HASIL PENELITIAN
B. Penerapan Metode Kerja Kelompok di MTs DDI Pariangan Kab
Polewali mandar
Setelah Penulis Meneliti langsung ke sekolah tersebut, maka ditemukanlah jawaban terhadap permasalahan yang ada dalam skripsi ini.
Untuk mengetahui penerapan metode kerja kelompok terhadap prestasi belajar bidang studi Sejarah Kebudayaan Islam di MTs DDI Pariangan Kab.
Polewali mandar, maka peneliti telah mengadakan wawancara langsung dengan guru di sekolah MTs DDI Pariangan Kab. Polewali mandar tersebut.
Dalam proses pembelajaran guru Sejarah Kebudayaan Islam dituntut untuk profesionalisme dan memiliki kreativitas dalam menghadapi peserta didik yang berbeda-beda latar belakang pendidikan dan pengetahuan agamanya sehingga mereka tidak merasa jenuh dan bosan serta tetap tertarik dalam mengikuti pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam dengan serius yang disampaikan oleh guru. Berikut pernyataan siswa tentang metode kerja kelompok yang diterapkan oleh guru dalam belajar Sejarah Kebudayaan Islam.
Tabel 6
Tanggapan siswa tentang metode kerja kelompok
No Kategori Jawaban Jumlah siswa Persentase
1 Sangat efektif 10 13,89%
2 Efektif 48 66,67%
3 Kurang efektif 14 19,44%
Jumlah 72 100%
Hasil Tabulasi Angket No. 1
Dari tabel di atas 72 siswa yang dijadikan sampel maka siswa yang menjawab sangat efektif penggunaan metode kerja kelompok yaitu 10 orang atau 13,89% sedang siswa yang menjawab efektif penggunaan metode kerja kelompok 48 orang atau 66,67%, sedangkan siswa menjawab kurang efektif penggunaan metode kerja kelompok yaitu 14 orang atau 19,44%.
Dari hasil tabulasi di atas menunjukkan bahwa dalam kegiatan proses belajar SeJarah kebudayaan Islam efektif penggunaan metode kerja kelompok dimana siswa dapat memperluas wawasannya dengan banyak berlatih menemukan sendiri solusi dari setiap permasalahan yang diberikan.
Sebagaimana wawancara penulis dengan Saharuddin S.Pd.I guru Sejarah Kebudayaan Islam di MTs DDI Pariangan Kab. Polman sebagai berikut:
Dalam proses pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam di MTs DDI Pariangan Kab. Polman metode kerja kelompok efektif diterapkan di sekolah karena siswa dapat memahami pelajaran yang diberikan oleh
guru serta bisa memperluas wawasannya tentang Sejarah Kebudayaan Islam (wawancara 14 Agustus 2015)
Dari pendapat di atas menunjukkan bahwa dalam kegiatan belajar mengajar ada beberapa hal yang harus diperhatikan dan dipahami. Pertama mengenai ciri-ciri metode mengajar Sejarah Kebudayaan Islam, faktor-faktor yang mempengaruhi penggunaan suatu metode. Kedua tujuan-tujuan umum penggunaan metode mengajar Sejarah kebudayaan Islam.
Dengan memahami tujuan-tujuan umum penggunaan metode mengajar Sejarah Kebudayaan Islam diharapkan kepada pendidik atau guru agar dapat dan mampu menggunakan metode-metode mengajar dengan baik dan tepat.
Dari hasil pembahasan di atas penulis menarik kesimpulan bahwa dapat dipahami penggunaan metode yang tepat dan bervariasi akan dapat dijadikan sebagai alat motivasi (dorongan) dalam kegiatan belajar mengajar sehingga menumbuhkan minat belajar siswa terhadap Sejarah Kebudayaan Islam.
Dalam memilih metode-metode pengajaran yang akan dipergunakan, guru hendaknya memperhatikan beberapa hal sebagai berikut: guru menggunakan metode dan harus sesuai dengan tujuan dan materi yang akan disajikan, fasilitas, sarana dan prasarana yang ada. Metode yang dipilih selalu mengacu materi sehingga siswa dapat belajar aktif dengan mendayagunakan dan mengembangkan kemampuan yang telah dimiliki oleh siswa/anak didik.
Metode-metode tersebut bisa bersifat inkuiri dan ceramah, yang penting penggunaan metode itu harus benar-benar relevan dan sesuai dengan bahan maupun tingkat kemampuan serta dapat mencapai tujuan pengajaran yang telah dirumuskan.
Metode pengajaran yang guru gunakan dalam setiap pertemuan dalam kelas bukan asal digunakan, tetapi setelah melalui seleksi yang sesuai dengan perumusan tujuan pengajaran. Jarang sekali guru merumuskan tujuan dengan hanya satu rumusan, tapi guru merumuskan lebih dari satu rumusan. Oleh karena itu guru pun selalu menggunakan lebih dari satu metode. Penggunaan metode yang satu digunakan untuk mencapai tujuan yang satu, sementara penggunaan metode yang lain, juga digunakan untuk mencapai tujuan yang lainnya sesuai dengan kehendak tujuan pengajaran yang telah dirumuskan.
Jadi dalam penggunaan strategi pembelajaran inkuiri dan ceramah harus benar-benar dikuasai oleh guru yang akan mengajarkan bidang studi Sejarah Kebudayaan Islam karena tanpa penguasaan yang baik maka pengajaran itu tidak akan berhasil. Oleh karena itu, guru harus menguasai materi dan metode yang akan digunakan sehingga dalam penggunaan metode terkadang harus menyesuaikan dengan kondisi dan suasana kelas yang ada pada saat itu. Di sinilah letak dituntutnya profesionalisme dan kreativitas guru dalam menggunakan metode pengajaran tersebut.
Dalam mengajar, guru jarang menggunakan satu metode, karena tidak satupun metode yang paling baik untuk mencapai bermacam-macam tujuan pengajaran sebab guru menyadari bahwa semua metode ada keistimewaan dan kekurangannya. Apabila guru dapat memilih dan menggunakannya dengan tepat, yaitu sesuai dengan tujuan, materi, kemampuan siswa, kemampuan guru, maupun keadaan waktu serta sarana dan prasarana yang memadai, sehingga dapatlah mencapai apa yang diharapkan dalam proses belajar mengajar. Sebagaimana pada table hasil angket sebagai berikut:
Tabel 7
Prestasi yang didapat siswa bidang studi Sejarah Kebudayaan Islam No Kategori Jawaban Jumlah siswa Persentase
1 Sangat memuaskan 20 20,78%
2 Memuaskan 39 54,17%
3 Kurang memuaskan 13 18,05%
Jumlah 72 100 %
Sumber data: Hasil Angket Siswa Item No. 2
Dari 72 siswa yang dijadikan sebagai responden, terdapat 20 atau 20,78 % siswa yang menyatakan bahwa prestasi yang didapat siswa sangat memuaskan, 39 atau 54,17 % siswa yang menyatakan memuaskan, 13 atau 18,05 % siswa yang menyatakan kurang memuaskan,
Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa guru Sejarah Kebudayaan Islam dalam meningkatkan prestasi belajar siswa yaitu guru
Sejarah Kebudayaan Islam memberikan pemahaman kepada siswa, menggunakan metode dalam proses pembelajaran serta mengarahkan dan membimbing siswa dalam proses belajar mengajar.
Dari pembahasan di atas dapat disimpulkan penggunaan metode kerja kelompok sudah diterapkan dalam proses pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam sehingga siswa dapat memahami dan mengetahui pelajaran telah diberikan dan memotivasi siswa dalam kegiatan belajar mengajar sehingga menumbuhkan minat belajar siswa terhadap Sejarah Kebudayaan Islam serta belajar dapat meningkat.
C. Faktor-faktor yang menjadi Pendukung dan Penghambat Dalam