• Tidak ada hasil yang ditemukan

4.2. Hasil Penelitian

4.2.3. Penerapan Social Response

Model penerapan terakhir dalam penerapan Corporate Social Responsibility yang berpandangan pada prespektif pemilik perusahaan adalah social response. Pada penerapan ini, perusahaan dan masyarakat mampu bekerja secara bersama-sama untuk melaksanakan kegiatan CSR sebagai program kemitraan untuk pengembangan, pemberdayaan dan pembangunan berupa infrastruktur, tempat sarana ibadah, pelayanan pendidikan, fasilitas kesehatan sosial, dan umum, hingga bantuan atau perlindungan konsumen dan sebagainya.

Ada pun sejumlah pihak yang memerikan pernyataan bahwa terdapat penerapan ini yang dilakukan oleh PT Timah (Persero) Tbk yakni berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan penulis kepada masyarakat yang mendapatkan bantuan dari PT Timah (Persero) Tbk yakni Bapak Marpian yang merupakan seorang penjahit yang mendapatkan bantuan dari PT Timah yang mengatakan

“Ga, ga tahu yang saya tahu dana kemitraan (mitra binaan). Setahu bapak dana kemitraan dan dana bergulir. Kalau dana bergulir kan ga dapet lagi kalau dana bergulir harus bagi bagi orang. Sekarang kita mitra binaan, kalau bergulir itu biasanya kalau kita lah dapet ga dapet lagi. Cuma kalau dana bergulir itu tidak dikembalikan pun ga apa apa. Jadi kaya ngasih Cuma Cuma gitu kan. Ibaratnya dana nya lepas aja gitu ya pak, iya kalo dari pihak gitu kan, ibarat e dana nya lepas gitu aja, tapi kan ga boleh ngomonh gitu kan, pasti orang ga mau bayar lah. Kasar e kaya tuh. Tapi kalo yang dana bergulir kita harus ada jaminan. Kalau dana bergulir jaminan surat tanah, BPKB motor, mobil yang bisa dicairkan.”66

Bapak marpian juga menambahkan kepada penulis yakni

66

Hasil wawancara dengan Bapak Marpian, penjahit yang mendapatkan bantuan dari PT TIMAH, 3 mei 2011 di rumahnya di Kampung jawa, Sungailiat.

“Ada tuh kaya rumah sakit ada tapi ga tahu. Misalnya bantuan rehab rumah setahun sekali pasti ada itu. PT TIMAH banyak tuh.”67

Bapak H.Syaipul Zohri selaku kepala MUI dan Kepala Masjid Agung juga menuturkan hal yang sama bahwa PT Timah (Persero) Tbk memberikan bantuan-bantuan kepada masyarakat

“kalau masjid agung itu untuk beberapa perbaikan masjid agung sendiri. Fasilitas-fasilitas masjid seperti yang kemarin itu, cat pengecatan, soalnya masjid itu agak kusam. Cuma beberapa perbaikan sudut-sudut masjid. Belum abis itu masih ada pengumpulan-pengumpulan lain nya itu. Sementara untuk masyarakat sini saya juga belum tahu yah, ada atau tidak. Tapi banyak itu yang dibantunya Cuma saya tidak tahu persisnya apa.di tempet-tempet lain. Karena PT TIMAH ini banyak juga untuk bantu daerah-daerah lain itu. Kabarnya itu untuk perbaikan masjid masjid, pengadaan alat alat lain yah, untuk sekolah sekolah”.68

Bapak H.Abdul Razak yang merupakan bendahara Masjid Agung juga menambahkan sehubungan dengan bantuan yang diberikan PT Timah (Persero) Tbk

“Kalau dari PT TIMAH setahu saya untuk masyarakat disini tidak ada. Tapi untuk bantuan usaha lain bantuan kepada masyarakat kecil untuk usaha itu ada. Untuk masyarakat disini kita tidak tahu juga. Karena tempo hari pernah juga dari dari eee untuk ngasih cek 100 juta ini pernah kerumah kami katanya diantara sekian banyak bantuan yang dikeluarkan PT TIMAH itu salah satu nya untuk masjid agung. Jadi mereka memantau,”69

Dari hasil wawancara penulis dengan masyarakat ini dapat dilihat bahwa PT Timah (Persero) Tbk melakukan penerapan ini. Semua itu tentunya dapat dilihat dari hasil wawancara penulis dengan masyarakat yang mendapat bantuan dari PT Timah (Persero) Tbk. PT Timah (Persero) Tbk memang sangat konsen

67 ibid

68 Loc.cit.

terhadap kegiatan CSR nya. Hal ini terbukti dengan program program yang diberikan untuk masyarakat.

Senada dengan yang dikatakan oleh masyarakat dari pihak PT Timah (Persero) Tbk pun mengungkapkan hal yang sama bahwa PT Timah (Persero) Tbk memang peduli akan kesejahteraan masyarakat di Provinsi Bangka Belitung khususnya di setiap wilayah operasional pertambangan. Seperti yang di ungkapkan oleh kepala CSR PT Timah (Persero) Tbk Bapak Andy Fikri kepada penulis yang menuturkan

“Jadi gini program pokok CSR di PT TIMAH itu ada tiga, yang pertama itu program kemitraan, yang kedua program bina lingkungan, dan yang ketiga adalah pengembangan masyarakat. Kalau dulu dikenalnya community development. Seperti yang saya bilang tadi”.70

Bapak A.Rachman selaku kepala social kemasayakatan dan Bina Lingkungan CSR PT Timah (Persero) Tbk juga menambahkan bahwa program-program CSR PT Timah (Persero) Tbk itu dikelompokan menjadi tiga bagian yang memiliki programnya masing-masing. Beliau menjelaskan kepada penulis yakni

Kalau untuk bina lingkungan sendiri programnya ada 6, yaitu bantuan program bencana alam, pendidikan dan pelatihan, peningkatan kesehatan, pengembangan sarana dan prasarana umum atau (pasum) lah, bantuan pelestarian lingkungan, tapi kalau CSR kami ada program tersendiri Kalau bicara mengenai CSR kita punya program yang sama dengan bina lingkungan. CSR ada program tersendiri , yang pertama ada sarana dan prasarana umum disini programnya ada rumah layak huni, taman kota, rumah singgah pembangunan gazebo, bantuan keterampilan, ada bantuan solar cell perbaikan rumah tidak layak huni. pembangunan masjid, nah itu dikelompokkan dalam sarana dan prasarana umum. Kemudian pelatiahan

70 Hasil wawancara dengan Bapak Andy Fikri, kepala CSR PT TIMAH 2 mei 2011 di kantor pusat PT TIMAH (persero) Tbk

keagamaan, Jadi sarana prasarana umum, Terus yang kedua ada pendidikan, pelatihan dan keagamaan, kelompok yang ketiga pariwisata, budaya dan olahraga, kelompok keempat kesehatan lingkungan, social, kemudian dan lain-lain yang lain-lain disini yang tidak tercover, nah ini di anggarkan dari biaya perusahaan..71

Bapak A.Rachman juga menambahkan yakni

Kamu bilang apa aja program CSR PT.Timah, jadi seperti yang saya bilang tadi program pelatihan, social kemasyarakatan, yang ketiga tadi pendidikan, budaya dan pariwisata,dll.ya ga.72

Karakteristik lain untuk penerapan ini adalah dengan adanya program kemitraan untuk pengembangan, pemberdayaan masyarakat. PT Timah (Persero) Tbk tidak hanya memberikan bantuan yang sifatnya hanya bantuan lepas akan tetapi bantuan yang sifatnya untuk jangka yang lebih panjang seperti dana kemitraan serta keterampilan masyarakatnya untuk mewujudkan masyarakat yang mandiri. Hal tersebutkan diungkapkan oleh Kepala Humas PT Timah (Persero) Tbk kepada penulis yang mengungkapkan

“Iya jadi “kail” itu maksudnya, jangan beri ikan tapi beri pancing, kalau beri ikan itu kan beri duit, selesaaaaai. Tapi kalau pinjaman oooh orang-orang akan timbul kemandirian, akan menumbuhkan perekonomian, nah itu lah yang dilakukan CSR. Bantuan pendidikan, bantuan lepas kemasyarakat nah itu kalau CSR”.73

Bapak marpian yang merupakan salah satu masyarakat yang mendapatkan bantuan dari PT Timah (Persero) Tbk juga menambahkan kepada penulis yakni

71

Hasil wawancara dengan Bapak A.Rachman, kepala social kemasayakatan dan Bina Lingkungan CSR PT Timah (Persero) Tbk 2 mei 2011 di kantor pusat PT TIMAH (persero) Tbk

72 Ibid.

73

Hasil wawancara dengan Bapak wirtsa Firdaus, kepala humas PT Timah (persero) Tbk, 20 April 2011, di kantor pusat PT Timah

“Untuk modal kerja, bantuannya sesuai kebutuhan lah, jadi memang duit

itu memang untuk modal usaha. Jadi biar ga putus. Untuk yang lain memang khusus untuk modal, gaji mingguan karyawan itu kan jalan, ga pernah macet”.74

Dari hasil wawancara yang dilakukan penulis kepada pihak PT Timah (Persero) Tbk dan masyarakat yangmendapat bantuan dapat diketahui bahwa memang terdapat penerapan yang dilakukan oleh CSR PT Timah (Persero) Tbk dalam melaksanakan program CSR nya yaitu membuat suatu program tidak hanya melaksanakan untuk bantuan yang sifatnya hanya jangka pendek saja tetapi juga dengan memikirkan manfaat yang sifatnya jangka panjang bagi masyarakat yang mendapatkan bantuan. Hal itu dapat dilihat dari program program bantuan untuk meningkatkan kemandirian masyarakat.

Aktivitas aktivitas PR yang dilakukan PT Timah (persero) Tbk dalam membangun hubungan baiknya dengan komuniti adalah dengan melaksanakan CSR. Menurut kepala humas PT Timah (persero) Tbk CSR merupakan alat untuk membangun hubungan baik perusahaan dengan komuniti, seperti yang diungkapkan Bapak Wirtsa Firdaus selaku kepala Humas PT Timah (persero) Tbk yakni

“Ooooh program lain ga ada,,ya CSR itu yang ke masyarakat semuanya ke CSR kita, pendidikan disitu, kesehatan disitu, ekonomi kerakyakatan disitu, eeeee apalagi olahraga disitu, lingkungan disitu, itu lah, jadi itu lah semuanya ada di CSR, gitu mba. Jadi CSR sebagai alat vital untuk perusahaan”.75

74 Ibid.

Dari penjelasan kepala humas PT Timah (persero) Tbk ini dapat dilihat bahwa cara humas PT Timah (persero) Tbk dalam membangun hubungan baik dengan komuniti diwilayah operasional perusahaan adalah dengan kegitaan CSR ini, beliau menganggap bahwa CSR merupakan “alat vital” untuk perusahaan dalam menjaga hubungan baiknya dengan masyarakat. Selain itu CSR sendiri dapat digunakan untuk pencitraan yang positif bagi PT Timah (persero) Tbk. Seperti yang diungkapkan kepala Corporate social Responsibility PT Timah (persero) Tbk, yakni Bapak Andy Fikri yang mengatakan

“Ya pencitraan itu tadi, jadi program CSR ini kan tujuannya untuk pencitraan perusahaan”.76

Tidak hanya untuk membangun hubungan baik dengan masyarakat,penerapan CSR pun dapat bermanfaat untuk pencitraan PT Timah (persero) Tbk. Dengan menjalankan model penerapan CSR PT Timah (persero) Tbk dapat menjaga hubungan baiknya dengan masyarakat serta memiliki citra positif dimata stakeholdernya terutama masyarakat atau komuniti.

4.3. Pembahasan

Pada sub bab berikut ini penulis masuk pada tahap berikutnya yakni analisa data. Pada penelitian yang dilakukan oleh penulis mengacu pada tiga penerapan program corporate social responsibility dalam membina hubungan baik dengan stakeholder perusahaan khususnya dalam community relations. Model penerapan ini memiliki tiga karakteristik masing masing dari ketiga model

76 Hasil wawancara dengan Bapak Andy Fikri, kepala CSR PT TIMAH 2 mei 2011 di kantor pusat PT TIMAH (persero) Tbk

penerapan tersebut walaupun masih ada persamaan diantara ketiga model penerapan tersebut.

Dari hasil wawancara penelitian yang dilakukan oleh penulis kepada sejumlah nara sumber baik dari pihak didalam PT Timah (Persero) Tbk sendiri yaitu Bapak Wirtsa Firdaus selaku kepala Humas PT Timah (Persero) Tbk, Bapak Andy Fikri selaku Kepala CSR PT Timah (Persero) Tbk, dan Bapak A.Rachman selaku kepala social kemasayakatan dan Bina Lingkungan CSR PT Timah (Persero) Tbk serta beberap pihak luar PT Timah (Persero) Tbk yang mempunyai hubungan kemitraan dalam hal ini masyarakat yang mendapat bantuan dari PT Timah (Persero) Tbk yakni Bapak H.Syaipul Zohri selaku kepala Masjid Agung yang mendapat bantuan dari PT Timah (Persero) Tbk serta merupakan Kepala MUI Bangka, Bapak Marpian selaku penjahit yang mendapatkan bantuan dana kemitraan dari PT Timah (Persero) Tbk serta Bapak H.Abdul Razak selaku bendahara Masjid Agung yang mendapatkan bantuan dari PT Timah (Persero) Tbk.

Nara sumber diatas berperan sebagai key informan untuk data primer maka penulis ingin mengetahui Model Penerapan Corporate Social Responsibility (CSR) seperti apa yang diterapkan PT Timah (Persero) Tbk dalam membangun hubungan baik dengan komuniti sesuai dengan tiga penerapan CSR yang berpandangan atau perspektif pihak pemilik atau perusahaan yakni Social Obligation, Social Reaction, dan Social Response. Apakah diterapkan secara total atau sebagian saja atau memang tidak pernah diterapkan diantara ketiga penerapan tersebut pada periodesasi riset penulis 2010-2011.

Selain itu juga untuk memperkuat argument dalam riset ini maka penulis melibatkan data sekunder seperti media monitoring PT Timah (Persero) Tbk yakni beberapa kliping media massa cetak dan adanya dokumentasi-dokumentasi perusahaan untuk mendukung model penerapan CSR apa yang diterapkan PT Timah (Persero) Tbk ini yang ada di lampiran.

Adapun analisa data penulis dari model-model penerapan CSR yang diterapkan oleh PT Timah (Persero) Tbk adalah sebagai berikut :

Dokumen terkait