• Tidak ada hasil yang ditemukan

Penerapan atau Aplikasi E-learning dalam Audio dan Video Conrferencing, serta Videobroadcasting

BAB IV : HASIL DAN PEMBAHASAN

LANDASAN TEORI

3. Prinsip Pembelajaran Jarak Jauh

2.3 Penerapan atau Aplikasi E-learning dalam Audio dan Video Conrferencing, serta Videobroadcasting

a. Audio Conferencing

Audio conferencing merupakan salah satu teknologi e-learning interaktif paling sederhana dan paling murah untuk pembelajaran jarak jauh.

20

Audio conrferencing adalah interaksi atau konferensi langsung dalam bentuk audio (suara) antar dua atau lebih yang berada pada tempat berbeda, bahkan dapat melibatkan pembelajar yang banyak pada lokasi yang tersebar dan berbeda. Teknologi yang digunakan adalah telepon. Dalam pelaksanaan audio conferencing dibutuhkan perangkat tambahan (audio conferencing bridge) yang dapat mengurangi ganguan (noise) maupun interaksi pada sistem (Munir, 2009, 181).

b. Video Broadcasting

Video broadcasting merupakan salah satu teknologi e-learning interaktif yang bersifat satu arah (komunikasi linear). Penggunaan program e-learning dengan program video broadcasting lebih banyak digunakan dibandingkan dengan audio conferencing. Hal ini terjadi karena sifat video broadcasting yang audio visual. Dalam prinsip belajar diungkapkan bahwa belajar akan lebih berhasil jika melibatkan banyak indera. Sasaran pesertanya dalam jumlah yang besar (massal) dan menyebar (dispersed). Sebagai media transaksinya umumnya menggunakan media satelit. Pembelajar mengikuti program pembelajaran melalui video broadcasting dengan cara melihat dan mendengarkan pesawat televisi yang terhubung ke stasiun (broadcaster) tertentu melalui antenna penerima bisa atau antena parabola yang dilengkapi dengan decoder khusus ( Munir, 2009, 181). c. Video Conferencing

Teknologi multimedia video broadcasting dapat memungkinkan seluruh pembelajar melihat, mendengar, dan bekerja sama secara langsung.

21

Sesuai dengan namanya, fungsi video broadcasting memberikan visualisasi secara langsung dan lengkap kepada seluruh pembelajar dengan multi media (video, audio dan data).

Video conferencing distance learning adalah salah satu aplikasi dari teknologi informasi dan komunikasi yang memberikan salah satu solusi dalm bidang pendidikan dengan menawarkan banyak manfaat dan kemudahan bagi pengajar dan pembelajar sebagai penggunanya. Video conferencing distance learning memungkinkan interaksi antara dua orang atau lebih, dua kelas atau lebih pada tempat yang berbeda dan waktu yang bersamaan menggunakan sistem multipoint. Interaksi terjadi antara pembelajar dengan pengajar, pembelajar dengan pembelajar lain, pembelajar dengan materi pembelajaran dan pembelajar dengan sumber-sumber informasi (information resource) pada lokasi yang berbeda dan dilakukan secara langsung (real time) dan komunikatif seperti pada kelas konvensional yang menerapkan tatap muka langsung. Materi pembelajaran pada video conferencing distance learning disajikan dalam bentuk suara (audio), gambar (visual), maupun teks, secara terpisah atau bersamaan (simultan) ( Munir, 2009, 182).

Penggunaan video conferencing banyak manfaatnya. Pengajar dan pembelajar lebih memilih menggunkan video conferencing untuk menghemat waktu, tempat, dan tenaga, serta menghindar segala resiko yang bisa terjadi setiap saat. Sekurangnya ada tiga manfaat dalam pembelajaran

22

jarak jauh menggunakan sistem video conference ini, yaitu : ( Munir, 2009, 182).

1) Dapat menjembatani kesenjangan pendidikan. Sistem seperti ini sangat membantu, terutama jika dikaitkan dengan letak geografis Negara Indonesia yang terdiri dari berbagai pulau yang tersebar. Dengan adanya teknologi video conference ini akan lebih mendekatkan sekaligus memudahkan kendala geografis tersebut. 2) Memperkokoh demokratisasi. Sistem pembelajaran jarak jauh dengan

video conference ini diharapkan dapat diperluas jaringan dan aksesnya yang dapat dipercepat sehingga dapat mempersatukan pembelajar yang tersebar di berbagai tempat.

3) Melakukan inovasi yang menarik. Sistem pembelajaran jarak jauh dengan video conference ini, menjadikan proses pembelajaran menjadi lebih menarik, menyenangkan, dan mencerdaskan. Belajar terasa menyenangkan dan tidak membosankan karena sambil melihat monitor, layar televisi, atau layar video yang menarik dan interaktif. Dengan dilakukannya sistem pembelajaran jarak jauh ini, diharapkan investasi dalam pembentukan Sumber Daya Manusia (SDM) akan berhasil.

4) Secara materi dapat menghemat biaya pembelajaran, karena tidak perlu membayar banyak pengajar, tidak mengeluarkan anggran untuk membangun gedung atau kampus atau kelas untuk belajar.

23

Terciptanya sistem pembelajaran jarak jauh ini, juga semakin memudahkan suatu lembaga pendidikan berkembang lebih maju. d. Silabus Online

Panduan proses pembelajaran antara pengajar dan pembelajar telah disediakan dalam silabus online. Seluruh pembelajar dan orang tua bisa memantaunya di silabus online. Dengan silabus online ini diharapkan dapat terjalinnya hubungan yang serasi dengan kontrol yang baik diantara lembaga pendidikan, masyarakat dan dunia kerja (Munir, 2009, 182).

e. The World Wide Web (WWW)

Penerapan e-learning melalui jaringan internet menempatkan materi pembelajaran pada situs pembelajaran tertentu. Situs tersebut dapat diakses oleh pengajar maupun pembelajar kapan dan dimana saja. Kehadiran situs web bagi suatu organisasi pada era digital dan internet di Dunia maya saat ini dan mungkin masa yang akan datang telah menjadi suatu kebutuhan standar yang sangat penting. Karena sebagai pintu masuk menemukan dan mengenal untuk memperoleh informasi suatu organisasi dilingkungan dunia maya. Lembaga-lembaga pendidikan, termasuk sekolah dan perguruan tinggi sekarang hampir semuanya memiliki situs web ( Munir, 2009, 184).

Selain sebagai kebutuhan, situs web ini merupakan tuntutan masyarakat yang memerlukan informasi tentang lembaga tersebut, sehingga idealnya pemahaman akan pentingnya situs web secara teoritis maupun praktis. Oleh karena itu situs web hendaknya dirancang dan dipelihara agar

24

menarik dan representatif dan dapat memenuhi kebutuhan informasi para pembaca dari masyarakat luas. ( Munir, 2009, 184).

f. Elektronic Mail (E-Mail) atau Surat Elektronik

Dalam era globalisasi dewasa ini, teknologi informasi dan komunikasi telah merajai dunia komunikasi, karena adanya media yang sangat cepat, akurat, dan memikat yaitu sistem informasi dan komunikasi melalui komputer, khususnya jaringan internet. Melaui jaringan internet itu kita mendapatkan berbagai informasi. komunikasi melalui internet memungkinkan manusia di seluruh dunia untuk mentransfer dan menerima informasi, pengetahuan, hiburan, dan sebagainya. Tidak ketinggalan orang-orang yang peduli terhadap pendidikan melakukan langkah-langkah inovatif memanfaatkan komunikasi melalui jaringan internet ini untuk dijadikan sumber atau media pembelajaran.

Untuk mendapatkan materi pembelajaran pengajar dan pembelajar tidak hanya membaca dari berbagai sumber belajar yang tercetak, namun dapat mengakses ke internet, sehingga akan mendapatkan informasi dan pengetahuan yang berkualitas, terbaru (update), cepat, murah, dan sesuai dengan yang dibutuhkan. Jika membaca buku atau sumber belajar tercetak lainnya pengajar cenderung pasif, namun melalui jaringan internet ini lebih aktif dan interaktif. Selain itu untuk mempermudah penyajian materi pembelajaran dari pengajar kepada pembelajar baik secara tatap muka atau jarak jauh yang terhalang ruang dan waktu maka dilakukan melalui jaringan internet online section. Salah satu cara penyebaran, pengiriman, dan

25

penerimaan informasi dengan cepat, tepat, akurat, dan mudah diperoleh sehingga membuat informasi itu memiliki nilai (value) adalah dengan e-mail ( Munir, 2009, 184).

g. Voice Mail

Sistem voice mail menyimpan dan menyampaikan pesan suara yang diubah dalam bentuk digital. Pesan suara dikirim dalam bentuk digtat pada penerima telephone mailbox. Pesan suara secara digit disimpan pada keduanya dengan alat penyimpanan, seperti disk magnetic. Ketika penerima mendapatkan kembali pesan dari mailbox, pesan diubah kembali pada bentuk suara asli.

Pesan suara diatur dengan menekan serangkaian tombol telephone pengguna kadang-kadang sulit (terganggu) mengendalikan rangkaian rekaman suara. Penerima pesan dapat mengulangi atau meneruskan pesan atau mengirimkan melalui mailbox lain. Pesan boleh diedarkan seperti memo suara, dengan setiap penerima melampirkan komentar lisan. (Munir, 2009, 186).

h. Telekonferensi dan Sistem Pertemuan Elektronik

komputer sebagai hasil teknologi informasi dan komunikasi telah memperbesar kemungkinan berkomunikasi antara orang banyak tanpa dibatasi jarak, tempat, dan waktu. Pembelajar dapat berada ditempat yang jauh dan proses pembelajarannya menggunakan audio konferensi, video konferensi, atau dengan fasilitas pertemuan elektronik, sehingga pertemuan dapat dilakukan kapan saja dan dimana saja. ( Munir, 2009, 186).

26

i. Pengiriman Pesan Kilat (Instant Messenger)

Pengiriman pesan kilat (Instant Messenger) berfungsi untuk memudahkan berkomunikasi tidak terbatas waktu, ruang, dan orang, dilakukan kapan saja, dimana saja, dengan siapapun. Disebut pesan kilat karena pesan dikirim hanya dalam hitungan detik dan dapat langsung terbalas. Bentuk pesan yang dikirim dapat berupa teks, suara, atau video (Munir, 2009, 186)

2.4 Aplikasi E-Learning a. Moodle

Salah satu aplikasi e-learning yang berbasis open source adalah Moodle. Moodle adalah paket software yang diproduksi untuk kegiatan belajar berbasis internet dan website. Moodle dikembangkan pertama kali dikembangkan oleh Martin Diogamas yang mempertahankan moodle sebagai paket software e-learning yang free (gratis) dan open source (terbuka source programnya). Moodle terus mengembangkan rancangan sistem dan desain user interface setiap minggunya (up to date). Oleh karena itu, moodle tersedia dan dapat digunakan secara bebas sebagai produk open source. Sistem e-learning berbasis open source (Moodle) yang digunakan diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas kinerja pengajar dan pemahaman pembelajar terhadap materi pembelajaran. ( Munir, 2009, 180).

Istilah Moodle singkatan dari Modular Object Oriented Dynamic Learning Enviroment yang berarti tempat belajar dinamis dengan

27

menggunakan model berorientasi objek atau merupakan paket lingkungan pendidikan berbasis web yang dinamis dan dikembangkan dengan konsep berorientasi objek. Moodle bisa di download secara gratis dari

www.moodle.org. Moodle bisa memberikan paket software yang lengkap (Moodle + Apache + MySQL + PHP). Contoh Moodle yang ada sekarang antara lain versi 1.4.3 ( Munir, 2009, 180).

Kelebihan Moodle, antara lain :

1) Penggunaannya tepat untuk kelas online.

2) Hasil belajarnya relatif sama baiknya dengan belajar secara langsung tatap muka dengan pengajar.

3) Pengajar mempunyai hak istimewa, yaitu dapat mengubah (memodifikasi) materi pembelajaran. Pengajar dapat mengatur pelajaran, termasuk melarang pengajar yang lain memberikan pelajaran. Selain itu, dapat memilih bentuk atau metode pembelajaran seperti berdasarkan mingguan, berdasarkan topik atau bentuk diskusi.

4) Teknologi yang digunakan bersifat sederhana, sehingga mudah, relatif murah, dan efisien.

5) Program mudah di install.

6) Programnya cukup satu database yang diperlukannya.

7) Pelajaran dilengkapi dengan dengan tampilan penjelasan. Selain itu, pelajaran dapat dipilah menjadi beberapa kategori dan dapat mendukung banyak pelajaran.

28

8) Keamanan yang terjamin dengan baik.

9) Disediakan paket untuk berbagai bahasa, sehingga memudahkan setiap pengguna untuk memilih bahasa yang digunakan, bisa Bahasa Indonesia, Inggris, Cina, Perancis, dan sebagainya. b. Atutor

Aplikasi e-learning yang berbasis open source selain Moodle adalah Atutor. Atutor adalah Web-based Open Source Learning Control Management System (LCMS) di desain dengan aksessibilitas dan kemampuan adaptasi. Atutor merupakan paket software yang diproduksi untuk kegiatan belajar berbasis internet dan website administrator dapat menginstal atau meng-update Atutor dengan cepat dan singkat. Pengajar dapat dengan cepat memasang, memaketkan, dan mendistribusikan materi pembelajaran, dan mengadakan kursus oline-nya sendiri. Pembelajar belajar dalam lingkungan yang berbeda-beda. Atutor bisa di bisa di download secara gratis dari www.atutor.ca.

Keberadaan dan pemanfaatan sistem e-learning berbasis open source (moodle dan atutor) sebagai media pembelajaran elektronik (tutorial online) dapat dijadikan pertimbangan dalam menentukan arah dan kebijakan. Sedangkan bagi penyelenggara pembelajaran jarak jauh sistem e-learning berbasis open source (Moodle) dapat dijadikan media untuk melakukan proses pembelajaran jarak jauh (Munir, 2005, 180-181).

29 2.5 Konsep Dasar Sistem

Terdapat dua kelompok pendekatan di dalam pendefinisian sistem, yaitu kelompok yang menekankan pada prosedur dan kelompok yang menekankan pada elemen atau komponennya. Pendekatan yang menekankan pada prosedur mendefenisikan sistem sebagai suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama-bersama untuk melakukan suatu kegiatan atau untuk menyelesaikan suatu sasaran tertentu. Sedangkan pendekatan sistem yang lebih menekankan pada elemen atau komponen mendefenisikan sistem sebagai kumpulan dari elemen-elemen yang berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan tertentu (Jogiyanto, 2005, 1-2).

a. Pengertian Sistem

Setiap sistem terdiri dari struktur dan proses. Struktur sistem merupakan unsur-unsur yang membentuk sistem tersebut. Sedangkan proses sistem menjelaskan cara kerja setiap unsur sistem tersebut dalam mencapai tujuan sistem.

Dari uraian diatas dapat diambil kesimpulan bahwa suatu sistem pada dasarnya sekelompok unsur yang erat hubungannya satu dengan yang lain, yang berfungsi bersama-sama untuk mencapai tujuan tertentu. Suatu sistem mempunyai maksud tertentu.

Ada yang menyebutkan maksud dari suatu sistem adalah untuk mencapai suatu tujuan (goal) dan ada yang menyebutkan untuk mencapai suatu sasaran (objectives). Tujuan biasanya dihubungkan

30

dengan ruang lingkup yang lebih luas sementara sasaran memiliki ruang lingkup yang lebih sempit (Sutabri, 2003, 8-11).

b. Pengertian Sub Sistem

Sebuah sistem umumnya tersusun atas sejumlah sistem-sistem yang lebih kecil. Sistem-sistem yang berada dalam sebuah sistem itulah yang disebut subsistem (Kadir, 2003, 60).

Suatu sistem dapat terdiri dari bagian-bagian sistem atau subsistem. Contoh, sistem komputer dapat terdiri dari subsistem perangkat keras dan subsistem perangkat lunak (Sutabri, 2003, 5).

c. Karakteristik Sistem

Model umum sebuah sistem terdiri dari input, process dan output. Hal ini merupakan konsep sebuah sistem yang sangat sederhana mengingat sebuah sistem dapat mempunyai beberapa masukan dan keluaran sekaligus. Selain itu sebuah sistem juga memiliki karakteristik dan sifat-sifat yang tertentu, yang mencirikan bahwa hal tersebut bisa dikatakan sebagai suatu sistem (Sutabri, 2003, 11).

31

Gambar 2.1 Karakteristik suatu sistem (Jogiyanto, 2005, 6). Adapun karakteristik yang dimaksud adalah sebagai berikut :

1. Komponen Sistem (Components)

Suatu sistem terdiri dari sejumlah komponen yang saling berinteraksi, yang bekerja sama membentuk satu kesatuan.

2. Batasan Sistem (Boundary)

Sub system Sub system input Sub system Sub system Boundary Boundary Interface pengolahan output Boundary

32

Batasan sistem sistem merupakan daerah yang membatasi antara sistem dengan sistem yang lainnya atau sistem dengan lingkungan luarnya.

3. Lingkungan Luar Sistem (Environment)

Bentuk apapun yang ada diluar ruang lingkup atau batasan sistem yang mempengaruhi operasi sistem tersebut disebut dengan lingkungan luar sistem.

4. Penghubung Sistem (Interface)

Sebagai media yang menghubungkan sistem dengan subsistem yang lain disebut dengan penghubung sistem atau interface.

5. Masukan Sistem (Input)

Energi yang dimasukkan ke dalam sistem disebut masukan sistem, yang dapat berupa pemeliharaan (maintenance input) dan sinyal (signal input).

6. Keluaran Sistem (Output)

Hasil dari energi yang diolah dan diklasifikasikan menjadi keluaran yang berguna.

7. Pengolah Sistem (process)

Suatu sistem dapat mempunyai suatu proses yang akan mengubah masukan menjadi keluaran.

33

Suatu sistem mempunyai tujuan dan sasaran yang pasti dan bersifat deterministik, kalau suatu sistem tidak memiliki sasaran, maka operasi sistem tidak ada gunanya. Suatu sistem dikatakan berhasil bila mengenai sasaran atau tujuan yang telah direncanakan (Sutabri, 2003, 11-12).

Dokumen terkait