• Tidak ada hasil yang ditemukan

LANDASAN TEORI

DESKRIPSI HASIL PENELITIAN

A. Deskripsi Hasil Penelitian

1. Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Group Investigation (GI) dan

Numbered Heads Togethers (NHT)

Hasil observasi sebelum diterapkannya model kooperatif GI dan NHT, yaitu pembelajaran dengan model ceramah terdapat beberapa permasalahan. Pertama, kurangnya minat siswa untuk mengikuti mata pelajaran IPS Terpadu. Ini dibuktikan dari 32 siswa kelas VIIIG, sebanyak 4 siswa membolos padahal mata pelajaran sebelumnya hadir, dan 1 siswa tidak masuk karena ijin. Kedua, sebelum mengikuti proses pembelajaran, siswa tidak mempersiapkan diri dengan belajar di rumah, pada saat guru melakukan tanya jawab di awal pelajaran, siswa masih mencari-cari materi yang dibahas guru dalam LKS. Ketiga, keterlibatan siswa masih rendah, dalam proses tanya jawab, siswa enggan untuk mengemukakan pendapatnya, siswa kebanyakan diam. Keempat, pada saat guru menerangkan materi pembelajaran, siswa tidak memperhatikan, kebanyakan siswa cuek dengan penjelasan guru dan bermain-main sendiri walaupun tidak gaduh. Kelima, prestasi belajar siswa rendah, hasil nilai ulangan sebelum adanya penerapan GI dan NHT menunjukkan 14 siswa dari 32 siswa mendapat nilai dibawah KKM yaitu 65, atau sekitar 43,75% dari jumlah siswa kelas VIIIG. (lampiran 1, catatan lapangan 1)

Dengan adanya permasalahan-permasalahan tersebut, penulis dapat menyimpulkan dua temuan penting yang mendasarinya, yaitu :

a. Proses pembelajaran di kelas masih didominasi oleh guru (teacher centered), jadi guru menjelaskan dengan panjang lebar dan siswa hanya mencatat saja, proses tanya jawab yang terjadi belum mampu untuk memunculkan peran siswa dalam pembelajaran.

b. Guru belum menerapkan model pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan

peran serta siswa dalam proses pembelajaran, proses pembelajaran dengan model ceramah terasa membosankan bagi siswa.

commit to user

Berdasarkan temuan di atas, proses pembelajaran tidak berjalan dengan optimal. Perlu adanya perbaikan dalam meningkatkan kualitas proses pembelajaran agar proses pembelajaran dapat memaksimalkan peran guru maupun siswa sehingga prestasi belajar siswa pun dapat meningkat. Tindak lanjut hal tersebut, dengan diterapkan model pembelajaran kooperatif Group Investigation yang dipadukan dengan Numbered Heads Togethers (GI dan NHT) untuk memperbaiki prestasi belajar kelas VIIIG dalam mata pelajaran IPS Terpadu.

Model pembelajaran terpadu pada hakikatnya merupakan suatu model pembelajaran yang memungkinkan peserta didik baik secara individual maupun kelompok aktif mencari, menggali, dan menemukan konsep dan prinsip secara holistik dan otentik (Tim Pustaka Yustisia : 2008). Namun, kenyataan di lapangan, pembelajaran IPS Terpadu masih dilaksanakan secara terpisah, sesuai dengan kompetensi masing-masing (ekonomi, geografi, dan sejarah antropologi) tanpa ada keterpaduan di dalamnya. Konsep model pembelajaran terpadu belum bisa diterapkan secara baik dan benar. Oleh karena itu perlu dirancang suatu model pembelajaran yang mampu mengaktifkan siswa dalam proses pembelajaran, sehingga siswa baik dalam kelompok maupun individu mampu aktif mencari, menggali, dan menemukan konsep yang sesuai dengan kompetensi yang diajarkan guru. Hal ini sesuai dengan konsep Group Investigation (GI) dimana siswa diarahkan untuk menginvestigasi konsep-konsep yang akan dipelajari baik melalui buku, internet, koran, dan lain-lain. Adanya proses investigasi tersebut, diharapkan siswa dapat memperoleh pengalaman langsung untuk menemukan suatu konsep sesuai dengan kompetensi yang akan disampaikan guru. Penemuan sendiri tersebut dapat membantu proses menerima, menyimpan, dan memproduksi kesan tentang apa yang dipelajarinya, yang tidak akan didapatnya melalui proses mendengarkan ceramah dari guru.

Kolaborasi GI dan NHT ini dimaksudkan untuk menambahkan tanggung jawab individual siswa selama proses investigasi kelompok. Hal ini sangatlah penting dikarenakan tanpa adanya tanggung jawab pribadi, akan timbul ketergantungan antara siswa yang kurang pandai terhadap siswa yang pandai, atau siswa yang malas

commit to user

terhadap siswa yang rajin, sehingga kompetensi yang diterima siswa tidak menyeluruh.

a. Prosedur Pelaksanaan Penelitian

Sebagai tindak lanjut temuan peneliti tersebut diatas, maka peneliti bersama guru kelas merancang penelitian dengan model pembelajaran GI dan NHT yang dilakukan dengan prosedur sebagai berikut :

1) Siklus I

a) Perencanaan Tindakan

Kegiatan yang dilakukan peneliti pada tahap ini adalah :

(1) Menyiapkan perangkat pembelajaran

Peneliti menyiapkan Silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) beserta dengan skenario pembelajaran dengan bantuan guru mata pelajaran IPS Terpadu kelas VIII G. Pelaksanaan GI dan NHT dirancang dalam 3 kali pertemuan. Skenario pembelajaran yang direncanakan adalah sebagai berikut :

Pertemuan I, Senin, 22 Maret 2010

Alokasi waktu : 2 x 40’

Kegiatan :

(a) Sosialisasi model pembelajaran kooperatif GI dan NHT (b) Penetapan subtopik materi Sistem Perekonomian Indonesia (c) Pembagian kelompok sesuai minat terhadap subtopik

(d) Pemberian nomor tiap anggota kelompok

(e) Kegiatan investigasi kelompok

Pertemuan II, Rabu, 24 Maret 2010

Alokasi waktu : 3 x 40’

Kegiatan :

(a) Pembuatan laporan investigasi (b) Presentasi kelompok

commit to user

(d) Evaluasi proses pembelajaran

(e) Pembacaan kesimpulan

Pertemuan III, Senin, 29 Maret 2010

Alokasi waktu : 2 x 40’

Kegiatan :

(a) Tes formatif materi Sistem Perekonomian Indonesia (b) Tanya jawab

(2) Menyiapkan sumber bahan yang sesuai dengan standar kompetensi dan kompetensi dasar. Materi yang diberikan kepada siswa dengan model pembelajaran GI dan NHT pada siklus I ini adalah Sistem Perekonomian Indonesia.

Standar kompetensi : Memahami kegiatan perekonomian di Indonesia Kompetensi dasar : Mendeskripsikan pelaku-pelaku ekonomi dan sistem perekonomian di Indonesia

(3) Menyiapkan media pembelajaran yang diperlukan sesuai dengan skenario pembelajaran

(4) Mendesain alat evaluasi berupa soal tes formatif untuk mengetahui hasil belajar siswa setelah diterapkannya model kooperatif GI dan NHT.

b) Pelaksanaan Tindakan

Tahap yang kedua adalah pelaksanaan tindakan atau penerapan model pembelajaran Kooperatif GI dan NHT. Sebagai pelaksana adalah Dra. Jamiyem, selaku guru IPS Terpadu Kelas VIIIG SMP N 4 Sukoharjo. Peneliti bertindak sebagai pengamat yang bertugas mengamati penerapan model pembelajaran Kooperatif GI dan NHT dalam proses pembelajaran IPS Terpadu kompetensi ekonomi agar berjalan lancar sesuai rencana. Langkah-langkah penerapan model pembelajaran kooperatif GI dan NHT adalah sebagai berikut :

(1) Mengidentifikasi subtopik dan pembentukan kelompok

Pembagian kelompok berdasarkan minat masing-masing siswa terhadap suatu subtopik. Hal ini diharapkan siswa yang mempunyai minat terhadap suatu subtopik mempunyai kecenderungan untuk mempelajari subtopik

commit to user

tersebut secara mendalam. Penentuan subtopik oleh guru agar dalam proses pembelajaran tidak keluar dari materi Sistem Perekonomian Indonesia. Subtopik yang akan diinvestigasi beserta kelompok investigatornya adalah sebagai berikut :

(a) Sistem perekonomian yang dianut Indonesia oleh kelompok 1

(b) Pengertian Koperasi menurut UU No. 25 tahun 1992 oleh kelompok 2

(c) Perbedaan BUMN, BUMS, dan BUMD beserta contohnya oleh

kelompok 3

(d) Sistem perekonomian tradisional oleh kelompok 4 (e) Sistem perekonomian liberal oleh kelompok 5

(f) Perbedaan BUMS dan Koperasi oleh kelompok 6

Guru menyiapkan 8 subtopik tetapi prakteknya hanya 6 yang terpilih oleh siswa, sehingga 2 subtopik akan dijelaskan oleh guru dengan model ceramah.

(2) Pemberian nomor setiap anggota kelompok

Siswa dalam kelompok masing-masing memegang 1 nomor yang berbeda dengan teman 1 kelompoknya. Pemberian nomor ini bertujuan agar guru secara acak dapat memanggil nomor siswa untuk mewakili kelompoknya dalam presentasi di depan kelas. Selain untuk melatih keberanian tiap siswa untuk berbicara di depan kelas, juga untuk menambah tanggung jawab individual antar siswa, mengurangi rasa ketergantungan satu siswa dengan lainnya. Jadi pada saat guru memanggil acak nomor siswa suatu kelompok, siswa diharapkan siap untuk mewakili kelompoknya dengan cara ikut mengerjakan tugas yang telah diberikan dalam proses investigasi.

(3) Menjalankan investigasi

Siswa secara individu atau berkelompok mengumpulkan informasi, menganalisis, dan mengevaluasi, serta menarik kesimpulan dari informasi yang didapat baik melalui buku ataupun internet. Setiap anggota kelompok berdiskusi dan bertukar informasi tentang hasil investigasinya. Peran guru

commit to user

disini adalah mengamati, mengarahkan, dan membantu siswa yang mengalami kesulitan dalam proses investigasi.

(4) Pembuatan laporan akhir

Tahap ini merupakan tingkat pengorganisasian dan mengintegrasikan semua bagian menjadi kesatuan laporan dan merencanakan sebuah presentasi di kelas. Selain itu merupakan proses untuk memastikan setiap anggota kelompoknya menguasai bahan presentasi karena siapa yang akan mewakili kelompoknya untuk membacakan laporan investigasi kelompok masih menjadi misteri.

(5) Presentasi laporan akhir

Pada tahap ini semua siswa telah siap untuk mempresentasikan laporan akhir kelompoknya. Setiap kelompok bergiliran melaporkan hasil investigasinya dan membacakan temuannya di depan kelas. Guru secara acak memanggil nomor siswa yang membacakan laporan akhir kelompoknya tanpa memandang prestasi maupun kontribusinya dalam kelompok. Kelompok lain diharapkan dapat mengevaluasi laporan akhir dari kelompok yang presentasi sehingga akan timbul tanya jawab dalam proses presentasi.

(6) Evaluasi

Siswa memberi tanggapan atau evaluasi kepada tiap kelompok yang presentasi. Guru pun melakukan evaluasi memberikan kritik saran kepada setiap kelompok setelah presentasi.

Pelaksanaan tindakan siklus I Pertemuan I (Senin, 22 Maret 2010)

Pembelajaran dimulai dengan guru mengabsen siswa satu per satu. Siswa yang hadir 30 siswa, 1 siswa ijin sakit dan 1 siswa tidak masuk tanpa keterangan. Selanjutnya guru menjabarkan Kompetensi Dasar yang akan dipelajari siswa, siswa masih belum siap untuk menerima pelajaran bahkan saat guru menyampaikan motivasi dan apersepsi. Guru membuka materi sistem ekonomi

commit to user

dengan menceritakan sistem ekonomi yang berlaku di Indonesia. Guru menjelaskan tentang model pembelajaran kooperatif GI dan NHT. Siswa tampak antusias karena baru mengenal model pembelajaran tersebut. Kegiatan selanjutnya adalah melaksanakan model pembelajaran kooperatif GI dan NHT sesuai dengan langkah-langkah yang telah dijelaskan di atas, yaitu :

(1) Mengidentifikasi Subtopik dan pembentukan kelompok.

Guru menuliskan 8 subtopik yang berkaitan dengan sistem ekonomi, yaitu 1. Sistem ekonomi yang dianut oleh Indonesia serta landasan pokok

perekonomiannya

2. Sistem ekonomi trandisional beserta kelebihan dan kelemahannya 3. Sistem ekonomi liberal beserta kelebihan dan kelemahannya

4. Sistem ekonomi komando beserta kelebihan dan kelemahannya

5. Sistem ekonomi campuran beserta kelebihan dan kelemahannya

6. Perbedaan pengertian BUMN, BUMD, BUMS, dan berikan contohnya

7. Perbedaan Koperasi dan Badan Usaha Swasta

8. Penjelasan pengertian koperasi menurut UU No. 25 tahun 1992

Setelah itu siswa bebas membentuk kelompok dengan anggota 3-5 orang sesuai dengan subtopik yang diminati. Kelompok yang terbentuk hanya 6 kelompok, dikarenakan banyak siswa yang memilih kelompok berdasarkan pada temannya, bukan pada minatnya terhadap subtopik tertentu.

(2) Pemberian nomor tiap kelompok

Guru memberikan nomor dari 1-5 setiap siswa dalam 1 kelompok, siswa diminta untuk menuliskan nama dan nomor tersebut pada id-card yang sudah dibagikan.

(3) Melaksanakan Investigasi

Siswa mulai menginvestigasi dari buku, LKS, maupun internet. Guru memberi waktu kepada siswa untuk melaksanakan investigasi serta

commit to user

mengamati, mengarahkan, dan membantu siswa yang mengalami kesulitan dalam proses investigasi.

Pertemuan II (Rabu, 24 Maret 2010)

Pada pertemuan kedua, siswa yang tidak hadir hanya 1 siswa dengan ijin sakit. Kegiatan yang dilakukan adalah sebagai berikut :

(1) Pembuatan Laporan akhir

Siswa melanjutkan investigasi yang telah dilakukan pada pertemuan sebelumnya kemudian menyusun laporan akhir bersama kelompoknya. Investigasi dilakukan tidak hanya melalui buku ataupun LKS, melainkan melalui internet yang sudah disiapkan oleh peneliti bersama guru kelas. Hal ini dilakukan agar investigasi dapat menyeluruh sehingga pengetahuan siswa tentang materi lebih mendalam, biasanya siswa hanya mempelajari dari LKS saja, tidak memiliki buku panduan. Investigasi dan proses pembuatan laporan ini berlangsung selama 30 menit.

(2) Presentasi hasil investigasi dan evaluasi kelompok

Setelah pembuatan laporan akhir selesai, maka dilanjutkan dengan presentasi hasil investigasi, dalam presentasi ini, guru menunjuk secara acak nomor siswa yang membacakan hasil investigasinya, hal ini dilakukan dengan harapan siswa memiliki tanggung jawab individual, dikarenakan siswa tidak tahu siapa yang akan mewakili kelompoknya untuk presentasi diharapkan semua siswa siap, tidak hanya mengandalkan temannya sehingga semua siswa paham dan mengetahui apa yang menjadi jawaban dari laporan akhirnya.

Presentasi yang pertama yaitu kelompok 4 dengan presentator Hendro. Presentasi yang pertama ini mengenai sistem perekonomian tradisional, pada kesempatan ini sama sekali tidak ada pertanyaan dari siswa, padahal guru sudah mencoba untuk memancing siswa dengan pertanyaan-pertanyaan ringan. Sehingga presentasi ini berlangsung sangat singkat, hanya 5 menit saja.

commit to user

Kesempatan kedua yaitu kelompok 2, dengan topik penjelasan pengertian koperasi menurut UU No.25 tahun 1992. Presentasi kali ini cukup menarik buat siswa, ada 3 penanya, yaitu Ibnu (peranan pemerintah dalam perkembangan koperasi), Trisno (maksud dari peranan koperasi sebagai alat demokrasi ekonomi), dan Febriana (maksud dari soko guru perekonomian). Presentasi kedua berlangsung selama 20 menit dan semua pertanyaan dijawab oleh Annisa.

Presentasi yang selanjutnya oleh kelompok 3, dengan topik perbedaan BUMN, BUMD, dan BUMS beserta contohnya. Presentatornya adalah Lutfi Febriyanto, penjelasan dari Lutfi cukup jelas sehingga hanya ada satu pertanyaan dari Eka Bagaskara, mengenai contoh-contoh perusahan-perusahan tersebut selain yang ada di buku. Kelompok ini cukup kesulitan untuk menjawabnya, dikarenakan tidak mencari sumber-sumber lain di internet atau di buku lain, hanya mengandalkan satu buku pinjaman dari guru saja. Setelah hening beberapa saat, akhirnya guru membantu untuk menjawab. Presentasi berlangsung selama 10 menit.

Presentasi yang keempat dengan topik perbedaan BUMS dan Koperasi oleh kelompok 6, dengan presentator Ponirin. Seperti halnya presentasi yang pertama, kesempatan ini tidak ada pertanyaan sama sekali, presentasi berlangsung singkat, hanya 5 menit saja.

Presentasi yang kelima oleh kelompok 1, dengan topik sistem perekonomian yang dianut Indonesia serta landasan pokoknya yang disampaikan oleh Anggit. Ada 2 penanya pada kesempatan kali ini, yaitu dari Robert, apa manfaat dari penerapan demokrasi pancasila; dan Adi Gunawan, mengenai motif ekonomi Indonesia memilih demokrasi ekonomi.

Presentasi yang terakhir berlangsung selama 20 menit, yaitu kelompok 5 dengan presentator Untung Setiyawan dengan tema sistem ekonomi liberal beserta kelebihan dan kelemahannya. Pada presentasi ini, ada beberapa pertanyaan yaitu Eka Bagaskara yang bertanya mengenai sistem persaingan

commit to user

bebas, maksud dan tujuannya; Nungky, motif ekonomi seperti apa yang melandasi sistem liberal; Febriana, batas-batas peranan pemerintah dalam sistem perekonomian ini.

(3) Pembacaan kesimpulan

Presentasi ditutup dengan kesimpulan dari guru. Setelah guru menyimpulkan kemudian guru menjelaskan topik yang tidak dipilih siswa yaitu sistem perekonomian komando, dan campuran.

Pertemuan III (Senin, 29 Maret 2010)

Pada pertemuan ini adalah tes formatif dengan topik Sistem Perekonomian Indonesia. Semua siswa hadir dan mengikuti ulangan dengan baik, walaupun masih banyak yang mencontek. Guru membacakan soal 1-10, siswa diminta untuk menuliskan soalnya terlebih dahulu sebelum menjawab, hal ini berlangsung selama 10 menit. Siswa diberi waktu 45 menit untuk mengerjakan soal. Sistem yang diterapkan guru kurang efektif untuk menghindari siswa mencontek temannya. Oleh karenanya perbaikan akan dilakukan pada siklus II.

c) Observasi

Observasi atau pengamatan yang dilakukan oleh pengamat dalam penelitian ini berpedoman pada lembar observasi yang telah disusun sebelumnya (lihat lampiran 19 dan 20). Fokus pengamatan pada penerapan model pembelajaran GI dan NHT, peran serta siswa dalam proses pembelajaran, tanggapan siswa dan guru terhadap model pembelajaran GI dan NHT, serta hasil belajar siswa selama mengikuti proses pembelajaran dengan model pembelajaran kooperatif GI dan NHT.

Pada siklus I ini, peran guru dalam membimbing dan membantu siswa selama proses investigasi maupun presentasi kelompok belum maksimal. Dikarenakan guru jarang untuk memantau siswa secara langsung, hanya memantau dari jauh saja, jadi bantuan yang diberikan hanya kepada siswa yang datang dan menanyakan langsung kesulitan kepada guru. Sedangkan untuk siswa, pada saat observasi berlangsung, siswa terlihat antusias saat guru menjelaskan model pembelajaran kooperatif GI dan NHT tetapi siswa masih enggan untuk mengeluarkan pendapatnya, siswa masih bekerja secara individual, tidak ada

commit to user

pembagian tugas kelompok, jadi pada saat pembuatan laporan akhir, rata-rata hasil investigasi mereka sama, belum ada pendalaman materi.

d) Refleksi

Subyantoro (2009), mengatakan bahwa refleksi dalam PTK adalah upaya untuk mengkaji apa yang dihasilkan atau belum berhasil dituntaskan oleh tindakan perbaikan yang telah dilakukan dan merupakan upaya untuk menyusun langkah-langkah untuk perbaikan selanjutnya demi mencapai tujuan. Setelah melalui pertemuan ketiga yaitu evaluasi hasil belajar, maka peneliti dapat merefleksi secara keseluruhan proses pelaksanaan penerapan model pembelajaran GI dan NHT.

Pada siklus I ini dapat ditarik kesimpulan sementara bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif GI dan NHT dapat meningkatkan prestasi belajar siswa. Hal ini dibuktikan dengan adanya kenaikan rata-rata siswa sebelum siklus I dan setelah adanya tes formatif pada siklus I, yaitu dari 61,72 menjadi 75,94 (lihat lampiran 21). Sebelum diterapkannya model pembelajaran GI dan NHT, rata-rata siswa berada di bawah KKM yaitu 61,72 dan sekitar 43,75% siswa mendapatkan nilai dibawah KKM = 65. Setelah diterapkan model pembelajaran kooperatif GI dan NHT pada siklus I rata-rata meningkat menjadi 75,94 dan semua siswa mencapai KKM, walaupun sekitar 34,375% siswa berada tepat pada batas KKM yaitu 65. Dengan kata lain, pada siklus I telah memenuhi indikator ketercapaian tujuan tindakan yaitu 75% siswa mencapai KKM.

Namun, keberhasilan siklus I ini masih terdapat beberapa kelemahan, yaitu : (1) Belum adanya pembagian tugas dalam kelompok, jadi hasil investigasi antar

siswa masih sama, belum mendalam.

(2) Siswa masih enggan dan malu untuk mengemukakan pendapatnya di depan kelas.

(3) Pada saat pembagian kelompok, disiapkan 8 subtopik dengan 8 kelompok tetapi yang terbentuk hanya 6 kelompok saja.

commit to user

(4) Proses diskusi kelompok belum optimal, siswa masih mendapatkan kesulitan di beberapa hal tetapi malu untuk bertanya kepada guru. Misalnya untuk menyusun laporan akhir, darimana harus memulai proses investigasi, pada saat menemukan perbedaan konsep antara internet dan buku mana yang benar dan salah, dan lain-lain.

Dengan adanya kelemahan-kelemahan tersebut, maka perlu diadakan perbaikan dalam siklus II untuk meminimalkan kelemahan tersebut serta memperkuat hasil dari siklus I.

2) Siklus II

a) Perencanaan Tindakan

Proses pembelajaran masih berpusat pada aktivitas siswa dan guru seperti pada siklus I. Pada tahap ini, kegiatan yang dilakukan adalah sebagai berikut :

(1) Menyiapkan perangkat pembelajaran yang meliputi Silabus, RPP, dan skenario pembelajaran, yang dirancang sebagai berikut :

Pertemuan I, Rabu, 07 April 2010

Alokasi Waktu : 3 x 40’

Kegiatan :

(a) Penentuan subtopik yang akan diinvestigasi siswa (b) Pembentukan kelompok dibatasi 4 siswa tiap kelompok

(c) Pemberian nomor tiap anggota kelompok

(d) Pelaksanaan Investigasi (e) Pembuatan laporan akhir (f) Presentasi laporan akhir (g) Tanya jawab

Pertemuan II, Sabtu, 09 April 2010

Alokasi waktu : 2 x 40’

Kegiatan :

(a) Melanjutkan presentasi kelompok (b) Tanya jawab

commit to user

Pertemuan III, Senin, 11 April 2010

Alokasi waktu : 2 x 40’

Kegiatan :

(a) Tes formatif materi permintaan dan penawaran (b) Tanya jawab

(2) Menyiapkan sumber bahan yang sesuai dengan Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar. Materi yang akan diterapkan dengan model pembelajaran kooperatif GI dan NHT adalah Permintaan dan Penawaran. Standar kompetensi : Memahami kegiatan perekonomian di Indonesia Kompetensi dasar : Mendeskripsikan permintaan dan penawaran serta terbentuknya harga pasar.

(3) Menyiapkan media pembelajaran yang diperlukan sesuai dengan skenario pembelajaran

(4) Mendesain alat evaluasi berupa soal tes formatif untuk mengetahui hasil belajar siswa setelah diterapkannya model kooperatif GI dan NHT.

b) Pelaksanaan Tindakan

Tahap pelaksanaan tindakan pada siklus II adalah sebagai berikut :

(1) Mengidentifikasi subtopik dan pembentukan kelompok

Pada siklus II ini, pembentukan kelompok tetap sesuai dengan minat siswa terhadap subtopik tertentu, namun guru memberi batasan hanya 4 siswa tiap kelompok. Jadi kelompok yang terbentuk sebanyak 8 kelompok sesuai dengan subtopik yang telah disiapkan guru.

(2) Pemberian nomor setiap anggota kelompok

Siswa dalam kelompok masing-masing memegang 1 nomor yang berbeda dengan temen 1 kelompoknya. Pemberian nomor ini bertujuan agar guru secara acak dapat memanggil nomor siswa untuk mewakili presentasi di depan kelas. Selain untuk melatih keberanian tiap siswa berbicara di depan

commit to user

kelas, juga untuk menambah tanggung jawab individual antar siswa, mengurangi rasa ketergantungan satu siswa dengan lainnya.

(3) Menjalankan investigasi

Siswa secara individu atau berkelompok mengumpulkan informasi, menganalisis, dan mengevaluasi, serta menarik kesimpulan dari informasi yang didapat baik melalui buku ataupun internet. Setiap anggota kelompok berdiskusi dan bertukar informasi tentang hasil investigasinya. Peran guru disini adalah mengamati, mengarahkan, dan membantu siswa yang mengalami kesulitan dalam proses investigasi.

(4) Pembuatan laporan akhir

Tahap ini merupakan tingkat pengorganisasian dan mengintegrasikan semua bagian menjadi kesatuan laporan dan merencanakan sebuah presentasi di kelas. Selain itu merupakan proses untuk memastikan setiap anggota kelompoknya menguasai bahan presentasi karena siapa yang akan mewakili kelompoknya untuk membacakan laporan investigasi kelompok masih misteri.

(5) Presentasi laporan akhir

Pada tahap ini semua siswa telah siap untuk mempresentasikan laporan akhir kelompoknya. Setiap kelompok bergiliran melaporkan hasil investigasinya dan membacakan temuannya di depan kelas. Guru secara acak memanggil nomor siswa yang membacakan laporan akhir kelompoknya tanpa memandang prestasi maupun kontribusinya dalam kelompok. Kelompok lain diharapkan dapat mengevaluasi laporan akhir dari kelompok yang presentasi sehingga akan timbul tanya jawab dalam proses presentasi.

commit to user

Siswa memberi tanggapan atau evaluasi kepada tiap kelompok yang presentasi. Guru pun melakukan evaluasi memberikan kritik saran kepada setiap siswa setelah presentasi.

Pelaksanaan tindakan pada siklus II Pertemuan I, Rabu, 07 April 2010

Guru membuka pertemuan dengan salam, kemudian mengabsen siswa satu per satu. Guru memberikan apersepsi dan motivasi kepada siswa. Guru menjelaskan materi yang akan dipelajari beserta SK dan KD-nya kemudian model

Dokumen terkait