• Tidak ada hasil yang ditemukan

Penerapan pembelajaran sitem full day school

METODOLOGI PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Data

C. Interprestasi Hasil Penelitian

1. Penerapan pembelajaran sitem full day school

Sekolah Dasar Islam Terpadu Al Furqon Slawi menerapkan

perencanaan yang matang dalam pembelajaran yang salah satu

tujuannya adalah untuk membentuk perilaku yang disiplin.

Berdasarkan hasil observasi bahwa program yang ada dalam sistem

full day school, yaitu didasarkan oleh visi dan misi sekolah. Dimana visi sekolah yaitu terbentuknya generasi yang berakhlakul karimah,

berkualitas, unggul dalam IPTEK dan cinta akan kelestarian

lingkungan hidup, sedangkan salah satu misinya dari lima poin yaitu

membangun watak dan kepribadian peserta didik yang cerdas

intelektual, spiritual, dan emosional. Hal itu sesuai dengan penuturan

Kepala Sekolah bahwa dalam sistem full day school, sekolah

mengembangkan disiplin belajar siswa sesuai dengan visi dan misi

sekolah, dan tujuannya.

Berdasarkan pengamatan dan analisis dokumen bahwa untuk

mencapai visi dan misi yang telah ditetapkan sekolah sebelumnya,

ada beberapa perencanaan program dalam pengembangan

pembelajaran disekolah yaitu (1) penyusunan kalender akademik, (2)

62

RPP, dan (5) metode pembelajaran, (6) pengintegrasian

pengembangan karakter dalam kurikulum yang didalamnya terdapat

karakter disiplin belajar siswa.

1) Penyusunan Kalender Akademik

Kalender akademik disusun oleh sekolah diawal semester

sebelum tahun ajaran baru dimulai, yang berpedoman dan

mengikuti kalender pendidikan nasional pada setiap tahun ajaran.

Kalender akademik berisi pengaturan waktu sebagai acuan

kegiatan yang akan dilakukan selama satu tahun ajaran sehingga

terlihat jumlah minggu efektif, hari efektif dan perkiraan libur. Hal

itu mempermudah dalam penyusunan program-program sekolah

termasuk program pengembangan karakter mingguan, bulanan,

dan program tahunan.

2) Pengondisian Lingkungan Sekolah

Berdasarkan hasil pengamatan bahwa pengondisian yang

dilakukan sekolah yaitu menciptakan kondisi sekolah yang kondusif

dengan menyediakan sarana dan prasarana yang memadai. Ada

pun sarana dan prasarana yang ada dan disediakan sekolah yaitu

sebagai berikut.

a. Menyediakan masjid untuk tempat melaksanakan ibadah rangka

meningkatkan karakter religius, jujur dan disiplin.

b. Menyediakan toilet yang bersih dan banyak dalam rangka

63

c. Menyediakan poster kata-kata bijak yang dipajang di gantung

disetiap atas lorong untukmberjalan di depan kelas dan di dalam

kelas dalam rangka meningkatkan gemar membaca.

d. Menyediakan sarana infak di ruang kepala sekolah dan di setiap

kelas dalam rangka meningkatkan kepedulian pada sosial.

e. Menyediakan tempat pembuangan sampah yang memenuhi

standar dalam rangka meningkatkan disiplin peduli lingkungan

dan tanggung jawab.

f. Menyediakan tata tertib disekolah dalam rangka meningkatkan

disiplin belajar siswa dan bertanggung jawab.

g. Menyediakan perpustakaan sekolah yang nyaman dan

perpustakaan kelas dalam rangka meningkatkan gemar

membaca siswa.

Kepala sekolah mengatakan bahwa sarana dan prasarana

sudah dipersiapkan untuk mendukung peningkatan disiplin belajar

siswa, diantaranya tempat wudhu, kamar mandi yang dipisahkan

antara anak laki-laki dan perempuan, masjid, CCTV untuk

memantau kegiatan siswa, serta penyediaan tempat sampah di

setiap ruang kelas dan setiap sudut, Selain itu untuk mendukung

semua kegiatan yang ada di sekolah dalam rangka meningkatkan

disiplin belajar siswa diberlakukanya peraturan sekolah yaitu tata

tertib guru, tata tertib siswa, tata tertib perpustakaan.

64

Silabus dan RPP disusun oleh sekolah di awal tahun ajaran baru

untuk program dalam satu semester. Silabus dan RPP yang

dikembangkan oleh sekolah disusun oleh setiap guru yaitu guru kelas

maupun guru bidang studi dan menjadi pegangan bagi setiap guru

dalam melaksanakan pembelajaran baik di kelas, laboratorium, dan

lapangan untuk setiap Kompetensi Dasar. Berdasarkan analisis

dokumen yang ada bahwa di dalam silabus tersusun atas SK, KD,

materi pembelajaran, kegiatan pembelajaran, indikator pencapaian,

penilaian, alokasi waktu, dan sumber belajar. Sedangkan RPP tersebut

tersusun atas SK, KD, tujuan pembelajaran, materi pembelajaran,

metode pembelajaran, langkah-langkah pembelajaran, sumber belajar,

dan penilaian. Selain itu juga sudah tertuang nilai disiplin apa yang

hendak dikembangkan pada siswa setelah mengikuti pembelajaran

tersebut.

4) Pengintegrasian Pengembangan Karakter dalam Kurikulum

Berdasarkan hasil observasi dan analisis dokumen bahwa

kurikulum sekolah mengacu pada kurikulum nasional yang diperkaya

dengan kurikulum Depag dan kurikulum JSIT. Kurikulum senantiasa

disesuaikan dengan kalender akademik dan perkembangan dalam

dunia pendidikan tanpa mengubah patokan-patokan yang menjadi pilar

utama dan ciri khasnya. Selain proses pelaksanaan pembelajaran

secara langsung dalam pengajaran di kelas, dihantarkan pula

penanaman dasardasar nilai keislaman kepada siswa yang

65

Berdasarkan hasil pengamatan bahwa peningkatan disiplin

belajar siswa dapat dilihat dari pengembangan karakter siswa yang ada

di SDIT Al Furqon Slawi. Berikut adalah tabel pengembangan karakter

dari mata pelajaran.

Tabel 4.1

Pengembangan karakter dari mata pelajaran

Mata Pelajaran Nilai Karakter Pendidikan Agama

Islam

Religius, jujur, santun, disiplin, bertanggung jawab,

cinta ilmu, ingin tahu, percaya diri, menghargai keberagaman, kerja keras, peduli

Tahsin Religius, tanggung jawab, mandiri, jujur

Tahfizul Quran Religius, kerja keras, tanggung jawab, mandiri, jujur

Hadist Religius, kerja keras, tanggung jawab

PKN Nasionalis, patuh pada aturan sosial, demokratis, jujur, menghargai keberagaman, sadar akan hak dan

kewajiban diri dan orang lain, disiplin waktu.

Bahasa Indonesia Berfikir logis, kritis, kreatif dan inovatif, percaya diri, disiplin, bertanggung jawab, ingin tahu, santun, nasionalis

Berpikir logis, kritis, jujur, kerja keras, ingin tahu, mandiri, percaya diri

IPA Rasa ingin tahu, berpikir logis, kritis, kreatif, dan inovatif, jujur, bergaya hidup sehat, percaya diri, menghargai keberagaman, disiplin.

IPS Nasionalis, menghargai keberagaman, berpikir logis,

kritis, kreatif, dan inovatif, peduli sosial dan lingkungan, jujur, kerja keras.

SBK Kreatif, disiplin Penjaskes Disiplin

Bahasa Arab Religius, rasa ingin tahu Bahasa Inggris Rasa ingin tahu

66

Aktifitas belajar yang menerapkan sistem full day school di SDIT

Al Furqon Slawi berlaku untuk semua kelas dari kelas I hingga kelas VI.

Pelaksanaan program full day school dalam mengembangkan karakter

terutama disiplin belajar siswa yaitu melalui:

1. Kerjasama Seluruh Guru dan Tenaga Kependidikan

Setiap warga sekolah (guru dan tenaga kependidikan) ikut

berpartisipasi aktif dalam melaksanakan peningkatan disiplin di

lingkungan sekolah yaitu mengawasi dan mengontrol tentang disiplin

belajar siswa disamping mereka juga harus memberikan contoh

teladan dalam kehidupan keseharian di lingkungan sekolah maupun di

luar lingkungan sekolah. Untuk di dalam kelas melibatkan semua

ustadz/ustazah yang mengajar sedangkan ketika berada di luar kelas

dan lingkungan sekolah melibatkan kepala sekolah, seluruh

ustadz/ustazah, laboran, pustakawan, satpam, cleaning service dan

petugas catering sekolah. Setiap warga sekolah mempunyai peran

masing-masing dan persepsi yang sama dalam mendukung

keterlaksanaan pengembangan karakter siswa. Kepala sekolah

mengatakan bahwa setiap minggu yaitu hari Sabtu setelah siswa

pulang, diadakan pertemuan yang diikuti oleh seluruh ustadz/ustazah

yang dipimpin kepala sekolah kecuali apabila kepala sekolah

berhalangan untuk hadir maka diwakilkan oleh waka bidang kurikulum

67

pelaksanaan proses pembelajaran di sekolah termasuk tentang

disiplin belajar siswa.

Keterlibatan tenaga kependidikan lainnya dalam mengawasi

dan mengontrol tentang disiplin belajar siswa, diantaranya satpam

mengawasi siswa yang datang terlambat; cleaning service menegur

siswa yang kurang disiplin ketika berada di wc; petugas catering

sekolah mengajarkan siswa untuk budaya antri ketika mengambil

snack sekolah.

2. Membangun Komunikasi dan Kerja Sama dengan Orang Tua Siswa

Untuk mendukung keberhasilan disiplin terhadap siswa, pihak

sekolah melakukan pengawasan yang ketat terhadap siswa dan

bekerja sama dengan orang tua siswa. Bentuk kerjasama tersebut

mulai dari orang tua siswa menjemput siswa di halaman sekolah untuk

menghindari kejadian yang tidak diinginkan pada siswa ketika selesai

belajar di sekolah karena setelah pulang sekolah pengawasan secara

langsung tidak dapat dilakukan lagi oleh guru. Selain waktu belajar

siswa lebih banyak di rumah dibandingkan di sekolah sehingga pihak

sekolah memberikan pengarahan kepada orang tua siswa untuk ikut

terlibat memberikan pengawasan terhadap disiplin belajar siswa ketika

berada di rumah. Contohnyaketika siswa melanggar tata tertib sekolah

yang sudah dalam jangkauan pelanggaran berat seperti membolos

makan pihak sekolah akan melakukan home visit ke rumah orang tua

siswa yang melakukan pelanggaran tata tertib.

68

Hubungan interaksi antara ustadz/ustazah dan siswa begitu

harmonis. Ini nampak dari sikap ustadz/ustazah terhadap siswa pada

waktu mengajar dapat menarik perhatian siswa melalui model dan

metode pembelajaran yang menyenangkan serta tidak menggunakan

kata-kata yang kurang baik terhadap siswa. Sekolah mempunyai

ruang guru, tetapi terkadang pada waktu jam istirahat ustadz/ustazah

tetap berada di kelas untuk mengawasi dan mengontrol aktivitas siswa

seperti makan siang, sholat, dan cara bermain sesama siswa.

Pengawasan mudah dilakukan oleh ustadz/ustazah karena satu kelas

siswa hanya ada paling banyak 25 siswa. Perlakuan ustadz/ustazah

yang lemah lembut, bersikap terbuka, toleran dan simpati terhadap

siswa membuat siswa merasa nyaman dan tidak canggung kepada

ustadz/ustazahnya, misalnya: siswa sangat kritis dan tidak malu untuk

bertanya apabila materi pembelajaran belum siswa pahami; siswa

tidak malu untuk sharing dengan ustadz/ustazah apabila ada keluh

kesah yang dialami siswa. Hal itu sesuai yang diungkapkan oleh wali

kelas VB bahwa semua ustadz/ustazah tetap mengawasi siswa ketika

jam istirahat, mulai makan bersama dan shalat berjamaah sehingga

dengan rutinitas yang selalu dilakukan bersamasama menjadikan

hubungan dengan siswa sangat dekat

Dokumen terkait