BAB II PERENCANAAN KINERJA DAN PENETAPAN KINERJA
B. PENETAPAN KINERJA KANTOR WILAYAH TAHUN 2017
Nilai prosentase target suatu perencanaan kinerja yang telah dibuat pada tabel
sebelumnya, ditentukan oleh penetapan kinerja yang telah dibuat diawal sebelum tahun anggaran
berjalan. Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Kalimantan Barat telah membuat
suatu penetapan kinerja pada awal Januari 2017.
Penetapan Kinerja merupakan tekad dan janji rencana kinerja tahunan yang akan dicapai
antara pimpinan instansi pemerintah/unit kerja yang menerima amanah/ tanggung jawab/ kinerja
pihak yang memberikan amanah/ tanggung jawab/ kinerja. Dengan demikian, penetapan kinerja
ini merupakan suati janji kinerja yang akan diwujudkan oleh seorang pejabat penerima amanah
kepada atasan langsungnya.
Penetapan kinerja ini menggambarkan capaian kinerja yang akan diwujudkan oleh suatu
instansi pemeritah/unit kerja dalam suatu tahun tertentu dengan mempertimbangkan sumber daya
yang dikelolanya. Dasar Hukum yang digunakan dalam penyusunan Penetapan Kinerja yaitu :
1. Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2004 tentang Percepatan
Pemberantasan Korupsi;
2. Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 53
Tahun 2017 tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja dan Tata Cara
Reviu Atas Laporan Kinerja.
1. Tujuan
Tujuan umum ditetapkannya Perjanjian Kinerja adalah:
Intensifikasi pencegahan korupsi
Peningkatan kualitas pelayanan publik
Percepatan untuk mewujudkan manajemen pemerintahan yang efektif, transparan dan
akuntabel
Sedangkan tujuan khususnya adalah:
Meningkatkan akuntabilitas, transparansi, dan kinerja aparatur
Sebagai wujud nyata komitmen antara penerima amanah dengan pemberi amanah
Sebagai dasar penilaian keberhasilan / kegagalan pencapaian tujuan dan sasaran
organisasi
Menciptakan tolak ukur kinerja sebagai dasar evaluasi kinerja aparatur
Sebagai dasar pemberian reward atau penghargaan dan sanksi
2. Ruang lingkup
Ruang lingkup perjanjian kinerja mencakup seluruh tugas pokok dan fungsi suatu organisasi
dengan mempertimbangkan sumber daya yang tersedia. Namun demikian, ruang lingkup ini
lebih diutamakan terhadap berbagai program utama organisasi, yaitu program-program yang
dapat menggambarkan keberadaan organisasi serta menggambarkan issue strategic yang
sedang dihadapi organisasi.
3. Keterkaitan dengan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah
Perjanjian Kinerja pada dasarnya merupakan salah satu komponen dari Sistem Akuntabilitas
Kinerja Instansi Pemerintah, meski belum diatur secara eksplisit dalam Instruksi Presiden
Nomor 7 Tahun 1999. Penyusunan kontrak kinerja ini diharapkan dapat mendorong
keberhasilan kinerja instansi pemerintah. Secara ringkas, keterkaitan antara penetapan kinerja
dalam Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah dapat diilustrasikan sebagai berikut:
Gambar 2.1
Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah
FORMULIR PENETAPAN KINERJA
Instansi : Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Kalimantan Barat
Unit Eselon II : Divisi Administrasi
Tahun : 2017
Tabel 2.6 Tabel Penetapan Kinerja Divisi Administrasi
No SASARAN STRATEGIS INDIKATOR KINERJA TARGET
2017
ANGGARAN
1 Pelaksanaan Penyusunan Rencana, Program, Kegiatan dan Anggaran
Persetase Jumlah Laporan Renker, Progker dan Kalker TA. 2017 Unit Pelaksana Teknis (UPT)
25 (UPT)
Rp. 11.124.701.000,- Persentase Jumlah laporan evaluasi
penyusunan RKA-KL UPT
25 (UPT) Persentase Pemeriksaan / Pengawasan /
Monitoring Pelaksanaan Program dan Kegiatan
90%
2
Pemantauan Pelaksanaan Kegiatan, Penyiapan Bahan Evaluasi, dan Penyusunan Laporan Serta Protokoler, Kehumasan, Hubungan Antar Lembaga, Pelayanan Pengaduan, dan Pengelolaan Teknologi.
Persentase Penyusunan Laporan Triwulan Rencana Aksi, Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP), Laptah
100%
Persentase Penyelenggaraan Humas, Protokol dan Pemberitaan
100% Persentase Pengelolaan Website dan
Jaringan Internet
90% Persentase Kegiatan Layanan
Pengadaan Secara Elektronik
3 Keg
3 Penatausahaan dan Pembinaan / Pengembangan Kepegawaian.
Persentase Pegawai yang Mengikuti Diklat dan Bimtek
90% Persentase Pegawai yang dikenakan
hukuman disiplin
20% Persentase Pengangkatan / Pelantikan
Pegawai / Pengambilan Sumpah Jabatan
100%
4
Pengelolaan Keuangan dan Pelaksanaan Anggaran yang Tepat Waktu, Transparan dan Akuntabel
Persentase Pembayaran gaji dan tunjangan pegawai
100% Persentase Pengelolaan Keuangan 90% Persentase Pengelolaan SAIBA 90% Persentase Pengelolaan SIMAK BMN 90%
5
Pengeloaan Barang Milik Negara yang Tepat Waktu, Transparan dan Akuntabel
Pemeliharaan Kantor 90%
Perbaikan/Pemeliharaan Peralatan / Perlengkapan Kantor
90% Perawatan Kendaraan Bermotor Roda
2/4/6
90%
6
Terselenggaranya Penyelenggaraan Diklat di Bidang Teknis Pada Kantor Wilayah
Melaksanakan Pendidikan dan Pelatihan Perencanaan Anggaran Berbasis Kinerja bagi Pegawai di Lingkungan Kanwil Kemenkumham Kalbar yang bertugas
pada penyusunan anggaran/RKA-KL Melaksanakan kegiatan Bimbingan Teknis Pengelolaan Gizi dan Makanan di Lapas/Rutan bagi 30 Orang
pegawai/petugas pada Bidang Perawatan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Kantor Wilayah dan Unit Pelaksana Teknis se- Kalbar
1 Kegiatan
Melaksanakan Bimtek dan Ujian Dinas Pengadaan Barang Dan Jasa Pemerintah bagi pegawai jajaran Kantor Wilayah dan Unit Pelaksana Teknis se- Kalbar
1 Kegiatan
Melaksanakan Diklat Sistem
Pengendalian Internal Pemerintah 1 Kegiatan Melaksanakan Bimbingan Teknis
mengenai Peningkatan Kapasitas HAM bagi Petugas Pemasyarakatan dan Petugas Imigrasi. dan Bimtek Penilaian Kinerja PNS TA 2017
2 Kegiatan
Jumlah Anggaran Kegiatan Tahun 2017 Divisi Administrasi:
Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya Kementerian Hukum
dan HAM,
Dokumen Pengelolaan Administratif dan Fasilitatif Kantor Wilayah
Kementerian Hukum dan HAM Kalimantan Barat : Rp. 11.124.701.000
Program Pendidikan dan Pelatihan Aparatur Kementerian Hukum dan HAM,
Dokumen Penyelenggaraan Diklat Aparatur di Wilayah : Rp. 600.970.000,-
FORMULIR PENETAPAN KINERJA
Instansi : Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Kalimantan Barat
Unit Eselon II : Divisi Pemasyarakatan
Tahun : 2017
Tabel 2.7 Tabel Penetapan Kinerja Divisi Pemasyarakatan
No SASARAN STRATEGIS INDIKATOR KINERJA TARGET
2017
ANGGARAN
1
Persentase Pelaksanaan Pembinaan dan Pengendalian Pelaksanaan Tugas Teknis di Bidang Bimbingan
Pemasyarakatan, Pengentasan Anak serta Informasi dan Komunikasi
Persentase Pelaksanaan Sidang TPP; 100%
Rp. 689.260.000,- Persentase Pelaksanaan Bimtek PB Online,
Bimtek Bimkemas dan Pengentasan Anak, Bimtek Pelayanan Tahanan, Bimtek Bimbingan Klien, dan Bimtek SDP
50%
Persentase Pelaksanaan Pengelolaan SDP; 100% Persentase Pelaksanaan Pemberian
Remisi; 100%
Persentase Pelaksanaan Pameran Karya
Napi; 50%
Persentase Pelaksanaan Layanan informasi
dan Komunikasi. 80%
2
Persentase Pelaksanaan Kerjasama, Pemantauan, Evaluasi dan Penyusunan Lap.
Pelaksanaan Tugas Teknis di Bidang Bimbingan Pengentasan Anak, Informasi dan Komunikasi
Persentase Pelaksanaan Monitoring, Pengawasan dan Pengendalian UPT Pemasyarakatan;
50%
Persentase Pelaksanaan Koordinasi dan
Konsultasi; 80%
Persentase Pelaksanaan Rapat Koordinasi Dilkumjakpol dan Rapat Koordinasi Penyusunan RKA-KL Divisi
70%
3
Persentase Pelaksanaan Pembinaan dan Pengendalian Pelaksanaan Tugas Teknis di Bidang Keamanan, Kesehatan, Perawatan Napi/Tahanan serta Pengelolaan Benda Sitaan dan Barang Rampasan Negara
Persentase Pelaksanaan Program Mutasi
Napi antar Provinsi; 70%
Persentase Pelaksanaan Bimtek Perawatan Kesehatan, Bimtek Keamanan dan Ketertiban, dan Bimtek Standar Majelis Kode Etik
50%
Persentase Pelaksanaan Razia dan
Penggeledahan UPT Pemasyarakatan; 70% Persentase Pelaksanaan Penegakan
Persentase Pelaksanaan Mutasi Senjata
Api Dalam Satu Wilayah; 80%
Persentase Pelaksanaan Sidang Majelis
Kode Etik; 70%
Persentase Pelaksanaan Provost
Pemasyarakatan. 80%
4
Persentase Pelaksanaan Kerjasama, Pemantauan, Evaluasi dan Penyusunan Laporan Pelaksanaan Tugas Teknis di Bidang Keamanan, Kesehatan, Perawatan Napi/Tahanan serta Pengelolaan Benda Sitaan dan Barang Rampasan Negara.
Persentase Pelaksanaan Layanan
Pengaduan; 90%
Persentase Pelaksanaan Bimtek Bidang
Basan dan Baran; 50%
Persentase Pelaksanaan Koordinasi dan
Konsultasi; 80%
Persentase Pelaksanaan Peningkatan
Kapasitas SDM Divisi Pemasyarakatan. 100%
Jumlah Anggaran Kegiatan Tahun 2017 Divisi Pemasyarakatan :
Program Pembinaan dan Penyelenggaraan Pemasyarakatan,
FORMULIR PENETAPAN KINERJA
Instansi : Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Kalimantan Barat
Unit Eselon II : Divisi Keimigrasian
Tahun : 2017
Tabel 2.8 Tabel Penetapan Kinerja Divisi Pemasyarakatan
No SASARAN STRATEGIS INDIKATOR KINERJA TARGET
2017
ANGGARAN
1
Presentase Pelaksanaan Pembinaan dan Pengendalian Pelaksanaan Tugas di Bidang Lalu Lintas Keimigrasian dan Tempat Pemeriksaan Keimigrasian.
Persentase Kegiatan Pembinaan dan Pelaksanaan Tugas di Bidang Lalu Lintas dan Izin Tinggal Keimigrasian
90%
Rp. 879.000.000,- Persentase Kegiatan Sosialisasi Izin
Tinggal dan Status Keimigrasian;
90% Persentase Kegiatan Bimbingan Teknis
dan Izin Tinggal, Alih Status dan SKIM;
90% Persentase Kegiatan Sosialisasi Kegiatan
One Stop Service
90%
2
Presentase Pelaksanaan Kerjasama, Pemantauan, Evaluasi, dan Penyusunan Laporan Pelaksanaan Tugas Teknis di Bidang Izin Tinggal, Orang Asing dan Status
Kewarganegaraan.
Persentase Rapat Koordinasi Unit
Pelaksana Teknis (UPT) Keimigrasian; 90% Persentase Monitoring dan Evaluasi
Pelaksanaan Tugas di Bidang Lalu Lintas dan Izin Tinggal Keimigrasian;
90%
Persentase Kunjungan Kerja/JKK Sosial
Ekonomi Malaysia Indonesia ke 31; 80%
3
Presentase Pelaksanaan Pembinaan dan Pengendalian Pelaksanaan Tugas di Bidang Intelijen Keimigrasian, Penindakan Keimigrasian, dan Rumah Detensi Imigrasi.
Persentase Kegiatan Pembinaan dan Pelaksanaan Tugas di Bidang Intelijen Keimigrasian, Penindakan Keimigrasian, dan Informasi Sarana Komunikasi Keimigrasian;
90%
Persentase Kegiatan Rapat Timpora; 85% Persentase Kegiatan Sosialisasi
Pengawasan Keimigrasian; 85%
Persentase Rapat Tim Penanganan
Imigran Ilegal; 95%
Persentase Kegiatan Pengawasan Orang
Asing; 90%
Persentase Kegiatan Monitoring dan Evaluasi Intelijen Keimigrasian,
Penindakan Keimigrasian, dan Informasi Sarana Komunikasi Keimigrasian;
4
Presentase Pelaksanaan Kerjasama, Pemantauan, Evaluasi, dan Penyusunan Laporan Pelaksanaan Tugas Teknis di Bidang Informasi dan Sarana Komunikasi Keimigrasian.
Persentase Kegiatan Bimbingan Teknis Sistem Informasi Keimigrasian
90%
Program Peningkatan Pelayanan dan Penegakan Hukum Keimigrasian,
Dokumen Penyelenggaraan Fungsi Pengkoordinasian, Pelayanan dan Pengawasan Keimigrasian
FORMULIR PENETAPAN KINERJA
Instansi : Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Kalimantan Barat
Unit Eselon II : Divisi Pelayanan Hukum dan Hak Asasi Manusia
Tahun : 2017
Tabel 2.9 Tabel Penetapan Kinerja Divisi Pelayanan Hukum dan Hak Asasi Manusia
No SASARAN STRATEGIS INDIKATOR KINERJA TARGET
2017
ANGGARAN
1 Penyelenggaraan Pemajuan HAM di Wilayah
Persentase Meningkatnya implementasi
HAM di wilayah 100% 273.239.000
2 Penyelenggaraan Penelitian dan Pengembangan HAM di Wilayah
Persentase hasil kajian HAM di wilayah yang digunakan sebagai bahan rekomendasi kebijakan yang mendukung penelitian dan pengembangan HAM dan pembentukan peraturan daerah
50%
86.275.000 Persentase hasil penelitian dan
pengembangan HAM yang disosialisasikan di Kabupaten/ Kota
50%
3
Penyelenggaraan Administrasi Hukum Umum di Wilayah
Persentase administrasi pelayanan jasa hukum di bidang fidusia, notariat dan kewarganegaraaan
90% 2.010.109.000
4 Penyelenggaraan HKI di Wilayah
Jumlah permohonan kekayaan intelektual
yang diterima kanwil Kemenkumham 48%
173.729.000 Persentase Penyelenggaraan promosi dan
diseminasi di daerah 100%
Persentase penyelenggaraan penegakan
hukum di daerah 100%
Tersedianya database kekayaan intelektual
komunal 100%
5 Penyelenggaraan Fasilitasi Pembentukan Hukum di Daerah
Persentase pemerintahan daerah yang terfasilitasi perancangan produk hukumnya sesuai dengan rencana dan permohonan
80%
185.000.000 Persentase Perancang Peraturan
Perundang-undangan di daerah yang mendapatkan pembinaan
80%
6 Penyelenggaraan Pembinaan Hukum di Wilayah
Persentase Terlaksananya Kontrak/MoU Pelaksanaan Bantuan Hukum dengan OBH yang telah berbadan hukum sesuai petunjuk dari BPHN
50%
784.744.000 Persentase Terlaksananya Kegiatan
Penyuluhan Hukum Keliling 50%