• Tidak ada hasil yang ditemukan

DATA PENERIMAAN BARANG Tanggal :

Lalu aturlah lay out header kolom tabel data menyesuaikan kebutuhan dan luas area. Anda dapat memasukan object Line Object untuk membatasi batas atas dan bawah titel / header tabel data ini.

Tanggal Nama Barang Jenis Barang Harga Satuan Jumlah Terima Satuan Total Harga

112. Details adalah section untuk menempatkan data atau isi tabel. Sama seperti di atas, aturlah menyesuaikan area yang ada baik dari jenis huruf atau text alignnya menyesuaikan header tabel yang ada pada section Page Header

113. Kebalikan dari Report Header adalah Report Footer. Section ini tampil dalam halaman laporan sebagai footer dari laporan. Biasanya berisi pejabat / orang yang berkompeten menandatangani laporan.

114. Sedangkan kebalikan dari Page Header adalah Page Footer. Section ini tampil pada setiap halaman laporan pada bagian bawah. Biasanya berupa nomor halaman.

115. Save dan Close CrystalReport1, Langkah selanjutnya adalah mengatur tampilan halaman output dari CrystalReport1 yaitu Form9(CetakPenerimaan.frm). Atur properties formnya sebagai berikut :

• Caption = Cetak Data Penerimaan

• StartUpPosition =2-CenterScreen • ScaleMode =3-Pixel Lalu atur secara manual ( klik dan drag dengan mouse ) luas area form hingga : • ScaleHeight = menunjuk pada angka 600

• ScaleWidth = menunjuk pada angka 800

116. Double klik form9, lalu tambahkan script untuk sub prosedur form_unload sebagai berikut :

---PrivateSubForm_Unload(Cancel As Integer)

Form1.Show ‘Form1(MenuUtama.frm) ditampilkan

Form1.Enabled=true ‘menjadikan Form1 enable

Unload me ‘Unload me ( Form9 )

Me.hide ‘Form9 tidak tampil di layar

EndSub

---117. Defaultnya, Form ini hanya berisi object CRViewer saja. Klik object tersebut, lalu

atur propertiesnya sebagai berikut :

• DisplayGroupTree = False

• DisplayTabs = False

• EnabledExportButton = True

• EnabledGroupTree = False

CrystalReport2(ReportPengeluaran.Dsr) &

Form9(CetakPengeluaran.frm)

118. Cobalah anda buat sendiri keduanya. Langkah – langkah untuk membuat CrystalReport2(ReportPengeluaran.Dsr) dan Form10(CetakPengeluaran.frm) adalah identik atau sama dengan membuat ReportPengeluaran dan CetakPenerimaan sebagaimana di atas tadi. Source data yang digunakan adalah query CetakPengeluaran.

CrystalReport3(ReportPersediaan.Dsr) & Form9(CetakPersediaan.frm)

119. Sama seperti langkah ke 118, buatlah CristalReport3 dan Form11 untuk data – data persediaan barang. Source datanya adalah DataBarang.

120. Dan sebagai penutup dari langkah – langkah di atas adalah meng-compile ( bahasa

Indonesianya “ Compile” apa ya ?? ☺ ) project yang telah anda buat ini.

Sebelumnya simpan project terlebih dahulu ( Save Project ).

Lalu File Make Loghis.Exe.. dan tempatkan file compile tersebut dalam folder C:/Loghis.

Setelah proses compile selesai, keluarlah dari Ms. ViBas 6.0 yang menandakan 90% pekerjaan anda telah terselesaikan.

Langkah selanjutnya adalah membuat file setup-nya ( Packaging )

Catatan penulis :

Bila perlu, anda cari artikel yang membahas secara tersendiri tentang soft Crystal Report 8.5 ini. Atau kalau masih ada kesempatan, penulis juga akan mencoba membahasnya lebih terperinci lagi. Karena pada dasarnya soft Seagate Crystal Report 8.5 ini fungsinya tidak sebatas pada apa yang telah dikerjakan tadi.

T

Tuuttoorriiaall VViissuuaall BBaassiicc 66..00

M

Meemmbbuuaatt PPrrooggrraamm LLooggiissttiikk BBaarraanngg

(

( IInnvveennttoorryy SSyysstteemm ))

Imam Budi Kustanto

sim_rusak@yahoo. com

T

TUUTTOORRIIAALL44

P

PAACCKKAAGGIINNGGPPRROOJJEECCTT

Untuk membuat file setup dari project ini sangatlah mudah. Anda tinggal mengikuti ( Next dan OK saja ) wizard yang anda panggil dari :

Start Microsoft Visual Basic 6.0 Microsoft Visual Basic 6.0 Tools Package & Deployment Wizard.

Pada bagian ini anda menentukan lokasi dan nama project yang telah dibuat tadi, yaitu ( klik Browse ) pada folder C:/Loghis/Loghis.vbp

Lisensi Dokumen:

Copyright © 2003 - 2006 IlmuKomputer.Com

Seluruh dokumen di IlmuKomputer.Com dapat digunakan, dimodifikasi dan disebarkan secara bebas untuk tujuan bukan komersial (nonprofit), dengan syarat tidak menghapus atau merubah atribut penulis dan pernyataan copyright yang disertakan dalam setiap dokumen. Tidak diperbolehkan melakukan penulisan ulang, kecuali mendapatkan ijin terlebih dahulu dari IlmuKomputer.Com.

Lalu komputer akan memproses perintah tersebut.

klik Next atau Enter saja.

Defaultnya, komputer akan menempatkan file setup tersebut sub folder Package dalam folder yang sama dengan lokasi file project-nya. Klik Next

Hanya pernyataan bahwa sub folder Package belum ada. Klik Yes untuk membuatnya.

klik OK saja, komputer akan mencarinya pada step selanjutnya.

Bila kita tidak akan menambahkan file lainnya, klik Next

Pilih Single cabs bila ingin file setup ( *.cab ) menjadi satu, atau Multiple cabs bila ingin di-split dalam ukuran tertentu. Klik Next.

adalah isian judul / title dari proses instalasi program. Next aja lagi.

adalah penempatan lokasi / shortcut dari file project yang ter-compile

nih juga iya. Gak usah dibaca. Next teruuus!!

Nah kalo yang ini lah gue super tahu. Itu artinya proses telah selesai. Lalu.. FINISH, Man!

Penutup

Ternyata untuk membuat sebuah program aplikasi berbasis Visual Basic tidaklah sesulit yang kita bayangkan semula. Meskipun sedikit yang bisa kita mengerti tentangnya bukan berarti bahwa itu tidak bisa digunakan untuk membuat program yang jadi.

Namun, hal tersebut juga bukan berarti bahwa proses pembelajaran Visual Basic hanya cukup sebatas ini saja. Karena tutorial ( yang lumayan panjang ) ini hanyalah membahas struktur If..Then saja. Masih banyak struktur dan perintah Visual Basic lain yang belum kita tahu. Sementara “sistem informasi” yang kita bangun tadi juga masih sangat jauh untuk dikatakan sebagai sebuah sistem informasi yang sebenarnya.

Ada 2 hal penting yang perlu kita pegang dalam membuat sebuah program :

1. Kegagalan umum yang sering terjadi pada sebuah sistem informasi berbasis computer, faktor utama penyebabnya bukanlah dari bahasa pemrograman apa digunakan untuk

scripting programnya, juga bukan dari software apa yang digunakan untuk administrasi

databasenya. Sehingga kita tidak bisa mengatakan bahwa ViBas lebih baik dari Fox Pro atau Delphi, Ms SQL lebih baik dari Ms. Access atau yang lainnya. Kegagalan itu justru disebabkan oleh karena kekurang-pahaman seorang programmer terhadap sistem yang hendak dibangunnya itu. Karenanya, langkah pertama yang harus dilakukan dalam membangun sebuah program aplikasi adalah “ pahami sedetail mungkin tentang sistem yang akan kita transformasikan dalam bahasa pemrograman” tersebut.

2. Jangan pernah beranggapan bahwa program yang kita buat sudah fix segalanya. Selalu berpikirlah bahwa program yang kita buat adalah tidak pernah sempurna. Selalu berpikirlah bahwa orang yang mengoperasikan program kita adalah orang yang masih awam mengoperasikan komputer. Segala kemungkinan kesalahan pengoperasian program yang bisa saja terjadi harus kita pikirkan antisipasinya. Misalnya, dari awal program itu dijalankan, kita sudah harus berpikiran bahwa program tersebut running hanya karena salah pencet shortcut saja. Segala kemungkinan perkembangan sistem harus kita pikirkan penanganannya.

Terakhir, bila ada kesalahan dan kekurangan dalam tulisan ini yang menyebabkan error pada project ini, selamat ber- try and error . ☺ ☺

BIODATA :

Imam Budi Kustanto, lahir 09 Maret 1975. STM Elektronika Komunikasi & S1

FISIP keduanya di Purwokerto. Saat ini bekerja di RS Banjarnegara bagian Sistem Informasi RS.

Lebih tertarik pada Teknik Komputer, Jaringan, Administrasi Server dan Database. Klo software suka VB dan AV Editing. Web Programming nggak terlalu bisa.

Motto : “ Klo bisa dibikin mudah, kenapa mesti cari yang susah ??!! “ Mail : sim_rusak@yahoo. com

Dokumen terkait