• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 3 METODOLOGI PENYELESAIAN MASALAH

3.2 TAHAP PENGOLAHAN DATA

3.2.2 Penentuan Rute Milkrun

Pada tahap ini akan dilakukan pembentukan rute pada setiap kelompok

yang telah terbentuk. Penyusunan rute ini dilakukan dengan saving method.

Berdasarkan penjelasan mengenai milkrun pada Bab dua yaitu

mengkonsolidasikan barang dari pemasok, maka dalam membentuk rute milkrun

ini diperlukan informasi jumlah barang yang harus diangkut. Volume harian masing-masing pemasok akan menjadi input dalam proses penentuan rute. Total

volume dalam satu rute akan digunakan untuk menghitung jumlah pick up

(pengiriman) dan utilitas truk rute. Dalam tugas ahir ini digunakan data peramalan permintaan periode n+1.

Secara keseluruhan tahap ini terdiri dari dua langkah yaitu menentukan jumlah pemasok dalam satu rute dan menentukan urutan kunjungannya

27

(sequencing). Langkah penentuan jumlah pemasok dengan saving method

sedangkan urutan kunjungannya dengan algoritma Nearest Neighbor. Dalam

penyelesaian tugas ahir ini dua langkah tersebut akan digabung dalam serangkaian

langkah penentuan rute. Berikut ini adalah algoritma Nearest Neighbor.

Gambar 3.4 Penentuan Rute Nearest Neighbor (Pujawan,

2010)

Mulai

Menghitung jarak dari pabrik ke semua supplier

dalam satu rute

Menentukan jarak pabrik ke supplier yang terjauh Menambahkan suppler terdekat ke rute

Menghitung jarak supplier yang terahir dikunjungi dengan supplier yang belum

masuk kedalam rute

Menambahkan supplier terdekat

kedalam rute

Semua suppier sudah masuk rute?

Selesai Ya

Nearest Neighbor ini digunakan untuk routing pemasok dalam satu rute. Data yang digunakan adalah data jarak pemasok terhadap pabrik PT X dan jarak antar pemasoknya. Langkah pertama diidentifikasi jarak masing-masing pemasok ke pabrik. Menentukan pemasok dengan jarak ke pabrik paling jauh. Kemudian menambahkan pemasok tersebut kedalam rute dimana dikunjungi setelah titik pemberhentian terahir yaitu pabrik PT X. Langkah selanjutnya adalah mengidentifikasi jarak pemasok yang belum masuk ke rute. Pemasok yang paling dekat dengan pemasok terahir ditambahkan ke rute. Langkah ini terus dilakukan sampai semua pemasok masuk kedalam rute kunjungan. Urutan kunjungan diawali dengan pemasok yang letaknya paling jauh dari PT X. Berikut ini adalah diagram yang menunjukkan langkah keseluruhan penentuan rute yang mencakup

29

Gambar 3.5 Langkah Keseluruhan Penentuan Rute (Pujawan, 2010)

Start

Data matrix jarak antar

supplier

Menghitung saving penggabungan 2 supplier pada

matriks saving (I,j)

Matriks saving (I,j) sudah penuh?

Menandai angka saving terbesar pada matriks saving (I,j)

Menghitung traveling time gabungan supplier dari saving terbesar pada

matriks (I,j) ( TT=TAB+T0B) Menghitung waktu loading/unloading Rata-rata waktu loading/unloading Menghitung jumlah titik

pemberhentian (jumlah supplier+jumlah dock

penerima) Data dock penerima setiap supplier di pabrik Data matriks traveling time Apakah lebih dari 10? Ya Proses sequencing Dengan algoritma Nearest Neighbor Tidak Menghitung waktu perjalanan antar dock penerima Rata-rata waktu perjalanan antar dock A

Gambar 3.5 Langkah Keseluruhan Penentuan Rute (Lanjutan)

Menghitung total waktu (traveling time+waktu loading/ unloading+traveling time antar dock)

Apakah total waktu kurang dari 15 jam?

Menggabung supplier dalam satu rute

Menghapus nilai saving terbesar dari himpunan nilai

saving matriks (I,j) Ya

Penggabungan suppplier kedalam satu rute tidak

dilakukan Tidak

Saving matrix baru

Apakah semua supplier sudah punya rute?

Memunculkan semua rute yang

terbentuk

Ya

Menghitung total jarak tempuh rute

Data matriks jarak tempuh

Menghitung utilitas truk masing masing

rute

Finish

A

Menandai angka saving terbesar pada

31

Langkah pertama digunakan data matriks jarak tempuh tempuh dari

masing-masing klaster supplier. Kemudian dihitung matriks penghematan pada

masing-masing klaster jika penggabungan dilakukan. Nilai penghematan terbesar dipilih untuk digabungkan. Pemasok yang digabungkan dihitung jumlah titik pemberhentiannya dan total waktunya. Total waktu rute adalah jumlah waktu

perjalanan, waktu loading/unloading dan waktu perjalanan antar dok. Sebelum

menghitung waktu perjalanan maka harus diketahui dahulu urutan kunjungan

pemasok dengan algoritma Nearest Neighbor pada Gambar 3.4. Setelah diketahui

urutan kunjungannya maka dapat dihitung waktu perjalanannya dan dihitung total waktu rute. Jika jumlah titik pemberhentian lebih dari 10 atau total waktu rute lebih dari 15 jam (900 menit) maka pemasok tidak bisa digabungkan dalam satu rute. Namun jika dua kondisi tersebut terpenuhi maka pemasok dapat digabungkan dalam satu rute. Langkah ini terus dilakukan sampai semua pemasok teralokasi dalam suatu rute. Proses penyelesaian tahap ini akan dilakukan dengan

bantuan Macro Microsoft Excel untuk beberapa langkah.

Dari penjelasan langkah penentuan rute diatas didasarkan pada model sederhana berikut ini :

Fungsi tujuan : meminimasi jarak tempuh Batasan :

a. Jumlah titik pemberhentian kurang dari sama dengan 10

b. Total waktu kurang dari sama dengan dua kali shift kerja yaitu 15 jam (900

menit)

Batasan jumlah titik pemberhentian ini mempertimbangkan kualitas barang yang diangkut. Selain itu juga digunakan sebagai antisipasi terhadap ketidakpastian dalam perjalanan karena digunakannya data deterministik dalam penyelesaian masalah. Batasan dua kali jam kerja merupakan jumlah supir truk yang mungkin dalam satu rute. Dalam kasus PT X ini digunakan dua supir truk, sehingga dapat terjadi pergantian supir ditengah perjalanan.

Dari proses yang digambarkan pada Gambar 3.5 diatas akan dihasilkan rute dasar untuk pengiriman. Rute dasar ini kemudian dilakukan simulasi dengan data permintaan n+1 dan dihitung utilitas truk masing-masing rutenya. Dari hasil perhitungan utilitas truk ini, dikembangkan langkah untuk meningkatkan utilitas

truk. Untuk skenario pengembangan langkah ini digunakan rute-rute yang memilki utilitas truk kecil dan belum melewati batas waktu dan jumlah pemberhentian serta rute kelompok dominan karawang barat (sebagai penumpang lintas). Berikut ini merupakan langkah sistematis dalam modifikasi rute dasar yang terbentuk.

33

Gambar 3.6 Langkah Modifikasi Rute Dasar (Hasil Analisa)

Mulai

Rute dasar

Memilih rute kandidat dengan utilitas truk dibawah 90% dan belum melewati konstrain waktu

dan jumlah titik pemberhentian pada masing-masing kelompok

Apakah terdapat lebih dari 2 rute kandidat dalam 1

kelompok?

Perhitungan saving jarak pemasok rute kandidat

setiap kelompok

Pemilihan saving terbesar pemasok beda

rute

Menggabungkan rute dengan saving terbesar

pemasok beda rute

Menghitung jarak, waktu tempuh dan

jumlah titik pemberhentian

Ya Memilih pemasok karawang

barat (1 area dg pabrik PT X)

Tidak Menggabung rute

dengan pemasok karawang barat

Apakah jumlah titik>10 atau waktu>900 menit?

Penggabungan tidak dilakukan Ya

Menghitung utilitas truk rute gabungan

Apakah rata-rata utilitas 2 rute baru sama atau lebih kecil dengan rata-rata

utilitas 2 rute sebelum digabung?

Penggabungan dilakukan Ya Ya Penggabungan tidak dilakukan Modifikasi selesai Selesai A

Gambar 3.6 Langkah Modifikasi Rute Dasar (Lanjutan)

Proses modifikasi rute dasar ini dimulai dengan rute yang sudah

terbentuk dari proses sebelumnya dengan metode Saving. Rute-rute tersebut

kemudian dipilih yang memiliki utilitas truk dibawah 90% dan belum melewati batas waktu serta titik pemberhentian. Jika dalam satu kelompok/klaster terdapat lebih dari dua rute dengan kondisi tersebut, maka dihitung matriks penghematan

Apakah jumlah titik>10 atau waktu>900 menit?

Penggabungan 2 rute tidak dilakukan

Menghitung utilitas truk rute gabungan

Ya

Tidak

Apakah utilitas baru sama dengan rata-rata utilitas sebelum

digabung?

Penggabungan 2 rute tidak dilakukan Menukar atau memindah kandidat pemasok Ya Penggabungan 2 rute dilakukan Menghitung jarak,

waktu tempuh dan jumlah titik pemberhentian

Apakah utilitas truk dibawah 90%? Apakah jumlah titik>10

atau waktu>900 menit?

Tidak Pemisahan atau pemindahan tidak dilakukan Pemisahan atau pemidahan dilakukan Tidak

Apakah utilitas truk dibawah 90%? Modifikasi selesai Modifikasi selesai Tidak Ya Ya Selesai Selesai

Memilih rute kandidat dengan utilitas truk dibawah 90% dan belum melewati konstrain

waktu dan jumlah titik pemberhentian pada

masing-masing kelompok Ya Menggabung rute dengan pemasok karawang barat A Tidak

Dokumen terkait