

Gambar 5.15. Keseimbangan Perusahaan Dalam jangka Panjang

5.11

Penilaian Pasar Persaingan Monopolistic

Menurut Chamberlin, persaingan monopolistis merupakan bentuk pasar yang realistic dan dengan demikian cocok untuk digunakan dalam menganalisa banyak industri yang ada. Persaingan monopolistis digambarkan sebagai suatu pasar dengan begitu banyak penjual dimana masing-masing penjual tidak saling memperhatikan tindakan dari lawan-lawannya. Tapi dalam kenyataan sering terjadi perusahaan-perusahaan melakukan reaksi satu sama lain dan mengantisipasi tindakan-tindakan lawan. Pertanyaan yang bisa kita ajukan adalah mana yang lebih balk antara monopolistis dengan persaingan murni; atau, mana yang lebih besar memberikan kesejahteraan konsumen. Bila kita bandingkan antara keduanya, perusahaan dalam persaingan monopolistis bekerja tidak seefisien seperti dalam persaingan murni. Dalam jangka panjang, harga lebih tinggi dan output lebih seclikit dalam persaingan monopolistis. MR di bawah harga, dan output tidak akan dihasilkan pada minimum AC sebagaimana dalam persaingan murni dan perusahaan akan mempunyai kelebihan kapasitas. Bila melihat alasan-alasan di atas, banyak ahli ekonomi menilai bahwa pasar persaingan murni merupakan bentuk pasar yang ideal.

Dengan demikian, dalam pasar persaingan monopolistis terjadi pemborosan cumber-cumber dan konsumen membayar dengan harga lebih

perusahaan dalam persaingan murni). Akan tetapi ada pendapat bahwa sebenarnya pemborosan tersebut tidaklah 10 terbuang dengan sia-sia, karena konsumen menerima imbalan berupa tersedianya bermacam-macam mutu, model, warna dari barangbarang yang dihasilkan persaingan monopolistis. Konsumen bisa memilih barang-barang yang dikehendaki sesuai dengan selera dan uang yang dimiliki, sehingga memberikan kepuasan tersendiri. Apabila barang-barang tadi dihasilkan oleh pasar persaingan murni, maka tidak ada pilihan lagi bagi konsumen karena barang-barang adalah persis sama atau homogin (baca sub bab Persaingan Murni). Jadi, ditinjau dari segi ini tampaknya persaingan monopolistis memberikan kesejahteraan masyarakat lebih baik.

5.12

Oligopoli

Oligopoli adalah suatu bentuk pasar di mana hanya ada beberapa perusahaan dari produk tertentu. Pengertian "beberapa" tidaklah dapat dengan mudah ditentukan berapa jumlahnya tetapi masing-masing perusahaan merasa saling tergantung satu sama lain. Perusahaan dalam oligopoli akan mengadakan reaksi apabila lawannya melakukan suatu tindakan yang mempengaruhi keadaan pasar, dan reaksi tersebut pada gilirannya juga menimbulkan reaksi kembali bagi perusahaan-perusahaan lainnya. Dengan demikian sebuah perusahaan mempunyai kedudukan yang cukup penting dalam pasar sehingga perubahan-perubahan dalam kegiatan pasarnya mempunyai akibat bagi perusahaan yang lain. Menyadari saling ketergantungan itu, seorang oligopolis tidak akan merubah harga atau mutu barangnya atau melakukan advertensi tanpa mempertimbangkan kemungkinan-kemungkinan reaksi dari lawan-lawannya. Perang harga mungkin akan selalu terjadi pada bentuk pasar ini. Hanya industri yang sudah matang saja menyadari kerugian yang diakibatkan perang harga, sehingga persaingan akan menjurus pada persaingan bukan pada harga (non-price competition).

Dalam oligopoli, mungkin beberapa perusahaan raksasa mendominasi industri. Lebih lanjut, perusahaan-perusahaan dalam satu industri mungkin menjual barang-barang yang hampir identik (tanpa diferensiasi produk), seperti industri aluminium, baja, sedangkan industri lainnya mungkin menghasilkan diferensiasi produk, seperti industri sabun, susu dan sebagainya. Penggolongan ini mempunyai arti penting dalam menganalisa pasar yang oligopolistis. Semakin besar tingkat diferensiasi produk, perusahaan semakin tidak tergantung pada kegiatan perusahaan-perusahaan lainnya, yang berarti

lebih mudah menggambarkan kurva permintaan yang dihadapi. Hal ini karena dalam oligopoli dengan diferensiasi produk, reaksi-reaksi dari perusahaan- perusahaan lawan lebih mudah diperkirakan. Dalam menggambar kurva permintaan yang dihadapi oleh sebuah perusahaan, tergantung pada kegiatan- kegiatan pasar perusahaan lainnya dalam industri itu dan pada reaksi mereka terhadap tindakan perusahaan tersebut.

Para ahli ekonomi pada umumnya hanya berbicara tentang empat bentuk pasar utama: persaingan murni, monopoli murni, persaingan monopolistic dan oligopoli. Dalam semua bentuk pasar itu para. penjual memperhatikan respon pembeli, tapi hanya dalam oligopoli para penjual juga memperhatikan respon lawan-lawannya. Di dalam ketiga pasar yang disebut terdahulu, kurva-kurva permintaannya diturunkan dari data tentang konsumen. Tapi dalam oligopoli hal itu belum cukup. Seorang oligopolis memperkirakan permintaan juga tergantung pada reaksi apa yang akan dilakukan lawan-lawannya terhadap perubahan harga yang diambil. Ini memang sulit diramalkan, tapi penting bagi kita untuk bisa membuat kurva permintaannya.

Dalam dokumen Modul Pengantar Ilmu Ekonomi ok (Halaman 114-118)