BAB II. PERENCANAAN KINERJA
G. Penetapan Kinerja Tahun 2015
Berdasarkan atas rencana kinerja tahunan tersebut, selanjutnya disusun Rencana Kerja dan Anggaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (RKA-SKPD). Setelah mendapatkan persetujuan anggaran selanjutnya Biro Pengendalian Pembangunan dan Ekonomi telah menyusun Penetapan Kinerja Tahun 2015 secara berjenjang sesuai dengan kedudukan, tugas, dan fungsi sampai unit eselon IV. Penetapan kinerja tersebut merupakan tolok ukur evaluasi akuntabilitas kinerja unit organisasi yang bersangkutan pada akhir tahun 2015 dan akan dilaporkan dalam LAKIP tahun 2015 ini.
Dokumen Penetapan Kinerja Biro Pengendalian Pembangunan dan Ekonomi Tahun 2015 dapat dilihat pada lampiran dokumen LAKIP ini. Gambaran penetapan kinerja yang tertuang dalam kontrak kinerja Biro P2E bersama Pemerintah Daerah akan diwujudkan dalam 4 (empat) kerangka inovasi yang akan menjadi daya dukung dalam mewujudkan visi dan misi Pemerintah Daerah.
Gambar 3. Inovasi Biro Pengendalian Pembangunan dan Ekonomi e-monep
BABIII
AKUNTABILITAS KINERJA
A. PENGUKURAN KINERJA
Dalam Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Biro P2E ini pengukuran kinerja mencakup Pengukuran Kinerja Kegiatan dan Pengukuran Pencapaian Sasaran yaitu:
1) Pengukuran Kinerja Kegiatan (PKK)
PKK merupakan tingkat pencapaian target dari masing-masing kelompok indikator kinerja kegiatan berdasarkan kelompok input, ouput, dan outcome, dengan mencari persentase antara rencana tingkat capaian dan realisasi setiap indikator kegiatan.
Pada Tahun 2015 Biro Pengendalian Pembangunan dan Ekonomi Sekretariat Daerah Provinsi Gorontalo melaksanakan 4 (empat) program dan8 (delapan) kegiatan, dimana berdasarkan formulir Pengukuran Kinerja Kegiatan Tahun 2015 diperoleh data sebagai berikut:
1. Program Peningkatan Pelayanan Administrasi, Sarana Prasarana dan SDM Aparatur dengan nama kegiatan yaitu:
a) Pelayanan Jasa Administrasi PerkantoranBiro P2E.Kegiatan ini telah dilaksanakan dengan persentase tingkat pencapaian target adalahuntukindikator input 95,33% dan outputs 100%.
b) Peningkatan Sarana dan Prasarana Perkantoran Biro. Kegiatan ini telah dilaksanakan dengan persentase tingkat pencapaian target adalahuntukindikatorinput 98,44% dan outputs 100%.
c) Peningkatan Kapasitas Sumberdaya Aparatur Biro P2E.Kegiatan ini telah dilaksanakan dengan persentase tingkat pencapaian target adalahuntukindikatorinput 93,85% dan outputs 150,00%.
2. Program Peningkatan Perencanaan, Monitoring, Evaluasi dan Pelaporandengan nama kegiatan yaitu:
a) Perencanaan, Koordinasi, Monitoring dan Evaluasi.Kegiatan ini telah dilaksanakan dengan persentase tingkat pencapaian target adalahuntukindikatorinput 99,82% dan outputs100%.
3. Program Pengendalian Pembangunan dengan nama kegiatan yaitu:
a) Pengendalian Pembangunan Provinsi dan Kabupaten/Kota.Kegiatan ini telah dilaksanakan dengan persentase tingkat pencapaian target adalahuntukindikatorinput 99,44% dan outputs 100%.
b) Pengembangan Sistem Pengadaan Barang/Jasa secara Elektronik.Kegiatan ini telah dilaksanakan dengan persentase tingkat pencapaian target adalahuntukindikatorinput 97,16% dan outputs100%.
c) Peningkatan Kapasitas Bidang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah.Kegiatan ini telah dilaksanakan dengan persentase tingkat pencapaian target adalahuntukindikatorinput 98,91% dan outputs 100%.
4. Program Pengendalian Ekonomi dengan nama kegiatan yaitu:
a) Koordinasi dan Pengendalian Perekonomian.Kegiatan ini telah dilaksanakan dengan persentase tingkat pencapaian target adalahuntukindikatorinput 95,41% dan outputs 100%.
2) Pengukuran Pencapaian Sasaran (PPS)
PPS merupakan tingkat pencapaian target dari masing-masing indikator kinerja sasaran yang telah ditetapkan sebagaimana dituangkan dalam Rencana Kinerja Tahunan (RKT) Biro P2E Tahun 2015, sebagaimanaterlampir. Pengukuran tingkat pencapaian sasaran didasarkan pada data hasil pengukuran pencapaian sasarantahun 2015. Untuk lebih jelasnya dapat dilaporkan sebagai berikut:
2.1.1 Peningkatan tatalaksana pelayanan administratif yang terkelola secara sistematis. Sasaran ini telah dicapai dengan pencapaian tingkat capaian seluruh indikator sasaran 100 %.
2.2.1 Peningkatan sarana dan prasarana perkantoran. Sasaran ini telah dicapai dengan presentase pencapaian tingkatcapaian seluruh Indikator sasaran yaitu100 %.
2.3.1 Kapasitas SDM Biro Pengendalian Pembangunan dan Ekonomi yang meningkat. Sasaran ini telah dicapai dengan pencapaian tingkat capaian seluruh Indikator sasaran 100 %.
2.6.2 Peningkatan tatalaksana pelayanan administratif yang terkelola secara sistematis. Sasaran ini telah dicapai dengan pencapaian tingkat capaian seluruh indikator sasaran 100 %.
2.5.1 Setiap SKPD/POKJA mampu melakukan input seluruh paket pekerjaan kedalam layanan SPSE. Sasaran ini telah dicapai dengan pencapaian tingkat capaian seluruh Indikator sasaran 100 %.
2.5.2 Penyediamampumengaksesdenganmudahlayanan SPSE. Sasaran ini telah dicapai dengan pencapaian tingkat capaian seluruh Indikator sasaran 100 %.
2.5.3 Seluruh proses pengadaan barang dan jasa sudah menggunakan layanan SPSE.
Sasaran ini telah dicapai dengan pencapaian rencana tingkat capaian seluruh Indikator sasaran 100 %.
2.5.4 Percepatan proses pelelanganbarang/jasapemerintah. Sasaran ini telah dicapai dengan pencapaian tingkat capaian seluruh Indikator sasaran 100 %.
2.6.1 Terlaksananyabimbinganteknispeningkatankapasitasbidangpengadaanbarang/j asapemerintah. Sasaran ini telah dicapai dengan pencapaian tingkat capaian seluruh Indikator sasaran 100 %.
2.7.1 Terlaksananya kegiatan monitoring kegiatan pembangunan yang dibiayai oleh APBD. Sasaran ini telah dicapai dengan pencapaian tingkat capaian seluruh Indikator sasaran 100 %.
2.7.2 Terlaksananya kegiatan evaluasi terhadap hasil monitoring kegiatan pembangunan. Sasaran ini telah dicapai dengan pencapaian tingkat capaian seluruh Indikator sasaran 100 %.
2.7.3 Setiap SKPD mampu menyampaikan laporan pelaksanaan secara periodik, tepat waktu, akurat, dan relevan. Sasaran ini telah dicapai dengan pencapaian tingkatcapaian seluruh Indikator sasaran 100 %.
2.7.4 Tim Monev P2E mampu menyampaikan laporan evaluasi perkembangan kegiatan pembangunan yang dibiayai oleh APBD maupun APBN. Sasaran ini telah dicapai dengan pencapaian tingkat capaian seluruh Indikator sasaran 100 %.
2.7.5 Koordinasi dalam rangka percepatan penyerapananggarandanpenyelesaian kegiatan pembangunan yang mengalami hambatan. Sasaran ini telah dicapai dengan pencapaian tingkat capaian seluruh Indikator sasaran 100 %.
2.7.6 Koordinasi dalam rangka percepatan penyerapananggaranmelaluipenerapan TEPRA di kabupaten/kota. Sasaran ini telah dicapai dengan pencapaian tingkat capaian seluruh Indikator sasaran 100 %.
2.8.1 Meningkatnya intensitas koordinasi dan pengendalian pada sektor perekonomian. Sasaran ini telah dicapai dengan pencapaian tingkat capaian seluruh Indikator sasaran 100 %.
2.8.2 Penyiapan data dan informasi dalam rangka pengendalian bidang ekonomi.
Sasaran ini telah dicapai dengan pencapaian tingkat capaian seluruh Indikator sasaran 100 %.
B. EVALUASIKINERJA
Berdasarkan hasil-hasil perhitungan Pengukuran Kinerja Kegiatan (PKK) sebagaimana telah diuraikan diatas diperoleh kesimpulan bahwa pencapaian seluruh ouput Indikator Kinerja Kegiatan dan Kinerja Keuangan seluruh program dan kegiatan rata-rata sebesar 100% dan serapan anggaran sebesar 97,70%.Hal ini mengindikasikan
bahwa semua program dan kegiatan yang telahdilaksanakanpada Tahun 2014 telah memberikan kontribusi positif kepada pencapaian Visi dan Misi Biro Pengendalian Pembangunan dan Ekonomi Setda Provinsi Gorontalo.
Berdasarkan 3 (tiga) IndikatorKinerjaUtama (IKU) Biro Pengendalian Pembangunan dan Ekonomi Setda Provinsi Gorontalosebagaimanatelahdijelaskanpadahalaman 22 dokumen LAKIP ini, makasecarakhususdalam pelaksanaan program dan kegiatanBiro P2E terdapat3 (tiga) capaiankinerjaunggulanyang telah dicapai Biro P2E Tahun2015, yaitu:
1. Pada Kegiatan Pengembangan Sistem Pengadaan Barang/Jasa Secara Elektronik
Pada Tahun 2015 terdapat sejumlah paket lelang selesai di LPSE Provinsi Gorontalo yaitu 208 paket (Rp. 289.133 Milyar) yang digunakan oleh SKPD provinsi dan Satker Non Provinsi.
Untuk SKPD Provinsi Gorontalo terdiri atas 189 paket (Rp. 262.305 Milyar) terbagi atas dana APBD 173 paket (Rp. 239.937 Milyar) dan dana APBN 25 paket (Rp.
24.238 Milyar).
Untuk SKPD Non Provinsi Gorontalo terdiri atas 19 paket (Rp. 26.828 Milyar) terbagi atas dana APBD 13 paket (10.771 Milyar) dan dana APBN 6 paket (Rp.
16.057 Milyar).
Sedangkan yang gagal lelang ada 12 paket (Rp. 11.690 Milyar) yang digunakan oleh SKPD provinsi dan Satker Non Provinsi.
Untuk SKPD Provinsi Gorontalo gagal lelang terdiri atas 8 paket (Rp. 8.756 Milyar) terbagi atas dana APBD 7 paket (Rp. 3.756 Milyar) dan dana APBN 1 paket (5.000 Milyar). Untuk SKPD Non Provinsi Gorontalo gagal lelang terdiri atas 4 paket (Rp.
2.934 Milyar) yang bersumber dari dana APBD.
Biro P2E juga telah melaksanakan sosialisasidan bimbingan teknis terkait penggunaan e-catalog, penginputan RKA SKPD ke dalam aplikasi SIRUP LKPP RI, perkuatan kapasitas bidang pengadaan barang/jasa pemerintah, serta ujian sertifikasi keahlian pengadaan barang/jasa pemerintah bekerjasama dengan BKPPD Provinsi Gorontalo.
2. Pada Kegiatan Pengendalian Pembangunan Provinsi dan Kabupaten/Kota
Sinergitas pengendalian pembangunan melalui penerapan elektronik monitoring, evaluasi dan pelaporan (e-Monep) di 5 (lima) kabupaten dan 1 (satu) kota se Provinsi Gorontalo dilaksanakan melalui fasilitasi penyediaan aplikasi secara gratis dan penyelenggaraan bimtek penginputan DPA SKPD kedalam aplikasi e-Monep kabupaten/kota.
Akselerasi percepatan penyerapan anggaran tahun 2015 Provinsi Gorontalo yang dikendalikan melalui aplikasi e-Monep oleh Biro P2E memperoleh apresiasi pemerintah pusat melalui Tim Evaluasi Penyerapan Realisasi Anggaran (TEPRA) di bawah Kantor Sekretariat Presiden (KSP). Hal ini juga didukung oleh semakin tertibnya SKPD melakukan proses pelaporan kedalam sistem e-Monep sehingga memperoleh predikat terbaik I Tingkat Nasional dalam penyerapan anggaran selang bulan Agustus hingga Nopember tahun 2015. Prestasi ini juga sangat terkait dengan pencapaian realisasi anggaran kabupaten/kota yang turut memberikan sumbangsih terhadap agregat penyerapan anggaran keseluruhan Provinsi Gorontalo pada tahun 2015.
Peningkatan prestasi ini menjadikan beberapa provinsi lain melakukan perjanjian kerjasama dan studi banding ke Provinsi Gorontalo dalam rangka untuk lebih mengenal dan mengadopsi e-Monep sebagai tools/system dalam pengendalian pembangunan, sepanjang Tahun 2015 beberapa daerah yang melakukan studi banding diantaranya Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Provinsi Maluku Utara, Provinsi Jawa Barat, Provinsi Banten, Kabupaten Banyu Asin Provinsi Sumatera Selatan, Kabupaten Sleman Provinsi DI. Jogjakarta, LKPP dan LAPAN. Sedangkan Biro P2E juga telah diundang untuk menjadi narasumber pada bimtek penginputan DPA SKPD oleh Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dan Provinsi Maluku Utara.
Tahun 2015 Biro P2E juga melanjutkan kerjasama dengan Kanwil XXVI Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Gorontalo untuk koordinasi dan evaluasi serta pelaporan dan pengendalian pelaksanaan kegiatan sektor unggulan dana APBN yang dilaksanakan di Provinsi Gorontalo dan melaksanakan bimtek penginputan
e-Monep APBN khusus Satuan Kerja Pemerintah Pusat yang mengelola proyek strategis.
Dalam rangka pengendalian percepatan penyerapan APBD provinsi, Biro P2E melaksanakan secara rutin Pra-Rapim dan Rapat Pimpinan yang dipimpin langsung oleh Gubernur dan atau Wakil Gubernur dan langsung dihadiri oleh Kepala SKPD Provinsi Gorontalo, diintegrasikan dengan rapat percepatan pelaksanaan pembangunan baik terhadap paket pekerjaan yang dilelang maupun yang dilaksanakan secara swakelola. Biro P2E menindaklanjuti hasil Rapim dengan melakukan roadshow ke SKPD provinsi yang memiliki tingkat serapan rendah dan melakukan monitoring dan evaluasi terhadap paket pekerjaan provinsi yang berlokasi di kabupaten/kota.
Biro P2E juga melakukan koordinasi, monitoring dan evaluasi serta pelaporan dengan Pemerintah Kabupaten/Kota perihal realisasi fisik dan keuangan di Monev Online LKPP. Biro P2E telah melakukan kesepakatan bersama antara Pemerintah Provinsi Gorontalo dengan Pemerintah Kabupaten/Kota tentang Sinergitas Pengendalian Pembangunan Kabupaten/Kota se-Provinsi Gorontalo melalui MoU antara Pemerintah Provinsi Gorontalo dengan masing-masing Pemerintah Kabupaten/Kota.
3. Pada Kegiatan Koordinasi dan Pengendalian Ekonomi
Pada Tahun 2015, Biro P2E bekerjasama dengan BPS Provinsi Gorontalo kembali menyusun Buku Indikator Ekonomi Provinsi Gorontalo Tahun 2014.
Biro P2E melaksanakan Rapat Koordinasi dan Evaluasi Triwulan I, II, dan III bidang ekonomi Provinsi Gorontalo; kegiatan Sosialisasi Fakta dan Angka berdasarkan hasil penyusunan Buku Indikator Ekonomi Tahun 2014 pada bulan Agustus 2015; kegiatan Refleksi Ekonomi Provinsi Gorontalo Tahun 2015 pada awal bulan Desember 2015;
Biro P2E secara rutin setiap bulan melaksanakan rapat teknis Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Gorontalo yang dipimpin oleh Sekretaris Daerah Provinsi Gorontalo selaku Ketua TPID Provinsi Gorontalo. Rapat tersebut membahas tentang gejolak harga sembako dan ketersediaan produksi sembako serta barang strategis
lainnya di Provinsi Gorontalo yang berpengaruh terhadap inflasi. Tahun 2015 Pemerintah Provinsi Gorontalo mendapat penghargaan terbaik ke dua nasional dalam hal pengendalian inflasi daerah.
Menindaklanjuti hasil rapat Forkopimda, Biro P2E pada bulan Juni dan Desember 2015 Pemerintah Provinsi Gorontalo bersama unsur Polri dan TNI melakukan inspeksi mendadak (sidak) dan pengawasan distribusi elpiji 3 kg dan BBM agar tidak terjadi kelangkaan yang dapat berdampak pada peningkatan inflasi, gejolak perekonomian dan kerawanan sosial di kabupaten/kota se-Provinsi Gorontalo.
C. ANALISIS AKUNTABILITAS KINERJA
Analisis pencapaian kinerja pada dasarnya diarahkan untuk mengukur tingkat keberhasilan visi yang telah ditetapkan yang dijabarkan dalam misi, selanjutnya untuk mewujudkan visi tersebut ditetapkan tujuan, sasaran, kebijakan, program, dan kegiatannya. Oleh karena itu maka analisis pencapaian kinerja selanjutnya secara rinci dilaksanakan berdasarkan tingkat keberhasilan kegiatan-kegiatan yang telah ditetapkan.
Berdasarkan evaluasi kinerja yang diolah dari PengukuranKinerjaKegiatan dan PengukuranPencapaianSasarandiperoleh kesimpulan bahwa pada Tahun 2015 semua program dan kegiatan telah memberikan kontribusi kepada Visi dan Misi Biro Pengendalian Pembangunan dan Ekonomi Setda Provinsi Gorontalo, danpenggunaananggarantelahdilakukanseefisienmungkintanpamengurangiessensibilitask epentinganpelaksanaankegiatan.
Terdapat3 (tiga) capaiankinerjaunggulan Biro P2Etelahdilaporkan di ataspadasub babEvaluasiKinerja Biro P2E yang disusunberdasarkan 3 (tiga) IKU Biro P2E.
Berikutinipenjelasansingkattentangbeberapapenyebabtidakterserapnyaanggaran 100%
daripelaksanaan 4 (empat) program dan 8 (delapan) kegiatan Biro P2E, sehinggaterdapatSiLPA (sisalebihpembiayaananggaran) yaitu:
1) belanjabahanbakarminyak/gas
danpelumaspadakegiatanPelayananJasaAdministrasiPerkantoransebesarRp.
14.240.000,- olehkarenapadatahun 2015 berjalanterjadipenurunanhargasatuan premium danpertamax;
2) perjalanandinasluardaerahpadakegiatanPeningkatanKapasitas SDM Aparatur, sebesarRp. 6.379.200,- olehkarenatidakcukuplagiuntukdigunakanmengikutisatu kali kegiatanbimtek di luardaerah;
3) belanjajasanarasumber/tenagaahli/instrukturpadakegiatanKoordinasidanPengendalia nPerekonomian, sebesarRp. 11.400.000,- olehkarenapelaksanaansatu kali kegiatanpengendalianharga BBM danelpiji 3 kg oleh Tim TNI-PolrisudahdialokasikanolehDiskumperindagProvinsiGorontalo;
4) belanjasewaruangrapat/pertemuanpadakegiatanKoordinasidanPengendalianPerekon
omian, sebesarRp.
5.000.000,-olehkarenapenggunaankegiatanSosialisasiFaktadanAngkadankegiatanRefleksiEkonom i di Grand Q Hotel telahtermasukpadapembiayaanmakanminumkegiatan;
Selamamasa RPJMD danRenstra SKPD yang dimulaiTahun 2012 hinggaakhirTahun
2015, capaiankinerjaBiro P2E yang
diukurdenganPengukuranKinerjaKegiatandenganindikator outputs rata-rata mencapai 100%, sedangkanindikatorinputs tidakmencapai 100%untukefisiensianggaran.
Adapuncapaiankinerja Biro P2E yang diukurdenganPengukuranPencapaianSasaran,
secarakeseluruhanmencapai 100%. Akumulasibelanjayang
merupakansisapenggunaananggaran,telahdilakukanseefisienmungkintanpamengurangies sensibilitaskepentinganpelaksanaanprogram dankegiatan.
Untuk selanjutnya usaha-usaha terus dilakukan untuk meningkatkan pencapaian visi dan misi Biro P2E dengan menyusun perencanaan yang lebih matang dan terpadu dengan mengalokasikan dana kepada kegiatan berdasar skala prioritas. Pengalokasian dana merujuk kepada rencana hasil yang akan dicapai, dan untuk pengadaan sarana dan prasarana pendukung program dan kegiatan serta meningkatkan koordinasi dengan pihak-pihak terkait dan peningkatan profesionalisme kerja serta penerapan reward and punishment secara tegas dan konsisten. Dengan berbagai upaya yang telah dan akan dilakukan disertai dengan dukungan dari semua pihak diharapkan kinerja Biro P2E Sekretariat Daerah Provinsi Gorontalo akan lebih meningkat.
D. AKUNTABILITAS KEUANGAN
Mengacu pada prinsip-prinsip kinerja anggaran maka anggaran yang dialokasikan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk menunjang program dan kegiatan Biro Pengendalian Pembangunan dan Ekonomi SetdaProvinsiGorontalo Tahun 2015 sebesar Rp. 3.236.719.780,-(Belanja Langsung) yang terdiri dari :
PAGU ANGGARAN
BelanjaPegawai : Rp
183.480.000,- BelanjaBarang dan Jasa : Rp.
2.639.539.780,- Belanja Modal : Rp
413.700.000,-Total : Rp.
3.236.719.780,-REALISASI ANGGARAN
BelanjaPegawai : Rp 180.395.000,- (98,32 %)
BelanjaBarang dan Jasa : Rp 2.573.093.138,- (97,48%)
Belanja Modal : Rp 408.810.000,- (98,82 %)
Total :Rp3.162.298.138,- (97,70%)
BAB IV P E N U T U P
Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Biro Pengendalian Pembangunan dan Ekonomi Sekretariat Daerah Provinsi Gorontalo Tahun 2015 adalah untuk mewujudkan akuntabilitas kinerja Biro Pengendalian Pembangunan dan Ekonomi.
Pelaporan AKIP ini juga merupakan sarana bagi Biro P2E untuk mengkomunikasikan dan menjawab tentang apa yang sudah dicapai dan bagaimana proses pencapaiannya berkaitan dengan mandat yang diterima. Dalam pelaksanaan program dan kegiatan biro, pada dasarnya dapat diselesaikan dengan baik sesuai dengan rencana dan target yang sudah ditetapkan sebelumnya. Hal ini berkat dukungan dan kerjasama serta sinergitas, baik dari lingkungan internal biro (dukungan pejabat struktural maupun dari seluruh staf dalam melaksanakan tugas) maupun dari lingkungan eksternal biro.
Agar semua sasaran yang telah ditetapkan dalam Renstra Biro P2E Tahun 2012—
2017 dapat dicapai secara maksimal maka perlu dilakukan evaluasi menyeluruh pada setiap sasaran yang telah dilaksanakan ataupun yang belum tercapai secara maksimal.
Evaluasi ini sangat mempengaruhi tingkat pencapaian target sasaran yang telah dirumuskan pada Rencana Kinerja Tahunan. Demikian laporan akuntabilitas kinerja Biro Pengendalian Pembangunan dan Ekonomi Tahun 2015 yang merupakan bahan evaluasi dan sebagai pertanggungjawaban mandat yang diberikan Pemerintah Daerah Provinsi Gorontalo sesuai tugas dan fungsinya.
Instansi : Biro Pengendalian Pembangunan dan Ekonomi Sekretariat Daerah Provinsi Gorontalo
Uraian Indikator Target Satuan Target
1. 1. 1. 1. Input : Dana Rupiah Rp. 457.310.000,- APBD
Output :
1. Terlaksananya pelayanan administrasi perkantoran di Biro P2E meliputi tata usaha, kepegawaian, keuangan dan aset biro.
paket 1
Outcome :
- Tertatanya administrasi perkantoran di
Biro P2E. bulan 12
No. Sasaran Program Uraian IndikatorKegiatan Ket
Peningkatan tata laksana pelayanan administratif yang terkelola secara sistematis.
Terpenuhinya kebutuhan
administrasi perkantoran. 100% Pelayanan jasa
administrasi
- Lancarnya pelaksanaan tugas di Biro
P2E. bulan 12
2. 1. 100% 2. Input : Dana Rupiah Rp. 678.253.780,- APBD
Output :
1. Tersedianya sarana dan prasarana
perkantoran. paket 1
Outcome :
- Terlaksananya seluruh program/ kegiatan
biro secara optimal. bulan 12
Benefit :
- Meningkatnya kelancaran aparatur dalam
memberikan pelayanan. bulan 12
Impact :
- Lancarnya pelaksanaan tugas di Biro
P2E. bulan 12
3. 1. 100% 3. Input : Dana Rupiah Rp. 103.714.000,- APBD
Output : Peningkatan sarana dan
prasarana perkantoran. Tersedianya sarana dan prasarana perkantoran.
Kapasitas SDM Biro P2E yang meningkat. SDM Biro P2E yang berkompeten
dengan kapasitas yang memadai.
Uraian Indikator Target Satuan Target
No. Sasaran Program Uraian IndikatorKegiatan Ket
Outcome :
- Aparatur Biro P2E memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam melaksanakan tugas.
orang 8
Benefit :
- Aparatur Biro P2E memiliki motivasi
dalam melaksanakan tugas. orang 8
Impact :
- Meningkatnya kapasitas sumber daya
aparatur dalam pelaksanaan tugas. orang 8
1. 1. 100% 2. 4. Input : Dana Rupiah Rp. 283.965.000,- APBD
Output :
1. Jumlah dokumen program/kegiatan biro:
Renja, RKA, ROK, LAKIP, LKPJ, LPPD, Laporan Tahunan, Realisasi
1. Jumlah dokumen program/kegiatan biro:
Renja, RKA, ROK, LAKIP, LKPJ, LPPD, Laporan Tahunan, Realisasi Program/Kegiatan.
dokumen 8
2. Intensitas kegiatan rapat evaluasi internal
biro. kali 12
3. Intensitas koordinasi dan monitoring kegiatan pembangunan dan ekonomi di 6 kab./kota.
kali 30
4. Intensitas koordinasi / konsultasi ke
Pemerintah Pusat. kali 21
- Seluruh program/kegiatan biro dapat
dilaksanakan secara optimal. bulan 12
Impact :
- Sinkronisasi perencanaan dan laporan
pelaksanaan program/ kegiatan biro. bulan 12 Program Peningkatan
Uraian Indikator Target Satuan Target
No. Sasaran Program Uraian IndikatorKegiatan Ket
1. 1. 3. 5. Input : Dana Rupiah Rp. 354.918.000,- APBD
Output :
1. Persentasi pelaksanaan layanan
pengadaan barang/jasa secara elektronik % 100
2. Penyedia mampu mengakses
dengan mudah layanan SPSE 2. Jumlah penyedia yang terverifikasi
melalui Help Desk SPSE 100% 2. Intensitas pelatihan sistim e-Proc untuk
panitia/pokja, PPK dan penyedia jasa. kali 2
3. Seluruh Proses pengadaan barang dan jasa sudah menggunakan layanan SPSE
3. Jumlah paket pekerjaan yang
dilelang melalui SPSE 100% 3. Jumlah dokumen perusahaan yang
terverifikasi pada sistim e-Proc dokumen 45 4. Percepatan proses pelelangan
barang dan jasa 4. Intensitas sosialisasi peraturan pada
sistim e-Procurement di 6 kab./kota. kali 24 5. Intensitas koordinasi / konsultasi ke
Pemerintah Pusat. kali 7
Program Pengendalian Pembangunan.
Setiap SKPD / POKJA mampu melakukan input seluruh paket pekerjaan dalam layanan SPSE
Paket pekerjaan yang terupload
melalui Sistem SPSE 100% Pengembangan
sistem pengadaan barang/jasa secara elektronik.
5. Intensitas koordinasi / konsultasi ke
Pemerintah Pusat. kali 7
- Meningkatnya layanan SPSE terhadap seluruh paket pengadaan barang/jasa
1. 1. 100% 6. Input : Dana Rupiah Rp. 197.536.000,- APBD
Output :
1. Terlaksananya Bimtek Peraturan
Presiden tentang Pengadaan kegiatan 2
Perkuatan
Uraian Indikator Target Satuan Target
No. Sasaran Program Uraian IndikatorKegiatan Ket
Outcome :
- Meningkatnya pemahaman PNS atas Perpres tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah.
kegiatan 2
Benefit :
- Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah di Provinsi Gorontalo dilaksanakan sesuai pemerintah di Provinsi Gorontalo bebas dari KKN.
kegiatan 2
1. 1. 100% 7. Pengendalian Input : Dana Rupiah Rp. 684.868.000,- APBD
pembangunan
1. 1. 100% 7. Input : Dana Rupiah Rp. 684.868.000,- APBD
Output :
1. Intensitas Kegiatan Pra Rapim dan
Rapim SKPD Provinsi kali 18
2. 2. Intensitas dan kualitas evaluasi
kegiatan pembangunan 100% 2. Jumlah Dokumen Rapim dan Rekam
Jejak dokumen 7
3. Intensitas kegiatan rapat koordinasi dan
evaluasi tingkat Provinsi Gorontalo. kali 4 3. Setiap SKPD mampu
menyampaikan laporan pelaksanaan secara periodik, tepat waktu, akurat, dan relevan.
3. Tersusunnya laporan secara tepat waktu dan didukung dengan data yang akurat
100% 4. Intensitas koordinasi dan monitoring
proyek fisik pembangunan di 6 kab./kota. kali 125
4. Tim Monev P2E mampu menyampaikan laporan perkembangan kegiatan pembangunan yang dibiayai oleh APBD.
4. Tersusunnya laporan evaluasi hasil monitoring sebagai perbandingan laporan perkembangan kegiatan pembangunan yang dilaporkan oleh SKPD
100% 5. Intensitas koordinasi / konsultasi ke
Pemerintah Pusat. kali 16
5. Koordinasi dalam rangka percepatan penyerapan anggaran dan penyelesaian
5. Tindak lanjut hasil koordinasi oleh
masing-masing SKPD 100% 6. Intensitas penginputan DPA dan target
fisik dan keuangan APBD Provinsi Gorontalo.
Uraian Indikator Target Satuan Target
No. Sasaran Program Uraian IndikatorKegiatan Ket
6. Koordinasi dalam rangka
100% 7. Intensitas sosialisasi dan penginputan
DPA dan target fisik dan keuangan APBD Kab./Kota di 6 kab./kota..
1. 1. 100% 4. 8. Input : Dana Rupiah Rp. 426.155.000,- APBD
Output : 2. Koordinasi Tim pengendalian
inflasi 100% 1. Intensitas pelaksanaan rakorev bidang
ekonomi, sosialisasi fakta dan angka, dan refleksi ekonomi.
2. 4. Jumlah dokumen mengenai
indikator ekonomi 100% 3. Intensitas koordinasi / konsultasi ke
Pemerintah Pusat. kali 9
4. Tersusunnya Buku Indikator Ekonomi dokumen 1 Penyiapan data dan informasi
dalam rangka pengendalian bidang ekonomi.
Meningkatnya koordinasi pada
sektor perekonomian. Koordinasi Tim pengendalian
harga barang Koordinasi dan
Pengendalian Perekonomian Program Pengendalian
Ekonomi
Uraian Indikator Target Satuan Target
No. Sasaran Program Uraian IndikatorKegiatan Ket
Outcome :
- Meningkatnya pengendalian ekonomi di Provinsi Gorontalo melalui koordinasi, monitoring dan evaluasi kegiatan bidang ekonomi.
bulan 12
Benefit :
- Meningkatnya percepatan pembangunan bidang ekonomi ditandai dengan percepatan penyerapan anggaran bidang ekonomi.
bulan 12
Impact :
- Meningkatnya kesejahteraan masyarakat karena percepatan pembangunan bidang ekonomi di Provinsi Gorontalo.
bulan 12
- Meningkatnya kesejahteraan masyarakat karena percepatan pembangunan bidang ekonomi di Provinsi Gorontalo.
bulan 12
NIP. 196805111998031009 Gorontalo, 12 Januari 2015 KEPALA BIRO PENGENDALIAN PEMBANGUNAN DAN EKONOMI,
DR. H. M. JAMAL NGANRO, S.T, M.Si.
PEMBINA TINGKAT I
Instansi : Biro Pengendalian Pembangunan dan Ekonomi Sekretariat Daerah Provinsi Gorontalo.
1 1 Peningkatan tatalaksana pelayanan
administratif yang terkelola secara sistematis.
1 Terpenuhinya kebutuhan administrasi
perkantoran 1 Melibatkan seluruh pegawai dalam
pengambilan kebijakan menyangkut
Uraian Cara Mencapai Tujuan dan SasaranProgram
Kebijakan
Terwujudnya Peningkatan Kualitas Koordinasi, Pengawasan, dan Pengendalian Pembangunan dan Ekonomi dalam rangka Percepatan Pembangunan dan Peningkatan Ekonomi Masyarakat.
Mewujudkan organisasi yang profesional dalam menyelenggarakan koordinasi urusan kesekretariatan serta pengendalian pembangunan melalui pengadaan barang dan jasa berbasis teknologi informasi
Mewujudkan pengendalian pembangunan melalui monitoring kegiatan pembangunan secara menyeluruh yang menghasilkan informasi hasil pengawasan sebagai bahan perumusan kebijakan untuk percepatan pembangunan di Provinsi Gorontalo
Meningkatkan pengendalian pembangunan melalui koordinasi antar lembaga pada sektor perekonomian
Mengoptimalkan pengendalian internal kegiatan administratif Biro Pengendalian Pembangunan dan Ekonomi.
1 1 Peningkatan tatalaksana pelayanan
administratif yang terkelola secara sistematis.
1 Terpenuhinya kebutuhan administrasi
perkantoran 1 Melibatkan seluruh pegawai dalam
pengambilan kebijakan menyangkut pelaksanaan program dan kegiatan
1. Program Peningkatan Pelayanan Administrasi, Sarana Prasarana dan SDM Aparatur.
2 Tatalaksana kantor yang dikelola
2 Tatalaksana kantor yang dikelola