Standar Biaya merupakan salah satu instrumen dalam penyusunan RKA-K/L untuk tahun yang direncanakan. Sebagai salah satu instrumen, Standar Biaya harus dipahami untuk selanjutnya diterapkan dalam penghitungan kebutuhan anggaran yang wajar, rasional, dan dapat dipertanggungjawabkan. Bab ini menjelaskan mengenai penerapan standar biaya dalam penyusunan RKA-K/L, meliputi: fungsi Standar Biaya dalam pengalokasian anggaran; penjelasan Standar Biaya Masukan tahun anggaran 2012 yang berfungsi sebagai batas tertinggi; dan penjelasan Standar Biaya Masukan tahun anggaran 2012 yang berfungsi sebagai estimasi.
5.1. Fungsi Standar Biaya dalam Pengalokasian Anggaran
Standar Biaya adalah satuan biaya yang ditetapkan sebagai acuan penghitungan kebutuhan anggaran dalam penyusunan RKA-K/L untuk tahun yang direncanakan. Standar Biaya tersebut ditetapkan oleh Menteri Keuangan setiap tahun. Wujudnya berupa:
1. Standar Biaya Masukan: satuan biaya berupa harga satuan1, tarif2, dan indeks3 yang digunakan untuk menyusun biaya komponen masukan kegiatan (komponen sebagai tahapan pencapaian output).
2. Standar Biaya Keluaran: besaran biaya yang dibutuhkan untuk menghasilkan sebuah keluaran kegiatan yang merupakan akumulasi biaya komponen masukan kegiatan.
Fungsi Standar Biaya Masukan:
1. Sebagai pedoman bagi K/L untuk menyusun biaya komponen masukan kegiatan dalam RKA-K/L berbasis kinerja.
2. Dalam rangka pelaksanaan kegiatan, Standar Biaya Masukan dapat berfungsi sebagai: a. Batas Tertinggi
Standar biaya tersebut digunakan sebagai acuan merinci biaya pada komponen (tahapan) dalam mencapai suatu output kegiatan dalam kerangka perencanaan penganggaran (penyusunan RKA-K/L), dan juga digunakan sebagai acuan dalam pelaksanaan anggaran. Dalam rangka penyusunan RKA-K/L tahun anggaran 2012, K/L menggunakan stadar biaya dimaksud sebagaimana Lampiran I Peraturan Menteri Keuangan No. 84/PMK.02/2011.
1
Harga Satuan adalah nilai suatu barang yang ditentukan pada waktu tertentu untuk penghitungan biaya komponen masukan kegiatan.
2
Tarif adalah nilai suatu jasa yang ditentukan pada waktu tertentu untuk penghitungan biaya komponen masukan kegiatan.
3
Indeks Biaya Masukan adalah satuan biaya yang merupakan gabungan beberapa barang/jasa masukan untuk penghitungan biaya komponen masukan kegiatan.
MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
- 94 - b. Estimasi
Standar biaya tersebut digunakan sebagai acuan merinci biaya pada komponen (tahapan) dalam mencapai suatu output kegiatan hanya dalam kerangka perencanaan penganggaran (penyusunan RKA-K/L). Pada saat pelaksanaan anggaran standar biaya tersebut dapat juga digunakan sebagai acuan (tidak merupakan keharusan). Dalam rangka penyusunan RKA-K/L tahun anggaran 2012, K/L menggunakan stadar biaya dimaksud sebagaimana Lampiran II Peraturan Menteri Keuangan No.84/PMK.02/2011.
Fungsi Standar Biaya Keluaran:
1. Menghitung biaya output kegiatan K/L dalam RKA-K/L berbasis kinerja. Standar Biaya Keluaran tersebut dapat berupa Indeks Biaya Keluaran4 atau Total Biaya Keluaran5.
2. Dalam rangka perencanaan anggaran, Standar Biaya Keluaran dapat berfungsi sebagai referensi:
a. Penyusunan prakiraan maju; dan/atau
b. Bahan penghitungan pagu indikatif K/L untuk tahun anggaran satu tahun dari tahun yang direncanakan (contohnya, penghitungan pagu indikatif tahun anggaran 2013, menggunakan Standar Biaya Keluaran tahun anggaran 2012).
Dalam hal satuan biaya yang dibutuhkan untuk menyusun Standar Biaya output tidak tercantum dalam Peraturan Menteri Keuangan tentang Standar Biaya (untuk standar biaya tahun anggaran 2012 sebagaimana dalam Lampiran I dan Lampiran II Peraturan Menteri Keuangan No.84/PMK.02/2011), K/L dapat menggunakan satuan biaya lain yang disertai dengan Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak (SPTJM) yang ditandatangani oleh pengguna anggaran/kuasa pengguna anggaran. SPTJM merupakan bentuk pertanggungjawaban pengguna anggaran/kuasa pengguna anggaran atas penggunaan satuan biaya lainnya.
Penerapan Standar Biaya dalam penyusunan RKA-K/L perlu memperhatikan hal-hal sebagai berikut:
1. Penuangan Alokasi Anggaran Angka Dasar
Sebagaimana dijelaskan pada Bab 6, Tata Cara Penyusunan RKA-K/L, Satker menyusun jenis alokasi anggaran Angka Dasar suatu kegiatan sampai dengan Komponen. Satker tidak perlu merinci sampai dengan rincian biaya karena data mengenai rinciannya telah tersedia (berasal dari file KK RKA-K/L tahun sebelumnya). Hanya saja, data (rincian biaya) tersebut perlu disesuaikan dengan ketentuan yang berlaku tentang standar biaya untuk tahun yang direncanakan. Penyesuaian atas standar biaya yang berlaku (baik Standar Biaya Masukan maupun Standar Biaya Keluaran, sebagaimana peraturan
4
Indeks Biaya Keluaran adalah satuan biaya yang merupakan gabungan biaya komponen masukan kegiatan yang membentuk biaya keluaran kegiatan
5
Total Biaya Keluaran adalah besaran biaya dari satu keluaran tertentu yang merupakan akumulasi biaya komponen masukan kegiatan.
MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
- 95 -
Menteri Keuangan tentang Standar Biaya) difasilitasi dengan aplikasi RKA-K/L. Standar biaya tersebut menjadi referensi dalam aplikasi RKA-K/L (dapat dilihat dalam menu tabel referensi). Dalam hal rincian biaya, tidak terdapat dalam Peraturan Menteri Keuangan tentang Standar Biaya maka, K/L dapat menggunakan satuan biaya lain yang disertai dengan Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak (SPTJM) yang ditandatangani oleh pengguna anggaran/kuasa pengguna anggaran.
2. Penuangan Alokasi Anggaran Inisiatif Baru
Satker menuangkan alokasi anggaran satker secara rinci sampai dengan item biaya pada masing-masing komponen untuk alokasi anggaran Inisiatif Baru berdasarkan Proposal Inisiatif Baru yang telah disetujui/TOR (apabila ada perubahan dalam Proposal Inisiatif Baru). Item biaya yang digunakan dalam penuangan alokasi anggaran inisiatif baru tersebut menggunakan standar biaya sebagaimana Peraturan Menteri Keuangan tentang Standar Biaya untuk tahun yang direncanakan. Dalam hal rincian biaya, tidak terdapat dalam Peraturan Menteri Keuangan tentang Standar Biaya maka, K/L dapat menggunakan satuan biaya lain yang disertai dengan Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak (SPTJM) yang ditandatangani oleh pengguna anggaran/kuasa pengguna anggaran.
Berikut ini disajikan contoh penerapan Standar Biaya tahun anggaran 2012 (sebagaimana Peraturan Menteri Keuangan No.84/PMK.02/2011) dalam penyusunan RKA- K/L tahun anggaran 2012. Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia melalui Program Pembentukan Hukum mengusulkan Proposal Anggaran Inisiatif Baru dan telah disetujui (oleh Kementerian Perencanaan dan Kementerian Keuangan) sebesar Rp 383.565.000,-. Rincian Anggaran Biaya (RAB) dari proposal anggaran Inisiatif Baru tersebut sebagai berikut:
Satuan Kerja (Satker) : Ditjen Peraturan Perundang-Undangan
Kegiatan : Perancangan Peraturan Perundang-Undangan
Output : Rancangan Undang-Undang
Volume : 1
Tahapan pelaksanaan dan Rincian Komponen Biaya Volume Satuan Volume Ukur Biaya Satuan Ukur Jumlah Ket. 1 2 3 4 5=2x4 6
PEMBENTUKAN TIM PENYUSUNAN