• Tidak ada hasil yang ditemukan

KAJIAN PUSTAKA

2.1 Landasan Teori

2.1.11 Penerapan Metode Just In Time (JIT)

sebuah sistem nyata, model ini menggambarkan suatu sistem menggunakan prinsip matematik dalam bentuk persamaan.

Melalui penggunaan model matemetika, permasalahan umum yang ada di dunia nyata akan coba diformulasikan menggunakan fungsi ataupun persamaan untuk membentuk sebuah model matematika. Model ini nantinya akan menjadi solusi yang digunakan untuk memecahkan masalah yang ada sehingga dapat ditarik suatu kesimpulan secara matematika. Kesimpulan ini kemudian akan diinterpretasikan untuk memprediksi fenomena di dunia nyata. Selanjutnya prediksi yang ada akan diuji coba pada permasalahan yang ada.

Model matematika bukan merupakan representasi (perwakilan) yang benar–benar akurat tentang situasi dan fisik. Model yang baik akan menyederhanakan realitas yang ada dan memungkinkan untuk dibuatnyasebuah perhitungan yang cukup akurat sehingga memberikan kesimpulan berharga. Model juga dibangun berdasarkan pada asumsi yang ada, sehingga tidak ada model yang terbaik untuk semua keadaan, hal ini akan tergantung pada situasi dan asumsi yang digunakan.

2.1.11 Penerapan Metode Just In Time (JIT)

Saat ini, perhatian telah banyak diberikan pada sistem manajemen jepang yaitu sistem Just In Time (JIT). Hal yang melatar belakangi adalah karena perusahaan- perusahaan asing menawarkan

produk-produk bermutu tinggi, biaya lebih rendah, dan ciri-ciri terspesialisasi sehingga menciptakan tekanan yang sangat berat pada perusahaan-perusahaan domestik. Tekanan persaingan tersebut membuat banyak perusahaan meninggalkan metode – metode tradisional dan terdorong untuk menggunakan pendekatan Just In Time (JIT). Sistem ini menawarkan peningkatan efisiensi biaya dan sekaligus fleksibilitas dalam menanggapi permintaan pelanggan dengan demikian dapat menjamin mutu yang lebih baik dan lebih bervariasi serta memiliki harga yang bersaing. Berikut perbedaan antara sistem Just In

Time (JIT) dan Tradisional antara lain:

Sitem Just In Time:

1. Persediaan tidak signifikan 2. Jumlah pemasok kecil

3. Kontrak jangka pajang dengan pemasok, pemasok dalah partner yang bisa dibina

4. Tenaga kerja multi ahli 5. Jasa terdesentralisasi

6. Keterlibatan pegawai tinggi , loyalitas tinggi , kerja sepanjang masa 7. Gaya manajemen partisipatif

25

Sistem Tradisional 1. Persediaan signifikan 2. Jumlah pemasok banyak

3. Kontrak jangka pendek dengan pemasok, pemasok adalah pihak yang dieksploitir

4. Tenaga kerja terspesialisasi

5. Keterlibatan pegawai rendah , kerja mencari upah , tidak ada loyalitas, sering pindah kerja

6. Gaya manajemen otoriter 7. Pengendalian mutu terbatas 2.2 Penelitian Terdahulu

1. Okie Ariefiandi (2010), melakukan Praktik Kerja Lapangan tentang pelaksanaan Supply Chain Management dan sistem Kanban pada Divisi

Logistic di PT Shinwoo Global Indonesia. Faktor–faktor yang menjadi

sorotan pada laporannya adalah faktor perancangan dalam penanganan bahan baku, perencanaan kebutuhan bahan baku, pengendalian proses produksi dan penggunaan Kanban sebagai alat kendali produksi.

2. Agung Nugroho (2011), melakukan penelitian mengenai faktor penentu kinerja sistem Just In Time dengan menggunakan metode Analytic

Network Process dengan studi kasus di PT Nippon Indosari Corpindo.

Sebagai industri bakery dengan merek dagang Sari Roti dan Boti, PT Nippon Indosari Corpindo telah menetapkan sistem perencanaan dan pengendalian manufacturing dengan menggunakan sistem Just In Time.

Pengukuran kinerja perusahaan dengan adanya penerapan sisten Just In

Time dilakukan berdasarkan aspek kualitas, tingkat persediaan dan

produktivitas.

3. Anton Leo (2012), melakukan penelitian pada PT Birina Multi Daya, sebuah perusahaan yang bergerak dalam bidang usaha household

manufacture. Masalah yang dihadapi perusahaan ini adalah adanya

ketidakefisienan dan pemborosan yang berasal dari ketidakteraturan yang terjadi pada lantai produksi. Sistem produksi Just In time,direkomendasikan untuk mencapai tingkat efisiensi yang tinggi dalam

proses produksi dengan biaya yang minimal.

4. Sarker (2010) perusahaan harus mengeliminasi tujuh jenispemborosan dalam lantai produksi menurut definisi Toyota (Over production, Inventory, Transportation, Delay, Over processing, Rework, danPergerakan yang tidak perlu).Peta Value Stream digunakan sebagai alat untuk mengidentifikasi pemborosan.

5. Putra dan Idayati (2014) Penerapan metode Just In Time pembelian bahan baku untuk meningkatkan biaya persediaan bahan baku Kualitatif dengan pendekatan studi kasus Hasil penelitian menunjukkan dengan penerapan Just In Time pada Cv. Mega Jaya arosri pada tahun 2012 dapat menekan biaya persediaan bahan baku, sehinggat terdapat efisiensi nilai biaya bahan baku dari penerapan sistem Just In Time.

6. Ratnasari, Dzulkirom AR dan Husaini. (2014) Analisis just in time dalam usaha meningkatkan efisiensi biaya produksi (studi kasus pada perusahaan

27

kecap cap kuda” tulungagung). Jenis penelitian yang dilakukan termasuk dalam jenis penelitian deskriptif dan termasuk dalam penelitian studi kasus. Penerapan Just in Time System ada perusahaan kecap cap “KUDA” secara evolusioner akan memberikan banyak anfaat bagi proses produksinya, sehingga akan memperoleh efisiensi biaya produksi yang semakin besar yang mendukung misi perusahaan.

7. Sekunder, W (2011) Penerapan Just In Time dalam sistem pembelian dan sistem produksi. Kualitatif dengan sistem analisis kepustakaan Proses penerapan Just In Time dalam perusahaan harus memperhatikan beberapa hal, yaitu: mengedukasi dan telatih seluruh pihak yang ada dalam perusahaan, menjadikan kualitas sebagai prioritas, menjadikan para pekerja memiliki kemampuan yang beragam dan handal, memperhatikan persediaan, mengurangi jumlah pemasok.

8. Diaz dan Retnani (2015) Penerapan metode JIT pembelian bahan baku dalam meningkatkan efisiensi biaya bahan baku. Kualitatif dengan pendekatan studi kasus penerapan Just In Time pada PT. Semanggimas Sejahtera dapat meningkatkan efisiensi biaya bahan baku dengan menekan biaya persediaan bahan baku yakni biaya yang dikeluarkan perusahaan dalam menyimpan bahan baku.

9. Rahayu (2011) “Pengaruh Aplikasi Strategi Just In Time Terhadap Efektivitas dan Efisiensi Biaya Produksi pada PT. Santosa Jaya Abadi Sidoarjo” Jenis penelitian ini bersifat explanatory Hasil penelitian yang membuktikan.

10. Adiguna, Agung Saputra. 2010. Analisis Pengaruh Penerapan Just In Time (JIT) dan Total Quality Management (TQM) Untuk Meningkatkan Laba Perusahaan Pada PT. Sugity Creatives. Jakarta: UPN Veteran Jakarta. 11. Galih, Wening. 2009. Pengaruh Implementasi Metode Just In Time (JIT)

Pada Sistem Produksi Terhadap Efisiensi Biaya Produksi (Studi Pada PT. Citra Bandung Laksana). Bandung: Skripsi Universitas Padjajaran.

Rahayu. 2012. Pengaruh Aplikasi Strategi Just In Time Terhadap

Efektivitas dan Efisiensi Biaya Produksi pada PT. Santosa Jaya Abadi Sidoarjo. Jurnal Ekuitas. ISSN: 1411-0393: Vol. 9 No. 4.

12. Santoso, Hendri Dian. 2009. Analisis Peranan Just In Time dan Total

Quality Managemet Untuk Mengefisiensikan Biaya Produksi Pada Perusahaan Bolu dan Snack Ribut Purwokerto. Bandung: Skripsi

Universitas Maranatha.

13. Supriatna, Trina Puspitasari. 2012. Penerapan Sistem Just In

TimeTerhadap Efisiensi Biaya Produksi Pada Perusahaan M-02 Handicraf Manufacture. Program Studi Akuntansi.

14. Tanuwijaya, Stephanie. 2010. Peranan Just In Time dalam Meningkatkan

Efisiensi Biaya Produksi (Studi Kasus Pada Perusahaan Tauco di Kabupaten Jabar). Bandung: Skripsi Universitas Maranatha. 129 Taslim,

Felicia Timothy. 2010.Penerapan Metode Just In Time dalam

Meningkatkan Efisiensi Biaya Bahan Baku, Biaya Tenaga Kerja dan Waktu Produksi (Studi Kasus Pada Lactasari Top Agriculture Company).

29

15. Ahmad, Sohel & Roger G. Schroeder, 2011. “The Impact Of Electronic data Interchange On Delivery Performance” Production and Operations

Management: An 16. International Journal of The Production and Operations Management Society.” Vol. 10: 16-30.

16. Chase, Richard B., Nicholas J.Aquilano, & F. Robert Jacobs,2010.

Production and Operations Menagement: Manufacturing and Services.

30 BAB III

Dokumen terkait