• Tidak ada hasil yang ditemukan

Penentuan tegangan

Dalam dokumen Perencanaan struktur baja untuk jembatan (Halaman 111-122)

TEKUK TEGAK LURUS BIDANG RANGKA

13.2 Pembebanan fatik

13.3.1 Penentuan tegangan

Tegangan rencana harus ditentukan dari analisis elastis struktur atau dari riwayat tegangan yang diperoleh dari pengukuran regangan.

Tegangan rencana harus ditentukan sebagai tegangan normal atau geser dengan memperhitungkan semua beban rencana pada unsur, tetapi tidak termasuk pemusatan tegangan akibat geometri dari detil seperti yang diuraikan dalam Tabel 19 sampai Tabel 22 Pengaruh pemusatan tegangan yang tidak karakteristik dari detil harus diperhitungkan secara terpisah.

terhadap panah di mana variasi tegangan akan dihitung.

Untuk pendekatan fatik dari rangka yang menggunakan penampang terbuka di mana sambungan bukan sendi, pengaruh momen lentur sekunder harus diperhitungkan kecuali, bila: x d L > 40 atau y

d

L

> 40 (13.3-1)

Untuk rangka yang menggunakan penampang berongga, batas variasi tegangan dalam unsur boleh dihitung tanpa mempertimbangkan pengaruh kekakuan sambungan dan eksentrisitas dari akibat sebagaimana yang disebutkan di bawah ini:

a. Untuk rangka yang menggunakan penampang bulat berongga, batas variasi tegangan

harus dikalikan dengan faktor yang sesuai dengan yang diberikan dalam Tabel 17.

b. Untuk rangka yang menggunakan penampang persegi berongga, batas variasi tegangan

yang dihitung harus dikalikan dengan faktor yang sesuai dengan yang diberikan dalam Tabel 18.

c. Tebal rencana leher las sudut harus melebihi tebal dinding unsur yang dihubungkan. Tabel 17 Faktor pengali untuk penampang bulat berongga

Jenis Hubungan Batang Vertikal Diagonal

Jenis K 1,5 1,0 1,3

Hubungan dengan sela

Jenis N 1,5 1,8 1,4

Jenis K 1,5 1,0 1,2

Hubungan dengan sambungan

lebih Jenis N 1,5 1,65 1,25

Tabel 18 Faktor pengali untuk penampang persegi berongga

Jenis Hubungan Batang Vertikal Diagonal

Jenis K 1,5 1,0 1,5

Hubungan dengan sela

Jenis N 1,5 2,2 1,6

Jenis K 1,5 1,0 1,3

Hubungan dengan sambungan

Tabel 19 Kategori Detil : kelompok 1 – detil tanpa las Detil Konstruksi Kate gori Detil Gambar Deskripsi

Produk Giling atau Dibentuk

160 1. Pelat dan bidang rata

2. Penampang giling 3. Pipa tanpa sambungan

Ujung tajam, aliran permukaan dan aliran giling dihilangkan dengan gerinda dalam arah penggunaan tegangan.

Hubungan yang Dibaut

140 4 dan 5.

Batas variasi tegangan terhitung pada

penampang penuh untuk kategori baut

8.8/TF dan pada penampang bersih dalam hal lain. Hubungan pelat penutup satu sisi

tidak terdukung harus dihindari atau

pengaruh eksentrisitas diperhitungkan dalam perhitungan tegangan.

Bahan dimana Ujung Dipotong Secara Gas atau Geser Tanpa Garis Sisa

140 6.

Semua bahan diperkeras dan tanda ketidak

rataan ujung yang terlihat dihilangkan

dengan mesin atau gerinda dalam arah penggunaan tegangan.

Bahan dimana Ujung Dipotong Gas Mesin dengan Garis Sisa atau Bahan Dipotong dengan Gas biasa

125

7.

Sudut dan tanda ketidak rataan ujung yang terlihat dihilangkan dengan gerinda dalam arah penggunaan tegangan.

Tabel 20 Kategori Detil : kelompok 2 – detil las tidak dalam penampang berongga

Detil Konstruksi Kategori

Detil Gambar Deskripsi

Penampang I Pelat Dilas dan Gelagar Boks dengan Las Memanjang Meneruss

125 8 dan 9

Daerah las sudut atau tumpul

otomatik memanjang menerus

yang dilaksanakan dari kedua sisi dan semua las tidak mempunyai kedudukan berhenti mulai.

112 10 dan 11

Daerah las tumpul otomatik

menerus dibuat hanya dari satu sisi

dengan batang penunjang

menerus dan semua las tidak

mempunyai kedudukan berhenti

mulai. 12

Daerah las sudut atau tumpul

memanjang menerus yang

dilaksanakan dari kedua sisi tetapi

mempunyai kedudukan berhenti

mulai.

90

13

Daerah las memanjang menerus yang dilaksanakan hanya dari satu sisi dengan atau tanpa kedudukan berhenti mulai.

Catatan : Panah menunjukan lokasi dan arah tegangan yang bekerja dalam bahan dasar untuk mana batas variasi tegangan akan dihitung. Tegangan ini bekerja pada bidang tegak lurus terhadap panah.

Tabel 20 Kategori Detil : kelompok 2 – (lanjutan)

Detil Konstruksi Kategori

Detil Gambar Deskripsi

Las memanjang tidak menerus

80 14

Daerah umum.

71

15.

Daerah yang mempunyai lubang

lengkung dalam sambungan T

dilas memanjang. Lubang

lengkung tidak diisi oleh las.

Las tumpul melintang (penetrasi penuh)

112

16.

Sambungan melintang dalam pelat,

penampang rata dan giling

mempunyai perkuatan las yang digerinda rata dengan permukaan pelat. Pemeriksaan tanpa merusak (NDT) 100 % dan permukaan las bebas dari keropos terbuka dalam metal las.

17

Gelagar pelat dilas seperti (16) pemasangan sebelumnya.

18

Sambungan melintang seperti (16) dengan peralihan lengkung atau

penyempitan  1 : 4.

Catatan : Panah menunjukan lokasi dan arah tegangan yang bekerja dalam bahan dasar untuk mana batas variasi tegangan akan dihitung. Tegangan ini bekerja pada bidang tegak lurus terhadap panah.

Digunakan pelat pemerata las, yang kemudian dipindahkan dan ujung las digerinda rata dalam arah tegangan. Las dibuat dari 2 sisi.

Tabel 20 Kategori Detil : kelompok 2 – (lanjutan)

Detil Konstruksi Kategori

Detil Gambar Deskripsi

Las tumpul melintang (Penetrasi Penuh)

80 19

Sambungan melintang dari pelat,

penampang giling atau gelagar

pelat. 20

Sambungan melintang dari

penampang giling atau gelagar pelat dilas, tanpa lubang lengkung. Dengan lubang lengkung gunakan kategori detil 71, seperti untuk 15. 21

Sambungan melintang dalam pelat atau bidang rata yang lebarnya atau tebalnya berkurang dimana

penyempitan adalah  1 : 4.

80 22.

Sambungan melintang seperti

untuk (21) dengan penyempitan lebar atau tebal > 1 : 4 dan  1 : 2,5.

71

23

Sambungan las tumpul melintang

dibuat pada pelat penunjang.

Ujung las sudut dari pelat

penunjang harus lebih besar dari 10 mm terhadap ujung pelat dalam tegangan.

24

Las tumpul melintang seperti untuk (23) dengan penyempitan lebar atau tebal < 1 : 2,5

Catatan : Panah menunjukan lokasi dan arah tegangan yang bekerja dalam bahan dasar untuk mana batas variasi tegangan akan dihitung. Tegangan ini bekerja pada bidang tegak lurus terhadap panah.

Digunakan pelat pemerata las, yang kemudian dipindahkan dan ujung las digerinda rata dalam arah tegangan. Las dibuat dari 2 sisi.

Tabel 20 Kategori Detil : kelompok 2 – (lanjutan)

Detil Konstruksi Kategori

Detil Gambar Deskripsi

Las tumpul melintang (penetrasi penuh)

50

25

Las tumpul melintang seperti (23) dimana las sudut berakhir lebih dekat dari 10 mm terhadap ujung pelat.

Sambungan salib dengan las pemikul beban

71

56

36

26

Las penetrasi penuh dengan pelat antara diperiksa dengan cara tidak merusak (NDT) dan bebas cacat. Kekurangan alinemen maksimum pelat pada tiap sisi sambungan diijinkan < 0.15 x tebal pelat antara. 27

Penetrasi sebagian atau las sudut

dengan batas variasi tegangan

dihitung pada luas pelat. 28

Penetrasi sebagian atau las sudut

dengan batas variasi tegangan

dihitung pada luas leher las.

Sambungan lebih dilas sudut yang dilas

63

29

Las dan elemen lebih yang

mempunyai kekuatan rencana

lebih dari pelat utama. Tegangan

dalam pelat utama dihitung

berdasarkan luas dalam gambar.

56

30

Las dan pelat utama keduanya

mempunyai kekuatan rencana

45

31

Pelat utama dan elemen

sambungan lebih keduanya

mempunyai kekuatan rencana

lebih besar dari las.

Catatan : Panah menunjukan lokasi dan arah tegangan yang bekerja dalam bahan dasar untuk mana batas variasi tegangan akan dihitung. Tegangan ini bekerja pada bidang tegak lurus terhadap panah.

Tabel 20 Kategori Detil : kelompok 2 – (lanjutan)

Detil Konstruksi Kategori

Detil Gambar Deskripsi

Tambahan yang dilas 90 L1/3 80 L50 mm 71 50 < L100 50 L > 100 45 r/b < 1/6 32

Las sudut memanjang yang tidak

memikul beban. Kelas detil

bervariasi sesuai panjang las.

Satuan L adalah milimeter. 33

Pelat pertemuan dilas pada ujung pelat atau flens balok. Jari-jari peralihan ( r ) dibentuk oleh mesin atau pemotongan api ditambah

perataan gerinda. Kelas detil

bervariasi sesuai perbandingan

r/b.

80

34

Penghubung geser pada bahan dasar (bahan dasar runtuh).

80

t  12 mm

71 t > 12 mm

35

Las sudut melintang  10 mm dari

ujung pelat. 36

Pengaku vertikal dilas pada balok atau flens/badan gelagar pelat oleh las menerus atau tidak menerus. Dalam hal badan memikul aksi

rencana kombinasi lentur dan

geser, kekuatan fatik harus

ditentukan menggunakan batas

variasi tegangan dari tegangan dasar.

37

Diafragma gelagar baoks yang

dilas pada flens atau baadan oleh las menerus atau tidak menerus.

Catatan : Panah menunjukan lokasi dan arah tegangan yang bekerja dalam bahan dasar

untuk mana batas variasi tegangan akan dihitung. Tegangan ini bekerja pada bidang tegak lurus terhadap panah.

Tabel 20 Kategori Detil : kelompok 2 – (lanjutan)

Detil Konstruksi Kategori

Detil Gambar Deskripsi

Pelat penutup balok dan gelagar pelat 50 tfdan tp 25 mm 36 tfdan tp > 25 mm 38

Daerah ujung dari pelat penutup tunggal atau majemuk, dengan atau tanpa las melintang ujung. Untuk pelat penguat yang lebih besar dari flens, diperlukan las sekelilingnya. Lihat (35) untuk fatik dalam las sendiri.

Las dibebani dalam geser

80

39

Las sudut menerus menyalurkan

aliran geser menerus (badan

keflens dalam gelagar pelat). 40

Penghubung geser selain paku

yang dibebani dalam geser

(keruntuhan dalam las). 41

Penghubung geser paku yang dilas

dan dibebani dalam geser

(keruntuhan dalam las). Tegangan geser dihitung pada penampang nominal.

Catatan : Panah menunjukan lokasi dan arah tegangan yang bekerja dalam bahan dasar

untuk mana batas variasi tegangan akan dihitung. Tegangan ini bekerja pada bidang tegak lurus terhadap panah.

Tabel 21 Kategori Detil : kelompok 3 – Penampang Berongga

Detil Konstruksi Kategori

Detil Gambar Deskripsi

Las memanjang otomatik menerus

140

(44) 44

Tidak ada berhenti mulai atau seperti dari pabrik

Las tumpul melintang 90 t8 mm 71 t < 8 mm (45) 45

Las tumpul ujung ke ujung,

hubungan penampang bulat

berongga. 71 t8 mm 56 t < 8 mm (46) 46

Las tumpul ujung ke ujung,

hubungan penampang persegi

berongga. 56 t8 mm 50 t < 8 mm (47) 47

Penampang bulat berongga, las tumpul ujung ke ujung dengan pelat antara. 50 t8 mm 41 t < 8 mm (48) 48

Penampang persegi berongga, las tumpul ujung ke ujung dengan pelat antara.

Tambahan yang dilas (tidak memikul beban)

71

(49) 49

Penampang bulat atau persegi

berongga, dilas sudut pada

anggota lain. Lebar potongan

sejajar dengan arah tegangan

adalah100 mm.

Las sudut melintang (memikul beban) 45

t8 mm 40

t < 8 mm (50)

50

Penampang bulat berongga, dilas sudut ujung ke ujung dengan pelat antara

40 t8 mm 36 t < 8 mm (51) 51

Penampang persegi berongga,

dilas sudut ujung ke ujung dengan pelat antara.

Catatan : Panah menunjukan lokasi dan arah tegangan yang bekerja dalam bahan dasar

untuk mana batas variasi tegangan akan dihitung. Tegangan ini bekerja pada bidang tegak lurus terhadap panah.

Tabel 22 Kategori Detil : kelompok 4 – Baut

Detil Konstruksi Kategori

Detil Gambar Deskripsi

Baut dalam geser (hanya 8,8/TB baut kategori) 100

(42) 42

Batas variasi tegangan geser

dihitung pada luas diameter lebih kecil dari baut (Ac)

Baut ldan batang berbenang dalam tarikan

36

(43) 43

Tegangan tarik dihitung pada luas tegangan tarik As. Gaya tambahan akibat pengaruh melenting harus diperhitungkan. Untuk baut dalam tarikan (8,8/TF dan 8,8/TB), batas variasi tegangan tergantung pada

pada tingkat prategang dan

geometri hubungan.

13.3.2 Perhitungan spektrum rencana

Spektrum tegangan dari suatu pembebanan nominal yang menghasilkan siklus tegangan yang tidak teratur harus diperoleh dengan cara perhitungan siklus tegangan yang rasional. Dapat digunakan cara perhitungan curah hujan (rain flow) atau ekivalen.

Dalam dokumen Perencanaan struktur baja untuk jembatan (Halaman 111-122)

Dokumen terkait